
Tiga jam kemudian
Angel bertemu Charles di salah satu restauran mewah di Jakarta, dia mencerita semua tentang bayi kembar Gadis yang diculiknya
" Kenapa baru kamu katakan sekarang " Charles membentak Angel
" Tadinya aku pikir bisa tertangani " meletakkan garpu kembali
" Sekarang kamu biarkan suster itu hanya berdua saja dengan bayi itu tanpa ada pengawal yang menjaga, kamu bodoh Angel!!! bagaimana kalo suster itu membawa pergi bayi itu " Charles kesal
" Tidak mungkin mereka kabur, aku sudah memasang pelacak di handphone yang aku berikan pada suster Sri "
Charles tersenyum " lacak keberadaan suster itu "
" Lokasinya di rumah, tapi panggilanku tidak terhubung, pesanku pun cek list satu " mulai panik
" cek cctv " Kembali kesal
Menunduk dan diam.
" Kenapa lagi Angel? "semakin kesal
" Aku belum meminta pemilik rumah sewaku untuk mengonek cctv ke handphone milikku " memegang kuat paha karena takut Charles murka
" Ohhhhhh Angellllll kamu benar-benar payahhhhhh " Charles berteriak tepat didepan wajah Anggel
Wajah Angel pucat pasi ada rasa menyesal memberitau Charles
"seandainya saja aku tidak memberitau pasti aku tidak akan dimarahi begini, ini karena suster sri tidak mengangkat telponku " menggumam, Menahan amarah
Pikirannya melayang kerumah, dia merasa heran dengan suster sri selama ini telponnya selalu diterima.
" Bangun...kita kerumah kamu sekarang " Berdiri lalu melewati Angel
Angel pun mengikuti Charles, dari dulu tidak bisa membantah Charles.
Sesampai di rumah Angel memanggil suster sri tapi tidak sautan, bahkan suara bayi pun tidak ada dia mulai panik
Mulai ada ketakutan kalo suster sri kabur, Charles pasti akan murka pikirnya
Dalam keadaan panik Angel menuju kamar bayi tapi kosong susu dan botol bayi tidak ada, semua peralatan bayi yang lain masih lengkap.
sedikit lega " Ah tidak mungkin mereka kabur, bisa jadi dia baru masih belanja "
Ketika ingin keluar langkah kaki Angel terhenti melihat kearah meja di sebelah kanan
Mengerut kening " Uang!! " menghampiri
Ternyata itu uang belanja yang Angel letakkan saat pagi tadi
Angel membuka lemari baju suster sri semua masih lengkap, Angel semakin dibuat pusing dengan keadaan
" Angellll " Charles berdiri di pintu
Angel hanya melirik lalu memeriksa isi lemari, semua barang berharga seperti ijazah dan sertifikat keperawatan yang pernah ditunjukan padanya sudah tidak ada.
Brukkkkkk
Pintu lemari dibanting keras, amarah menguasai Angel seandainya saja suster bisa dia temukan pasti dihajar tanpa ampun
Charles tertawa " Ternyata suster kamu jauh lebih pintar "
__ADS_1
menatap tajam " Diam kamu Charles "
" Tolong temukan suster itu " pinta Angel
" Dengan senang hati, kita mulai dari telpon genggam ini " Charles meletakkan telpon genggam yang dia temui di meja teras
" Itukan punya suster sri " heran
" Dia meninggalkannya " senyum mengejek " Seperti yang aku bilang kamu masih terlalu bodoh makanya bisa dikelabui oleh orang yang kamu kasih makan "
Angel marah tidak terima dengan ucapan Charles
" Sudah tidak usah kamu pasang wajah yang seperti itu " Pergi meninggalkan Angel
Angel hanya bisa diam memantung dia sama sekali tidak menebak kalo suster sri bisa melakukan semua ini.
***
Terminal
"sriiii" Suster sri menoleh kearah suara yang memanggil namanya
Suster sri tersenyum dan melambaikan tangannya
" Aa ujang sendiri, kenapa dana sama euis tidak ikut ? "
" udah terlalu sore repot kalo bawa mereka "
***
Malam hari Gadis sedang asik bermain dengan Putra, bayi lucu itu mulai merangkak aksinya sangat menggemaskan, melihat Gadis meniru gaya merangka membuat baby Putra tertawa.
Terlalu asik bermain membuat Gadis tidak sadar kalo Yudi berdiri di ambang pintu melihat permainan Mama dan Anak
Menyapa " Assalamualaikum kesayangan Papa "
Kanget dan Menoleh " Waalaikumsalam Papa Putra " Gadis berdiri sambil menggendong babynya
Setelah mencium tangan suaminya, Gadis mendapat ciuman kasih sayang di keningnya, begitu juga dengan baby Putra yang mendapat ciuman di kedua pipi bulatnya.
Sebelum membawa baby Putra ke dalam pangkuannya Yudi terlebih dahalu membersihkan diri.
Baby Putra puas bermain dengan kedua orang tuanya, kini dia terlelap dalam box kayu.
" sudah tidur? " memegang bahu istrinya
Gadis mengangguk sambil tersenyum
" Seneng deh abang cepat pulang, biasanya kalo putra udah tidur adek cuma bisa nonton saja "
" Maaf ya abang sibuk banget akhir-akhir ini "
" Abang belum makan? "
" Sudah, tapiii lapar lagi " nyengir " Abang minta potongan buah boleh? " ngelus perut
" Dengan senang hati " mencium pipi suaminya "Abang tunggu di kamar adek ke dapur dulu "
Belum lama Gadis merada di dapur bel berbunyi
" Tumben Alby tidak membawa kunci " Gumam Gadis menuju pintu
__ADS_1
Tertanya bukan Alby melainkan dua orang pria yang berpenampilan rapi datang menanyakan keberadaan Yudi.
" Suami saya ada di rumah, maaf dari mana kalo boleh saya tau ?"
Dua orang itu saling berpandangan, lalu menjawab pertanyaan Gadis
" Kami dari kepolisian "
Gadis mempersilahkan mereka untuk masuk, tapi keduanya menolak dan berkata ingin menunggu di kursi teras saja.
Karena tidak ingin memaksa, dia izin masuk untuk memanggil suaminya.
Sesampai di kamar ternyata Yudi tengah mendiamkan Putra yang menangis karena terbangun dari tidurnya.
Melihat Gadis datang tanpa potongan buah Yudi pun bertanya
" Dimana potongan buahnya? "
" Belum adek potong " Gadis ikut mendiamkan Putra " Adek ke kamar ingin memberi tau kalo ada yang mencari Abang, sepertinya teman abang dari kepolisian "
Yudi kaget campur bingung " Ah..yang benar "
" Iya..sudah turun dulu sana mereka menunggu Abang di kursi teras depan "
Walaupun tampak bingung Yudi tetap turun mengikuti arahan istrinya, sedangkan Gadis masih di kamar untuk menindurkan Putra kembali.
Hampir satu jam Yudi keluar kamar, Putra pun belum tertidur baby tampan itu masih saja rewel
Karena belum menjamu tamu Gadis berinisiatif menghubungi baby sister Putra
" Sepertinya siang tadi kamu juga rewel ya sayang, lihat suster ratna masih tidak mengangkat telpon genggamnya "
Akhirnya Gadis membawa Putra bersamanya untuk menemui suaminya.
" Haiiii Papa Putra datang "
Ahhhhhhhhhhhhhhh
Genangan darah membanjirin teras tapi tak ada siapa pun di sana termasuk suaminya
Gadis bergegas menuju kamar suster ratna, gelap dia pun menyulurkan datangannya ke dinding sebelah kiri untuk menyalakan saklar
Tik.. Kosong tidak ada siapa pun
Gadis mencoba memanggil suaminya dan suster ratna namun tidak satu pun dari kedua ada yang menyaut.
Kedua hilang tidak tau kemana, kepanikan mulai menguasai Gadis
Putra semakin rewel, Gadis mendengar suara ngaungan motor Alby, dia pun berlari menuju keluar, namun Alby dan Aira lebih dulu masuk.
Khawatir " Kakakkkk "
Alby sedikit lega melihat kakak dan ponaannya baik-baik saja
" Dekkk bang Yudi dan suster ratna hilang " kini Gadis telah menangis dalam dekapan Adiknya
" Hilang apa maksud kakak mereka hilang..dan kenapa banyak darah di teras, bahkan sepanjang jalan menuju ke pintu gerbang kecil pun ada jejak darah, sebenarnya apa yang terjadi kak ?"
Melihat respon Gadis yang semakin histeris mendengar perkataan Alby
Aira pun mengambil Putra yang ikut menangis karena kaget lalu membawa ke kamar Alby
__ADS_1
Setelah meletakkan Putra Aira menghubungi Ayu menceritakan apa yang sedang terjadi di rumah Gadis.