
Pukul setengah 5 sore kami sudah sampai di tempat pemakaman, cukup banyak orang orang yang mengantar nenek.
Makam nenek tepat berada di sebalah makan kakek ku, aku benar benar tidak menyangka jika nenek secepat iti pergi meninggalkan kami.
Padahal tadi pagi aku masih melihat nya baik baik saja bahkan kami berbicara satu sama lain, memang ajal tidak ada yang tau.
Mataku sudah membengkak dan aku benar benar sangat lemah, aku terus bergandengan tangan dengan ibu, bahkan aku sudah 2 kali pingsan dan ibu memberitahu ku.
Selama proses pemakaman aku melihat semua anak anak nenek berkumpul termasuk cucu cucu nya, aku berharap setelah ini mereka akan sadar betapa pentingnya keluarga terutama orang tua.
Pukul setengah 6 sore pemakaman sudah selesai, satu persatu orang sudah meninggalkan tempat pemakaman, aku dan ibu belum pulang, bahkan anak anak nek sudah mulai pergi meninggalkan pemakaman.
Aku dan ibu beserta keluarga tante sandra hanya bisa berdiam melihat tingkah laku anak anak nenek itu.
" Nenek yang tenang yah disana, semoga cepat bertemu dengan kakek " ucap ku sambil memegang batu nisan.
" Aku minta maaf yah bu, kalau selama ini sudah merepotkan ibu dan kalau aku punya salah tolong dimaaf kan " ucap ibu dengan suara yang pelan.
Setelah berbicara di kuburan nenek, tante sandra pun mengajak kami untuk pulang karena har sudah mulai sore dan di rumah juga sedeng menyiapkan acara untuk yasinan nenek.
Sesampai nya dirumah, aku langsung membersihkan diri dan juga bersiap siap untak yasinan nenek selesai maghrib nanti.
Sambil duduk di atas kasur nenek, aku menangis mengingay semua kenangan kenangan yang sudah aku lalui bersama nenek.
.
.
.
.
Nenek dan kakek sangat memanja kan aku, aku sangat dekat dengan mereka, nenek dak kakek tidak pernah memarahi ku sedikit pun bahkan mereka lebih sayang kepada ku di banding kan ayah ku sendiri.
Aku mengingat nenek tidur di ranjang ini dan sesekali aku akan menemani nya, sambil mengelus kepala ku dan aku akan tertidur sangat pulas.
Aku benar benar menyayangi nya bahkan aku tidak tau hidup ku akan seperti apa setelah di tinggal nenek untuk selamanya....
Tidak terasa adzan maghrib sudah berkumandang, aku sholat kemudian langsung keluar untuk bersiap siap acara yasinan nenek.
Aku melupakan keluarga tante sandra, karena setelah dari pemakaman mereka langsung pulang dan aku lupa mengucapkan terima kasih pada mereka yang sudah sangat baik kepada keluarga kami.
" Semoga saja keluarga tante sandra datang habis maghrib nanti, karena aku sangat tidak enak belum berterima kasih pada mereka " ucap ku di dalam hati.
Aku dan ibu sibuk mempersiapkan kotak makanan yang akan di bagikan setelah acara selesai di dapur.
Pukul 8 malam acara sudah selesai dan di lanjutkan dengan membagi kan kotak makanan kepada tamu, dan satu persatu tamu pun pulang.
Aku dan ibu melihat tante sandra dan suami nya, dan kami langsung mendekati mereka.
" Terimakasih banyak loh mbak, maaf kami sudah banyak merepotkan kalian " ucap ibu kepada tante sandra.
" Kamu bilang apa sih, kalian sudah kami anggap seperti keluarga sendiri dan ibu juha sudah seperti ibu ku sendiri " ucap tante sandra sambil memegang tangan ibu.
" Makasih banyak yah om tante " ucap ku sambil menyalimi mereka.
" Sama sama sayang " jawab tante sandra.
" Iya nak, sama sama " jawab ayah kak indra.
" Oh iya tante, mana kak indra? " tanya ku pada tante sandra.
" Tadi dia ngobrol disana, gak tau sekarang dimana " ucap tante sandra sambil melihat ke sekeliking halaman.
Tidak lama kemudian, kak indra pun datang dan langsung menyalami ibu ku.
Setelah cukup berbincang, tante sandra pun pamit pulang, dan aku tau mereka juga pasti sangat lelah.
" Sayang tante pulang dulu yah, soalnya besok om dan tante mau kerja " ucap tante sandra dengan lembut.
" Oh iya tante, makasih banyak yah om, tante, kak indra, dan hati hati yah " ucap ku sambil menyalimi mereka.
" Makasih banyak yah mbak, mas, indra juga " ucap ibu sambil cipika cipiki dengan tante sandra.
Keluarga tante sandra pun pulang, tinggal kami dan adik beradik ayah yang masih dirumah itu.
__ADS_1
Suasa benar benar canggung, aku dan ibu seperti orang asing disini, kami memutuskan untuk tidur di kamar ku, sedangkan mereka ada yang tidur di kamar nenek, kamar tamu, dan juga ruang tamu.
Aku dan ibu benar benar tidak berbicara kepada mereka, dan aku lupa kalau ada calon istri ayah juga ada disini.
Aku dan ibu langsung bersiap siap untuk tidur karena tubuh kami benar benar lemah dan besok akan ada acara yasinan kembali.
.
.
.
.
Setelah menyelesaikan acara yasinan sampai hari ke 7 dirumah nenek, ibu pun bersiap siap untuk bekerja dan aku sendirian dirumah itu, ibu bilang kalau aku ikut dengan nya saja, tetapi aku tidak mau karena dirumah nenek ini sangat banyak kenangan yang tidak ingin aku tinggalkan.
" Besok ibu sudah mulai masuk kerja lagi, kamu bagaimana nak? " tanya ibu.
" Jadi aku tinggal sendirian? " aku bertanya pada ibu.
" Bagaimana kalau kamu ikut ibu saja nak, karena ibu tidak mungkin tinggal disini " ucap ibu.
" Tapi kenangan ku bersama kakek dan nenek banyak bu di rumah ini, aku tidak ingin meninggal kan rumah ini " ucap ku.
" Ya sudah kalau begitu, kamu bisa kan sendirian nanti kalau weekend ibu menginap disini " ucap ibu.
" Iya bu, seperti itu saja " ucap ku.
Aku tinggal sendirian dirumah itu, aku tidur sendiri, masak sendiri sesuai porsi ku saja dan itu benar benar tidak enak.
Aku merasa sangat kesepian, dan menunggu weekend itu sangat lama, ketika pulang kuliah teman teman ku datang kerumah untuk menghibur ku.
Bahkan Rumi dan tiwi pun datang tiba tiba dan mereka ingin menginap disini selama beberap hari, aku benar benar sangat bahagia, ada yang menemani ku.
Hari hari ku sama seperti biasa nya hanya saja tidak ada nenek, tapi aku tetap menganggap bahwa nenek ada bersama ku.
.
.
.
.
" Nak, ayah mau memberi tahu kamu kalau besok adalah acara pernikahan ayah dan tante dewi, ayah berharap kamu bisa datang yah " ucap ayah melalui whatsapp.
Aku benar benar tidak habis fikir dengan ayah, padahal kami masih berduka atas kepergian nenek bahkan belum sampai 40 hari nenek meninggal dan ayah sudah mau menikah.
Aku benar benar membenci ayah, dia bahkan tidak datang melihat ku setelah 7 harian nenek, dia benar benar menganggap ku tidak penting.
Kau hanya membaca pesan nya saja kemudian menghapus nya, aku sangat menyesal karena memiliki ayah seperti itu yang tidak memiliki hati sama sekali.
Weekend pun tiba dan ibu datang kerumah setelah pulang bekerja, aku sangat bahagia karena ibu menemaniku 2 hari nanti.
" Bu, tadi ayah mengirimi ku pesan dia bilang kalau acara pernikahan nya akan di adakan besok " ucap ku pada ibu.
" Yang benar saja? nenek belum sampai 40 hari meninggal dan dia sudah mau menikah saja, dimana pikiran nya, apakah ayah mu tidak merasakan kehilangan nenek " ucap ibu sambil menuangkan air kedalam gelas.
" Ayah itu seperti sudah di pelet oleh wanita jahat itu, orang masih berduka, dia malah mau menikah, dasar gila " ucap ku dengan penuh emosi.
" Terus kamu balas apa nak pesan dari ayah mu " tanya ibu.
" Tidak aku balas bu, setelah aku membaca nya kemudian langsung ku hapus " ucap ku dengan nada yang malas.
" Iya tidak usah di balas, dia tidak tau situasi dan kondisi, orang lagi berduka dan juga sudah tau kalau kamu tidak akan datang " ucap ibu lagi.
" Aku saja sangat jijik melihat wanita itu, mana mungkin mau ngeliat dia nikah sama ayah " ucap ku pada ibu.
Ibu langsung bersiap siap mandi dan setelah itu kami makan malam, karena sebelum nya ibu sudah membeli makanan untuk kami makan. karena tidak sempat untuk memasak.
Sambil makan aku terus mengingat nenek, aku bahkan tidak bisa lagi makan masakan nenek yang sangat lezat sedunia.
Setelah aku makan dengan ibu, aku langsung mencuci piring, sedangkan ibu memeriksa pintu dan jendela rumah, memastikan sudah tertutup semua.
Kami langsung pergi ke kamar nenek, dan malam ini kami akan tidur di kamar ini sambil mengingat kenangan bersama nenek.
__ADS_1
Aku langsung berbaring di atas tempat tidur sambil menjadikan paha ibu sebagai bantal nya hehehe.
" Nak, ada yang ibu ingin tanyakan sama kamu " ucap ibu sambil mengusap rambut ku.
" Nanya apa bu? kayaknya bakal serius nih " tanya ku pada ibu.
" Ibu mau tanya, bagaimana hubungan kamu sama si indra itu anak nya tante Sandra, dia kayak nya baik banget yah " ucap ibu.
" Lah kok kenapa tiba tiba ibu nanyain kak indra? " aku balik bertanya.
" Gak apa apa sih, ibu ngelihat dari matanya indra itu seperti nya suka sama kamu dan kata nenek juga kalian sudah sering pergi bersama " ucap ibu.
" Iya bu, aku dan kak indra memang cukup dekat, dia orang nya sangat baik dam juga pemikiran nya dewasa, kami sering pergi bareng, kak indra meneraktir ku makan, pokok nya dia itu sangat baik deh " ucap ku sambil sedikit tertawa.
" Terus kamu nya gimana sayang ? " tanya ibu lagi.
" Aku? maksud nya gimana sih bu? " tanya aku balik.
" Ya kamu suka gak sama nak indra? " tanya ibu dengan penasaran.
" Sebenarnya bu, kak indra itu sudah pernah nembak diana, bahkan dia sewa lobi hotel buat nyatain cinta nya sama diana di depan teman teman dia " ucap ku pada ibu.
" Serius kamu nak? terus kamu jawab apa ? " tanya ibu lagi yang sangat penasaran.
" Aku bilang, kalau aku cuma menganggap kak indra itu sebagai kakak saja, karena emang diana gak punya perasaan sama kak indra " ucap ku.
" Loh kok gitu, katanya kak indra itu baik, kenapa kamu gak mau pacaran sama dia " ucap ibu yang sepertinya kesal karena tidak sesuai dengan keinginan nya hehe.
" Aku gak mau bu pacaran sama orang hanya karena dia baik percuma kalau aku gak ada perasaan yah mau gimana, dan kak indra masih mau berteman dengan aku, bahkan dia bilang mau tetap berjuang buat dapetin aku " ucap ku sambil melihat wajah ibu.
Sepertinya ibu benar benar menyukai kak indra, ibu sangat berharap jika nanti aku bisa menikah dengan kak indra.
" Semoga suatu saat kamu bakalan luluh dan mau menerima indra, biar nant kamu bisa nikah sama dia, ibu benar benar merasa bahagia jika kamu mendapatkan suami yang baik sepeti dia dan juga keluarga nya sangat baik bahkan sudah dekat dengan keluarga kita " ucap ibu sambil mencubit pipi ku.
Aku hanya merespon kata kata ibu itu dengan tertawa, aku tidak menganggap itu serius dan aku berharap suatu saat nanti kak indra akan mendapatkan perempuan yang sangat baik sepertinya.
Sudah pukul 11 malam, aku dan ibu sudah mulai mengantuk, aku kemudian tidur dan disusul oleh ibu yang juga ikut tertidur.
.
.
.
.
Hari sudah pagi, kami tidur kebablasan sampai pukul 9 pagi, karena sangat lelah, tapi ibu langsung bangun dan menuju dapur untuk menyiapkan sarapan kami berdua.
Aku langsung membuat teh hangat agar perut kami segar di pagi hari, sambil menonton TV kami menyantap sarapan pagi yang hampir siang hehe.
Hari ini adalah hari pernikahan ayah, tetapi aku dan ibu hanya akan bermalas malasan saja dirumah dan jangan harap ayah akan melihat wajah ku di hari pernikahan nya.
Tidak lama setelah kami selesai sarapan ada tukang sayur yang lewat, aku buru buru memanggil nya.
" Bapak dapat kabar katanya nenek kamu meninggal yah " tanya nenek itu kepada ku.
" Iya pak hehe " jawab ku sambil sedikit tertawa.
" Kamu yang sabar yah, nenek sama kakek kamu itu orang yang baik, mereka sudah langganan sayur hampir 20 tahun loh sama bapak " ucap bapak itu.
" Wah beneran pak? " tanya ku sambil terkejut.
" Iya, bapak sudah lama berjualan sayur keliling " ucap si bapak.
Kemudian ibu mendekati ku dan mencari sayur apa yang akan kami masak hari ini. Setelah kami membelinya aku langsung membawa nya masuk kedalam.
Ibu yang bertugas untuk masak sedangkan aku akan mencuci baju, menyapu dan mengepel lantai.
Karen itulah pekerjaan yang aku bisa dan 2 hari sekali aku akan menyiram tamaman, sedangkan memotong rumput halaman adalah 2 minggu sekali.
Dan ternyata tugas ku cukup banyak yah tapi tidak apa apa karena aku sangat menyayangi kakek dan nenek jadi aku akan merawat rumah ini dengan baik.
Aku berharap ibu bisa tinggal disini dengan ku tetapi perusahan tempat ibu bekerja sangat jauh dari rumah nenek, butuh waktu 1 jam 30 menit untuk sampai kesana, pastinya ibu akan kesulitan untuk pergi dan pulang setiap harinya dan aku tidak ingin melihat ibu kesusahan seperti itu.
Dan ibu menemaniku ketika weekend saja sudah cukup, aku mencintaimu ibu.......
__ADS_1