Happiness With My Sunshine

Happiness With My Sunshine
Episode 21


__ADS_3

Hari ini ketika aku terbangun dari tidur ku, aku duduk di ujung tempat tidur, sambil memikirkan kejadian yang aku alami kemarin.


Masih sangat tidak menyangka jika aku bisa seperti itu, rasanya aku sangat malu untuk datang ke kampus, pasti banyak orang orang yang menganggap ku aneh, mungkin mereka juga menyebutku sudah tidak waras.


Nenek datang ke kamar ku.


" Kamu sudah bangun sayang? " tanya nenek.


" Iya nek " jawab ku sambil sedikit malas.


" Kalau kamu masih lelah, tidak usah kuliah dulu hari ini, kamu istirahat saja ya sayang " ucap nenek sambil membelai rambut ku.


" Enggak kok nek, aku bentar lagi mau berangkat kuliah, sayang kalu harus ninggalin 1 mata kuliah " ucap ku sambil berusaha meyakinkan nenek kalau aku tidak apa apa.


" Ya sudah, kalau kamu merasa diri kamu enggak apa apa, nenek gak akan melarang kamu untuk kuliah kok " ucap nenek sambil tersenyum.


" Iya nek, bentar lagi aku mau mandi dan siap siap kok hehe " ucap ku sambil sedikit tertawa.


" Iya sayang, kamu jangan mikirin yang aneh aneh yah, cukup kamu belajar aja di kampus oke " ucap nenek sambil memeluk ku.


" Iya tuan putri ku, beres hehe " ucap ku sambil memeluk nenek dengan sangat manja.


Aku langsung bergegas mandi, dan bersiap siap untuk pergi ke kampus, aku memesan ojek online, karena perasaan ku sekarang tidak memungkinkan untuk ku menaiki bus.


Sekitar pukul 8:40 pagi aku sudah sampai kampus, dan perlahan berjalan menuju ruangan, aku berharap tidak ada teman teman ku yang menjauhi ku akibat kejadian itu.


Ketika aku sampi di ruangan, aku melihat fina, ria dan rani yang sudah duduk seperti sedang menunggi kedatangan ku.


Aku berjalan masuk dengan perlahan, kemudian mereka menyapaku sambil memeluk ku dengan sangat erat.


" Kamu jangan takut yah na, kami bertiga ada untuk kamu kok " ucap fina.


" Iya na, kamu jangan mikirin yang aneh aneh lagi yah, kalau ada apa apa kamu langsung kasih tau kami " ucap ria.


" Kami gak mau kamu kenapa kenapa na, kalau kamu mau marah sama kami juga gak apa apa kok " ucap rani.


Aku sangat tersentuh dengan perlakuan mereka bertiga, mereka sangat memperdulikan ku, aku bahkan tidak pernah bercerita sedikit pun tentang kejadian itu kepada mereka, aku benar benar sangat menyesal.


" Semestinya aku yang minta maaf sama kalian, aku sangat bersyukur memiliki teman seperti kalian yang sangat perduli dengan ku, aku benar benar berterima kasih dengan kalian " ucap ku sambil menangis.


" Kami takut kamu bakal kenapa kenapa nanti nya na, mangkanya kita berinisiatif untuk cerita ke nenek, biar nenek bisa menjelaskan nya sama kami dengan cara baik baik " ucap fina sambil menghapus air mata ku.


" Iya, aku berterima kasih sama kalian, kalau kalian gak coba memberani kan diri bilang ke nenek mungkin aku sampai sekarang masih berhalusinasi seperti itu, dan bisa bisa aku nanti gila " ucap ku yang terus menangis.


" Eh jangan ngomong kayak gitu lah, amit amit, kamu udah sadar kok na, jadi gak bakal terjadi apa apa lagi sama kamu, inget yah pikirin kuliah dulu, kalau nanti ada apa apa kamu langsung bilang sama kita kita " ucap ria yang sambil menenangkan ku.


" Iya aku bakal cerita sama kalian, dan gak akan diem diem lagi kalau ada apa apa " ucap ku yang terus memeluk mereka bertiga.


" Iya kamu harus janji yah, jangan sembunyiin apa pun dari kita kita " ucap rani sambil mengelus kepala ku.


" Oke siap hehe, terus gimana orang orang yang selama ini sering memperhatikan ku, aku takut melihat mereka, pasti mereka menganggap ku aneh kan " ucap ku lagi.


" Gak kok, mereka gak nganggep kamu aneh na, justru mereka memperhatikan kamu, mereka selalu laporan ke kita kita kalau ngeliat kamu sedang berhalusinasi " ucap fina.


" Tapi tetap saja, aku sangat malu loh beneran " ucap ku sambil memasang wajah yang cemberut.


" Eh kamu percaya kan sama kita, kita gak bohong kok, mereka itu juga sangat perhatian sama kamu, kamu ingat kan cewek yang suka ngeliatin kamu itu " tanya ria.


" Iya aku masih ingat dengan wanita itu " jawab ku dengan serius.


" Dia namanya sari, dia selalu laporan sama kita kita kalau habis lihat kamu, dan dia juga selalu memantau kamu na takutnya bakal terjadi apa apa kan sam kamu, dia sangat baik na " ucap rani.

__ADS_1


" Serius? ya ampun selama ini aku menganggap nya sangat aneh, dan ternyata malah aku yang aneh, aku harus minta maaf nanti sama dia dan berterima kasih juga sama dia " ucap ku.


" Iya iya, ya sudah kamu tenang dulu yah sekarang, bentar lagi dosen mau datang " ucap ria.


Kami ber empat duduk bersebelahan, hingga pak hendra pun datang dengan perasaan yang semangat untuk mengajar kami.


Aku pun tidak ingin ke tinggalan mata kuliah ini begitu saja, aku sangat memperhatikan setiap detail yang ia ajar kan untuk kami.


Walau ada beberapa materi yang aku tidak mengerti dan aku tetap menahan nya gingga pulang kuliah nanti aku bakal menanyakan pada teman kelas ku lebih mengerti.


1 jam 30 menit sudah berlalu dan mata kuliah pak hendra sudah selesai, aku langsung menghampiri teman ku untuk menanyakan materi sebelum nya yang tidak aku mengerti.


Pukul 1 siang aku pulang kerumah, setelah sebelum nya aku belajar dengan teman ku itu, aku akan mengisi hari hari ku untuk belajar dan tidak ingin memikir kan kejadian kejadian di masa lalu.


Sudah banyak aku ketinggalan materi di kuliah karena aku hanya terfokus pada roy itu yang jelas jelas tidak nyata dan sekarang waktu nya untuk menebus segala pelajaran yang tertinggal itu.


Aku menaiki bus untuk pulang, selama di perjalanan aku sambil mendengarkan musik, aku perlahan lahan akan melupakan segala kejadian yang sangat memalukan itu.


Selama di bus, aku benar benar sangat mengantuk tapi aku tetap tidak akan tidur, karena aku takut jika aku tertidur nanti aku bakal melewatkan rumah nenek hehe, jadi aku menahan nya.


Setelah sampai dirumah, aku melihat ibu sedang makan siang bersama nenek, ketika aku masuk kedalam rumah ibu langsung menyambut ku dan mengajak ku untuk makan terlebih dahulu.


" Kamu sudah pulang yah sayang " tanya ibu sambil menghampiri ku.


" Iya bu, nanti aku naik bus, jadi sedikit lama, ibu gak kerja emang? " tanya ku sambil menyalimi ibu.


" Kebetulan ibu lagi ambil cuti nak, ibu akan menginap disini beberapa hari, ayo makan dulu, itu nenek sudah masakin buat kamu " ucap ibu sambil menarik ku ke meja makan.


Aku pun langsung duduk dan nenek mengusap kepala ku dengan tersenyum.


Seperti nya nenek sudah menceritakan kejadian itu kepada ibu, mangkanya ibu mnegambil cuti agar ia bisa megawasi ku.


Tapi aku sangat senang karena ibu akan tinggal disini beberapa hari, aku bisa bersenang senang dengan ibu dan akan melupakan kejadian itu dengan cepat.


Setelah kami makan siang, ibu menyuruh ku untuk istirahat di kamar sedangkan ibu akan mencuci piring terlebih dahulu.


Aku tidak ingin melihat ibu mengerjakan pekerjaan yang semestinya aku yang kerjakan.


" Ibu duduk saja di depan TV, biar aku yang mencuci piring " ucap ku.


" Kamu masuk ke kamar saja ya sayang kan kamu baru pulang, pasti capek " ucap ibu sambil tersenyum


" Gak bu, ini kan sudah tugas aku, ibu tunggu di depan TV aja yah " ucap ku sambil meyakinkan ibu kalau tidak terjadi apa apa dengan ku.


" Beneran kamu gak apa apa? " tanya ibu.


" Iya bu, nanti kalau sudah aku cuci piring, kita tidur siang yah buk " ucap ku sambil mengidup kan keran.


" Iya sayang " ucap ibu sambil tersenyum.


Aku langsung mencuci semua piring kotor dan juga mengelapi kompor, meja makan dan aku langsung melanjutkan dengan menyapu, mengepel, setelah semua nya selesai aku mengajak ibu untuk pergi ke kamar.


" Ibu pasti sudah tau kan apa yang terjadi pada ku, pasti nenek sudah cerita kan sama ibu, mangkanya ibu bisa ambil cuti dan mau menginap disini? " tanya ku sambil berbaring di pangkuan ibu.


" Iya nak, nenek sudah cerita semuanya sama ibu semalam, mangkanya ibu langsung meminta cuti, ibu sangat hawatir dengan ke adaan kamu, ibu benar benar sangat sedih " ucap ibu sambil menangis dan mengusap usap kepala ku.


" Aku benar benar tidak tau bu kalau aku sedang berhalusinasi itu, itu sangat nyata menurut ku, aku saja sangat tidak percaya kenapa itu bisa terjadi dengan ku " ucap ku sambil menatap ibu.


" Apa yang kamu pikirkan nak, sampai kamu bisa berhalusinasi seperti itu? apa ada yang menganjal pikiran mu, ayo ceritakan sama ibu " ucap ibu


" Tidak ada bu, itu mengalir begitu saja, tapi aku sangat heran bu, kenapa bisa ada laki laki yang menganggu pikiran ku itu, bahkan aku tidak pernah bertemu dengan nya " ucap ku pada ibu.

__ADS_1


" Kamu beneran gak kenal sama dia? dia bukan teman kamu kah? " tanya ibu dengan penasaran.


" Enggak sama sekali bu, mangkanya aku sangat heran kenapa ada laki laki itu di dalam halusinasi ku? apa aku pernah berbuat salah dengan nya? " tanya ku pada ibu.


" Mungkin hanya kebetulan saja sayang, kamu menganggap dia sangat sempurna kan? itu hanyalah khayalan kamu saja, laki laki yang benar benar kamu impikan " ucap ibu.


" Iya bu, aku benar benar menganggap nya hampir sempurna, bisa saja aku sendiri yang menyiptakan laki laki seperti itu dalam fikiran ku ya bu " ucap ku pada ibu.


" Iya nak, ya sudah yah sekarang kamu jangan lagi memikirkan kejadian itu, kamu harus membuang semuanya, ingat itu hanya lah halusinasi " ucap ibu sambil memeluk ku.


" Iya bu, diana akan fokus sama kuliah saja, maaf yah bu sudah membuat ibu sangat khawatir " ucap ku sambil memeluk ibu dengan sangat erat.


" Iya sayang, kamu tidur siang dulu yah, kasihan ibu liat kamu kayaknya capek banget " ucap ibu.


" Iya ibu juga yah hehe " ucap ku sambil berbaring di sebelah ibu sambil memeluk nya.


Akhirnya aku terlelap di pelukan ibu, aku sangat bahagia ibu bisa menemani ku dan juga nenek disini.


Selama aku tidur, aku bermimpi lagi tentang roy, aku melihat roy seperti sedang ingin bertunangan dengan seorang wanita, dan sebelum nya aku sudah pernah memimpikan ini.


Aku tidak bisa melihat wajah wanita itu, selama di mimpi itu aku hanya berdiri dan menatap wajah roy dengan sangat gembira.


Ketika aku terbangun di sore hari, aku langsung memikirkan apa yang sedang aku mimpikan sebelum nya.


" Kenapa aku bisa memimpikan roy lagi? aku sudah melupakan kejadian itu, apa penyakit halusinasi ku ini sudah terlalu parah, sampai sampai aku masih mempimpi kan nya " ucap ku dalam hati.


Aku terus melamun dan memasang wajah yang sangat aneh, hingga ibu menghampir ku.


" Kenapa sayang? " tanya ibu.


" Bu, lagi lagi aku memimpikan laki laki itu " ucap ku sambil memeluk ibu.


" Kenapa bisa sayang? " ucap ibu langsung memeluk ku dengan erat.


" Gak tau juga bu, mangkanya aku sangat terkejut dan merasa sangat aneh " ucap ku lagi.


" Kamu masih proses melupakan kejadian itu sayang, jadi dia masih muncul di pikiran kamu, ya sudah yah kamu tenang dulu, ada ibu disini yah " ucap ibu sambil mengelus ngelus kepala ku.


Aku benar benar sangat takut, aku takut jika nanti halusinasi ku semakin parah dan tidak bisa di sembuhkan, bisa bisa aku akan gila.


Pikiran tentang halusinasi itu terus muncul di pikiran ku, aku menyuruh ibu dan nenek untuk terus memperhatikan ku, aku takut jika nanti ada sesuatu yang aneh pada diri ku.


" Ibu jangan kemana mana yah, ibu temani aku, aku sangat takut bu " ucap ku sambil menatap ibu.


" Iyaa sayang, ibu akan temani kamu terus, jangan takut yah " ucap ibu sambil mengecup kening ku.


Aku mulai merasa tenang dan mulai menyibukan diri agar pikiran ku bisa bersih dari kejadian itu.


Aku menonton TV dengan ibu dan juga nenek, dan kami mencari program yang lucu agar bisa tertawa.


Nenek juga sangat bahagia dengan kehadira ibu hari ini, karena nenek sering kesepian jika aku tinggalkan kuliah.


Ibu sudah dianggap nenek seperti putri nya sendiri, ibu lebih perduli dengan nenek dibanding kan anak anak nenek yang lain.


Ayah juga sudah lama tidak mengunjungi nenek dan aku, Aku tau nenek sangat sedih melihat anak anak nya mengacuhkan dia.


Anak anak nenek itu akan datang jika nenek mengubungi mereka untuk datang melihat nya, dan itu pun hanya datang sekitar 1 atau 2 jam saja, mereka tidak pernah mau sampai menginap.


Karen semua anak nenek adalah laki laki, dan mereka mendapat kan istri yang sifat nya sangat buruk kecuali ibu ku.


Istri dari paman paman ku itu sangat membatasi hubungan nenek dengan anak anak nya, mereka akan melarang suami nya jika terlalu lama di rumah nenek.

__ADS_1


Aku sangat bersyukur bisa tinggal disini dengan nenek, jika tidak ada aku disini pasti nenek sangay kesepian dan akan terus terusan bersedih, aku sangat menyayangi nenek ..........


__ADS_2