Happiness With My Sunshine

Happiness With My Sunshine
Episode 17


__ADS_3

Tidak ada yang special dari hari liburan ku, aku tidak melakukan perjalanan ke luar kota seperti teman teman ku yang lain atau sekedar berkumpul dengan sahabat sahabt ku, aku hanya berdiam saja dirumah sambil mengurusi nenek.


Karena aku tau teman teman ku semuanya sibuk dengan keluarga nya, jadi aku tidak memaksa mereka untuk bertemu dengan ku.


Satu minggu sudah berlalu dan keadaan nenek sudah sangat baik, kak indra mengunjungi rumah nenek lagi, ia berinisiativ untuk mengajak ku pergi keluar, karena sudah hampir 3 minggu ini aku hanya berdiam diri di rumah saja.


“ Assalamuallaikum “ ucap kak indra dari balik pintu.


“ Waallaikumussalam, siapa yah “ ucap ku sambil bertanya dan membuka pintu.


“ Masak sih gak kenal suara kakak hehehe, harus nya sudah hafal dong kan sudah lama kenal nya “ ucap kak indra sambil tertawa.


“ Oh kak indra hehehe, dari dalam suara nya samar samar kak jadi gak terlalu kedengeran “ ucap ku sambil berdiri di depan pintu.


“ Alasan yah, pinter ngeles nya hehehe “ ucap kak indra sambil mencubit hidung ku dengan sangat gemas.


“ Sakit dong kak, ayo masuk ke dalam kak, jangan berdiri aja disini emang nya ini mall apa? Hahaha “ ucap ku yang meledek kak indra..


“ Hahaha kamu bisa aja yah, sekarang sudah mullai ngelawak yah? Oh iya dimana nenek “ tanya kak indra.


“ Ada di dapur kak, kakak tunggu saja disini nanti aku panggilkan nenek sambil kakak mau minum apa? “ tanya ku pada kak indra.


“ Apa aja sih asalkan yang manis yah kayak kamu hehehe “ jawab kak indra sambil tertawa.


“ Oh aku manis yah? Baiklah kalau begitu hahaha “ ucap ku dengan wajah yang sombong, dan kak indra asik menertawa kan aku.......


.


.


.


.


Aku berjalan ke dapur dan mengatakan kepada nenek kalau ada kak indra, nenek sedang masak yang sebelumnya aku sudah menemani nenek dengan mencuci sayuran lalu memotong nya dan urusan memasak adalah nenek.


“ Nek, di depan ada kak indra tuh “ ucap ku pada nenek.


“ Oh indra datang yah? “ tanya nenek pada ku.


“ Iya tuan putri, kayaknya mau ngajak nenek jalan tuh hahaha “ ucap ku pada nenek sambil tertawa.


“ Mau ngajak nenek nonton bioskop gitu? Hahaha “ jawab nenek sambil tertawa.


“ Mungkin saja nek, coba nanti tanya langsung ke dia hehehe “ ucap ku lagi sambil tertawa meledek nenek.


Nenek langsung menuju ke ruang tamu untuk bertemu dengan kak indra, sedangkan aku masih di dapur karena masakan nenek yang ia masak itu belum masak dan aku masih mengaduk ngaduk sup yang ada di panci sambil mencoba mencicipi rasa nya.


“ Sudah lama ya indra dateng nya? “ tanya nenek pada kak indra.


“ Baru kok nenk, mungkin sekitar 15 menitan lah “ jawab kak indra sambil menyalimi nenek.


“ Oh gitu, gimana kabar mama sama papa? “ tanya nenek.


“ Sehat kok alhamdulillah, nenek gimana? Sudah sehat kan? “ tanya kak indra lagi dengan nenek.


“ Syukurlah, iya nenek juga sudah sembuh kok, sudah sehat banget malah hehe “ jawab nenek dengan semangat.


“ Syukurlah kalau begitu nenek, indra seneng denger nya hehe “ ucap kak indra sambil tersenyum.


Aku masih di dapur, membuatkan sirup rasa jeruk untuk kak indra, karena cocok dengan cuaca yang panas, aku berjalan menuju ruang tamu sambil membawa minuman.


“ Ini kak, silah kan diminum yah jangan malu malu “ ucap ku sambil menaruh minuman di atas meja depan kak indra.


“ Oke deh, makasih banyak yah diana hehehe “ ucap kak indra.


Nenek yang duduk disebalah kak indra pun tersenyum melihat kedekatan ku dengan kak indra, aku sesekali melihati tatapan nenek, ia seperti menaruh harapan kepada kak indra, tapi aku tetap biasa saja.


“ Nek, rencana nya indra mau ngajak diana pergi sebentar, boleh gak? “ tanya kak indra pada nenek.


“ Boleh dong, kenapa gak boleh hehe kasihan juga liat diana Cuma diam saja dirumah selama liburan ini “ ucap nenek sambil memegang tangan ku.

__ADS_1


“ beneran nek? Nenek mau ikut? “ tanya kak indra lagi.


“ Gak lah, nenek capek nanti, baru juga sembuh kan, kalian saja yah “ jawab nenek.


“ Baiklah nek kalau begitu hehe “ ucap kak indra dengan bersemangat.


.


.


.


.


Aku langsung pergi ke kamar ku untuk berganti baju, kemudian bersiap siap untuk pergi, dan langsung berpamitan pada nenek.


“ Nek, diana pergi dulu yah sebentar “ ucap ku pada nenek sambil menyalimi nya.


“ Iya nek, indra sama diana pergi dulu sebentar yah nek “ ucap kak indra sambil menyalimi nenek juga.


“ Iya iya, kalian hati hati yah terus pulang nya jangan terlalu malam “ ucap nenek kepada kami.


“ Iya nek “ jawab kami dengan sangat kompak, dan setelah itu kami pun tertawa.


Aku kemudian masuk kedalam mobil, begitu juga dengan kak indra.


“ Jangan lupa pasang sabuk pengaman nya “ ucap kak indra pada ku.


“ Oh iya yah, hampir lupa “ jawab ku dengan buru buru memasang sabuk pengaman.


Selama di perjalanan kami pun terus berbicara dan juga di iringin dengan musik ya cukup bagus sehingga semakin membuat suasana menjadi lebih hidup.


Aku melihat kalau kak indra sering melirik ke arah ku sambil menyetir, dan aku pura pura tidak melihat nya, selama kami bercerita ia selalu membuat ku tertawa, dari lawakan nya yang super hingga membuat ku tertawa terbahak bahak.


Kami berhenti di sebuah cafe yang cukup unik, disana menyediakan wifi geratis dan juga menu makanan nya sangat unik, alasan kak indra mengajak ku ke cafe ini adalah, karena cafe ini baru dibuka dan ia sangat ingin sekali kesini mangkanya kak indra mengajak ku hehe.


“ Kita duduk sini yah “ ucap kak indra.


“ Boleh juga hehe, nanti kita foto berdua yah “ ucap kak indra.


Aku hanya membalas nya dengan tertawa, kemudian kami berjalan ke tempat duduk itu dan benar udara nya sangat sejuk karena di tutupi oleh pohon jadi tidak terlalu terkena sinar mata hari, tapi tidak juga gelap, sangat pas.....


Kak indra menyuruh ku untuk melihat daftar menu, dan aku langsung membuka nya, aku terus mencari menu makanan yang belum aku coba sebelum nya, aku ingin merasakan rasa masakan yang baru.


“ Aku pesen yang ini deh kak “ ucap ku sambil menunjuk bebek asam manis yang sangat mengundang selera makan ku.


“ Minum nya apa? Kalau kakak mau bakmi aja deh, karena pengen makan mie mie an gitu “ ucap kak indra.


“ Lemon tea aja, kalau kakak apa? “ tanya ku pada kak indra.


“ Es capuccino deh kayak nya bikin seger “ jawab kak indra.


.


.


.


.


Sambil menunggu pesanan datang, aku langsung mengambil foto selfie dan kemudian kak indra juga memfoto ku dengan ponsel nya sendiri dan membuat ku terkejut.


“ Kakak memfoto ku yah “ tanya ku dengan penasaran.


“ Hmmmm enggak kok “ ucap kak indra sambil mengeles.


“ Sini coba lihat ponsel nya “ ucap ku sambil mengulurkan tangan di depan kak indra.


“ Hehehe iya iya kakak foto kamu, karena kamu sangat cantik hari ini, gak apa apa yah “ ucap kak indra.


“ Jadi aku Cuma cantik hari ini? “ ucap ku sambil tertawa.

__ADS_1


“ Duh salah banget deh kakak ngomong kayak gitu “ ucap kak indra sambil menepuk jidat nya dan membuat ku tertawa.


Setelah mendapatkan foto yang cukup banyak, pesanan kami pun datang, kami langsung menyantap nya kemudian aku mencicipi makanan kak indra begitu juga dengan kak indra yang mencicipi makanan ku, kami sudah tidak canggung lagi bahkan sudah seperti sahabat lama.


Setelah kami selesai makan, kak indra mengajak ku untuk melihat band yang ada di aula cafe itu, kami duduk di baris ke tiga dan dengan santai aku dan kak indra juga ikut bernyanyi, hampir 3 jam kami berada di cafe itu.


Setelah itu kak indra mengajak ku kesebuah toko jam yang tidak terlalu jauh dari cafe sebelumnya, awalnya aku mengira kalau kak indra ingin membeli jam untuk nya saja, tetapi tidak.


“ Menurut kamu kakak cocok pake jam yang kayak gimana sih? “ tanya kak indra pada ku.


“ Hmmm, bentar deh kak aku coba lihat lihat dulu “ jawab ku sambil berjalan pelan dan melihat semua jam yang ada di toko itu.


Sekitar 20 menit aku melihat lihat dan aku menemukan nya, aku memilih jam yang tidak terlalu besar karena kak indra tidak terlalu gemuk dan tidak terlalu kurus juga, jadi yang sedang dan itu akan sangat cocok untuk kak indra.


“ Kak, coba kakak pake yang ini, kayak nya bakal cocok deh “ ucap ku sambil menyerahkan jam itu pada kak indra.


Kak indra mengulurkan tangan nya dan meminta ku untuk memasangkan jam itu, aku langsung mengingatkan nya di tangan kak indra.


“ Tuh kan, kakak cocok banget pake jam ini “ ucap ku sambil membolak balik tangan kak indra.


“ Beneran? Kalau begitu kakak beli yang ini deh “ ucap kak indra.


“ Mbak saya pesan yang ini yah, terus ini ada couple nya gak mbak? “ tanya kak indra pada pegawai itu dan membuat ku sedikit terkejut.


“ Ada mas, mau yang couple nya juga yah? “ tanya pegawai itu lagi.


“ Iya mbak coba liat dulu yah “ jawab kak indra.


Pegawai itu mengambil jam couple nya, aku sambil melihat lihat jam yang lain, kemudian kak indra memanggil ku.


“ Diana.... “ panggil kak indra.


“ Iya kak? Ada apa “ tanya ku pada kak indra.


“ Bagus gak, coba kamu pake ini “ ucap kak indra sambil menyerahkan jam couple itu pada ku.


“ Bagus hehe “ ucap ku sambil memutar mutar tangan ku di depan cermin.


“ Kamu suka gak? Kalau suka kita ambil yang ini “ tanya kak indra.


“ Jam couple ini untuk aku sama kakak? “ tanya ku dengan rasa penasaran.


“ Iyalah, hehe kamu gimana sih “ jawab kak indra yang membuat ku terdiam.


.


.


.


.


Aku tidak menyangka kak indra sampai membeli jam couple untuk kami berdua, sepertinya kak indra sangat bahagia, terlihat dari wajah nya ia terus tersenyum dengan sumringah sedangkan aku masih sangat bingung dan juga tidak enak karena kak indra banyak mengeluarkan uang hari ini.


“ Kita pesan yang ini yah mbak “ ucap kak indra pada pegawai itu.


“ Iya mas, jam itu memang sangat cocok untuk pasangan seperti kalian, semoga hubungan kalian langgeng yah mas, mbak hehe “ ucap pegawa itu.


Aku dan kak indra hanya merespon nya dengan senyuman dan kak indra menggoda ku dengan kata katanya.


“ Kamu denger gak mbak itu tadi bilang kita pasangan hehe “ ucap kak indra pada ku.


“ Hmmm hehehe “ ucap ku sambil tertawa dan sangat merasa tidak nyaman.


Setelah itu kak indra membayar jam itu dan kami pun masuk ke dalam mobil, ia menyerahkan jam couple yang wanita itu pada ku.


“ Ini punya kamu, di pakek yah biar kita kompak gitu hehe “ ucap kak indra sambil menyerahkan kotak jam itu kepada ku.


“ Hehehe iya kak, makasih banyak loh kak hari ini aku sangat merepotkan kakak, trus juga kaka udah keluar uang banyak hari ini “ ucap ku dengan wajah yang sedikit memelas.


“ Kenapa kamu ngomong begitu sih, kakak gak merasa keberatan kok hehe dan makasih juga sudah mau jalan sama kakak hari ini yah “

__ADS_1


Aku menjawab nya dengan senyuman dan kami kembali pulang, kak indra mengantar ku sampai kerumah dan setelah berpamitan dengan nenek kak indra pun pulang.......


__ADS_2