
Anne menunggu harap-harap cemas saat dokter Laura membaca hasil laporan kesehatannya dari rumah sakit Sentosa, tersirat sedikit rasa, berharap jika prediksi dokter Laura salah, tapi setelah mendengar kabar dokter Mayang masuk penjara dan di pecat secara tidak hormat, membuat tubuhnya menjadi lemas kembali.
Dia benar-benar tak menyangka jika seorang dokter mau melakukan semua, padahal yang dipertaruhkan adalah gelar dan reputasi rumah sakit. Namun, nasi sudah menjadi bubur, mereka harus menerima hukuman setimpal.
"Bagaimana hasilnya, dok?" tanya Asloka.
"Setelah saya lihat rekam medis dari dokter Mayang, memang bu Anne menjalani KB steril sekitar dua tahun lalu, di sini juga beliau selalu memberikan obat-obatan yang ternyata menghambat kesuburan, bukan obat penyubur kandungan. Tapi, untung saja rahim bu Anne hanya diikat bukan dipotong," kata dokter Laura mendapat respon hembusan nafas kasar dari Anne.
Dia hanya bisa tersenyum kecut, bahkan Anne merutuki kebodohannya, kenapa dulu dia bisa seceroboh ini dan percaya begitu saja pada keluarga Geo.
"Jad istri saya bisa hamil nantinya, Doki?" Asloka terlihat sangat berharap.
"Bisa, setelah melakukan operasi pembalikan ligasi tuba. Tapi, semua butuh proses. Ibaratkan saja seperti selang air, kalau kita mengikatnya terlalu lama pasti berubah kan bentuknya, nah kemungkinan besar akan seperti itu dan yang lebih parah, kemungkinan besar terjadi kehamilan ektopik (Hamil luar kandungan)," jelas dokter Laura.
Seketika Anne meremas kuat ujung bajunya, apakah separah itu sampai harus mengalami kehamilan ektopik. Sedangkan Asloka yang paham dengan suasana hati istrinya, langsung menggenggam erat tangan Anne. Dia tersenyum lembut, seperti berkata semua akan baik-baik saja.
"Tidak ada jalan lain kah, seperti bayi tabung," usul Asloka. Bagaimanapun Asloka sempat melihat internet tentang kasus Anne dan dia juga melihat ada cara lain, yaitu bayi tabung.
"Bisa, tapi semua pasti ada resikonya Pak. Untuk sementara waktu, mungkin kita akan fokus operasi pembalikan ligasi tuba, setelah itu kita coba dengan cara alami selama beberapa bulan kedepan, nanti saya juga akan bantu resepkan obat untuk pematangan sel telur juga, tapi disini kalian harus yakin, yakin semua bisa berhasil. Jangan mudah menyerah, apalagi umur bu Anne masih muda, peluang juga masih banyak," jelas dokter Laura.
Anne mengangguk paham, jadi disini dia harus benar-benar menjaga emosinya. Harus bersabar dan yakin, jika semua akan berhasil. Setelah, selesai sesi tanya jawab, dokter Laura segera memberikan resep obat untuk ketenangan Anne sekaligus beberapa vitamin.
__ADS_1
Bukan hanya itu saja, mereka juga menentukan tanggal kapan Anne akan melakukan operasi. Di rasa semua sudah beres, Anne juga Asloka memutuskan untuk pergi dari ruangan dokter Laura.
Disaat dirinya menuju tempat pengambilan obat, Anne tak sengaja berpapasan dengan ruang bayi. Hatinya sangat sedih, ketika matanya melirik mereka. Sejenak dia berhenti, terus menatap bayi-bayi mungil itu dari balik gorden, bahkan Anne rela berdesak-desakan dengan pihak keluarga bayi tersebut.
"Lihatlah dia sangat lucu sekali, aku tak sabar membawanya pulang," ucap seorang lelaki tepat di sebelah Anne.
"Ibu juga tak sabar, Nak. Dia adalah cucu pertama, harta paling berharga di dunia ini adalah anak," balas perempuan yang bisa dibilang mertua lelaki di samping Anne.
Senyuman getir pun keluar dari bibir Anne, tanpa terasa air matanya menetes. Sungguh, dia iri tapi Anne yakin, Tuhan memiliki rencana lebih indah kedepannya.
"An, kamu baik-baik saja?" tanya Asloka.
"Iya, aku baik-baik saja. Lihatlah Laka, mereka sangat lucu-lucu. Anak kita nanti pasti seperti mereka, kamu mau cowok apa cewek?" Anne berusaha menyembunyikan rasa sakit dalam hatinya, dia sudah berjanji akan berusaha kuat, sampai dia berhasil memberikan keturunan untuk suaminya.
***
Tak terasa waktu yang di tunggu-tunggu telah tiba, Anne sudah ada di rumah sakit sejak semalam. Dokter Laura juga menyarankan agar Anne berpuasa, karena besok jam delapan pagi mereka melakukan operasi.
Seluruh keluarga juga berkumpul di ruangan Anne, mereka terus memberikan semangat, begitu juga dengan Luca. Anak itu sampai bela-belain mengundur acara pertunangannya bersama Betty, hanya demi Anne.
"Kau harus kuat, An. Aku yakin kamu bisa, pokoknya semangat ya, jangan muda menyerah," kata Luca terus menggenggam erat tangan Anne.
__ADS_1
Sungguh, Luca juga ikut sedih mendengar berita seperti ini, apalagi Anne adalah teman dari kecilnya, baru saja mendapatkan kebahagiaan, tapi sahabatnya mulai diuji lagi dan lagi.
"Iya dong, aku sekarang semangat gara-gara kamu. Oh ya, akhir-akhir ini kamu jarang manggil lo gue lagi, ada apa ini?" tanya Anne sambil tertawa.
Sedangkan Luca hanya bisa garuk-garuk kepala sambil melirik Betty. "Aku setiap bilang lo gue, macan betina di sebelah suamimu pasti akan meraung-raung nanti, setidaknya dia bisa merubahku menjadi lebih baik," kata Luca.
Anne tertawa mendengar ucapan Luca, "kamu mencintainya, Luca?" tanya Anne.
"Sangat, tapi hatinya tidak pernah memilikiku, maka arti cintaku tidak ada apa-apanya. Pak Aron masih menduduki posisi tertinggi di hatinya, sebab itulah mulai sekarang aku harus bersiap-siap melepaskan Betty." Luca pun menunduk sedih.
Selama beberapa bulan ini, Betty selalu menyemangatinya untuk terus berusaha diet. Sampai akhirnya berat badannya mulai stabil, tapi siapa sangka hatinya ternyata terpaut pada Betty, namun sayang semua tak bisa diungkapkan, karena perjanjian kontrak yang Luca tandatangani.
"Kamu tidak pernah mengungkapkannya, jadi mana Betty tau. Sebelum terlambat, lebih baik ungkapkan saja," usul Anne tapi Luca langsung menggeleng.
"Tidak, perjanjian kita hanya sebatas saling membantu. Aku membantunya memanas-manasi Pak Aron, sedangkan Betty membantuku diet. Jadi, aku tidak mau merusak perjanjian kontrak," jelas Luca.
Jika sudah seperti ini, maka Anne tak bisa berbuat apa-apa. Semua keputusan ada di tangan Betty, siapa yang dia cintai nantinya. Tapi, Anne berharap sahabatnya ini benar-benar menemukan cinta sejatinya.
"Aku yakin, suatu hari nanti pasti ada wanita yang tulus mencintaimu, Luca. Aku yakin itu, kamu orang baik, jadi sepantasnya kamu mendapatkan wanita terbaik," ucap Anne terus tersenyum lembut pada Luca.
"Semoga, An. Aku akan tetap menunggu siapa orang itu, sampai aku tak bernafas lagi."
__ADS_1
...****************...
Hai, emak mau update banyak loh, tapi kalau sanggup, pokoknya nantikan deh. Ini juga dah di cepetin, tapi masih wajar agar tidak terlalu kecepatan. Kalau loncat kayak anuan, nggak nyambung nantinya. sampai nanti, 😂😂😚😚