Haruskah Cinta Dimiliki

Haruskah Cinta Dimiliki
Darah 2


__ADS_3

Angga dan Ayu memasuki rumah Gadis yang masih terbuka lebar, kedua langsung menuju ruang tamu


" Ada apa ini " Angga panik " Apa yang telah terjadi? "


" Gadisss " Ayu mendekati Gadis yang terlihat sangat lemes


Angga meminta Alby untuk berpindah tempat agar bisa menceritakan apa yang sebenarnya terjadi


Alby mulai bercerita tentang apa yang dia ketahui, sesuai dengan apa yang Gadis cerita padanya.


" Apa yang aku takut terjadi, sepertinya Gadis belum menyampaikan pesanku untuk Yudi " batin


" Bang Angga kok malah ngelamun? " Menyentùh bahu Angga


Kaget " Oh maaf, Abang seperti tau siapa yang melakukan ini pada Yudi "


" Serius " katanya Alby


" Sebaiknya kamu hubungi pihak kepolisian kabarkan salah satu rekan seprofesinya hilang, setelah di kunjungi dua orang tidak dikenal, yang menyamar sebagai anggota polisi, ditemukan juga genangan darah di teras rumah " berpikir " Satu lagi ambil foto genangan darah dan jejak darah yang menuju ke luar "


Alby menganggu dan mengikuti saran Angga


Angga kembali ke ruang tamu untuk untuk bertemu Gadis.


Tebakan Angga benar kalo Gadis belum sempat menyampaikan pesan Angga pada Yudi


Seandainya saja Gadis tau kalo pesan itu menyangkut tentang keselamatan suaminya dia pasti akan memberitau yudi, saat di kantor tadi.


" Sebenarnya apa yang kamu sembunyikan ? " marah


"Seharusnya kamu kasih tau aku kalo pesan itu menyangkut keselamatan Yudi, kalo aku tau pasti aku akan menghubunginya saat berada di kantor tadi "


Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Angga, dia hanya diam sambil berpikir kemana kira-kira Charles akan membawa Yudi


" Apa ini semua ada hubungannya dengan Charles ? " Tegang " Jawab aku! "


" IYA " merasa bersalah " maaf ini semua perbuatan sepupuku " menatap Gadis dengan rasa bersalah


bruuuukkk


Gadis jatuh pingsan, alby mengangkat gadis ke kamar.


" Bang beberapa polisi akan datang ke rumah "


" Bagus itu, kita harus segera bertindak sebelum terjadi hal yang fatal pada Yudi "

__ADS_1


Polisi pun tiba mereka langsung memasang garis polisi di lokasi kejadian


Gadis yang sudah kembali sadar dari tadi, mencoba menceritakan awal mula kejadian yang terjadi.


Mendengar cerita Gadis polisi merasakan ada sedikit keganjalan, bagaimana bisa orang luar bisa masuk dengan gampang tanpa ada sedikit pun keributan saat memasuki tempat kejadian


" Apakah ada orang lain di rumah ini selain korban yang hilang dari rumah ini diwaktu bersamaan ?" tanya polisi pada Gadis


Gadis agak bingung dengan pertanyaan yang diajukan Pak Polisi padanya.


Ingat " Iya ada satu orang lagi yang tidak ada dirumah pak, saya tidak tau dia dimana, orang itu baby sister anak saya, Ratna namanya "


" Boleh saya periksa kamar yang dia tempati secara menyeluruh? "


" Tentu saja boleh pak "


" Terima kasih " menuju kamar


" Rumah saya juga dilengkapi dengan cctv yang mengarah ke halaman sampai pintu gerbang pak " Gadis memberi tau


" Itu sangat bagus, sekarang saya periksa kamar dulu " ucap pak polisi


Setelah memeriksa polisi kembali menemui Gadis, dari hasil pemeriksaan polisi mencuriga baby sister ikut terlibat dengan kejadian ini


" Maaf bu Gadis baby sister anda kabur "


Berdiri kanget " Kaburrr "


Mengangguk " boleh saya cek cctv? "


Gadis mempersilahkan polisi untuk mengikutinya ke ruang baca, diikuti oleh yang lain


Hampir seminggu ini cctv belum diperiksa, Polisi akhirnya meminta Alby untuk memutar ulang cctv di mulai dari hari terakhir diputar.


Empat hari kebelakang terlihat ratna menerima tamu seorang laki-laki, baik Gadis atau Alby tidak mengenal laki-laki itu


Ratna juga tidak menceritakan tentang kedatangan seorang tamu kepada Gadis


Mulai sejak itu diantaran waktu jam 7- 8 malam ratna terlihat keluar dari kediaman Gadis dengan membawa bungkusan sampah, namun terdapat kejanggalan untuk membuang sampah ratna harus menghabiskan waktu dalam kurun waktu 1 jam untuk kembali ke rumah, kalo pun misalnya setelah membuang sampah ratna harus menuju ke minimarket terdekat tentunya ada yang dibawanya saat kembali ke rumah tapi dia tetap kembali dengan tangan kosong.


Di malam kejadian terlihat ratna keluar dengan tas yang cukup besar di tangannya, di perkirakan itu tas baju, serta ransel yang nempel di punggungnya.


Sekitar 4 menit telah ratna keluar masuk dua orang laki-laki


" Itu...itu dia laki-laki yang mengaku sebagai teman suami saya " berdiri " Tapi ada hubungan apa ratna dengan laki-laki itu!!? "

__ADS_1


" Untuk menjawab pertanyaan anda kami harus melakukan menyelidikan terlebih dahulu "


" Bagaimana dengan keberadaan suami saya " risau


" Maaf kami butuh waktu "


Di tengan pembicaraan Gadis dengan Polisi, Angga mencoba mengajukan pertanyaan, walaupun sebenarnya itu bukan pertanyaan melainkan sebuah pemberitauan.


" Bagaimana kalo kami mencurigai seseorang yang melakukan semua ini, tentunya kecurigaan ini muncul bukan tanpa sebab " Kata Angga pada Polisi


" Memangnya Pak Yudi mempunyai musuh ?"


" Kalo Yudi sendiri tidak mempunyai musuh, tapi orang yang kami curigai menganggap Yudi sebagai musuh, dan pernah berargumen pada saya kalo sampai Yudi tidak berhenti dari misi rahasia penyelidikan tentang pergerakan kelompok mafia A maka orang itu akan menghilangkan Yudi dari dunia ini " serius


Saat ingin melanjutkan, Polisi tersebut meminta Angga untuk berhenti membicarakannya


" Sebaiknya Bapak ceritakan semuanya besok di kantor polisi "


" Siap kalo begitu "


" Ibu Gadis dan Bapak Angga besok bisa datang sebagai saksi, malam ini juga kami akan buatkan surat pemanggilan sebagai saksi, untuk suratnya akan kami kirim lewat email, saat hadir tolong dibawa "


Setelah berbicara cukup lama mereka menyerahkan semuanya pada polisi, jam menunjukan pukul 22:04


Peralatan bayi semua sudah siap begitu juga Gadis dan Alby, selama kasus ini masih berjalan Angga meminta Gadis dan Alby tinggal di rumahnya bersama Ayu.


Baby putra terlelap dalam pangkuan Ayu, walau kadang terdengar rengekan, seakan ingin berkata kalau dia sedang dalam kondisi tidak baik, sepertinya bayi itu dapat merasakan kesedihan yang sedang Gadis rasakan.


" Say..udah jangan nangis terus, kasian Baby putra jadi tidak nyenyak tidurnya " mengelus bahu Gadis


Gadis yang dari tadi melihat keluar jendela mobil menyapu kedua pipinya yang basah.


Melihat anaknya yang merengek, Gadis mencoba mengelus pipi anaknya, menyalurkan energi kasih dan sayang, ciuman cinta dia berikan di ujung jemari mungil, tidak butuh waktu lama Baby Putra kembali terlelap.


" Maafin mama ya sayang.." melihat anaknya " mama janji akan menemukan papa kamu " kembali mencium jemari mungil Baby Putra


" Makasi ya say... kamu selalu ada disaat aku sedih dan terpuruk "


Ayu mengangguk " Kamu juga selalu ada untuk aku disaat aku terpuruk say " ucap Ayu


" Itulah gunanya sahabat " ucap Gadis dan Ayu bersamaan


Angga yang mendengar obran Gadis dan Istri melihat lewat kaca sambil tersenyum


" Persahabatan kalian berdua benar-benar datang dari hati " Batin Angga

__ADS_1


__ADS_2