
Anne memasuki area perkantoran dengan penampilan acak-acakan, rambutnya berterbangan kesana-kemari seperti orang depresi berat. Anne juga terus menangis sambil berjalan, memasuki lift.
Beberapa orang menatapnya bingung, ingin bertanya tapi takut salah mengambil keputusan, jadi mereka hanya bisa diam sambil menelpon Raynald, jika keponakannya datang dalam keadaan kacau.
Raynald yang mendengar laporan itu langsung panik. Tanpa memperdulikan jika ada meeting, dia bergegas meninggalkan ruangan dan mencari keponakannya.
"Maaf, saya permisi sebentar. Kalau bisa meeting kali ini diundur, ada hal darurat dan lebih penting dari ini," kata Raynald terus pergi begitu saja.
Raynald mengumpat kesal saat lift tak kunjung terbuka, berkali-kali dia pencet, tapi ya mau bagaimana lagi, lift tidak akan cepat naik jika masih ada penumpang. (Lift khusus sedang rusak)
Ting!
Pintu lift pun terbuka, Raynald bersiap akan masuk, tapi dia urungkan saat melihat keponakannya berdiri di hadapannya dengan keadaan menyediakan. Sungguh, hatinya sangat hancur melihat Anne seperti ini, tanpa ba bi bu, Raynald langsung memeluknya sangat erat.
"Semua akan baik-baik saja, Sayang." Walaupun tak tau masalahnya apa, tapi Raynald yakin keponakannya ini memiliki masalah besar.
"Hiks, Papa."
Anne menangis sangat kencang, dia meraung-raung di pelukan Raynald. Dia tumpahan segala sakit hatinya di pelukan Raynald sampai banyak orang menatap mereka kebingungan begitu juga Geo.
Setelah Raynald memutuskan untuk mengakhiri Meeting, Geo memutuskan untuk membereskan berkas-berkasnya, setelah selesai dia segera keluar dari ruangan. Tapi, baru saja dirinya keluar, sudah melihat pemandangan menyayat hatinya.
"An, kamu kenapa?" tanya Geo sangat lembut. Dia ingin sekali memeluk Anne, tapi Geo sadar, jika Anne bukan miliknya lagi.
"Kau!" Anne menatap sengit ke arah Geo, sedangkan Geo bingung kenapa Anne seperti marah padanya.
"Ada apa, An—"
"Kamu jahat!" teriak Anne langsung mendorong tubuh Geo. Amarahnya sangat tinggi, bahkan Anne ingin sekali membunuh Geo saat ini juga.
"An, kamu kenapa Sayang." Raynald ikut panik melihat kondisi keponakannya.
"Apa salahku ha? Apa? Tega kamu Geo, kamu menghancurkan semua impianku untuk memiliki anak, puas kamu puas!" teriak Anne semakin tak terkontrol. Anne bahkan terus memukul-mukul dada Geo, dia hanya bisa menjerit merasakan sakit, benci menjadi satu.
__ADS_1
"Apa maksudmu, An. Aku tidak paham, tolong jelaskan." Geo berusaha memeluk Anne tapi dicegah oleh Raynald.
"An, lihat Papa. Jelaskan ada apa, Nak. Katakan, jangan membuat Papa bingung. Jujur, Sayang," kata Raynald terus menangkup pipi Anne agar menatap dirinya, tapi sayang Anne terus melirik Geo.
"An, dengarkan Papa!" bentak Raynald membuat Anne melemas, dia merosot kebawah sambil terus menangis.
"Geo jahat, Pa. Geo merusak semua masa depanku, Geo ... Geo ... huaaa, semua sudah hancur Papa." Anne langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Sungguh hatinya sangat hancur, impiannya memiliki anak banyak seakan-akan musnah begitu saja dari hadapannya.
Raynald tak paham dengan maksud Anne, dia akhirnya menggendong keponakannya itu dan membawanya masuk ke dalam ruangannya. Sean juga segera menghubungi Asloka agar cepat datang ke kantor.
Sedangkan, Geo tanpa sadar air matanya mulai menetes. Dia tak tahu kesalahan apa yang dia perbuat sampai membuat Anne seperti ini, tapi Geo sangat yakin, jika mantan istrinya sangat terluka.
"Kamu kenapa, An."
***
Asloka berlari masuk ke dalam kantor dengan sangat cepat, beberapa kali juga dia menabrak seseorang, tapi Asloka tak peduli itu. Yang paling penting dia harus segera sampai rungan Raynald.
"Dimana, Anne!" serunya saat melihat Sean keluar dari lift.
"Ceritanya panjang, intinya semua gara-gara keluarga Geo. Aku minta tolong sama kamu, hancurkan keluarga Geo, kalau perlu rampas juga bagian dia di perusahaan ini!" tegasnya dan Sean hanya bisa mengangguk patuh.
Setelah lama mereka berbincang-bincang, tak terasa lift yang mereka tumpangi sudah sampai di tempat tujuan. Asloka, yang mengetahui itu segera keluar dan masuk ke dalam ruangan Raynald.
"Om, bagaimana keadaan Anne?" tanya Asloka.
"Shut, jangan keras-keras. Anne baru saja tidur, Dokter Angga baru saja memberikan suntikan penenang," balas Raynald sedikit berbisik.
Asloka mengangguk paham, setelah itu Raynald mengantar Asloka masuk kedalam kamar pribadi di kantor Raynald untuk melihat keadaan Anne.
Saat mereka masuk, terlihat Angga masih mengecek kondisi Anne, Asloka juga sedikit kaget, ketika melihat tangan Anne dipasang jarum infus. Sekacau itu kah istrinya, sungguh Asloka merasa bersalah sampai kecolongan tadi.
"Kamu bagaimana sih, Laka. Sudah Laura katakan obatnya segera diminum, tapi malah jadi seperti ini," cerocos Angga.
__ADS_1
"Aku kecolongan, Ngga. Tadi dia diam di kamar, saat aku ke dapus buat susu Anne kabur," jelas Asloka sambil mengusap wajahnya sangat kasar.
"Lain kali jangan seperti itu, dia sudah terlalu terguncang, jadi kamu harus extra ketat menjaga Anne," balas Angga terus memasukkan peralatan periksanya ke dalam tas.
Dia juga berpesan agar membiarkan Anne istirahat di sini beberapa jam, jangan sampai mengganggunya, sehingga membuat ketenangan Anne menjadi terganggu lagi. Bukan hanya itu saja, Angga sengaja meninggalkan Salsa untuk berjaga-jaga jika cairan infus Anne habis.
Setelah kepergian Angga, Asloka mendekat ke arah istrinya. Dia mengusap lembut puncak kepalanya Anne, sesekali Asloka juga mencium keningnya. Rasanya sangat sakit melihat kondisi Anne seperti ini, tapi Asloka harus tegar, agar suasana tidak semakin rumit.
"Laka, bisa bicara sebentar?" panggil Raynald.
"Bisa, Om."
Mereka pun memutuskan untuk keluar dari kamar, karena tak mau mengganggu Anne. Setelah sampai di ruangan kerja, mereka memutuskan duduk bersisian sambil memijat-mijat ujung hidung mereka secara bersamaan.
"Sebenarnya ada apa? Papa tadi bingung melihat Anne seperti ini, apalagi saat melihat Geo. Emosi istrimu langsung naik, bahkan histeris," kata Raynald.
"Huft, ini semua gara-gara keluarga Geo. Om tau, ternyata selama ini Anne tak kunjung hamil karena dia pernah menjadi KB steril dan semua rencana keluarga Geo agar Anne tidak hamil saat menjalani pernikahan," kata Asloka sangat kesal.
Sebenarnya Asloka ingin membunuh manusia dajjal itu, tapi Asloka tak mau mengotori tangannya. Lebih baik, dia fokus pada Anne, apalagi kondisi jiwanya sedang tidak stabil.
"Kamu serius, Laka?"
"Serius, Om. Tadi pagi kita ke dokter dan hasilnya seperti itu, besok sebenarnya Anne harus menjalani tes untuk memastikan semua benar atau tidak, tapi melihat kondisi Anne seperti ini, lebih baik di undur terlebih dulu." Asloka memikirkan keadaan istrinya.
"Bagaimana bisa sampai Anne kecolongan, padahal KB seperti itu harus melewati pembedahan." Raynald jadi geram sendiri mendengar cerita Asloka.
"Itu masalahnya, Om. Anne di tipu, mereka mengatakan jika Anne menjalani operasi usus buntu. Aku benar-benar tak habis pikir sama mereka, demi harta mereka rela melakukan segala hal," ucap Asloka sekali lagi.
Mendengar semua, Raynald benar-benar murka. Tangannya mengepal kuat, 'belum puas kamu membunuh saudaraku, sekarang keponakan ku juga kau hancurkan. Lihat saja, Geo, seluruh keluargamu akan menderita!' batin Raynald murka.
Setelah itu, Raynald menyarankan agar melaporkan dokter yang menangani Anne, Asloka juga setuju dengan usul Raynald. Jadi Asloka memutuskan untuk melaporkan semua ke pihak berwajib.
...****************...
__ADS_1
Hai emak kembali, jangan sampai mewek ya cukup emak yang mewek. ᥬ😭᭄ ᥬ😭᭄