
"Adek...bangun.."
Gadis membuka matanya dengan males, rasa kantuknya belum ingin berpisah, gadis mengira mereka sudah sampai, kenyataannya malah singgah di tukang jagung bakar yang ada di puncak.
"bangun kita makan jagung bakar"
"mau..."
yudi menunggu gadis keluar dari mobil. senyum manis gadis diberikan untuk suami tercinta sebagai tanda terima kasih.
Gadis meminta yudi untuk menemani ke toilet
"sayang adek mau ke toilet, adek minta tolong dianterin tapi.."
"oke sayang abang"
Mereka menuju toilet di belakang warung jagung bakar, ternyata ayu dan angga sudah terlebih dulu ketoilet. Ayu meminta gadis untuk berhati-hati karena toilet agak licin.
Aroma jagung bakar membuat gadis lapar seketika...gelap malam membuat hamparan hijan daun teh tidak terlihat, hanya hawa dingin yang terasa, jam menunjukan 11:14 perjalanan ke puncak malam hari dengan penerangan jalan yang minim membuat setiap pengendara harus hati-hati.
"Sebaiknya kita lanjut sekarang, hawanya semakin dingin"
"benar kata alby"
Mereka setuju dengan usul alby, jagung bakar pun sudah habis, hawa dingin semakin aduhai.
Semakin cepat sampai lebih baik, mereka bisa istirahat, kalo terlalu lama pun kasihan gadis pasti sudah sangat lelah, sebenarnya gadis terlihat happy saja.
01:06 mereka tiba di sebuah vila yang telah di siapkan angga, tadinya alby sempat memesan vila, karena tidak memesan jauh-jauh hari membuat alby sedikit susah menemukan villa yang lokasi berada di tengah kebun teh, beginilah kalo libur panjang.
Healing di tengah hamparan kebun teh sangat menyenangkan, warna hijau daun teh menjernihkan mata, udara bersih di pagi hari memberikan oksigen terbaik untuk paru-paru, keramahan warga menciptakan persaudaran.
Seorang penjaga villa bernama ujang membuka pintu pagar besi yang tidah terlalu tinggi, penjaga itu ikut ditemani seorang gadis kecil yang berusia kira-kira 3 atau 4 tahun, di belakang gadis kecil itu terlihat seorang anak laki-laki mungkin berusia 10 atau 11 tahun.
Satu persatu keluar dari mobil
"Selamat datang kang angga, perjalanannya lancar?" tanya penjaga dengan bahasa indonesia dengan logat sunda yang kental
"Alhamdulillah lancar jang"
Diantara mereka berenam tidak ada yang bisa berbahasa sunda...bahkan aira yang sering berinterakasi dengan asisten dirumahnya yang kebetulan orang sunda juga tidak bisa berbahasa sunda.
__ADS_1
"wau...ini sangat indah...ini nama rumah mewah di tengah hamparan kebun teh, ya kan sayang"
"kamu benar sayang, kita harus bersyukur karena gagal menemukan villa kalo tidak bukan ini penginapan kita"
Hahaha alby dan aira tertawa kegirangan, tapi seketika tawa itu terhenti karena gadis meminta alby dan aira untuk membawa masuk semua tas yang ada di bagasi mobil.
"hmmm iya nyonya yudi, perintah ibu kami laksanakan"
"terimakasih untuk om alby sama aunty aira udah bantuin mama ponakaan kembar..., ponaan kembar mau bobo dulu pinggang mama pegel"
Gadis berjalan dibantu yudi, yudi sangat menjaga gadis.
"kamu mau abang manjain begitu juga sayang"
angga menggoda ayu..namun bukannya menjawab ayu malah mencubit pinggang angga sampai angga meringis kesakitan.
"abang anak kecil yang dua orang tadi siapa?"
"itu anaknya ujang, istri ujang meninggal saat melahirkan gadis kecil tadi"
"kasian sekali masih sangat kecil"
" karena itulah abang bangunkan rumah di belakang villa ini untuk mereka, abang yang bertanggung jawab untuk sekolah dan kesehatan mereka.. mereka itu anak asuh abang"
Villa angga tidak bertingkat, tapi sangat besar, angga sengaja melengkapi vilanya dengan fasilatas bintang lima, ada private pool, meja biliar, kichen set, karoke, wifi, tentunya water heater.
Kawasan puncak memiliki udara yang sangat dingin, karena terbiasa didaerah panas bila belibur ke puncak mandi dengan air dingin pasti akan menyiksa. Maka dari itu fasilitas water heater wajib ada pada sebuah villa termewah di puncak.
Angga juga lengkapi vila dengan lima kamar tidur yang masing-masing kamar memiliki mandi di dalam, ruang shalat, ruang tamu, ruang keluarga dan juga ruang makan, tiga kamar mandi, dapur bersih dan juga dapur kotor.
Ruang keluarga dilengkapi dengan tv led ukuran besar yang menempel di dinding
"besok kita harus karoke, setelah berenang"
"aku gak mau berenang...dingin sayang"
"sayang kamu lupa kata bang angga kalo di sini ada water heater juga"
"aku tetep tidak mau berenang bbbbbrrrrrr dinginnn"
"cemen"
__ADS_1
Aira berdebat dengan alby.
"kalian lanjut berdebat saja kakak mau tidur duluan udah jam dua lewat, liat itu jam dinding segede orang nempel"
Ucapan gadis membuat yudi, angga dan ayu tertawa bersamaan.
Aira tidak sabar menunggu hari esok, angga mempersilahkan gadis dan yudi mengisi kamar pertama, angga dan alby di kamar ke dua, ayu dan aira di kamar ke tiga.
Esok pagi...alby dibuat takjub dengan apa yang dilihatnya halaman belakang, alby berlari ke dalam vila memanggil aira
"aira...aira..."
"kamu kenapa sih dek...seperti anak kecil saja berlarian di dalam rumah, kamu itu sudah kuliah bukan bocah lagi"
Alby mendapat omelan dari gadis yang baru saja keluar dari kamar
"iya adek minta maaf, kak liat aira tidak...?"
"tidak, masih di kamar kali, memang ada apa?"
"Ada banyak kak..ada kesukaan ibu hamil juga.. hai kembaran kalian pasti pengen juga kakau melihat apa yang om liat, kak aku mau manggil aira dulu"
"Apa sebenarnya maksud anak itu..masih pagi udah sangat heboh, ada saja tingkahnya padahal sudah kuliah punya pacar lagi tetap saja seperti bocah" gumam gadis
Gadis keluar rumah...untuk menghirup udah pagi pucah yang sangat bersih, udara seperti ini sangat susah ditemukan di alam terbuka ibu kota, setelah berjalan kaki di halaman depan, gadis mencoba beristirahat di gajebo bersebelahan dengan kolam air manjur yang dipenuhi dengan berbagi warna ikan koi.
"sayang abang kenapa sendiri"
Yudi menghampiri gadis yang sedang asik memberi makan ikan koi, ternyata di gajebo itu juga disiapkan makanan untuk ikan, kebiasaan orang kalau melihat ikan di kolam bawaannya pengen memberi makan karena itulah ujang sengaja menyimpan toples yang berisi makanan ikan di gajebo.
"abang...,iya yang lain di kamar sepertinya,adek tadi sengaja menghirup udara segar, tapi malah nyangkut di kolam ikan. Apa itu di tangan abang?"
"ini..."
"sawo adek mau..abang dapat dari mana kenapa masih ada tangkai dan daunnya?
"ujang yang metik di halaman belakang"
Gadis dan yudi melihat alby dan juga aira tergesa-gesa menuju halaman belakang
"Memangnya ada di halaman belakang sayang"
__ADS_1
Yudi mengajak gadi ke halaman belakang, gadis dibuat takjub dengan yang dilihatnya,ternyata di bagian belakang vila masih sangat luas, ada beberapa bangun gajebo dan kolam ikan nila, dan juga gurame. Ada juga kebun yang ditumbuhi beragam pohon, seperti mangga, jambu, delima, rambutan, langsat, kelengkeng, pisang, sawo dan beberapa pohon buah lokal lainnya.
Ujang menanam semua pohon itu tanpa diperintah.. tapi semua pohon itu di tanamin atas izin angga.