
Angga mengambil ponsel di atas nakas untuk menghubungi gadis.. Dua minggu tidak melihat gadis ada rasa rindu yang belum terobati, walaupun hanya suara yang terdengar sedikit mengobati hati yang merindu. Baru beberapa hari berada di rumah, dengan alasan kerjaan angga meminta gadis untuk datang ke kediaman keluarga wijaya.
"bagaimana kantor?"
"baik,,semua berjalan sebagaimana biasanya"
"baguslah..sebaiknya selama saya tidak ke kantor kamu berkerja disini saja"
"maksud bapak"
"jangan terlalu formal ibu gadiss..kita bekerja dirumah,santailah sedikit"
ketukan pintu kamar terdengar..ternyata ayu datang dengan snack pagi buat angga.
"hanya ini saja?"
"iya..abang perlu yang lain, biar saya ambilkan"
"Tidak..terimakasih, tapi tolong ambilkan untuk ibu gadis.. teh hangat dan makanan"
"sikap macam apa yang sibos kecil lakukan, membuat aku sama ayu canggung saja" batin gadis
"gak usah yu..."
Ayu tersenyum dan keluar dari kamar.
Hari hari semakin melelahkan buat gadis... setelah dua minggu dia bekerja di rumah kediaman orang tua angga, membuat gadis tak bisa bernafas lega, ntah kenapa berada dalam ruang yang sama dengan angga seharian, dengan sikap angga yang sedikit berubah membuat gadis risih. Namun dia menepisnya, tak ingin berpihar yang aneh-aneh.
@pesan gadis untuk alby@
"de ..kk pulang sedikit telat"
@pesan alby untuk gadis"
"iya.. jangan malem-malem"
malam itu gadis melepas lelah di coffeshop biasa dia kunjung sedari dulu, gadis sangat suks denga suasana yang ada, kalo biasanya tempat duduk penikmat kopi hanya berada dalam ruangan namun tempat ini juga menyediakan ruang terbuka..berteman hiasan bintang hembusan angin memberikan kesejukan lengkap dengan alunan suara penyanyi caffe " lagu rindu, dari kerispatih" terdengar merdu..setiap bait yang terdengar mewakili kerinduan gadis untuk sang suami.
"akankah kamu hadir dimimpiku malam ini?" batin gadis seorang diri
paginya..
"kakak kenapa..pucat sekali?"
"kepala kakak pusing"
"mau di antar kedokter?"
"bawa istirahat juga enakan"
Surat pengajuan cuti dengan keterangan istirahat, gadis ajukan.
mendapat email pengajuan istirahat dari gadis membuat angga khawatir dengan kesehatan gadis. Semua ini karena gadis harus berkerja extra selama dirinya sakit.
Diharian yang sama... ada kurir bunga datang kerumah gadis, sebuket bunga mawar putih bercampur merah ada kartu nama pengirim,
bertulis nama angga dengan kata yang membuat gadis tidak nyaman.
"cepat sembuh gadis cantik"
"hmmm..makin aneh aj sikap angga"
__ADS_1
gadis membuat kartu ucapan ke tong sampah, buket bunga dibiarkan begitu saja.
Selain buket bunga, ada juga satu keranjang lagi yang berukuran cukup besar dengan segala isinya, mulai dari beberapa jenis buah sampai suplemen. Saat ini gadis hanya tertarik pada isi keranjang itu saja, air liurnya seakan mengalir saat melihat jeruk segar.
" buah-buahan ini lebih menggoda" ucap gadis cengar cengir, gadis bahkan mengeluarkan suara..dari mulutnya
" sssrrrluuuppp"
@pesan gadis untuk angga@
" hei bos kecil, makasi untuk buahnya"
@pesan angga untuk gadis@
"untuk bunga..?"
@pesan gadis untuk angga@
"hmmmm..makasi juga."
"Tapi aku lebih suka bunga dari suamiku 🙂, maaf"
Balasan terakhir dari gadis membuat angga dibakar cemburu.
Sikap angga terhadap gadis juga berubah, bukan lagi persahabat namun kembali ke awal, kini angga kembali mencintai gadis sebagai pasangan laki-laku dan wanita pada umumnya.
Sikap angga terhadap ayu juga berubah, bahkan ayu telah merasakan perubahan angga dari sejak dirawat dirumah sakit, tadinya ayu mengira itu semua hanya perubahan bawaan dari kondisi kesehatan angga yang lagi tidak sehat. Namun sekarang ini angga malah semakin bersikap acuh tak acuh pada, ayu belum berani menceritakan perubahan sikap angga padanya. Kini ayu memilih untuk tinggal sendiri tak jauh dari kampus tempat ayu menimba ilmu spesialis gigi.
"kenapa cuma makan buah aj"
"nasinya bau"
"gak... ni cium"
"kak..kita kedokter sekarang"
"gak usah"
"cepat siap-siap, jangan bantah"
Gadis hanya bisa mengikuti perkataan alby, semua ini demi untuk kesehatannya.
Sesampai di rumah sakit
"bu gadis sebaiknya anda periksa ke bagian kandung"
"kandungan dok..maksud dokter"
"kalo dari hasil pemeriksaan semua normal, tapi gejala yang ibu gadis jelaskan menunjukan seperti orang yang sedang menjalani awal-awal kehamilan"
Dari situ gadis ingat kalo bulan ini dia belum datang bulan.
Surat rujukan sudah di tangan, kini gadis melangkahkan kaki ke ruangan dokter kandungan, alby sangat semangat menemani gadis.
"udah ngak sabar pengen liat ponaan"
"belum tentu..."
"apanya yang belum tentu"
Gadis tersenyum sambil geleng geleng kepala melihat tingkah alby kesenengan
__ADS_1
"Berikutnya no antrian enam, ibu gadis..."
"iya sus.."
"kak aku ikut"
Alby tidak melepaskan kesempatan untuk melihat ponaannya.
"mau aku poto ah..buat nunjukin bang yudi, kalo aku orang pertama yang liat anak mereka, siapa suruh jauh dari kak gadis, hehehe" batin alby
Usia kandungan gadis empat minggu, dokter meminta gadis untuk istirahat total selama seminggu, selain itu harus minum air putih yang banyak. Vitamin kehamilan pun harus gadis konsumsi.
Setelah mendapat kabar kehamilan gadis dari alby, yudi langsung menelpon gadis, kebahagian akan makin lengkap saat buah cinta mereka lahir.
Pada gadis yudi berjanji akan ada disamping gadis saat melahirkan nanti, yudi memprediksi satu bulan sebelum lahiran yudi akan dipindah tugaskan ke jakarta. Berita ini membuat gadis sangat bahagia..hari-hari bersama yudi amat sangat dirindukan.
Panggilan telepon antaran yudi dan gadis terpaksa harus dihentikan karena salah satu anggota yudi datang menghadap.
kini gadis sedang berbaring seorang diri di atas kasur besar milik gadis dan yudi.
"aku akan setia dan sabar menunggu kamu pulang untuk berbaring di kasur yang sama dengan aku sayang.." ucap gadis seorang diri sambil membelai lembut sisi kasur di sebelah yang selama ini di tiduri yudi.
karena harus istirahat selama seminggu, gadis kembali mengirim pengajuan cuti selama seminggu, dengan keterangan cuti hamil tri mester pertama.
Notifikasi pengajuan cuti kedua dari gadis di hari yang sama muncul di layar notebook angga.
"pengajuan cuti lagi.. dari gadis" angga merasa heran, lalu mencoba membukanya.
Seketika aliran darah melaju cepat kesetiap urat nadi..jantung berdegum kencang, muka memerah..angga semakin frustasi dengan apa yang dibacanya..angga merasa bawa dia semakin jauh dari kesempatannya untuk mendapatkan gadis. Baru saja angga berkeinginan untuk meninggalkan ayu..karena angga merasa apa yang dirasa selama ini dirasakan terhadap ayu adalah suatu kesalahan.
"tidak...."
Notebook yang ada di atas meja kerja terbang begitu juga begitu juga dengan berkas kerja dan yang lainnya, semua terbang tak berarah bersamaan dengan keputusasaan angga.
"anak itu tidak boleh lahir...tidak..tidak bolehhh, tapi anak itu tak berdosa, lagian kalo anak itu mati yang akan sedih gadis..hmmm benar anak itu harus tetap hidup..bagaimana ini..bagaimanaaa ahhhhhhhhhhhh"
Angga yang baik sudah tidak ada..kini angga seperti orang lain, yang memiliki ambisi jahat untuk memisahkan gadis dan yudi. Niat licik muncul silih berganti di otaknya namun selalu berakhir pada kesedihan gadis nantinya, karena tak ingin gadis sedih niat jahatnya selalu berakhir pada kebuntuan.
Keesokan harinya..Alby menelpon aira kekasihnya
"ayang kamu jadi ke rumah aku kan?"
"iya jadi...sekarang aku on the way"
"syukurlah.. aku tunggu kamu datang baru ke bandara, karena aku gak berani ninggalin kak gadis sendiri..dari tadi muntah"
"iya sayang..aku berangkat ni, aku matiin telponnya yach"
Mama gadis datang ke jakarta bersama dengan mama mertua gadis, setelah mendengar berita kehamilan gadis, tanpa menunggu waktu lama mereka janjian untuk berangkat ke jakarta, kebahagian bukan hanya milik gadis dan yudi tapi juga milik keluarga gadis dan gadis, bagi keluarga yudi ini adalah cucu pertama tentu kebahagian itu sangat dinanti-nanti, keluarga yudi tidak mengira akan memiliki cucu secepat ini.
"Saya senang sekali mama nak gadis..kami semua tidak menyangka akan memiliki cucu"
"iya mama nak yudi..kita doakan gadis dan calon anaknya sehat selalu"
Dua nenek saling tersenyum bahagia satu sama lain.
Pesawat tiba..tapi alby belum juga terlihat.
"Alby lama sekali..." batin mama gadis
Mereka menunggu jemputan alby di kursi tunggu bandara.
__ADS_1
hay pembaca aku up lagi nie...🥰 berikan aku suport xan 🤗🤗🤗