
Setiap pertemuan pasti ada perpisahan itulah yang Gadis rasakan pada Euis...
Perjalanan pulang cukup melelahkan, mereka terjebak macet hampir dua jam lamanya, padahal mereka sengaja pulang sehabis subuh dengan harapan tidak akan terjebak macet, tapi tetap saja sampai jam 13:14.
Sesampai di rumah Gadis diminta Yudi untuk beristirahat, Gadis menurut karena seluruh badannya berasa remuk.
***
Ke esokan harinya semua kembali beraktifitas seperti semula.
Sore hari setelah Yudi selesai bertugas dia menjemput Gadis di Kantor, ketika menuju pulang Yudi memberi kabar udangan jamuan kedatangan Yudi yang diadakan oleh Pak Rusdi.
Gadis antusias ingin memdampingi Yudi untuk menghadiri udangan tersebut. Namun saat dia tau kalo Pak Rusdi orang tua dari Angel, Gadis kesel dan tidak ingin hadir.
Tapi dia tidak melarang Yudi untuk hadir, Yudi merasa tidak enak terhadap Gadis, dia tidak ingin membuat istrinya bersedih, penolak gadis berkaitan dengan Angel tentunya, Angel pasti akan ikut hadir di penjamuan ini.
"Sayang kalo Abang minta Angga untuk ikut hadir, kamu mau datang"
"Kenapa harus ada Angga"
"Kamu kan tau kalo Angel sepupu Angga, kalo ada Angga dia pasti tidak berani bersikap yang tidak sopan pastinya"
"Dari mana sayang tau kalo adek tidak mau datang karena Angel?"
" Abang ini suami adek...Abang pasti tau apa yang bisa membuat adek tidak nyaman" jelas Yudi tersenyum "Jadi gimana usul abang?"
"Hmmmm ide sayang bagus juga..."
Gadis meminta Yudi agar Angga mengajak Ayu juga biar ada temannya, udangan Pak Rusdi di adakan pada malam minggu, dalam minggu ini.
***
Memenuhi undangan, Angga terlebih dulu menjemput Yudi dan Gadis, Alby juga turut menemani namun Aira tidak ikut.
Sesampai di kediaman Pak Rusdi, beliau dibuat kaget dengan kehadiran keponakannya Angga yang ternyata Yudi turun dari mobil Angga.
"Malam om Rusdi" Sapa Angga pada omnya
"Malam Angga" Angga yang memahami kebingungan omnya karena kehadirannya, apalagi bisa satu mobil dengan Yudi.
"Yudi sahabat Angga om, saat Yudi bercerita akan memenuhi undangan om, Angga jadi ingin turut hadir, secara sudah lama kita tidak bertemu"
__ADS_1
Pak Rusdi pun memahaminya..beliau mepersilahkan mereka untuk masuk
"Kamu liat kan yu..tidak ada tamu lagian, hanya kita saja, coba kalian tidak ikut aku udah bisa tebak apa yang akan mereka bicarakan"
"Benar dis...kamu lihatkan tadi waktu Pak Rusdi liat Angga..jelas terlihat kalo beliau kaget"
Hampir setengah jam mereka hanya berbincang dengan Pak Rusdi, istri dan anak perempuangnya belum terlihat batang hidupnya.
" Tante kemana om?" tanya Angga
"Masih di kamar... maklum wanita" jawab Pak Rusdi, beliau sangat tau istrinya yang selalu ingin terlihat cantik di depan tamu
"Mama disini pa.." istri Pak Rusdi
"Angel tidak ikut turun ma"
"Masih di kamarnya..namanya juga mau menyambut tamu special harus tampil cantik pa.." ucap nyonya rumah senyum bahagia
Mendengar nyonya rumah berbicara Gadis mendadak ingin ke toilet
"Sayang adek mau ke toilet" bisik Gadis pada Yudi
Yudi izin untuk mengantar Gadis ke toilet, kepergian Gadis ke toilet di saksikan Angel yang sedang menuruni anak tangga, namun dia tidak melihat Yudi yang sudah lebih dulu karena terhalang dinding.
"Apakabar ibu Gadis?"
Gadis yang sedikit kaget.. mencoba biasa saja
"Baik" jawab Gadis singkat
Angel tiba-tiba mengelus perut.. Gadis dia menyapa anak kembar Gadis yang masih di dalam perutnya.. Gadis melangkah mundur, merasa gerak menjauh dari Gadis, Angel yang sedang jongkok tepat di depan perut buncit Gadis mengangkat wajahnya.
"Aku hanya ingin menyapa bayi..di perutmu ibu gadis.. aku berniat ingin menyayanginya" ucap Angel di soroti tatapan sinis.
Namun sorotan sinis itu hilang ketika dia menyadari Yudi keluar dari toilet Angel melihat Yudi bersikap sangat manis, angel kembali berdiri. Gadis ingin sekali mencakar wajah bermuka seribu itu.
"Jangan pernah mendekati istriku" ucap Yudi pada Angel
"Aku hanya ingin berbaikan, dan bersikap baik" Angel memperlihatkan wajah lemasnya "Apa aku salah?" tanya Angel memasang wajah sedihnya
"Kamu tidak usah memasang wajah sedih palsumu itu..aku tahu siapa yang selama ini mengirim email padaku. Aku peringatkan..jika kamu ingin rahasiamu tetap berada di Paris sana bersikap sopanlah pada istriku"
__ADS_1
"Apa maksudmu?" tanya Angel penuh amarah
Yudi mendesir "Apa harus aku perjelas..pekerjaan apa yang kau lakukan di Pasir"
Wajah Angel seketika pucat pasi.. dia tidak menyangkat dengan apa yang Yudi ucapakan
"Apa dia tau tentang aku..kalo memang tau dari siapa? " Angel menggumam
ting tong
Gadis dan Yudi meninggalkan Angel sendiri yang sedang kebingungan. Ternyata Gadis jugq penasaran dengan apa yang Yudi katakan pada Angel, dia mencoba untuk nanyakannya, namun Yudi hanya menjawab
"Rahasia" lalu menciun pipi istrinya dengan mesra.
Saat Angel melihat Angga di ruang tamu akhirnya dia yakin bahwa apa yang Yudi katakan barusan pada Angga yang memberitaunya.
Bel rumah Angel berbunyi, Angel melarang asisten rumahnya untuk membuka.
"Biar saya saja bik.." Sambil bangun dari duduknya, berjalan menuju pintu.
"Kita kedatangan satu tamu lagi... tidak apa-apa kan Yud?" tanya Pak Rusdi
Pertanyaan itu hanya ditanggapi dengan anggukan dan senyuman.
Gadis terkejut saat menyadari bahwa tamu yang dimaksud ternyata Irfan rekan bisnis bosnya. Sebenarnya Angga juga terkejut tapi dia bersikap santai saja.
Pak Rusdi memperkenalkan Irfan sebagai calon menantunya, kali ini Angga tidak bisa menahan keterkejutannya dia tidak menyangka kalo Irfan berhasil masuk dalam, kedalam perangkap Angel.
Angel mendekati Gadis mencoba untuk minta maaf, Angel meraih tangan Gadis dan menyesal pernah bersikap tidak baik pada Gadis.. butiran air mata jauh bersamaan dengan permintaan maaf.
Sejujurnya Gadis tidak merasakan penyesalan di dalam mata Angel, air mata yang keluar lebih mencerminkan sandiwara, tapi Gadis tidak ingin meragukan permohonan maaf seseorang, lagian setiap orang pasti pernah berbuat salah dan berhak mendapatkan maaf.
Mendapat maaf dari Gadis Angel terlihat bahagia, tapi dalam hatinya tertawa jahat.
"Aku berhasil menipumu ibu Gadis" batin Angel bersamaan dengan senyum liciknya
Angga melihat senyum licik Angel belum hilang, dia menyadari kalo permintaan maaf Angel hanya sandiwara.
"Yudi harus tau kalo Angel memiliki niat jahat pada Gadis " batin Angga
Ternyata undangan Pak Rusdi untuk Yud bukan sepenuhnya untuk menyambut mantan bawahannya dulu, tapi lebih kemoment permintaan maaf Angel dan memberi tau Yudi serta Gadis kalo Anggel sudah ingin menikah, karena akan menikah Angel pasti tidak akan membuat hal-hal yang bisa menghancurkan rumah tangga Yudi lagi, itulah yang Pak Rusdi pikir.
__ADS_1
Namun Pak Rusdi sudah tidak mengenal siapa Angel yang sekarang, beliau tidak menyadari kalo Angel kecilnya yang cantik, baik, sopan, cerdas, dan selalu membanggakannya sudah lama hilang, berganti dengan Anggel yang penuh dengan kepicikan dan niat jahat..saat tidak bisa mendapatkan apa yang dia inginkan.