
"Aku menginginkanmu, Sayang."
Tanpa menunggu lama, Asloka langsung mencium istrinya sangat lembut. Dia sesaap dan nikmati secara perlahan, tangannya juga tak bisa diam terus menelusuri setiap inci tubuh Anne.
"Aaahh ...." Anne mendesahh kuat saat jemari Asloka berhasil masuk ke dalam kain segitiga tipis miliknya. Jemari-jemari berotot suaminya terus memainkan benda kecil nan mungil di dalam sana, sehingga membuat tubuh Anne mengelijang.
Jika Asloka gemas, dia akan mencubit kecil daging kecil berlendir itu. Rasa gemas juga semakin tinggi, ketika lengguhan Anne terus lolos dari bibirnya.
"Aku ingin ini," ucapannya sambil meremass gemas bukit kembar Anne.
"Bukalah, semua milikmu. Apapun yang ada di tubuhku, sudah aku serahkan semua padamu saat ijab kabul terucap," bisik Anne sangat sensual.
Setelah itu Anne mengulum telinga Asloka. Dia terus merangsang suaminya sampai lelaki itu juga mendesahh menikmati semua, sebenarnya Asloka heran saat istrinya mulai tau titik sensitifnya, tapi masa bodolah yang penting nikmat.
"Kamu mulai nakal, Sayang," ucapnya sambil melepaskan dress istrinya dan membuangnya secara asal.
"Nakal sama suami sendiri tidak ada yang melarang, Sayang. Toh, aku juga belajar darimu, jadi wajar aku ketularan nakal sepertimu," kata Anne dengan tatapan menggoda.
Asloka terkekeh mendengar jawaban Anne, tak mau menunda-nunda main kuda-kudaan, Asloka memutuskan membuka pengait bra istrinya sehingga dua bukit kembar itu menyembul keluar.
"Seperti pepaya gantung. Eh, bukan kalau pepaya gantung panjang, sedangkan ini bulat berisi, juga kenyal," ucap Asloka terus memainkan dua bukit Anne.
"Tidak sekalian batok kepala saja, kan bulet." Anne tertawa mendengar jawabannya sendiri, rasanya geli-geli gimana gitu saat membahas bentuk dadanya.
"Jangan ah, batok kepala keras, juga berambut. Tidak bisa di nikmati, mending ini empuk dan bisa di kenyot," kata Asloka.
Anne hanya bisa geleng-geleng mendengar suaminya bicara seperti itu, setelahnya Anne melihat Asloka memasukkan salah satu puncak dadanya ke dalam mulut.
Lelaki itu terus menyedotnya sangat kuat, ketika gemas Asloka akan menggigitnya. Sedangkan Anne hanya bisa menikmati semua, area keewanitaannya mulai berkedut merasakan raangsangan dari Asloka.
Merasa puas dengan dada kiri, Asloka pindah ke dada kanan, terus seperti itu sampai Anne keenakan dan selalu menekan kepala suaminya, saat Asloka berniat melepaskan kulumannya.
"Sekarang gantian aku yang kamu puasin, aku ingin mulutmu memuaskan si lele," kata Asloka melepaskan dada Anne begitu saja sampai sang empu merasa kehilangan.
"Bagaimana caranya?" tanya Anne berusaha mengatur nafasnya. Ayolah gara-gara permainan lidah Asloka di dadanya tadi, Anne sempat ingin meledak, tapi gagal karena suaminya ingin diberikan servis melalui mulut.
"Kulum dia, An. Rasakan dia seperti kau menikmati ice cream vanila, anggap saja ini pelajaran kedua mu, tentang memuaskan pasangan."
Deg!
Detak jantung Anne pun menjadi tak beraturan, dia paham sekarang dengan permintaan suaminya. Jadi, dia harus melakukan ******* atau bisa dibilang memanjakan lele berurat milik suaminya menggunakan mulut.
__ADS_1
Anne masih terdiam kaku, ingatan bersama mantan suaminya kembali terlintas. Dia masih ingat terakhir kali, Geo memaksanya mengulum miliknya secara paksa. Awalnya Anne menolak tapi Geo dengan kasar memasukkan benda itu secara sepihak dan mencari kepuasan sendiri.
Kala itu Anne sampai tersedak, karena Geo mendorong miliknya sampai mentok tenggorokan, tanpa memikirkan dirinya hampir mati karena itu. 'Apakah Asloka akan melakukan hal sama seperti Geo, tapi jika aku menolak, sama saja aku membuat Asloka kecewa,' gumam Anne kebingungan.
Lama Anne berdiam diri di hadapan suaminya, sampai dia merasakan sebuah tangan menggenggam lembut punggungnya. "Kita skip saja, masih banyak cara lain," ucap Asloka seakan-akan paham pikiran Anne.
"Tidak, aku akan melakukannya," putus Anne tak mau mengecewakan Asloka. Tangannya pun langsung terulur ke celana suaminya, dengan perlahan Anne membuka resleting Asloka.
Setelah terbuka, barulah Anne sedikit menurunkan celana Asloka, sehingga benda besar dan berurat terlihat jelas, berdiri kokoh seperti tiang listrik.
Glek!
Anne menelan ludahnya sangat kasar, selama seminggu menjadi suami Asloka, baru kali ini Anne melihat jelas bentuk lele suaminya. 'Sebesar ini, ya Tuhan. Jelas aku merasa sakit saat melakukan malam pertama, ternyata dia sangat gemuk, juga panjang. Kalau di ukur berapa cm ya ini,' batin Anne terus menatap milik Asloka tanpa berkedip.
"Aku tau dia menggiurkan, tapi aku cemburu jika kau lebih terpikat pada dia!" seru Asloka langsung menutup lele berurat miliknya dengan tangan sampai Anne tersentak kaget.
Sungguh, Asloka sangat cemburu. Selama ini Anne tak pernah menatapnya seperti itu, biasa-biasa dia dikalahkan oleh batangan nya sendiri.
"Kamu cemburu dengan barangmu sendiri, Laka?" tanya Anne tak habis pikir.
"Iya, kamu terlalu memandangnya sangat lekat, seperti memuja. Sedangkan menatapku, biasa saja," balas Asloka merajuk.
Sungguh, Anne tertawa terbahak-bahak kali ini, hanya karena dirinya kaget melihat ukuran barang suaminya, semua jadi di salah artikan oleh Asloka.
"Bagaimana tidak tertawa, kamu cemburu dengan benda mati, eh terkadang hidup sih. Lagian ya, aku tetap memilihmu kok, walaupun dia tak bereaksi lagi seperti dulu. Karena yang menemaniku sampai tua nanti hanya kamu, bukan dia," kata Anne sambil mencium sekilas bibir suaminya.
Setelah itu tangan Anne bergerak menyingkirkan tangan Asloka dan segera memegang kendali benda sekeras batu itu, dia perlahan-lahan mulai mengurut milik Asloka, sehingga membuat sang empu mendesis keenakan.
Puas dengan mengurut, Anne semakin penasaran dan ingin mengulum barang Asloka. Dengan jantung berdetak kencang, Anne memberanikan diri untuk mengecup puncak kepala, berbentuk seperti jamur.
"Aahh, kamu sengaja menyiksaku An?" tanya Asloka sambil memejamkan matanya kuat. Dia terus merasakan miliknya dimainkan secara perlahan, sehingga membuat kepalanya jadi pusing.
Melihat istrinya ribet dengan rambut panjangnya, Asloka berinisiatif menyingkirkan helai demi helai rambut Anne. Bahkan, Asloka mau menjadi jepit rambut bagi istrinya agar kegiatan mereka tidak terganggu.
"Lebih dalam, Sayang." Erangg Asloka saat Anne memasukkan lele beruratnya kedalam mulut, memang tidak masuk semuanya tapi Asloka merasa mentok, hampir ke tenggorokan istrinya.
Asloka semakin melayang, istrinya sangat pandai membuatnya ingin meledak, walaupun masih sedikit kaku, tapi Asloka tetap terpuaskan saat lele beruratnya keluar masuk ke dalam mulut Anne.
"Aku sudah tidak tahan!" Asloka melepas paksa miliknya. Dia tidak ingin meledak di dalam mulut Anne, jika sampai semua terjadi, maka dirinya akan merasa sangat bersalah.
"Sudah selesai?" tanya Anne kebingungan. Jelas-jelas dia merasa Asloka akan meledak, tapi suaminya langsung menarik semua secara cepat.
__ADS_1
"Aku tidak mau mengotori mulutmu, Sayang. Sekarang biarkan aku memuaskanmu," balas Asloka langsung menerjang bibir Anne.
Asloka terus mengecup setiap inci tubuh Anne dan tak lupa juga melepas kain segitiga milik istrinya, sampai beberapa menit kemudian Anne merasakan benda asing memasukinya.
Anne menjerit nikmat, dia mencengkram erat lengan Asloka saat merasakan benda panjang dan keras itu keluar masuk ke dalam goa bergerigi.
Begitu juga dengan Asloka, dia semakin
bersemangat memompa dirinya, apalagi milik Anne terasa sangat ketat dan terus menyedot vennis nya. (Iklan pemutih pakaian 🙉)
Surga dunia yang mereka raih bersama-sama semakin terasa nikmat, mereka berdua juga melupakan semua pekerjaan mereka dan lebih memilih memadu kasih di dalam ruangan ini. Desahann demi desahann mereka loloskan, ketika penyatuan itu semakin kencang.
"Sayang, aku mau keluar!" teriak Anne langsung di respon kecepatan tinggi oleh Asloka.
Bukan hanya Anne yang akan meledak, tapi dirinya juga. Sehingga Asloka semakin mempercepat tempo penyatuan mereka sehingga tubuh Anne tersentak kencang.
"Ceplok ceplok ceplok ceplok ceplok ceplok ceplok ceplok ceplok ceplok ceplok ceplok ahh ahh, aku keluar!!!"
Hentakan terakhir pun Asloka berikan, miliknya juga dia tancapkan sangat dalam, sampai mentok ke dinding rahim istrinya. Kulitnya juga meremang, saat menikmati sisa-sisa pelepasannya.
Sedangkan Anne hanya bisa memejamkan mata sambil menikmati semua, dia juga meledak sangat dahsyat sampai tak kuat membuka matanya.
"Terima kasih, Sayang."
...🐍🐍🐍...
Asloka : Mak Mak ada yang penasaran sama ukuran lele ku.
Emak : Masa? mana-mana, sini coba lihat.
Asloka : Ada deh, kasih tau dong mak seberapa ukuran lele nan berurat ini.
Emak : Yakin mau? Nggak nyesel kan nantinya?
Asloka : Tidak!
Emak : Tunggu aku fotoin dulu, cepat buka dan emak mau pamerin.
Asloka menurut dia membuka celananya dan Emak memotret. jeng jeng jeng, inilah bentuknya silakan pikir sendiri 😂😂😂😂
__ADS_1