
Benar-benar pemandangan yang sangat meprihatikan, kebodohan yang menyuguhkan dilema itu yang angga rasakan.
Mampukah angga melewati hari-hari seperti biasanya!?atau akan ada tindakan yang diluar perkiraan pembaca hm....penasaran??yuks lanjut baca 🙂
keesokan harinya ayu terlihat tidak tenang
"yu...bisa diam ngak?mondar mandir terus, palingan juga bos kecil masih molor karena kecapean kerja" kata gadis
"tapi dari semalam telpon aku gak diangkat, pesan aku juga gak terkirim..apa lagi diread! jelas donk aku khawatir, ngak biasanya bang angga kayak gini" beritau ayu
"ya udah nanti kamu ikut aku aj ke kantor, biasa dia nginep di kantor" saran gadis
setelah menyelesaikan rutinitas pagi hari, mereka siap untuk ke kantor wijaya.
apa yang ayu khawatirkan menjadi kenyataan, jam menujukkan pukul 07:47 angga masih belum ada di ruang kerja, padahal tadi gadis memberi tau ayu, kalo angga bermalam di kantor jam 07:30 paling telat angga sudah keluar dari kamar kantornya.
karena khawatir ayu menghampiri gadis diruangan sebelah.
"dis...kamu yakin bang angga ada di kamar" tanya ayu
"emang dia belum keluar?" tanya gadis
"kamu bukannya jawab pertanyaan aku..malah balik bertanya, gimana sich" ayu bernada ketus
"iya maaf..jangan ketus gitu dong, tadi aku juga udah mastiin ke satpam kalo dari kemaren angga gak keluar dari kantor, mobilnya juga sampai sekarang ada di parkiran" beritau gadis
kedua wanita itu dibuat panik dengan ketidak munculan angga, mereka bergegas ke ruangan angga, mencoba mengetuk pintu kamar angga,namun tak ada tanda jawaban dari dalam.
"kamu tunggu disini..aku akan memanggil satpam" kata gadis pada ayu
" iya..." jawab ayu sambik mengangguk
satpam datang dengan mesin bor di tangannya
"ini bornya bu.." kata satpam pada gadis
" tolong bobol pintu kamar pak angga, seperti pak angga ada di dalam, tapi saya tidak bisa menghubunginya" perintah gadis
Setelah pintu kamar berhasil dibobol, berapa kagetnya ayu melihat angga.. tersungkur di lantai kamar, botol minuman keras yang telah kosong menghiasa setiap lantai bahkan ada yang sudah menggelinding ke setiap sudut ruang kamar.
__ADS_1
" Bang angga...." panggil ayu histeris
ayu berlari mendekati angga...yang tak sadar diri, ayu panik, di angkatnya kepala angga kepangkuan.
untung saja gadis tidak panik.
" ayu kamu tenang...aku panggil ambulan sekarang" gadis mencoba menenangkan ayu
Gadis menghubungi pihak rumah sakit keluarga wijaya.
setelah menghubungi pihak rumah sakit, gadis juga menghubungi kediaman bapak wijaya, yang menerima telpon kebetulan ibu wijaya.
kepanikan dapat di dengar oleh gadis...ibu wijaya terdengar histeris
"apa yang anak itu lakukan...apa dia lupa dengan perkataan dokter di paris, kalo dia tidak boleh lagi menyentuh minuman keras.. sepertinya dia sudah ingin mati, apa dia tidak memikirkan mamanya" perkataan seperti itu yang gadis setelah ibu wijaya mendengar kabar angga dari gadis.
lalu gadis menutup telpon, gadis masih tidak paham sepenuhnya dengan apa yang didengarnya, cerita tentang apa yang didengar barusan pada ayu juga tidak tepat, hanya akan menambah kekhawatiran ayu saja.
setelah mengabari kediaman wijaya,Gadis kembali menemui ayu.
" dis...abang gak bangun" mereka saling berpadangan
" yang tenang yu..." itu petuga rumah sakit sudah datang
petugas rumah sakit langsung menidurkan angga di atas kasur dorong.
sesampai rumah sakit..mereka berbarengan dengan bapak dan ibu wijaya, ayu berusaha kuat karena ibu wijaya terlihat sangat khawatir..bagaimana pun saat itu ibu wijaya butuh sandaran untuk berbagi kekhawatiran, ayu merangkul ibu wijaya, walau sebenarnya ayu sediri juga sangat khawatir, hanya saja dalam perjalanan gadis memberitau, kalo ibu wijaya histeris setelah mendapat kabar kondisi angga, gadis tidak mencerita apa yang didengar.
Dokter langsung menangangi angga, ruang icu tempat angga kini berbaring..banyak selang medis yang menempel ditubuhnya bahkan tabungi oksigen harus digunakan untuk membantu pernapasan angga.
keadaan angga sangat memprihatikan..wajah yang selalu berkarisma banyak dikagumi para wanita kini tanpa lemah bahkan bisa dikatakan pucat pasi.
ayu dan mama angga hanya dibolehkan melihat dari jendela kaca yang memang dipergunakan untuk melihat pasien, mereka baru bisa masuk apabila kondisi angga menunjukkan perubahan yang baik.
Gadis sudah kembali ke kantor, dengan kejadian ini banyak perubahan pertemuan bisnis yang harus diatur ulang. kesibukan yang benar-benar tidak dipersiapkan..hampir seharian ini gadis menghubungi para rekan bisnis untuk melakukan pembatalan pertemua sampai keadaan angga kembali membaik, namun tak semua pertemuan bisa dibatalkan, pihak rekan bisnis tetap meminta gadis melanjutkan pertemuan, namun itu bukan bukan sesuatu hal baru buat gadis,hanya saja dia akan kewalahan karena harus menangani 2 kerjaan secara bersamaan.
" bos kecil...sebenarnya ada apa dengan kamu? merepotkan saja..awas aj kalo kamu tidak bayarku lebih" gerutu gadis sambil bersandar dikursi kerjanya.
jarum jam terus berputar.. 19:57 rasa lelah seharian ini tidak membuat gadis..lupa untuk menghubungi yudi, bahkan lelahnya lenyap seketika.
__ADS_1
Baru saja ingin menghubungi yudi, handphone di atas nakas sisi kanan kasur bersenandung lagu rindu.
"pasti abang yang video call.." ucap gadis girang
Ternyata benar itu video call dari yudi, banyak yang gadis cerita pada yudi tentang yang terjadi beberapa hari ini, termasuk pertemuaannya dengan angel, namun yudi menanggapinya dengan dingin.
Yudi lebih bersemangat berbicara tentang cinta dan kerinduan yang mereka rasakan, ibarat anak baru gede yang sedang kasmaran seperti itulah cara mereka mengobati kerinduan.. yudi tak segan melakukan ciuman LDRan namun gadis hanya kekikikan melihat kelakukaan suaminya.
"abang rindu..." kata yudi
"adek juga.." balas gadis
mereka memeluk guling masing-masing seakan saling berpelukan..menghirup aroma guling seakan sedang menghirup aroma tubuh satu sama lain. lambat laun mata keduanya terpejam, sepasang kekasih bertemu dalam mimpi memadu kasih dan sayang, cinta mereka bersentuhan di alam mimpi, bercanda bersama tertawa bahagia.
Kerinduan dua insan yang telah sah secara agama dan negara harus terhalang.. tugas negara dan jarak yang cukup jauh.
Jarum jam terus berputar hari berganti hari minggu berganti minggu. Dua minggu angga terbaling dirumah sakit kondisinya kini membaik, karena bosan akhirnya angga keluar dari rumah sakit namun masih harua istirahat penuh.
"ingat pak angga..anda belum boleh beraktifitas berat.. masih harus istirahat total" jelas dokter
"Baik dok..saya mengerti" jawab angga
sesampai dirumah angga beristirahat di kamar tamu lantai satu, ibu wijaya meminta ayu untuk tinggal dan bisa menempati kamar tamu yang lain.
Ayu pun setuju.. dari pada harus bolak balik rumah gadis dan rumah orang angga akan menguras tenaga.
" sebaik aku tinggal saja...toh bang angga masih harus dijaga, kalo gak dijaga bisa2 kabur ke kantor" batin ayu
" mama ke kamar dulu..., ayu tante titip angga yach" pinta ibu wijaya
ayu mengangguk tanda mengiyakan..
berada dikamar yang sangat besar hanya berdua saja dengan ayu membuat angga tidak nyaman.
"abang... mau makan sesuatu"
"tidak..aku mau istirahat"
Ayu pun... kembali ke tamu yang satu lagi.
__ADS_1