
"non sarapan dulu.. bibi sudah masakan bubur kacang hijau"
"terimakasi bi.. "
"iya non"
"alby sudah berangkat bi?"
"belum non..masih di kamar sepertinya"
"non mau bibi siapkan bekal"
"tidak usah bi.., tapi tolong siapkan potongan buah saja untuk snack jam sembilang"
"baik non"
"kemana anak itu, ini kan hari senin, sudah jam setengah tujuh masih belum keluar juga kalo telat pasti terjebat macet ini" batin gadis
Gadis berjalan ke arah kamar alby
tok tok tok
"dek... "
"iya kak.. masuk"
gadis memutar gagang pintu kamar alby
"kamu lagi apa dek..lama banget keluarnya"
"iya kak maaf, adek lagi cari charger hape"
"charger hape?"
"iya kak..charger hape"
"punya kamu?"
"iya donk kak...masa iya punya kakak"
"kayaknya ada di kamar kakak, charger kakak hilang, semalam kakak minjem punya kamu, tapi lupa kabarin heeee"
"kakak.....itu namanya bukan kayaknya, tapi emang ada dikamar kakak .."
"iya kakak minta maaf, semalam kakak mau minjam, tapi kamunya belum pulang, udah kakak ambil aj, memangnya power bank kamu nol persen?"
" power bank masih ada 50 persen lagi kak"
"ya udah sana ambil di kamar kakak... nanti pulang kampus tolong beliin kakak charger ya"
"iya... duitnya mana?"
"nanti kakak kasih.. tas kakak ada di meja makan"
Sudah dua bulan gadis selalu diantar alby ke kantor, kadang alby juga menjemput gadis ke kantor, lebih sering jam pulang gadis naik mobil online sebenarnya.
Kesibukan alby membuat gadis tidak tega kalo harus... meminta tolong untuk jemput setiap hari, apalagi alby lebih sering pulang setelah isya.
"dek nanti kamu pulang jam berapa"
"adek pulang sore..nanti adek jemput kakak aja, setelah itu kita cari charger buat kakak, gimana?"
"boleh juga udah lama kita tidak keluar.. kakak lagi mau makan es cream"
"ide bagus"
Alby memberhentikan mobil gadis di depan lobi kantor.
__ADS_1
Setelah memastikan kakaknya masuk ke dalam gedung alby baru meluncurkan mobil gadis ke kampus.
Padahal hari senin alby masuk kuliah di jam 11, demi kakaknya alby rela ke kampus lebih awal, selain bisa menjemput ke kasih hatinya aira, alby biasa menunggu jam masuk kuliah di perpustakaan yang ada di fakultasnya.
Ketika gadis memasuki gedung tempatnya bekerja Resepsionis menyapa gadis..
"Selamat pagi bu gadis.."
"pagi"
"maaf bu tadi pak angga menelpon katakan akan ada tamu yang datang..beliau meminta ibu untuk menemani tamu sebentar, karena pak angga akan datang sedikit terlambat"
"baiklah...terima kasih infonya"
" Terima kasih kembali bu"
Gadis pun meninggalkan tempat resepsionis
Banyak karyawan perempuan yang mengagumi penampilan gadis..
Gaya busana gadis masih saja menarik perhatian karyawan lain... dengan perut yang semakin membuncit tidak membuat gadis kekurangan daya tarik untuk lawan jenis, maupun untuk wanita lain.
Gadis tidak mengalami kenaikan berat badan yang berlebihan untuk postur badannya.. di bandingan sebelum hamil paling gadis hanya mengalami kenaikan sedikit, walau pun saat nimbang berat badan gadis naik 10 kilo
Sepertinya kenaikan 10 kilo di bagi dengan bayi kembarnya dan air ketuban
***
Ditempat lain angga sedang menikmati sarapan pagi di rumah ayu
kali ini bukan nasi goreng..tapi bubur kanji khas Aceh.. hampir sama dengan bubur ayam, tapi bubur kanji memakai banyak rempah, aroma khas remah sangat membuat angga ketagihan untuk menyantapnya.
"sayang ini sangat enak.. selain mengenyangkan tentu ini sangat baik untuk kebugaran.. tiap rempah yang ada dibubur ini membuat abang ketagihan"
"kalo abang suka lain kali adek masakin lagi"
"wah..dengan sedang hati abang akan menghabiskannya, tapi kalo abang gendut jangan tinggalin abang ya"
"boleh sayang"
"kalo begini abang gak mau nunggu married tahun depan ah"
"kenapa?"
"kalo udah nikah abang bisa makan masakan adek tiap hari"
"Aamiin..adek ikut keputusan abang saja, lebih cepat lebih baik"
"nanti kalo kita udah nikah adek jangan buka praktek jauh jauh dari rumah ya, nanti akan abang bangun klinik dokter gigi buat adek di halaman rumah kita, kebetulan di perumahan itu belum ada klinik dokter gigi.."
"perumahan itu..memangnya abang beli rumah"
"aduh keceplosan"
"sudah jujur aj...sudah keceplosan ini"
"sebenarnya abang sudah dapat..tapi belum deal, pemiliknya masih bingung, adek berdoa saja agar rumah itu dijual, karena rumah itu tidak terlalu besar tapi halamannya sangat luas abang suka, karena itu abang akan bangunkan klinik buat adek di dekat rumah saja, abang jadi bisa melihat adek saat menangani pasien, pasti sayang abang keren banget dengan baju dokter.. abang bangga banget dengan kamu sayang"
"kabulkan keinganan abang angga ya Allah Aamiin" doa ayu
Jarak apartemen angga dengan rumah yang ayu tempati tidak jauh, angga sengaja mencari rumah untuk ayu yang dekat dengan apartemennya, agar mudah menemui ayu.
Menikmati sarapan pagi bareng kadang sering angga dan ayu lakukan bersama.
Misalnya seperti pagi ini angga rela datang telat ke kantor demi menunggu masakan kekasih hati.
Orang tua angga sangat sayang pada ayu, mereka sangat bangga pada angga bisa mendapatkan perempuan seperti ayu.
__ADS_1
Ayu sosok perempuan cantik, anggun, berpendidikan, dan mandiri.
Angga sangat dekat dengan mamanya, mendapat restu dari mamanya merupakan point penting bagi angga.
Melihat mamanya sangat menyayangi ayu, lebih memantapkan angga untuk sepenuhnya menjatuhkan pilihan pada ayu.
Begitu juga dengan orang tua ayu...mereka juga merestui hubungan ayu dengan angga, walaupun angga lahir dari keluarga terpandang, tak buat angga sombong, angga seorang lelaki penyayang orang tua, angga sangat sopan dan mudah akrab dengan dua adik ayu.
Bukan tidak ada perempuan lain yang mencoba mendekati angga, dengan apa yang angga miliki sangat mudah mendapat perempuan dari kalangan angga
Banyak dari rekan bisnis pak wijaya mencoba menjodohkan anak perempuannya dengan angga, begitu juga teman arisan ibu wijaya, ada yang mencoba mengenalkan anak perempuannya pada ibu wijaya, berniat bisa menjodohkannya dengan angga.
Tapi baik pak wijaya dan ibu wijaya tidak menanggapi itu dengan serius, bahkan jika ada yang mau menjodohkan anak perempuan mereka dengan angga beliau akan berkata kalo angga sudah memiliki pilihan sendiri.
Namun baik angga atau pun orang tuanya tak pernah memandang status sosial, mereka lebih mengedepankan kesetiaan.
Sangat sulit mendapatkan kesetiaan dalam hubungan pernikahan yang dilatar belakangi bisnis,
hampir semua hubungan yang dilatar belakangi bisnis..menjalankan pernikahan tidak sehat.
Zaman membuat kehidupan tak lagi bisa menghargai kesetiaan, berbeda dengan kehidupan di zaman orang tua angga, walaupun beliau dijodohkan karena bisnis namun bisa menghargai pernikahan dengan baik.
***
jam sembilan lewat angga baru sampai di kantor, kebetulan tamu yang tadinya akan datang mengundurkan kedatangan setelah makan siang.
Angga menuju ruang gadis.. gadis sedang menikmati potongan buah pear yang dibawakannya dari rumah
"Pagi ibu hamil"
"hmmm"
"sudah makan saja..tidak usah menjawab selamat pagi dari aku, habiskan saja buah dimulutmu"
gadis membalas perkataan angga dengan senyuman, gadis mengunyah dan menelan buah yang ada di mulutnya.
"apa itu yang ada di tanganmu bos kecil"
"oh..ini, hampr saja aku lupa, ini dari ayu"
"apa ini?"
"buka saja"
"wau...bubur kanji..hmmm wangi sekali.. kamu pasti akan gendut nantinya bos kecil, sahabatku ayu sangat pintar memasak"
"kamu benar.. aku harus siap siap mengembang sepertinya"
Hahaha mereka tertawa bersama..
"aku akan makan ini dijam makan siang"
"kenapa tidak sekarang"
"aku baru saja menghabiskan sekotak buah pear"
"kamu makan banyak, tapi kemana makan yang kamu makan dis"
" ntahlah..sepertinya di sedot si kembar semua"
"Hei kembar... lahirlah sebagai lelaki tampan gagah dan setia seperti papimu, karena om bos kecil ingin menjadikanmu menantu"
"whattt"
"da...gadis aku ke ruanganku dulu, habiskan bubur itu nanti, jangan lupa kembalikan tempat makannya jangan dibawa pulang"
Angga mengatakan itu sambil berlalu dan menghilang dibalik pintu...
__ADS_1
Kata kata sebagai menantu om bos kecil mengiang-ngiang di telinga gadis
"apa mereka akan segera menikah"? batin gadis