
"wah ini sih kebun buah lokal namanya, bos kecil suka berkebun rupanya"
"aku dan suamimu suka makan, yang suka berkebun ujang"
Gadis melirik ke arah yudi
Yudi mengaruk kepalanya yang tidak gatal "Please jangan bawa-bawa ga"
Melihat tingkah yudi Angga tertawa
"Yudi sebaiknya kita mancing saja biarkan wanita-wanita ini ditemani alby dan ujang memetik apa yang mereka mau"
"Kamu ingin menculik suamiku tertanya..hmm ya sudah bawa sana tapi ingat jangan lecet, kalo lecet aku dorrr"
"Pingsan deh" ledek Angga "Yud, mau ikut tidak"
"Ikut.."
"woi..boss kecil ayu dimana"
"dia senang mancat pohon mangga buat kamu"
"sayang..abang akan membawa ikan yang banyak, abang janji"
"oke..."
Yudi mencium kening istri..setelah itu mengikuti angga yang telah jalan lebih dahulu
Tiba-tiba Ayu keluar dari dalam kebun menenteng beberapa tangkai mangga muda ada yang mateng juga, diikuti Alby dan juga Aira di belakangnya.
Melihat mangga gadis kegirang sudah tidak sabar untuk menyantapnya. Tapi gadis heran kenapa Ayu membawa macam mangga.
"Kenapa kamu memetik mangga muda itu"
"Ya buat kamulah.." jawab Ayu " Memangnya ada orang lain di sini yang hamil?" tanya Ayu
"Ah....aku tidak mau itu asem" Gadis berekpresi seolah sedang keaseman " Aku mau yang manis ini"
"Woi...yang hamil kamu..kenapa aku yang harus makan mangga muda" teriak ayu
Liburan kalian ini sangat mereka nikmati, sebelum makan mangga, gadis terlebih dulu sarapan ternyata yang sudah sarapan lebih dulu.
Siang itu mereka menikmati ikan bakar hasil pancingan Yudi dan Angga, nasi liwet lengkap dengan lalapan segar hasil kebun ujang dan orang tuanya.
__ADS_1
Kalian ini mereka sudah pada siap untuk nenikmati kesejekan kebun teh sore hari, hamparan daun sangat indah dijadi baground foto liburan, tidak jauh dari situ juga ada kebun strawbery.
"Liburan kalian ini berpihak pada, dari penginapan mewah sampai panen strawbery pun menunggu kedatangan kita" kata Aira pada semua
Strawberynya besar-besar juga pada merah semua, sangat cocok untuk dibuat jus, semua hasil panen dijadikan satu, karena mereka pengunjung pertama yang memanen tentu saja meraka kebagian yang besar dan juga merah.
Pulang memetik strawbery Angga ke rumah belakang yang ditempati ujang, Angga memintah ujang tidak menyajikan makan malam, ujang diminta membeli jagung, mereka akan bakar jagung dan membuat jus strawbery, Ayu sengaja memisahkan sekeranjang strawbery untuk anak-anak ujang, yang dititipin pada Angga.
"Memang ujang sudah menikah, aku tidak melihat ada perempuan muda di rumah saat kita mengambil mangga dan sawo"
"Istri sudah lama tiada, Euis dan dana itu anaknya ujang"
"Kasian masih mudah sudah jadi duda"
Ayu menguyakannya dengan anggukan
Malam itu Gadis mencoba mendekati Euis putri kecil ujang yang dari tadi melihat hebohan mereka di balik jendela rumahnya. Gadis mendekati Euis dengan senyum tulus.
"Hai anak cantik.. nama kamu siapa" tanya Gadis pura-pura belum mengetahui namanya
"Euis tante cantik.." Euis memberi tahu namanya malu-malu
"Anak yang baik" batin "Ia tahu cara menyanjung lawan biacara yang menyanjunginya" batin Gadis kembali
"Harus izin ayah dulu"
"Ayah Euis ada di sana juga, kita minta izin yuk"
Euis mengangguk, senyum bahagia menghiasi wajah lucunya. Dana abang Euis tidak ada di rumah dia pergi mengaji biasanya akan kembali mengaji setelah shalat isya berjamaah.
"Euis...ada apa nak?" Ujang heran melihat Gadis mendekatinya bersama Euis
"Ayah.. boleh Euis ikut membantu di sini Euis bosan sendiri Abang Dana belum pulang mengaji"
"Ya sudah bantu Ayah mengupas jagung itu"
Senyum bahagia Euis menuruti perintah Ujang.
"Anak ini sangat pemberani, baru saja aku ingin meminta izin pada ayahnya, dia malah terlebih dulu meminta izin pada ayahnya" batin Gadis melihat Euis sibuk dengan pelepah jagung.
Gadis membantu Euis membuka pelepah jagung, Yudi datang mengejutkannya, karena kejailannya Yudi mendapat cubitan kecil dari Gadis..
"Au....sakit" Yudi mengelus lengannya
__ADS_1
Euis tertawa melihat Yudi meringis kesakitan
"Makanya om ganteng jangan jail..jadi dicubit tante cantikkan"
"Iya ni...jadi om yang salah ya..?" tanya Yudi "Iya omnya salah, minta maaf sama tante cantik dong" jawab Euis menunjuk ke arah Gadis yang dari tadi duduk tidak jauh darinya.
Yudi pun minta maaf, Gadis menganggu memberi maaf, Euis menatap kearah Gadis dan Yudi dengan senang, Euis merasa bahagia karena berhasil mengakurkan dua teman yang sedang marahan ikut menurutnya.
***
"Adek..., Euis itu gadis kecil yang pintar ya" ucap Yudi ikut berbaring di kasur
"Kamu berpikir sama denga aku sayang"
"Kamu tau tidak tadi sebelum kamu datang dia bercerita kalo dewasa nanti dia akan membantu Angga, karena Angga sudah membantu saat kecil. Kasian ya sayang anak sekecik Euis harus kehilangan kasih sayang seorang ibu. Dia juga mendoakan aku tadi"
"Mendokan gimana?"
"Semoga Gusti Allah tidak mengambil tante dan dedek bayi"
"Aamiin Ya ALLAH" Yudi mencium ubun-ubun istrinya
Tiga hari berada di puncak membuat sama Gadis.. membuat naluri keibunaan Gadis keluar dengan sendirinya.. Euis gadis kecil yang mudah dicinta oleh mereka semua, begitu juga dengan dana, dia adalah sosok abang yang baik penyayang dan juga sangat melindungi Euis. Sebagai orang tua tunggal Ujang berhasil mendidik kedua anaknya tentu saja dibantu oleh Nenek dan Kakek Euis.
Sebelum kembali ke Jakarta Mereka mengajak Euis juga dana untuk jalan-jalan ke kota bermain di wahana bermain anak, Euis dan Dana tawa ceria menghiasi kedua wajah adik kakak itu. Meraka semua menghadiahi Euis dan Dana dengan banyak hadia mulai dari mainan sampai keperluan sekolah.
"Cantik...sini ikut kakak" Gadis memanggil Euis
Ternyata dana sudah bersama Gadis dan Yudi, kedua adik kakak itu dibawa ketempat baju anak-anak. Gadis membeli baju pesta berwarna merah muda berhiasa bunga dan butiran mutiaran buatan. Seminggu yang lalu tanggal kelahiran Euis mereka berencana merayakan ulang tahun Euis kecil-kecil. Mereka sengaja tidak memberi tau Euis.
Sesampai di vila Ayu mengantar Euis dan Dana ke rumahnya, Gadis mau beristirahat kaki mulai pegel membawa dua buat hatinya.
Alby dan Aira lanjut menghiasi ruang keluarga dengan balon warna-warni dengan berbagai karakter ada barbie, love, rapunzel yang di isi gas untuk menghiasi langit-langit ruanga. Aira menambah sentuhan kain giltter agar terlihat mewah, Alby tidak lupa menempel balon huruf selamat ulang tahun Euis ke 4 tahun.
Ayu kebagian mendandani Euis, Ujang melihat senyum bahagia di wajah putri kecilnya..rasa haru memehuni hati ujang, dia teringat istrinya yang telah tiada.
"Neng...Euis tumbuh sebagai putri yang ceria dan juga pintar..wajahnya mirip sekali seperti kamu" gumam Ujang melihat langit yang dipenuhi taburan bintang.
Gadis datang untuk menjemput...
"Putri cantik tante Gadis mana ya..?"
"Euis ada di kamar tante cantik... ada tante baik juga di sini" jawab Euis dari balik tirai kamar tidurnya
__ADS_1