
"Saya terima nikahnya Gadis Humaira binti Muhammad ridwan dengan mas kawin 25 mayam emas dibayar tunai."
"Sah.... " Ucap saksi
"Alhamdulillah"
ucap syukur keluarga dan para sanak family bersamaan begitu juga dengan Gadis dan yudi.
Kebahagia terpancar dari kedua insan yang telah menyatu dalam ikatan suci, setengah keimanan mereka genapkan bersama untuk meraih Ridha Allah dunia akhirat.
Yudi memasang cincin kawin dijari manis Sebelah kanan gadis, sedangkan cincin pertunangan masih setia melingkar di jari manisnya sebelah kiri.
"Bidadari abang makin cantik aja.."
Bisikan yudi saat gadis mencium tangan yudi.
"bidadari siapa dulu..."
balas gadismenggoda yudi.. Kedua tersipu malu.
"Tu tangan lepas dulu kali..."
"Gangguan datang"
alby menggoda kakak tersayang..
"Selamat kakak.. Kuuuuuuu bahagia selalu, terus tersenyum seperti ini yach.."
Alby memeluk gadis dengan erat, dia tidak peduli dengan saudara lain yang ngantri ingin memberi selamat
kakak beradik tampak menahan tangis, tiba tiba alby melepas pelukannya,
"Udah ah peluknya ntar aku nangis lagi...kan ngak lucu.. Cowok keren nangis..." Hahaha tawa alby.
"Alby bahagia banget ngeliat kakak bahagia, bang alby titip kakak alby.. Sambil memegang tangan yudi tapi melihat gadis."
"Insyaallah pasti.. Terima kasih udah jadi adek Yang sangat baik saat abang tidak ada"
Yudi dan Alby berpelukan erat, melihat itu membuat gadis tersenyum haru, alby memang suka bertingkat nyeleneh, tapi sangat peduli dengan kakaknya.
Setelah semua memberi selamat, giliran angga menghampiri kedua mempelai.
"Selamat bro.. Bahagia dunia akhirat"
Angga sangat tulus.. Dia udah ikhlas, kini gadis hanya seorang sahabat baginya.
Setelah proses akad nikah, sekarang mereka mengadakan resepsi dengan dihadiri kerabat. Acara begini sering dimanfaatkan sebagai ajang silaturahim saudara, dan teman teman.
Resepsi berlangsung meriah, ada tarian ranup lampuan, ketika menyambut kedua mempelai saat ingin menuju pelaminan.
Di atas pelaminan gadis melihat angga yang terus saja dekat dengan ayu sahabatnya.
"Kalian juga harus bahagia"
batin gadis sambil tersenyum bahagia untuk kedua sahabatnya dari jauh.
***
Setelah acara selesai yudi membawa gadis kerumahnya untuk memberi hadiah
"inikan rumah ibu.."
"iya sayang..ini rumah ibu"
"kata abang tadi rumah kita"
"kita turun dulu yuks"
Ibu yudi menunggu di depan rumah sambil memegang kunci
"Assalamualaikum bu.."
"Waalaikumsalam sayang ibu.."
"hayuk ikut ibu.."
__ADS_1
"kemana?"
"ikut aja nak"
Gadis mengikuti langkah kaki mertuanya, menuju rumah yang ada tepat di sebelah rumah mertuanya
Rumah ninimalis yang selama ini mencuri perhatian gadis tiap ke rumah orang tua yudi. Hanya saja rumah itu selalu sepi, seperti tidak berpenghuni, namun tetap rapi dan bersih.
Bagaimana tidak rumah itu sama persis seperti rumah impiannya selama ini.. tidak lebih tepat dari SMP dulu
Pekarangan ysng dipenuhi aneka warna bunga mawar, warna rumah yang dicat putih namun ada sentuhan sedikit warna hitam.
Pintu rumah yang berukir bunga mawar, sofa dengan motif bola bola berwarna hitam putih, meja tamu berhias vas yang berisi bunga mawar hidup, hordeng hitam putih, meja makan kaca yang dibawahnya diisi dengan aneka rempah-rempah khas Aceh...
"bu...ini rumah siapa"
"ini rumah kamu dan yudi nak.."
Mertua gadis bercerita, yudi membangun rumah ini untuk kamu..dia yakin kalo suatu hari kalian akan bersatu, makanya dari bentuk rumah, pemilihan warna, isi rumah..semua yudi yang tentukan.
Satu hal lagi selamat ini yudi tidak pernah masuk ke rumah ini, bahka yudi sempat putus asa karena tidak tau keberadaan kamu
Asal kamu tau yudi baru melihat rumah ini langsung pas puasa, puasa malam terakhir ketemu kamu..
Gadis melihat ke arah yudi, menjadi tau kebenaran semua cerita mertuanya
Yudi mengangguk, tersenyum lalu berlalu menuju kesebuah pintu kamar.
"ibu pulang dulu ya nak"
"iya bu.."
Setelah mengantar ibu mertuanya, gadis menuju kamar yang ditujukan yudi tadi
Perlahan gadis memutar gagang pintu, gadis mendapati yudi sedang melihat pajang poto yang berukuran sangat besar di dinding depan kasur
Gambar gadis semasa SMA yang duduk di bawah pohon kelapa bersama yudi.
Dalam poto itu terlihat yudi sedang memegang pulpen di tangan kanannya, sedangkan tangan kiri memegang telapak tangan kanan gadis
Hari itu jam ke 3 mata pelajaran agama, gadis sedang duduk dibawah pohon menghafal ayat yang harus di setor ke guru agama
Tiba-tiba yudi datang memberi tau kalo guru agama tidak masuk karena sakit, tapi tetap ada tugas yang harus dikerjakan dan dikumpulkan pada jam itu juga.
Karena saat itu masih jam istirahat mereka menghabiskan dengan cara bercanda bergurau
Yudi melihat ada pulpen warna milik gadis, lalu mengambilnya, yudi menggambar bungan mawar merah muda ditelapak tangan kanan gadis.
Gadis juga teringat kalo saat itu dia juga mecerita impiannya tentang rumah impian.
Menyadari semua itu gadis menghampirin yudi lalu memeluknya dari belakang, membenamkan wajahnya dipunggung lekaki yang sangat dia cintai, lelaki ini sudah menjadi suaminya.
Yudi merasakan ada punggung basah, digenggamnya tangan gadis lalu dikecup sangat.
"sayang abang kenapa?"
"Kenapa abang membuat rumah ini"
"Untuk mengwujudkan rumah impian adek, tapi gak apa apakan kalo abang bangun di desa?"
"Gak apa apa kok, adek suka suasana desa..kan adek besar di desa"
"kenapa sama banget dengan yang adek ingatkan"
"karena abang mengingat semua yang ade inginkan"
"adek aja udah lupa dengan rumah impian"
"Pasti karena galau mikirin abang.. maaf ya sayang"
"iya.
abang,?"
"hmmm"
__ADS_1
"Terima kasih untuk rumah dan potonya"
Yudi membawa gadis dalam pelukannya, menghirup semua aroma wangi di rambut istrinya yang berbalut hijab
Aroma yang memberikan tenangan namun mampu buat jantung memompa lebih cepat dari biasanya, aliran darah melanju ke setiap urat nadi,
Yudi dibuat kecanduan oleh aroma wangi sang istri.
Perlahan yudi mengangkat dagu gadis, pandangan kedua bertemu
"Bismillah"
yudi mencium kening gadis setelah itu kedua mata, hidung dan bibir gadis
Ketika dua bibir saling bersentuhan lembut gadis memejamkan matanya, yudi memberi kecupan disetiap mili bibir gadis.
Gadis membuka matanya lalu melakukan hal yang sama pada bibir yudi.
Membuat yudi semakin bergairah menggigit bibir gadis, saat mulut gadis terbuka yudi menjelajahi tiap sudut menghisap semua manis yang ada lidah keduanya beradu saling menghisap kenikmati gadis sangat menikmati, sesekali gadis juga melakukan hal yang sama memberi kenikmati untuk suaminya.
Hubungan suami istri pun terjadi, dua insan telah bersatu secara utuh, rona bahagia menghiasi wajah keduanya
"Terima Kasih sayang abang, gimana mau lagi?"
"sama sama sayang adek, nanti malam lanjut lagi, bentar lagi magrib"
"Pegel sayang.."
"Iya.. Betis adek keras, udah kayak pemain bola "
Setelah meletakkan sarung sholat.. Yudi naik kekasur duduk disebelah gadis
"Sini abang pijit.. Kasian sayang abang, seharian berdiri dengan sepatu setinggi itu wajar aja.. Jadi betis pemain bola..barusan dihajar lagi"
"Abang... Tukan mijit tapi ledeki, ahh.. nga usahlah.. Biar aj kaki adek pegel, nanti malem gak jadi nambah"
"Hahahaha... Makin gemezzzzzzz, cium ni cium ni.. Mau kemana jangan kabur.. Tolong jatah saya..jangan dibawah kabur.. Pura pura berteriak sambil menahan tangan gadis yang benar-benar ingin turun dari kasur"
Bukannya berhasil kabur, malah yudi yang berhasil Menangkap tangan gadis. Lalu yudi narik gadis dan terjatuh diatasnya, padangan keduanya sangat dekat, karena malu gadis ingin kabur lagi, tapi lagi lagi yudi bergerak lebih dulu. Yudi mencubit pipi gadis kiri kanan bersamaan...
Gemezzz zzz ucap yudi memutar mutar pipi gadis.
Bukannya Marah.. Gadis malah mencium bibir yudi sekali kecupan, cup.... Yudi Mematung
"katanya ngak mau ngasi nambah jatah.. Lah ini kok malah minta nambah"
Ibarat senjata makan tuan gadis menyadari tindakannya memancing senjata lain... Gadis menutup wajah dengan kedua telapak tangan menyembunyikan rona merah di pipi putihnya
Bismillah.. Yudi membaca doa.. Jantung gadis jadi dagdigdug
Yudi perlahan menyentuh telapak tangan gadis, sambil berkata sayang..
"Jangan ditutup, abang pengen liat istri abang kalo lagi malu malu meong gimana sich..."
"Ckckck..."
tertawa geli..
"emang adek kucing... Malu malu meong.. Adek gak malu.."
Tantang gadis melingkarkan tangan dileher yudi, dengan senyuman nakal.. Yang sangat menggoda.
Yudi makin semakin tergoda.. Aliran darah seakan berdesir cepat,
"signal kamu sangat kuat sayang..
Liat ci dede mengeras...yudi meletakkan tangan gadis di tettotnya 😂 "sensor
"Adek udah siap sayang"
Yudi mencium kening mata hidung.. Mendapat kecupan lembut membuat gadis jadi terlena.. Satu ciuman yang membuat mereka berdua semakin terbuai dalam Kenikmatan surga dunia.. ******* gadis membuat yudi semakin menambah keintiman,..kenikmatan terjadi berulang ulang.
Malam yang Sangat indah bagi pasangan suami istri.. Telah mereka nikmati. Cinta yang selama ini terbelenggu telah terlepas, kini terikat dalam takdir jodoh.
***
__ADS_1
Maaf pembaca lama up nya.. Jadi ibu rumah tangga.. Waktu santainya ngak nentu hehehe, selama membaca semoga terhibur