
Anne berjalan memasuki perusahaan Sanjaya Grub dengan langkah anggun, Anne juga menggandeng lengan suaminya dan berjalan seiringan sehingga menimbulkan kegaduhan di seluruh sudut kantor.
Anne merasa nervous ketika melihat beberapa pasang mata menatapnya sambil berbisik. Jujur dia sangat risih, tapi mau bagaimana lagi? Kedatangannya bersama Asloka ke kantor ini, memang membuat banyak orang memperhatikan mereka.
"Lihatlah, bukannya itu bu Anne? Kenapa beliau menggandeng lelaki lain ya, setahuku bu Anne itu istrinya pak Geo," lirih salah satu pegawai.
"Iya sih, aku taunya juga seperti itu. Apa mungkin ...."
"Kalian ngeributin apa sih! Bingung kenapa Anne bisa bersamaku? Kalau iya, aku jawab langsung agar kalian tidak penasaran! Dia adalah istriku sekarang, jadi jangan pernah kalian menyangkut-pautkan istriku dengan manusia sampah itu!" tegas Asloka membuat anak-anak bergidik ngeri.
"Ma-maaf, Pak," lirih mereka sambil menunduk takut.
"Bilang apa tadi? Pak? Sebut aku Tuan, paham kan Tuan Asloka!" protes Asloka semakin memperburuk perasaan mereka.
"Ba-baik, Tuan Asloka."
Mereka tak berani bicara lagi, diam itulah yang dilakukan mereka. Sedangkan, Anne hanya bisa geleng-geleng mendengar ucapan suaminya ini.
"Laka, jangan terlalu keras. Wajar jika mereka bingung, kan mereka belum tau semua yang terjadi. Rubahlah sikap sok kuasamu, jika ingin tetap bersamamu sampai tua nanti," tegur Anne sangat lirih.
Bagaimanapun juga, dia tidak ingin menjatuhkan harga diri suaminya di depan karyawan. Jadi, sebisa mungkin Anne bicara dengan nada kecil.
"Dia perlu disiplin, An. Tidak baik selalu membicarakan seseorang dari belakang, apalagi ini wilayah kantor," kata Asloka mulai menampilkan wajah adem.
Anne tersenyum sambil menggenggam tangan suaminya. "Aku tidak melarangmu untuk menegur mereka, aku hanya mau kamu turunkan sedikit sikap sok berkuasa. Mereka juga manusia punya hati seperti aku, jika aku diposisi mereka, mungkin sangat sakit hati," jawab Anne semakin lembut.
"Ingat, menyelesaikan masalah tidak harus dengan kekuatan kan? Bicara baik-baik, bisa juga kamu panggil mereka ke ruangan dan tegur mereka di sana, bukan di tempat terbuka seperti ini," jawabnya lagi.
Asloka pun terdiam sambil mencerna ucapan istrinya. Memang dia akui, sikapnya tadi sangat keterlaluan. Tapi, semua karena rasa cemburu. Siapa sih yang rela istrinya masih dianggap milik orang lain, siapapun tidak akan ada yang mau. Begitu juga dirinya tadi. Telinga dan hatinya langsung panas, saat para karyawan mulai berbisik-bisik.
__ADS_1
"Maaf," ucap Asloka sangat tulus sehingga membuat Aron terbelalak.
'Ini benar Tuan Asloka kan? Kenapa jadi seperti ini, padahal Tuan terkenal tidak mau mendengar pendapat orang lain. Sungguh, Nyonya membawa dampak positif bagi Tuan,' batin Aron.
"Aku maafkan, lain kali jangan seperti itu lagi," balas Anne. Setelahnya mereka kembali masuk ke dalam kantor dan menuju ruangan Geo.
***
Di tempat lain, Geo sedang asik menonton film grape grape. Dia hari ini sangat bergairah tapi malas mengajak Julia, entahlah semenjak bercerai dengan Anne, hasrat nya pada Julia mendadak hilang. Tak ada lagi rasa ingin meniduri wanita itu, hanya Anne saat ini yang selalu ada di bayangannya.
"Aahh, Anne kau sangat nikmat! Terus sayang, kulum sampai masuk ke kerongkongan!" teriak Geo semakin mengocok barang kakunya.
Geo benar-benar tak bisa menahan lagi, dia memejamkan matanya saat merasa akan mencapai puncak. Fantasi nya juga semakin liar dan semakin menjerit memanggil mantan istrinya, hingga saat semua akan mencapai puncak tiba-tiba.
Brakkk!
"Ahh, ****! Siapa kamu!" Geo mengumpat kesal, dia segera memasukkan batangannya dan menatap kesal pada seorang laki-laki di depan pintu.
"Anne!" seru Geo langsung menampilkan wajah bahagia. Tapi itu hanya sesaat saja, karena setelahnya Geo melihat Asloka meraih pinggang Anne secara posesif.
"Ehem! Ada apa kalian kesini, kita tidak memiliki urusan, kenapa β"
"Seperti ini kah seorang Geo Sanjaya? CEO muda terkenal baik, tapi ternyata akhlaknya di luar dugaan. Menjadikan istri orang sebagai fantasi liarnya, apakah ini termasuk sikap yang baik?" Sindir Asloka langsung tanpa mau berbasa-basi.
Jujur, awalnya Asloka ingin masuk secara baik-baik. Tapi, mendengar ******* Geo sambil memanggil nama Anne membuat darahnya mendidih. Bahkan, Asloka ingin membunuh Geo saat ini juga, tapi di larang oleh Anne.
Sedangkan Anne juga menyayangkan semua ini, kenapa sampai Geo tidak memasang peredam suara, sehingga dia membiarkan para pegawainya mengetahui apa yang Geo lakukan di dalam.
"Itu bukan urusanmu!" seru Geo tak kalah lantang.
__ADS_1
"Itu menjadi urusanku, Geo! Anne istriku dan aku tidak ikhlas dunia akhirat jika dia kau jadikan fantasi bejatmuu itu, sialan!"
Asloka benar-benar tak bisa menahan diri lagi, dia langsung menonjok wajah Geo berkali-kali sehingga tubuh lelaki itu terhuyung ke belakang. Geo tak bisa melawan, karena dia mendapatkan serangan secara mendadak dari Asloka.
"Laka, stop!" seru Anne takut jika suaminya kena masalah.
"Aron singkirkan Anne, aku tidak ingin dia kenapa-napa!" teriak Asloka.
"Baik Tuan."
"Nona, lebih baik anda ikut saya. Jangan ganggu Tuan jika keadaannya seperti ini," kata Aron.
"Tapi, Laka bagaimana?" tanya Anne semakin takut.
"Yakinlah, tuan baik-baik saja." Aron meyakinkan Anne.
Walaupun berat, mau tak mau Anne harus menurut pada Aron. Dia keluar dari ruangan dan memilih menunggu di luar, teriakan serta umpatan pun kembali Anne dengar. Rasa cemas semakin tinggi, ingin melihat tapi dicegah Aron.
Para karyawan juga mulai berdatangan karena mendengar pertengkaran suaminya dengan Geo, tapi Anne tak perduli itu, karena saat ini Anne sangat mengkhawatirkan suaminya di dalam sana.
"Semoga Laka baik-baik saja, Tuhan."
...πΎπΎπΎπΎ...
Asloka : Woee, kenapa baru update? Gue sudah cantengan ini nunggu, masa dari pagi sampai petang baru update sebiji!
Emak : Mulutmu ya! Nggak ada sopan santun nya, kau tau nggak sih, emak ini lagi mager!
Asloka : Dih mak, jangan mageran. Sayang kalau libur, nanti aku nggak bisa wk wk ππ
__ADS_1
Emak : Wk wk libur pokoknya libur!