Haruskah Cinta Dimiliki

Haruskah Cinta Dimiliki
kembali bersama


__ADS_3

Setelah memasukin koper ke dalam bagasi mobil, yudi menuju ke pintu depan, tapi gadis mencegahnya, gadis membuka celana mobil mengeluarkan kepalanya.


"abang dibelakang saja bareng adek"


Yudi pun mengikuti kemauan istrinya, alby kesel melihat gadis asik bermanja-manja denga yudi di kursi belakang, sedangkan alby sendiri di depan.


"Dah deh...anggap saya supir"


"Boleh saja kalo mau dianggap supir"


Kali ini gilinran gadis yang menggoda alby, gadis tertawa senang jarang-jarang gadis bisa membuat alby sewot, biasanya gadis terus yang sewot karena ledekan alby.


Lagi-lagi mereka terjebak macet...bagaimana tidak macet hari selasa tanggal merah senin jadi hari kejepit, kalo sudah mengini baca perusahaan yang meliburkan karyawannya dari hari senin jadilah libur panjang.


"kak.."


"hmmmm"


"kalo kita ke puncak gimna? kan lumayan libur 3 hari"


" ide bagus" jawab gadis bersamaan dengan yudi


Alby menghubungi aira..dia ingin mengajak aira kepuncak, untung saja aira mau kalo tidak alby pasti jadi obat nyamuk, biar tidak terlalu malam mereka memutuskan berangkat setelah isya.


Azhan magrib mulai berkumandang, alby memasuki halaman mushalla, kebetulan dinsamping mushalla ada penjual pecel lele, sebelum sholat alby terlebih dahulu memesan 4 bungkus pecel lele, alby akan mengambilnya setelah selesai shalat magrib.


Aira sudah berada di teras rumah gadis, tapi pemilik rumah masih jalan pulang.


Handphone gadis berdering.


drrrrtttt drrrtttt... tertera nama pemanggil "aira"


"Assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam. Kak...aira di rumah kakak Ini..kakak masih jauh?"


"udah deket...ini udah masuk portal perumahan"


"oke...aira tunggu Assalamualaikum"


"waalaikumsalam"


Tidak begitu lama batal rumah gadis terbuka....aira bangkit dari kursi tersenyum ke arah yudi yang sedang mendorong pintu pagar. Alby memarkir mobil gadis dengan baik.


"Haloo...bang yudi"

__ADS_1


"Haloo juga aira, bagaimana kabar aira"


"Baik bang"


Setelah bertegur sapa dengan aira yudi kembali ke mobil yang sudah terparkir rapi, yudi membuka pintu mobil untuk gadis, setelah gadis turun baru mengambil koper dibagasi.


Yudi meraih tangan gadis yang menunggu yudi mengambil koper.. pintu rumah sudah dibuka oleh alby, aira pun sudah masuk, saat gadis masuk terdengar suara orang yang mengambil piring di dapur..tapi bukan alby, karena alby baru saja masuk ke kamarnya.


"Sayang adek ke dapur sebentar ya"


yudi mengangguk iya.


Ketika gadis memasuki dapur gadis melihat aira sedang menyajikan pecel lele tadi di piring.


"Aira sudah biar kakak saja"


"Eh..kak gadis, tidak apa-apa kak, kakak temenin bang yudi saja, udah mau selesai kok"


Gadis tersenyum..tidak lupa berterima kasih pada aira. Lalu mengambil gelar mengisinya dengan air putih.. gadis berjalan menuju yudi yang bersantai di ruang tv.


"Sayang ini airnya minum dulu"


"Terima kasih sayang abang..."


Yudi memberitau gadis kalo angga akan ikut liburan ke puncak, tentu saja ayu juga akan ikut bersama angga.


"iya angga"


"abang memberitau angga"


"iya sayang... kita siapin baju dulu setelah itu kita makan malam,,, setelah itu"


yudi membisikan sesuatu di telinga gadis..sesuatu yang membuat gadis tersipu malu.. bukan gadis namanya kalo tidak bisa membalas gombalan yudi


"Setelah itu berangkat ke pucak..wekkkk"


Alby baru saja keluar bersama dengan ranselnya, melihat adegan yang membuatnya geli sendiri tidak membuang kesetempatan untuk membalas ledekan gadis di mobil tadi


"woi...bucin masukin dulu bajunya, baru pacaran lagi nanti dipuncak asikkk dingin... bbbrrrrrrr"


Aira terbahak-bahak melihat alby menggoda gadis dan yudi, sesaat mereka lupa kalo aira juga ada di rumah gadis, pipi keduanya memerah karena malu, mereka pun masuk ke kamar untuk menyiapkan pakaian yang akan di bawa.


"kenapa kamu beritau aku mendadak kalo mau kepuncak"


"Niatnya juga dadakan"

__ADS_1


"dadakan gimana"


"Gara-gara tadi waktu mau pulang macet, trus keinget kalo selasa tanggal merah, senin kejepit donk sama minggu dan selasa, karena itu inisiatif ke puncak"


Aira manggut-manggut memahaminya, hampir saja aira salah mengira


"aku kirain tadinya kamu gak mau aku ikut, tapi karena kak gadis yang maksa akhirnya kamu minta aku ikut"


"berarti kamu nelpon kak gadis tadi karena marah sama aku?"


"iya...hiiiii"


Mencubit hidung aira gemes..hidung mancung aira seringa menjadi saran-saran alby kalo gemes pada aira, alby meminta aira untuk tidak berpikir yang aneh-aneh padanya, saling percaya, keterbukaan adalah kunci hubungan yang baik dan langgeng bila sudah yakin berdoa semoga berjodoh. Aira kembali manggut-manggut.


"manggut-manggut mulu..paham tidak....?"


"paham ustad alby....."


Setelah menikmati pecel lele mereka pun berangkat, yudi sempat menawarkan diri untuk menggemudi, mengira alby masih capek karena baru menyemputnya ke bandara, tapi alby menolak untuk karena seharian ini dia hanya dirumah saja baru keluar saat menjemput yudi.


Terlebih lagi ada aira di sebelahnya yang akan menemani, kata capek dikamus alby disingkirkan untuk sementara waktu.


"Tuan dan nyonya yudi bersantai saja di kursi belakang"


Kata alby...menyalakan mobil. Mereka akan bertemu dengan angga dan ayu di salah satu pom bensin.


Angga baru saja selesai mengisi bensin, sambil menunggu kedatangan rombongan yudi angaa menikmati secangkir kopi hitam, segelas jus alpuk untuk ayu, angga mengalihkan pandangan pada arloji di tangan kanannya jam 20:50.


"abang apa mungkin mereka terjebak?"


"sepertinya...tapi semoga saja tidak"


"itu mereka..."


Ternyata yudi dari jauh sudah melihat angga sedang meninkmati secangkir kopi yang sedang menunggu kedatang mereka. Menyadari kedatangan yudi yang telah masuk kedalam resto pom bensin angga berdiri untuk menyambut hangat sahabatnya.


"Selamat datang kembali bro"


"Terima kasih, selamat juga untuk acara pernikahan kamu dan ayu"


Yudi melirik ke arah ayu yang berdiri di sebelah angga. mereka tidak mau berlama-lama lagi di resto gadis dan yang lain bahkan tidak tidur, angga dan ayu memakluminya.


Mereka pun beriringan menujuk puncak.. keadaan tol cukup ramai tapi tidak menyebabkan macet lagi, karena kemacetan arah puncak terjadi sore tadi. Bulan pun bersinar sempurna, Cahaya terang bulan menerangi jarak pandang pengemudi.


Alunan musik mengalun merdu di mobil gadis dan angga, menemai perjalanan liburan mereka.

__ADS_1


Gadis tertidur dalam pelukan yudi, melihat gadis tertidur lelap dalam pelukannyq membuat yudi bahagia, yudi tidak menyangka kalo bisa kembali memeluk istrinya, memberi gadis perhatian, kasih sayang, kenyamanan dan keamanan, bulir air mata bahagia mengalir di pipi yudi..di ciumnya ubun ubun kepala istri sambil memeluk erat, gadis pun mempererat pelukkannya sambil mencari rasa nyaman kembali.


Merasakan pergerakan gadis yudi melonggarkan pelukakannya, membiarkan gadis mencari rasa nyaman, dengan kehamilan yang memasuki usia 7 bulan sedikit membuat gadis kesusahan menemukan tidur yang nyaman dengan posisi duduk.


__ADS_2