Haruskah Cinta Dimiliki

Haruskah Cinta Dimiliki
Insiden


__ADS_3

Setelah menyelesaikan makan malam.. Angel kembali mendekati Gadis dan Ayu yang sedang duduk menikmati potongan buah. Sikap ramah Angel disambut biasa baik oleh Gadis.


***


"Sayang kamu yakin Angel tulus minta maaf?"


"Memangnya menurut Abang dia tidak tulus?"


"Abang ragu... Angga juga ragu"


Yudi memperlihatkan isi pesan dari Angga pada Gadis.


"Kalian ini, orang itu bisa berubah abang"


"Iya adek abang tau..tapi ingat kamu jangan terlalu akrab ya"


"Iya sayang...adek janji" Gadis membelai pipi suaminya yang berhuni bulu halus


Besok malam Gadis sudah membuat janji untuk periksa kehamilan, sekalian mau liat jenis kelamin calon bayi kembar.


***


Pulang kerja Gadis langsung ke dokter kandungan ditemani Yudi, nomor antrian di tangan Gadis bertulis angka 6, pasien yang lagian di dalam no antrian 5, setelah ini nama Gadis akan dipanggil.


"Kaki abang kenapa...gerak terus?"


"Grogi..tidak sabar mau liat itu" Yudi nunjun ke arah perut Gadis dengan Gemes


Pasien keluar dari ruangan dokter..


"no antrian 6..ibu Gadis" panggil suster


Gadis bangun dari kursi berbarengan dengan Yudi


"Selamat malam dok.." sapa Yudi


Dokter mempersilahkan Gadis untuk berbaring di kasur, setelah bertanya kondisi Gadis dan kehamilannya memasuki bulan ke tujuh. Suster mengoles gel di perut Gadis.


"Dok...itu bayi kami?" tanya Yudi


"Iya Pak Yudi" senyum "Selamat yach Ibu sama Bapak INSYAALLAH akan dapat sepasang anak kembar.. lelaki dan Perempuan.


Anugrah menyelimuti rumah tangga Gadis dan yudi.


***


Perayaan tujuh bulan kehamilan Gadis kental dengan tradisi Aceh Gadis dimandikan " Peusijuek kata orang Aceh" begitu juga dengan Yudi. Shalawat dan doa bersama juga dibacakan, anak yatim turut hadir.


Acara cukup meriah.. banyaknya rangkaian acara membuat Gadis kelelahan. Yudi membawa Gadis untuk istirahat.

__ADS_1


Angel turut hadir, dia datang sendiri. Melihat Yudi tidak bersama Gadis dia mencoba mendekati.


"Assamualaikum calon Papa" sapa Angel dengan senyum khasnya menggoda "Aku tidak melihat Gadis" ucap Angel lagi.


"Waalaikumsalam, Gadis sedang istirahat, terima kasih sudah hadir"


Ternyata Angel tidak datang untuk mendoakan Gadis dalam kebaikan, niat jahat yang dibawanya.


Sudah 20 menit Gadis beristirahat, karena kembali merasakan kesegaran Gadis kembali berbaur dengan tamu undangan, Angel melihat Gadis keluar dari kamar, saat mata Gadis mengarah ke Yudi, Angel yang masih berdiri di samping Yudi pun melambaikan tangannya.


Diam-diam Angel menumpahkan air ke lantai.


"pergilah kau ke alam lain" batin Angel senyum licik


Yudi tidak menyadari dengan kedatangan Gadis, tiba-tiba


brukkk...


"Gadis......." teriak Yudi


"Darah...darah..." ucap Gadis dan Yudi bersamaan


Gadis pisang..


"Sayang bangun.. ambulan" Kata Yudi panik Melihat Gadis pingsan "hubungin....Alby...hubungi ambulannnnn" teriak Yudi


"Gimana aku tidak panik ambulan belum sampai"


"iya...tapi kamu tenang dulu..semua orang lagi panik..kalo kamu ikutan panik gimana" Aira berbicara tegas pada Alby "tenang sayang...tenang coba hubungi lagi supir ambulannya"


Alby mengangguk


"Apa kata supirnya" tanya Aira


"Mereka sudah masuk perumahan"


Suara ambulan perlahan mulai terdengar


"Ambulan datang..ambulan datang" Alby berlari ke dalam rumah


Yudi langsung mengangkat istrinya seorang diri... butiran air mata membasahasi wajah tampannya


"Istighfar nak.. Istighfar terus jangan putus" Nasehat mama Yudi yang mencoba mengimbangi langkah anaknya.


Yudi masuk ke dalam ambulan.. Alby dan yang lain ikut ke mobil dengan Angga, Ayu terus saja menangisi keadaan sahabatnya. Dia sangat menyesal karena ketidaktauannya kalo Gadis keluat dari kamar, seandainya saja dia memdampingin saat Gadis keluar pasti ini tidak akan terjadi.


"Kamu bilang apa Ayu... Jangan bikin tante tambah panik dan ikut merasa menyelesai seperti kamu, ini semua Sudah jalan Allah...kita berdoa saja untuk Gadis dan cucu cucu tante"


Mama Gadis berpikir dengan bijak setiap kejadian baik dan buruk semata mata terjadi atas izin Allah, tidak ada guna menyesali apa yang terjadi, dan tidak ada yang bisa mengubah apa yang telah Allah tetapkan.

__ADS_1


Yudi tiba terlebih dahulu di rumah sakit.. para suster mendorong Gadis ke ruang penangan, Yudi hanya bisa menunggu di bangku tunggu, keluarga yang lain masih belum tiba, Yudi sangat gelisah menunggu hasil dokter.


Sebuah tangan menyentuh punggung Yudi.


"Yang sabar ya" Ucap si perempuan "Angel" Yudi mengangkat wajahnya "mana yang lain?" tanya Yudi


"Sepertinya masih di jalan" Aku hanya sendiri


"Pak Yudi" panggil dokter..


Dokter menjelaskan kondisi Gadis yang sudah siuman dan ke dua bayi kembarnya yang baik baik saja, namun untuk keselamatan ke tiganya harus dilakukan tindakan operasi secepatnya, selain air ketuban yang telah habis Gadis juga kekurangan banyak darah.


Alhamdulillahnya untuk golongan darah Gadis stoknya sedang banyak, jadi dokter telah melakukan transfusi darah terhadap Gadis


Yudi setuju dengan usul dokter, dia menandatangi beberapa lembar surat, lalu menyelesaikan adminitrasi.


"Lakukan yang terbaik untuk Istri dan Anak saya dok" Ucap Yudi memegang kuat lengan dokter tersebut


"Kami akan berusaha sebaik mungkin" jawab dokter


"Kenapa tidak langsung mati saja... perempuan dan bayi yang tidak penting itu" batin Angel kesal


Alby dan yang lain sampai di rumah sakit..


"Itu Yudi" ucap Angga


Yudi yang sedang gelisah dengan operasi istrinya tidak merespon dengan kasak kusuk kehadiran keluarganya, dia hanyut dalam doa yang terus diucapkannya kepada pemilik semua yang ada di bumi.


Air mata tak henti mengalir.. lafas doa terus saja menjadi penguat diri.


"Yudi..." panggil mama Yudi menjentuh pundak anaknya yang selama ini selalu tegak saat menjalani setiap ujian Allah, kini Yudi tampak rapuh


"Mama..." Yudi merangkul Mamanya, sedangkan mama mertuanya membelai pundak Yudi dengan kasih sayangnya


"Kuat ya nak..." ucap mama Gadis pada Yudi


Yudi melihat mengalihkan pandangannya ke arah mertuanya yang duduk dilantai dengan menopak pada kedua kakinya


" Mama doain Gadis dan si kembarnya" pinta Yudi memohon


"Pasti sayang...Gadiskan anak mama, si kembar juga cucu mama, pasti doa mama untuk mereka sayang, kamu kuat ya nak" mertua Yudi terus mengautkan menantunya.


Angga di temani Ayu menuju bagian rumah sakit dia meminta penangan perawatan khusus untuk sahabatnya Gadis.


Angga sengaja meminta Alby menghubungi rumah sakit A saat Alby ingin memesan ambulan, karena rumah sakit tersebut ada dokter keluarganya Angga setiap bagian.


Bahkan keluarga Angga memiliki saham di rumah sakit A. kelah Ayu juga akan menjadi Spesiali gigi di rumah sakit A.


Operasi Gadis telah selesai dan berjalan lancar, kondisi Gadis mulai stabil kedua bayi kembali di rawat di ruangan ICU, karena berat yang masih dibawah normal diharuskan kedua bayi kembar yang tampan dan cantik itu harus menjadi penghuni inkubator.

__ADS_1


__ADS_2