Hasrat Tuan Asloka

Hasrat Tuan Asloka
HTA - 57. Hamil


__ADS_3

Hoeek! Hoeek! Hoeek!


Terdengar suara seseorang memuntahkan semua isi perutnya dari dalam kamar mandi, Anne yang masih enak-enak tidur, menjadi terusik dan menjadi penasaran.


"Kok suaranya seperti Laka ya?" Merasa khawatir, Anne segera turun dari tempat tidur dan segera berlari ke kamar mandi.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Anne sedikit berteriak. Dia ingin masuk, tapi sayangnya pintu di kunci dari dalam.


Tak mendengar jawaban, Anne terus menggedor pintu kamar mandi sampai terdengar nyaring di kamarnya. Anne benar-benar takut, takut terjadi sesuatu pada suaminya.


"Laka, jangan buat panik!" teriak Anne siap-siap menangis.


Tapi, tak lama setelah itu Anne melihat pintu kamar mandi terbuka. Dia langsung menerobos masuk dan matanya melihat suaminya kembali ke arah wastafel untuk memuntahkan seluruh isi perutnya.


"Kamu kenapa?" Anne berlari kecil ke arah asloka, setelah itu dia memijat tengkuk Asloka agar sedikit mendingan.


"Aku tidak tau, tadi saat bangun perutku seperti di kocok-kocok. Kepalaku juga sakit sekali, sepertinya aku salah makan deh," balas Asloka sangat lemas.


Anne membantu suaminya membasuh wajah, perlahan-lahan dia mengelap seluruh wajah Asloka penuh kasih. "Kamu masuk angin kayaknya, ayo masuk kamar biar aku olesin balsem, terus di kerok agar mendingan," katanya sambil membantu Asloka berjalan keluar dari kamar mandi.


Sesampainya di ranjang, Anne menyuruh Asloka membuka baju. Tentunya dia menurut, apapun yang Anne lakukan Asloka akan pasrah, sampai akhirnya dia merasakan urutan kecil di punggungnya.


"Enak?" tanya Anne penuh harap.


"Enak, Sayang. Sakitku langsung hilang setelah kamu urut, sepertinya kamu cocok jadi tukang urut." Candanya langsung mendapat hadiah cubitan kecil di pinggiran pinggang.


"Aduh sakit," pekik Asloka. Rasanya benar-benar panas sampai membuat Asloka menggeliat kesakitan.


"Itulah akibatnya, kalau kamu selalu menggodaku. Sudah ah, aku mau mandi setelah itu buat sarapan, ingat hari ini ada meeting katamu," cetus Anne beranjak dari tempat tidur.


Dia tak mau menatap suaminya lagi, sebab itulah dia memutuskan segera mandi. Selesai mandi, Anne melihat dirinya di depan cermin. Dia merasa ada yang berbeda, bajunya terasa sedikit ketat, juga perutnya agak menonjol walaupun sedikit.

__ADS_1


"Laka, kamu melihat ada yang aneh tidak dengan tubuhku?" hanyanya masih menatap cermin,


"Aneh gimana? Aku hanya melihat kamu sedikit montok sekarang, apalagi di bagian ini!" Asloka langsung meremaas gemas buah dada istrinya.


"Ih, sakit tau. Sudah aku bilang jangan terlalu kencang, dadaku sekarang sensitif banget, tersenggol sedikit saja sakit loh," marahnya sambil mengelus lembut buah dadanya.


"Kok sering sakit sih, An. Kita periksa saja yuk, lagian kita seharusnya kembali kontrol dulu, tapi kamu bilang nanti terus sampai dua bulan lamanya, tau seperti ini kita kembali ke dokter Laura," keluh Asloka.


Memang dua bulan lalu, Anne harusnya kembali kontrol. Tapi, Anne menolak dengan alasan jika dia tidak mau kecewa lagi. Lebih baik berjalan apa adanya, sampai dua bulan pun berlalu.


"Aku juga tidak tau bakalan seperti ini, Laka." Anne menunduk lesu.


"Ya Sudahlah tidak perlu berdebat, lebih kita ke dokter Laura saja. Tidak perlu membuat sarapan, kita makan di kantin rumah sakit saja!" titah Asloka tak bisa diganggu gugat.


Mau tak mau Anne harus ke rumah sakit, Asloka tak mau mengambil resiko berat. Jika sampai terjadi sesuatu pada istrinya, Asloka tidak akan memaafkan dirinya sendiri.


Sesampainya di rumah sakit, mereka langsung mendaftarkan diri. Sebenarnya dia ingin ke bagian khusus masalah gunung kembar, tapi Asloka mengurungkan niatnya sekalian ingin melihat hasil dari program mereka dua bulan lalu.


"Itu hal wajar, Pak. Apalagi di trimester pertama, pasti nyeri dada dan morning sickness sering terjadi," jawab dokter Laura.


"Maksudnya bagaimana, Dok? trimester pertama? Morning sickness, saya belum paham bahasa medis," jelas Asloka yang ternyata lebih cerewet dari Anne. Tak apa lah dia dikatain seperti emak-emak rempong, yang penting dia mengetahui kondisi istrinya.


"Bapak belum tau ya, kalau bu Anne sedang mengandung?"


Deg!!


Anne maupun Asloka menjadi diam, mereka masih bingung mencerna ucapan dokter Laura. Sehingga mereka berdua hanya melongo, menanti penjelasan dokter lebih lanjut.


"Dari expresi kalian benar dugaan saya. Saya ucapkan selamat ya pak Asloka, bu Anne saat ini tengah mengandung dan usia kandungan bu Anne memasuki usia 12 minggu. Program hamil yang kalian jalani selama hampir satu tahun ini akhirnya membuahkan hasil," ucap Dokter Laura sangat bahagia.


Dia turut bahagia, di dalam proses mereka menjalani program kehamilan tidak mudah, apalagi sempat ada insiden masa lalu Anne. Bahkan, dokter Laura berpikir Anne sangat cepat mendapatkan hasil yang sangat memuaskan ini.

__ADS_1


"Apakah Dokter serius?" tanya Anne berkaca-kaca.


"Iya, bu Anne. Lihatlah monitor di depan Anda, disini ada dua kantung janin, itu tandanya bu Anne mengandung anak kembar dan mereka berdua sangat aktif," jelas dokter Laura sekali lagi sambil menunjukkan di mana posisi bayi mereka.


Anne menangis haru, akhirnya dia bisa merasakan yang namanya mengandung. Sejenak Anne menatap suaminya, terlihat sekali jika suaminya itu menangis.


"Laka, aku hamil," lirih Anne dan Asloka langsung mendekati Anne dan mencium seluruh wajahnya.


"Itu anak kita, An. Akhirnya aku menjadi Bapak, terima kasih Sayang. Aku sangat mencintaimu, selamanya aku hanya mencintaimu."


...****************...


Asloka : mak, kamu hutang penjelasan pada kami. kenapa episode sebelumnya hanya iklan tanpa judul. 🤧


Emak : Iya mak mau jelasin ini, jadi begini. ada temen emak mau emak promosikan, tapi emak salah ambil salinan nya. 🤧


mana belum di kasih judul, tapi yasudah lah dah di benerin tapi belum lolos.


Asloka : oh jadi gitu, terus kenapa nggak update beberapa hari ini. kenapa molor banget nggak kayak dulu, garcep!


Emak : Dirimu tau loh emak sibuk, kau tak tau kah sekarang itu musim kawen. Emak itu ada acara lamaran, nikahan, seratus harian dan nikahan lagi. jadi emak bakal sibuk pakek banget, jadi maaf ya jika update ngaret. karena emak lagi ngundu mantan 🤭🤭


Asloka : Yah, nggak bakal update banyak deh. nggak seru. Padahal aku baru dapat kabar bahagia, seharusnya update banyak. 😭


Emak : nggak seru yo wes laka ... laka, seharusnya kamu kasih emak semangat gitu malah marah mulu kamu, tak pecat jadi anak baru tau rasa kamu. 😤


...****************...


rekomendasi cerita sangat bagus, wajib baca nggak baca nyesel deh. Jangan lupa mampir ya, pokok seru banget.


Judul : Jebakan Ranjang Gadis Belia, Author : Ayu Andila

__ADS_1



__ADS_2