
Asloka menatap sengit ke arah Geo, dia masih murka, tapi semua harus terhenti karena Raynald datang dan menghentikan mereka berdua. Bahkan Raynald menyayangkan semua dan takut image keponakannya akan hancur, karena kejadian tadi.
"Kamu bisa tidak, sabar sedikit saja Laka?Semua selesaikan di luar, bukan di dalam kantor sehingga semua orang mendengar pertikaianmu dengan Geo," tegur Raynald.
"Mana bisa, Om! Misalnya ini terjadi sama Om, apakah Om Raynald bisa menahan amarah? Pastinya tidak!" bantah Asloka masih dalam kondisi marah.
"Kamu benar, Om pasti juga akan marah. Tapi, Om akan melihat posisi. Kita ada di perusahaan, bukan tempat umum. Jangan lupakan beberapa kolega lain, yang sempat melihat kegaduhan tadi!" seru Raynald semakin kesal.
Raynald sampai geleng-geleng, ternyata Asloka sangat keras kepala dan juga terlalu menggebu-gebu. Ini sangat tidak baik baginya, maupun perusahaan nanti, jika Asloka terus mendahulukan emosi.
"Entahlah, aku jadi badmood untuk melanjutkan semua. Aku jadi mikir dua kali untuk menjadikan Anne CEO di perusahaan. Jika jadi, otomatis setiap hari mereka akan bertemu dan aku tidak akan ikhlas!" serunya menjadi bimbang.
Rasa-rasanya Asloka tidak mampu jika benar seperti itu. Tidak, dia tidak mau mengambil resiko besar. Dengan susah paya dia menunggu Anne berpisah sama Geo, tapi sekarang malah mereka akan dekat lagi.
"Jangan ngawur kamu, Laka! Om sudah bela-belain dari Paris pindah ke sini hanya demi Anne, terus kamu mau membatalkan semua begitu saja!" seru Raynald.
"Tapi, Omβ"
"Laka, kamu percaya aku tidak?" Kini Anne yang bicara, mendengar perdebatan mereka membuatnya semakin pusing.
"Kamu ngomong apa sih? Ya jelas percayalah, bahkan seratus persen percaya," balasnya sangat meyakinkan.
"Kalau kamu percaya, berarti tidak perlu takut. Yakinlah, Geo tidak akan berbuat macam-macam, jika pun iya, kan ada Papa juga Seto," kata Anne sedikit menjelaskan agar keraguan di dalam hati suaminya hilang.
"Benar kata Anne, semua sudah berjalan sempurna dan kamu mau melepas semua begitu saja?"
Asloka tak menjawab, dia masih memikirkan semua dengan matang-matang. Toh masih ada waktu beberapa menit lagi, sambil menunggu Erick datang ke kantor.
"Entahlah, kita lihat saja nanti."
__ADS_1
***
Mendengar kabar jika Erick sudah sampai kantor, Asloka serta yang lainnya memutuskan untuk menemui mereka. Asloka juga sudah yakin dengan hatinya, dia tetap akan melanjutkan misi mereka.
Saat ini mereka sudah ada di depan ruangan Geo, sebelum masuk mereka berempat menarik nafas dalam-dalam dan setelah itu masuk bersama di mulai dari Raynald terlebih dulu.
Kenapa harus Raynald? Asloka sengaja melakukannya. Dia ingin tahu bagaimana reaksi Erick setelah melihat Raynald, apalagi wajah Raynald sangat mirip dengan Edward, sampai tak ada perbedaan sedikitpun.
Terlihat sekali saat Raynald masuk, Erick sangat terkejut. Tangan yang tadinya memegang pipi Geo, langsung terlepas begitu saja saat melihat Erick masuk ke dalam ruangan.
"Edward!" seru Erick dengan mimik muka terkejut, bahkan terlihat sangat jelas jika lelaki itu sangat gugup.
"Papa kenal dia?" tanya Geo sambil memegang kain berisi es batu di tangannya.
"Tidak mungkin, ini pasti mimpi. Aku sendiri yang memastikan dia masuk liang lahat, bagaimana bisa seperti ini!" serunya tak memperdulikan pertanyaan Geo.
"Kenapa? Kaget? Apa kamu takut kebusukanmu akan terbongkar?" Raynald terus mendekati Erick sampai mundur beberapa langkah.
"Kau masih hidup!"
"Duh, males banget deh pakek drama terus. Pak polisi silakan masuk dan tangkap orang ini, dia terlalu lama hidup nyaman setelah menghilangkan beberapa nyawa," kata Asloka tak mau basa-basi lagi. Asloka ingin sat set, apalagi bukti juga sudah kuat untuk apa menunggu terlalu lama.
Tak lama setelah itu, datanglah dua polisi berbadan besar memasuki ruangan Geo. Tanpa menunggu lama, dua polisi tadi langsung menyergap Erick.
"Lepas! Aku tidak mau di penjara, lepaskan!" teriak Erick memberontak. Dia tidak ingin masuk penjara, ponakan tidak mau.
"Geo tolong, Papa!" seru Erick meminta tolong.
"Tunggu, atas dasar apa kalian menangkap Papa! Cepat lepaskan dan jangan macam-macam dengan keluargaku, kalian semua!" marah Geo berusaha melepaskan borgol di tangan Erick.
__ADS_1
"Kami memiliki surat penangkapan pak Erick, semua sudah masuk proses hukum dan pak Erick harus ikut kami ke kantor polisi!" jelas polisi.
Geo terus melawan dan tak membiarkan mereka membawa papanya, bahkan Geo berniat ingin ikut mereka, tapi langsung di cegah Asloka.
"Mau kemana?" tanyanya sangat sinis.
"Matamu buta? Papaku di bawa mereka, jelas aku harus mengikutinya!" seru Geo menepis tanya Asloka. Dia tak memperdulikan mereka lagi, untuk saat ini papanya lebih penting dari segalanya.
"Urusan kita belum selesai Geo! Kau harus mengosongkan tempat ini, karena sekarang kau bukan lagi CEO Sanjaya Grob! CEO sesungguhnya adalah Anne, jadi segera kosongkan semua atau aku buang semua barang-barangmu saat ini juga!"
Deg!
Ucapan Asloka tadi berhasil membuat Geo berhenti melangkah dan langsung menatap tajam Asloka, dia merasa telinganya tadi mendengar sesuatu yang sangat mustahil.
"Apa katamu? Coba ulangi lagi, sepertinya telingaku sedikit konslet," kata Geo terus mendekati Asloka.
"KEMASI BARANG-BARANGMU, KARENA CEO SANJAYA GROB BERPINDAH KE ANNE! TELINGAMU MASIH NORMAL KOK, TIDAK TULI-TULI BANGET!" Asloka mengulangi ucapannya sambil berteriak keras di dekat telinga Geo.
Seketika Anne memegang bahu Asloka, dia tidak ingin ada pertengkaran lagi, cukup tadi, jangan sampai ada yang kedua kalinya.
"Tenang Anne, aku masih bisa menahan emosi kok," kata Asloka paham apa yang dikhawatirkan istrinya.
"Bagaimana bisa Anne yang menjadi CEO? Bukankah semuanya sudah dia berikan padaku, kalian pasti ngelindur!" sarkas Geo sambil tertawa kencang.
Dia tidak percaya begitu saja, karena Geo tahu betul kalau Anne sudah menandatangani surat pengalihan semua hartanya pada hari itu. Hari setelah mereka resmi bercerai, jadi mana mungkin aset-aset menjadi milik Anne lagi.
"Kau lupa, Geo. Kaulah yang memberikan semua sendiri dengan sadar, di restoran melati pukul 13:44 hari senin dua minggu lalu. Apakah kau sudah ingat, Geo?"
...πΎπΎπΎ...
__ADS_1
Emak Nokomen, nggak tau mau ngobrol apa sama anak lucknut itu. Oh ya banyak typo loh ya, nanti akan ku edit sekarang mata emak ngantuk π΄π΄π΄