Hasrat Tuan Asloka

Hasrat Tuan Asloka
36. wajah Segar


__ADS_3

Pagi harinya, Asloka dan Anne keluar dari kamar. Setelah itu mereka memilih bergabung dengan keluarganya, menikmati sarapan pagi di bawah.


Senyuman merekah selalu ditampilkan Asloka sejak keluar dari kamar hotel, tapi tidak dengan Anne. Dia merasa dongkol sama suaminya, karena menipunya mentah-mentah.


Tepat jam empat pagi tadi, Anne berniat mandi tapi lelaki mesuum di sebelahnya, masuk ke kamar mandi begitu saja dan menggempurnya sampai jam enam kurang sedikit. Sekarang yang Anne rasakan hanya satu, kakinya lemas, tapi dia harus terlihat biasa saja di depan keluarga nanti.


"Selamat pagi, Pa, Ma, Om," sapa Asloka langsung menarik kursi untuk Anne duduki.


"Duh, pengantin baru, segar banget sih wajahnya," kata Aslan sedikit menggoda anaknya.


"Iya dong, masa harus merengut seperti tidak dapat jatah!" seru Asloka seakan-akan mengejek papanya. Memang sih Asloka sempat mendengar perdebatan orang tuanya, hanya sedikit bukan banyak. Intinya, papanya tidak mendapat jatah karena salah bicara.


"Eh ... itu, ahh lupakan." Aslan tak jadi meneruskan ucapannya, dia terlalu takut untuk mengungkit kejadian tadi malam.


"Laka, Mama kasih tahu ya! Kalau kamu sudah punya istri jangan pernah muji wanita lain, kalau sampai kamu seperti itu, mending tinggalin saja Laka, An!" cetusnya semakin menatap benci pada Aslan.


"Ma, Papa tidak sengaja kemarin, sumpah. Itu hanya reflek tidak serius, bagi Papa yang paling cantik hanya Mama," kata Aslan tapi Ega menggeleng cepat.


Ega kepalang kesal, dia juga masih ingat suaminya memuji seorang tamu undangan dan dengan terang-terangan berkata 'Suaminya sangat beruntung, karena memiliki istri seperti dia'


'Memang dia tidak beruntungkah menikah denganku? Dasar lelaki bangkotan, awas saja tidak ada jatah tiga bulan!' batinnya sangat dongkol.


"Sudah ah, jangan berantem terus. Kita sarapan dulu, isi tenaga setelah itu aku mau buat anak lag β€” aduh!" pekiknya sangat kencang saat sebuah cubitan melesat di pinggangnya.

__ADS_1


Cubitan itu sangat kecil, tapi sensasinya itulah. Sangat sakit sekaligus panas, mantap lah pokoknya cubitan nyonya Laka.


"Kamu tidak lupa dengan janjimu kan, setelah sarapan kita kemana!" bisik Anne sambil tersenyum paksa.


"Iya, masih ingat Sayang. Aku hanya bercanda kok, tenang saya, nanti kita lanjut setelah dari makam," balas Asloka setengah cengengesan.


"Issshh! Mesuuuuummm!" teriaknya tak sadar di depannya masih ada mertua juga omnya.


Semua orang hanya bisa tersenyum dalam hati dan berdoa agar Anne segera mengandung, mereka juga sudah tak sabar memiliki cucu-cucu menggemaskan seperti orang lain.


Acara sarapan pagi pun berlangsung dengan tenang, mereka sangat menikmati hidangan di hotel ini. Pelayanannya juga sangat bagus, hingga mereka merasa termanjaka.


Setelah selesai makan, mereka bersiap-siap akan meninggalkan tempat itu, begitu juga Raynald. Hari ini dia akan kembali ke Paris sementara waktu untuk membujuk istri, serta anaknya agar mau tinggal di Indonesia.


"Iya Sayang, Papa harus membujuk tante mu agar mau tinggal di Indonesia," balas Raynald sangat lembut.


Anne tersenyum mendengar ucapan Raynald, setidaknya lelaki ini tidak akan meninggalkannya seperti kedua orang tuanya. "Papa janji?"


"Iya Janji, setelah semua beres, Papa akan kembali ke Indonesia. Toh nanti yang membantu mu mengurus perusahaan siapa lagi, kalau bukan Papa?" tanyanya sambil mengelus lembut pipi Anne.


"Terima kasih, Pa. Aku tunggu Papa kembali ke Indonesia, bersama tante dan juga Kak Yudha."


Raynald mengangguk pasti, setelah itu mereka bertiga memutuskan untuk ke makam Edward bersama-sama. Sebelum berangkat, mereka memilih mampir ke toko bunga untuk ziarah kubur.

__ADS_1


Sesampainya di pemakaman, mereka langsung mengirim doa untuk Edward. Anne juga tak henti-hentinya menangis, dia merasa menjadi anak durhaka karena tidak pernah mengetahui siapa papa kandungnya.


Selama ini dia selalu mengikuti dan percaya ucapan mantan mertuanya, yang ternyata memanfaatkan kepolosannya hanya demi harta.


'Pa, aku janji. Semua akan ku rebut kembali, papa tenang di surga ya. Besok, aku berniat mengunjungi mama, nanti akan ku titip salamkan papa, love you.'


...🌾🌾🌾🌾...


Emak : 😭😭😭😭


Asloka : Emak kenapa?


Emak : Emak tuh sedih, perasaan nulis sudah di hati-hati banget, tapi kenapa typo masih aja nyantol. Padahal emak sebelum kirim udah chek teliti, tapi masih aja nyempil dua 😭😭😭😭


Asloka : Duh cup cup, sini nggak perlu nangis. Ini aja untung-untungan loh emak bisa nulis dalam keadaan mata nggak normal, jadi di SUKURIN aja.


Emak : Apa lo bilang, sukurin!


Asloka : typo mak, ehhh tapi itu jujur dari hatiku sih mak.


Emak : anak kurang ajar!!


__ADS_1


__ADS_2