
Malam harinya, Asloka sengaja mengajak seluruh keluarga makan malam di rumahnya. Dia akan memberikan kejutan dan sekaligus mengumumkan kehamilan Anne.
Rasanya Asloka sudah tidak sabar memberi tahu orang tuanya, bahkan sedari tadi kegiatan Asloka hanya melihat jam tangannya. Dia merasa jam menjadi lambat, padahal dia sudah tak sabar.
"Lama banget sih mereka!" gerutunya terus menatap pagar rumah dari depan pintu.
"Sabar, Sayang." Anne sampai geleng-geleng melihat tingkah suaminya.
"Bagaimana mau sabar, satupun dari mereka belum ada yang datang. Niat tidak sih mereka," kesalnya semakin menjadi.
"Masih ada dua puluh menit lagi loh, Laka. Ini belum terhitung terlambat, jadi santai saja. Mending kamu elus-elus perut aku, dedeknya pengen di manja," ucap Anne mengalihkan semua agar suaminya tidak terlalu ngedumel.
Lama-lama Anne juga risih jika suaminya terus mondar-mandir di depan pintu, iya kalau diam dia tidak akan terganggu, tapi mulut suaminya terus ngroweng sampai kepalanya pusing.
"Benarkah?" tanya Asloka terus menuntun Anne duduk di teras rumah. Asloka terus berjongkok di depan istrinya sambil mengelus lembut perut Anne.
"Iya, dia ingin di elus-elus papanya." Anne tersenyum puas, akhirnya ide yang dia utarakan berhasil membuat Asloka diam meskipun hanya sementara.
Lama dia menikmati sentuhan lembut dari suaminya, hingga tak lama setelah itu terdengar mobil berhenti di depan pintu gerbang. Asloka yang dasarnya menunggu kedatangan mereka, sontak mendongak bahagia.
"Elusnya nanti lagi ya, Nak. Kakek dan Nenekmu sudah datang semua, jadi kita harus memberitahu kejutannya," bisik Asloka terus mencium kilas perut istrinya.
Setelah itu, Asloka berdiri bersama istrinya bersiap-siap menyambut kedatangan mereka. "Kalian lama sekali," ucap Asloka langsung memeluk kedua orang tuanya sehingga membuat mereka kebingungan.
"Kamu kesambet apa sih, Laka? Tumben peluk-peluk saat kita datang, biasanya selalu ngusir saat Mama berniat menginap di rumahmu," ucapnya terus menelisik gerak-gerik Asloka.
"Itu hanya perasaan, Mama. Sudah ayo masuk, jangan di luar nanti masuk angin," ajak Asloka terus mereka masuk ke dalam rumah.
"Papamu belum datang, An?" tanya Aslan.
"Belum, Pa. Mungkin sebentar lagi, tadi sempat izin akan datang terlambat, soalnya Elaska rewel," balas Anne.
"Oh, yasudah ayo masuk."
Anne mengangguk, mereka berdua masuk ke dalam rumah. Sembari menunggu Raynald dan keluarganya datang mereka memutuskan untuk berbincang-bincang sejenak, sampai akhirnya orang yang di tunggu-tunggu datang.
Kini semua keluarga telah berkumpul, sebelum acara makan malam, Asloka berniat memberi tahu tentang kehamilan Anne.
"Kamu mau ngomong apa sih, Laka! Kenapa tidak nanti saja setelah makan, nanti kalau sudah dingin tidak enak makanannya," cetus Ega sambil menatap sebal anaknya.
__ADS_1
"Sebentar saja, Ma. Yakin deh, nanti Mama langsung gembira mendengar kabar yang akan aku sampaikan," jawab Asloka terus menggenggam erat jemari Anne.
"Apa, cepetan! Jangan buat Mama penasaran," titah Ega.
Mereka pun saling tatap, setelah itu Asloka menarik nafas agar tidak terlalu nervous. "Kalian semua akan menjadi kakek dan Nenek sebentar lagi, karena saat ini Anne tengah mengandung buah cinta kami," ucapnya penuh percaya diri.
Seketika suasana di ruang makan menjadi sunyi setelah mendengar perkataan Asloka, mereka semua masih mencerna ucapnya. Sehingga, mereka tak ada yang membalas pengakuannya tadi.
"Kok diam saja sih, kalian tidak suka kah?" Asloka kebingungan.
"Coba katakan sekali lagi, Laka!" seru Ega masih belum percaya.
"Iya benar, katakan sekali lagi. Sepertinya telinga kita semua error, coba katakan lagi." Kini Raynald juga ikut bicara. Ternyata Ega tidak sendirian.
"Papa mau punya cucu sebentar lagi, aku hamil, Pa, Ma. Akhirnya penantianku bersama Asloka membuahkan hasil, sekarang aku bisa merasakan menjadi seorang ibu," kata Anne berlinang air mata.
Begitu juga dengan Ega, dia langsung menangis dan menghampiri Anne. Dia terus memeluk erat menantunya, bahkan menghujani Anne dengan kecupan berkali-kali di puncak kepalanya.
Ega benar-benar tak menyangka akan mendapatkan kabar bahagia seperti ini, padahal awalnya dia sudah menyerah dan pasrah jika nanti dirinya tak memiliki cucu. Tapi, ternyata Tuhan berkata lain. Dirinya masih diberi kesempatan untuk memiliki cucu.
"Mama sampai tak bisa berkata-kata," ucap Ega sesegukan. Mulutnya terasa terkunci, saking bahagianya dia sampai bingung mau ngomong apa.
Semua, penantian dan usaha mereka untuk mendapatkan momongan akhirnya terwujud. Tidak peduli dengan omongan orang lain, juga cacian dari para tetangga, Anne terus berusaha sampai akhirnya berhasil.
"Aku sangat mencintaimu, An. Sungguh aku sangat mencintaimu. Semoga, dengan kehadiran baby twins hubungan kita semakin harmoni," ucap Asloka sambil memeluk Anne di kamar. Acara makan malam sudah selesai dan semua orang masuk ke dalam kamar masing-masing.
"Aku juga mencintaimu, Laka. Terima kasih sudah memberikan kebahagiaan untuk ku selama ini, terima kasih juga telah setia walaupun diluar sana kamu selalu didekati wanita lain dengan cara licik, contohnya anak kolega mu itu!" seru Anne membuat Asloka terbeliak.
Dia menatap istrinya penuh selidik, bagaimana bisa Anne tau jika ada orang yang berniat mendekatinya dengan cara licik. "Kamu tahu tentang hal itu?" Asloka memastikan.
"Ya, aku tau," balas Anne sangat santai.
"Kok bisa? Aku tidak memberitahu hal ini ke siapapun kecuali papa dan Angga, apa ...."
"Iya, Berliana datang ke rumah ini dan mengatakan jika kamu mau memperkosanya, dia juga memberikan sebuah foto kalau kalian saling bugill. Sakit sih melihat semua itu, tapi aku yakin kamu tidak akan berdiri, jadi ...." Anne sengaja menggantung ucapannya agar suaminya ini penasaran.
"Jadi apa?!"
"Jadi aku bilang sama dia, ambillah suamiku jika kamu bisa membuatnya mendesahh, bukan hanya mendesahh tapi juga harus berdiri tegak dan semua harus di lakukan di depan mataku. Tentunya dia langsung mengataiku gila, tapi aku senang, karena dengan penolakannya berarti malam itu dia gagal membuat ini berdiri tegak!!!" Anne langsung meremass benda tak bertulang di balik celana sampai suaminya mengerang nikmat.
__ADS_1
"Kamu menggodaku, Sayang?" Asloka masih menikmati sentuhan Anne di lele berurat nya.
"Iya, aku menggodamu suamiku." Tanpa basa-basi Anne naik ke atas tubuh suaminya dan menggesekkan miliknya itu di atas lele yang mulai mengeras seperti batu.
"Kalau begitu, rasakan ini."
Asloka langsung membalikkan badan Anne dan menerjangnya, malam itu mereka bermain dengan sangat lembut, takut jika sesuatu terjadi pada anaknya. Sampai akhirnya pergumulan dahsyat mereka selesai, dan keduanya hilang menuju ke alam mimpi.
Tamat.
...****************...
Asloka : Loh mak kok tamat?
Enak : Ya emang dah tamat memang kenapa? Nggak iklas ya emak mau berpaling, cie, cie.
Asloka : Ih mak, aku perpanjang kontrak denganmu mak!
Emak : Gimana ya?
Asloka : Ayolah mak, extra part deh. Kontrak aku diperpanjang ya, please. (memohon penuh keimutan)
Emak : Okelah, hanya extra part tidak mau nambah lagi oke. Kita ttd kontrak kita, sampai 6 bab aja 🤣🤣
Asloka : Deal!
...----------------...
Rekomendasi cerita sangat bagus, judulnya Cinta Sendiri author Ayi.
Blurb :
Mencintai tanpa dicintai... Kedekatannya selama ini dengan sahabat abangnya hanya dianggap sebagai adik, tidak lebih.
Anggita Nur Anggraini, biasa disapa Gita telah jatuh cinta pada sahabat almarhum abangnya. Akan tetapi, cintanya bertepuk sebelah tangan. Bahkan dia sampai merelakan kehormatannya, sayangnya lelaki itu tetap tidak melihatnya.
Apakah cintanya akan berbalas?
__ADS_1