
Penantian memberikan hasil.. Gadis muncul diantara karyawan lainnya
Kali ini gadis menggunakan kemeja berwarna putih hitam dipadu dengan rok sepan hitam... Dengan sedikit belahan untuk memudahkan gadis berjalan, tapi gadis memakai kaos kaki panjang untuk menutup kulit kakinya yang mulus, jilbab putih menambah keanggunannya tak lupa bros mawar keemasan kali ini menjadi pelengkap.
Angga tiba-tiba berdiri di depan gadis yang sedang menunggu lift terbuka.
"Selamat pagi.."
"Pagi juga"
Gadis membalas sapaan tanpa melihat ke arah angga.
"Gadis yang..cantik, tapi sayang jutek"
Angga sengaja bersuara dengan sedikit keras agar gadis menoleh padanya
Namun betapa kagetnya gadis saat melihat ke arah suara yang berkata tentangnya, bukannya marah.
Gadis berusaha untuk tersenyum, hanya saja ekspresi kaget marah lebih mendominasi wajah gadis saat itu.
"Maaf pak saya tidak menyadari kehadiran bapak.."
Melihat gadis salah tingkah angga hanya tersenyum..
"Selain cantik dan anggun, kamu lucu juga kalo lagi kaget"
Angga ingin berkenal secara formal dengan gadis, ketika ingin menyodorkan tangannya pintu lift pun terbuka..
Lift karyawan dan bos beda, gadis pamit terlebih dahulu.
Tadinya angga ingin menggunakan lift yang sama namun niat itu dibatalkan karena ada beberapa karyawan lain yang ikut bergabung dengan gadis..
***
Rapat pertama angga sebagai pimpinan baru, gadis juga kembali hadir.. Rapat kali ini cukup santai, hanya untuk memperkenalkan bos baru dan karyawan. Dalam rapat kali ini kantor memutuskan untuk mengadakan makan malam menyambut kedatangan bos baru.
Sebenernya makan malam itu hanya akal-akalan angga, semua itu angga lakukan agar bisa dekat dengan gadis dalam acara yang santai.
"diacara nanti aku harus berkenalan dengan gadis itu, kali ini harus berhasil "batin angga
Angga tersenyum memikirkan niat terselubung dirinya sendiri, Acara di adakan malam minggu di salah satu hotel berbintang.
__ADS_1
***
Gadis sudah siap menghadiri makan malam . Karena hanya makan malam sesama karyawan dan bos baru, gadis memilih menggunakan pakaian yang agak santai namun tetap anggun.
Gadis tiba di salah satu hotel berbintang tepat jam 7 malam, setelah memarkikan mobilnya gadis langsung menuju tempat acara makan malam.
Sesampainya di tempat, sudah ramai dengan karyawan lain..gadis mencari andin sekretarisnya, karena banyak karyawan lain.. Membuat gadis susah menemukan andin. Tanpa gadis sadar.. Sang bos baru menatapnya dari kejauhan.
Perlahan angga menghampiri gadis..
"Semalam datang ibu manager,"
"malam juga pak bos.."
"Panggil saja angga kita berada diluar pekerjaan sekarang ini"
"Kalo begitu panggil saya gadis.."
"Apa gadis?"
"Iya..gadis, kenapa sepertinya anda kaget mendengar nama saya"
"Kenapa laki laki ini tertawa.. Emang namaku selucu itu" batin gadis
"Maaf saya tidak bermaksud untuk menertawakan namun kamu.. Hanya saja sebelum saya mengetahui nama kamu.. Saya sering menyebut kamu dengan sebutan gadis itu "
"tanpa saya tau ternyata nama kamu benar-benar gadis. Lucu bukan "
Gadis hanya tersenyum mendengar penjelasan angga.
Setelah 15menit mereka berkenalan, gadis pamit untuk bergabung dengan karyawan yang lain.. Rasanya tidak etis jika gadis berlama lama dengan angga, pasti akan ada gosip yang tidak mengasikkan besoknya di kantor.
***
Di tempat lain, yudi sedang menikmati malam minggu dengan teman temannya. Pantai losari menjadi pilihan malam itu..
Langit berhias bintang.. Kelipan lampu dari perahu nelayan.. Membuat yudi rindu kampung halaman.
"Mungkin aku harus pulang lebaran tahun ini.. Sudah cukup untuk aku lari dari garis tangan.. Hanya ada satu rasa sakit disana.. Selebihnya adalah kebahagiaan.. Ku harap rasa sakit ini juga bisa sembuh kembali ditempat yg sama." batin yudi
Yudi juga menutup hatinya untuk wanita lain, bukan tidak ada wanita yang mendekati dirinya, hanya saja dia membatasi.. Tidak lebih dari teman. Sekecewa apa pun yang dia rasakan pada gadis, namun hatinya tetap memilih gadis.
__ADS_1
"Woi.. Ngelamun aja lu..mikirin apa sih?"
Indra menyadari ada yang Lain dari sahabat ini, Walaupun yudi berada bersama mereka namun pikiran di tempat lain.
"gak mikirin apapun"
"Jangan bohong yud "
Yudi tak pernah menceritakan apa pun pada teman temannya termasuk indra sahabatnya...
Yudi memang terbiasa membagi cerita dengan indra. Hanya saja cerita tentang gadis enggan buat dia berbagi, rasa tak ingin membagi gadis dengan yang lain masih menguasai yudi..
Walaupun hanya cerita sedih tetap tak ingin berbagi dengan yang lain, kecuali mamanya sendiri.
"Trus kenapa lu bengong, asal lu tau nyak gw tadi nelpon, katanya curut di rumah tetangga gw mati karena bengong... Lu mau gitu.."
"Ngacok lu.... nyamain gw ama curut.."
Hahahaha, indra tertawa melihat yudi sewot. Indra berasal dari Jakarta (betawi asli, cang cing nyak babe)
"Makanya jangan bengong.. Lagi pada asik gini.. Kapan lagi bisa menikmati malam minggu dipantai gini.. Secara lu kan sibuk pake buangetttt"
"Makan ni jagung.. "
Indra memberikan jagung yang sudah dibakar pada yudi.
Tiba-tiba saja indra ngajak pindah
"Pindah yuks.. Banyak gadis cantik tuch"
"Ngak..lu aja"
"Lagian itu bukan gadis, tapi wanita ga jelas "
"Apa bedanya..Woless bro.. Gak perlu ngegass"
Indra pergi meninggalkan yudi seorang diri.
Mendengar kata gadis.. Yudi kembali larut dalam kenangan masa lalunya. Menghabiskan week and sambil melihat matahari terbenam bersama gadis sangat dirindukan.
Padahal tadi yudi tiba di Pantai losari bertepatan dengan senja yang berlahan mulai terbenam, tapi bukan kebahagiaan yang di dapat, malah kesedihan akan kerinduan yang lebih menguasai.
__ADS_1