Haruskah Cinta Dimiliki

Haruskah Cinta Dimiliki
Siapa bayi kecil itu?


__ADS_3

Gagang pintu kamar berputar dengan pelan dorongannya pun sangat lambat.


Udah kayak maling saja tapi adegan maling masuk seketika berubah ketika mendengar suara.


" Jangannnnn jangan ambil Putriku, kembali dia padaku jangan bawa putrikuuuuu " Gadis berteriak mengulur tangannya seperti ingin menggapai sesuatu dibawah alam sadarnya


Yudi mangayun langkah kakinya dengan cepat segera menangkap tangan dan langsung menarik istrinya kedalam peluk


Ini bukan kali pertama Yudi melihat istrinya memanggil nama Putri dari alam bahan sadar


Dihati yang paling dalam Gadis belum bisa sepenuhnya menerima kenyataan kalo baby Putri telah tiada


Entah kenapa setiap dia bermimpi tentang Putri yang muncul selalu saja sesosok perawat yang dilihatnya ketika ingin menjenguk Putra pertama kali di ruang perawatan.


Yudi memeluk erat istri


Gadis mengangkat wajahnya " Kapan abang pulang" dengan suara parau bercampur isak tangis yang mulai memelan


" Baru saja " tersenyum


Yudi mengusap butiran peluh di kening istrinya, isak tangis mulai melemah


"Abang..."


"hmmm " yudi menyentuh dagu Gadis


" Adek mimpi yang sama lagi " kembali membenamkan diri kedalam perut bidang suaminya.


Yudi hanya bisa membelai rambut panjang hitam milik Gadis.


***


"Apa kau tidak bisa membuat bayi sialan itu diam" Angel berteriak jengkel


"Maaf nona.. bayinya demam tinggi" kata suster


"Bayi ini dari pertama aku ambil bisanya juga sakit saja " memegang kepala


Angel menoyor kepala suster " Ini semua salah kamu, coba saja yang kamu ambil bayi laki-laki pasti aku tidak akan kerepotan seperti ini, sekarang kamu urus dia, awas kalo tangisannya terdengar sampai ke bawah " menutup pintu kamar


" Dasar wanita iblis kalo saja aku tidak membutuh uang saat itu, aku juga tidak akan mau mengambil bayi ini " mengambil bayi dari kasur bayi


Membeli obat demam " Sembuh ya sayang, maafin ibu karena memisahkan kamu dengan orang tua dan kembaranmu "


" Ibu janji akan menjaga kamu sepenuhnya mulai sekarang, kamu tau ibu sudah tidak bekerja lagi di rumah sakit, pihak rumah sakit memecat ibu karena sering absen, mau pulang kampung kepikiran kamu "


" Apa aku kabur saja ke kampung membawa bayi ini, toh orang tuaku tentang bayi ini, untung saja aku mencerita tentang bayi ini walaupun yang orang tua ketahui kalo bayi ini di ambil oleh tantenya yang jahat, yang penting orang tuaku tidak akan kaget kalo aku pulang membawa bayi ini " batin suster


Di dalam kamar Angel sedang mencari bagaimana cara mengurus bayi yang suka sakit-sakitan itu


Menemukan ide " Apa aku beri tau saja charles tentang bayi ini, dia pasti punya solusi." Menggumam, " Besok aku harus menemui Charles


Keesokan harinya gadis bangun sedikit telat, setelah menyiapkan makanan untuk Putra.


Baru menyiapkan sarapannya dua lembar roti isi coklat tidak lupa sebotol susu coklat. Bekalnya untuk sarapan selesai disiapkan.


" Abang sudah, kamu cepat sarapan " Yudi meminta Gadis untuk sarapan juga

__ADS_1


" Adek sarapan di kantor saja, bekal sudah siap " Gadis menggangkat kotak bekal dan botol susu coklat miliknya


Setelah memberi ciuman pada bayi Putra mereka berangkat


" Abang pulang malam lagi hari ini? "


" Sepertinya iya sayang " berbohong


Gadis diam tak merespon jawaban Yudi


Menggenggam tangan Gadis " Maaf ya sayang "


" Emang masih lama "


" Abang tidak bisa jawab sayang "


Yudi memutar stir mobil ke area gedung kantor Gadis


Mencium tangan Yudi " Adek titip pesan untuk atas abang "


menggerut dahi " Pesan apa "


" Suami tolong diliburkan "


Yudi tertawa sampai terbahak-bahak, mendapat cubitan, Gadis mengaduh memegang hidungnya.


Ciuman terbaik dia berikan untuk Gadis


" Jangan ngambek lagi, malam ini tidur yang nyenyak ok " mengusap bibir istrinya


Mengangguk " Iya Abang sayang." tersenyum, " Assalamualaikum " membuka pintu mobil


***


Tok tok tok


" Masuk " kata gadis


" Bu, Pak Angga menunggu ibu di ruangannya "


" Memang akan ada rapat dadakan? "


" Tidak ada bu "


Heran " Baiklah saya akan kesana "


Pintu ruang kerja kembali tertutup


" Tumben bos kecil udah datang pagi-pagi biasanya jam 10 baru nongol, ini baru jam 8:55 " gumam Gadis sambil berpikir ada apa


Sesampai di ruangan bosnya Gadis menyapa


" Pagi Pak Angga " berdiri di depan meja kerja Angga


Angga yang sedang menerima berbicara dengan seseorang di ujung handphone, sedang berdiri dipinggir kaca memunggungi Gadis


Sedikit menoleh kebelakang " Pagi..silahkan duduk dulu, sebentar saya akan bergabung " berbicara formal.

__ADS_1


Kurang lebih lima sampai sepuluh menit Angga baru selesai.


Duduk " Bagaimana kabarmu Gadis " basa basi


" Baik Pak " basa basi juga


" Sebernar aku memanggilmu bukan dalam rangka membahas kerjaan dis " mencoba santai tapi sedikit tegang


" Maksud Bapak? "


" Begini, beberapa hari ini aku ada aku mencoba menghubungi Yudi tapi tidak bisa, ada hal penting yang ingin aku bicarakan " serius


" Bang Yudi lagi ada tugas.. hampir satu bulan ini sibuk, dia selalu pulang tengah malam " menjelaskan


"Ka**lo begini aku tidak bisa membicarakan ini dengan Gadis, tapi aku bis meminta Gadis menyampaikan pesanku pada Yudi " batin Angga


Berpikir " Pantas saja dia tidak pernah bisa dihubungi, begini saja tolong beritu tau Yudi untuk menghubungi aku saat pulang bertugas " mengaitkan kedua telapak tangan sepasang jempol menyentuh dagu, sepasang telunjuk di depan bibir, tiga pasang jari yang lain menutup


Sikap Angga membuat Gadis tidak tenang " Apa ada sesuatu yang terjadi? " tidak berbicara formal lagi


" Aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya sebaiknya Gadis mengetahui ini dari Yudi saja " batin Angga


" Urusan laki-laki, kamu kan wanita bukan laki-laki " Angga berusaha mencairkan suasana agar Gadis tidak bertambah curiga.


" Dasar laki-laki manggil sesukanya cuma buat nyuruh laki aku menghubungimu saja. Kalo tidak ada yang penting aku kembali ke ruangan saja " menuju pintu


" Ya udah sana...hussss " bercanda


berhenti melihat tajam ke arah Angga dengan kesal


" wekkkkkkkkk " lalu menghilang di balik pintu


Angga menjatuhkan kepalanya di sanderan sofa yang di dudukinya sambil memijit pelipis.


" Semoga Gadis tidak lupa menyampaikan pesanku " Gumam Angga bangun dari duduknya


***


" Aku mau keluar, ini uang untuk belanja keperluan dapur selama seminggu, oya kamu periksa isi kulkas apa saja yang harus dibeli "


" Tapi non kalo saya yang belanja bagaimana dengan bayinya "


" Kamu tinggal saja "


" Tapi masih panas kalo ditinggal nanti nangis, saya takut kalo panasnya akan semakin tinggi jika nangis kelamaan "


" Dasar anak tidak berguna " kesel, " Ya sudah kamu bawa saja "


Suster tersenyum " Baik nona "


Angel pun pergi, sustet langsung menjalankan niatnya kesempatan ini sangat sulit untuk terulang lagi.


Tapi dia meninggalkan semua pakaiannya, hanya berkas penting, tanda pengenal dan uang miliknya saja yang dibawa


Handphone sengaja ditinggalkan agar tidak bisa dilancak keberadaannya, sebelum itu semua aplikasi dan kontak dihapus bahkan posisi pengaturan direset kembali kepengaturan pabrik.


Setelah mempersiapkan baju ganti dan botol susu si bayi, suster memesan mobil online dengan tujuan swalayan yang biasa mereka beli kebutuhan rumahan.

__ADS_1


" Sekarang kamu sudah aman sayang, kita pulang kampung ya, disana ada nenek, kakek, uwak ujang aa dana sama teteh euis "


Kereta api melaju cepat membawa suster dan bayi kecil yang masih demam itu.


__ADS_2