Head Of The Class

Head Of The Class
32. Ada Yang Hilang?


__ADS_3

Ellen turun dari mobil Steven. Begitu pula dengan Steven yang dengan sikap mengambilkan barang tambahan yang dibawa Ellen dari ini.


"Kalau ada bazar besar, berarti orang luar boleh masukkan? Gue juga boleh datang?" tanya Steven, menunjuk dirinya sendiri.


Ellen diam sejenak, berpikir dengan keras sebelum mengangguk tanda Steven boleh datang ke Even yang diadakan sekolahnya hari ini. "Datang aja. Sekalian aja gebetan lo, Bang. Katanya ada gebetan baru, kan? Nah ... kencan dah lo di sini!" celetuknya, sambil terkekeh.


Steven memutar bola matanya malas. "Apaan sih lo. Udah dibilang gue enggak sama yang ini. Gue masih belum move on! Jadi lo enggak usah resek," pekiknya, dengan ekspresi julid.


Ellen tertawa terbahak-bahak, membuat beberapa orang yang berlalu-lalang di sekitar mereka, menoleh ke arah keduanya dan saling berbisik sambil mulai menyebarkan rumor baru.


Steven yang menyadari hal itu langsung berjalan kembali masuk ke dalam mobil. "Kalau gitu gue bakal datang sama anak-anak nanti. Masuk sana! Jangan sampai sakit lagi. Awas aja lo sampai nanti gue lihat ada luka baru lagi di muka lo. Gue tonjok muka lo," pekiknya, menunjukkan genggaman tangannya yang kokoh.


Ellen hanya menjulurkan lidahnya, mengejek, dan segera meninggalkan tempat itu. "Gue berangkat. Hati-hati di jalan!" ucapnya, sambil melambaikan tangan.


Baru saja berhasil melewati gerbang, tiba-tiba seorang lelaki sudah berjalan di sebelahnya, menyamakan setiap langkah mereka. "Siapa tadi?" tanya Lian, terus berusaha mengakrabkan diri dengan Ellen.


Ellen menoleh ke arahnya dengan tatapan malas. "Bukan siapa-siapa. Lo enggak perlu tahu, kan?" ucapnya, tampak dingin.


Lian menelan ludahnya susah dan mengulas senyuman masam. "Oke, gue enggak perlu tahu," gumamnya, terlihat sedikit miris.


Tapi Ellen tidak menghiraukannya dan terus berjalan masuk ke dalam gedung pelajar. Dia langsung pergi ke arah kelasnya, bersama dengan Lian.


"Gila, kenapa setiap anak baru di kelas kita selalu coba dekat ketua kelas? Apa gara-gara Ellen sedikit ramah sama mereka??" celetuk Kirana, langsung menyindir saat melihat penampakan keduanya.


Ellen mengetuk kening gadis itu dengan cari telunjuknya. "Jangan ada-ada aja mulut lo. Dasar sumber gosip!" pekiknya, sambil berlalu dari bangku Kirana.

__ADS_1


Kirana bangkit dari tempatnya dan berjalan mendekati meja Ellen. "Lo udah bawa persiapan bazar kelas kita?"


Ellen mengangguk pelan dan menatap beberapa anak yang sudah datang, tapi anggota inti yang seharusnya membawa perlengkapan untuk bazar kelas mereka, malah belum datang juga. Padahal seharusnya mereka datang lebih dulu dari yang lain.


"Hahhh ... kenapa pada telat sih?!" gumam Ellen, merasa sedikit kesal.


Kedua tangan Ellen sudah singgah di atas pinggang. Sorot matanya tampak tidak bersahabat dan mulutnya terus bergumam kesal.


Hal itu membuat Lora, Alvaro, Angga, Kirana dan Farel yang kebetulan sudah datang karena mereka tidak mendapat jatah membawa apa-apa untuk persiapan bazar mereka,  akhirnya saling menatap satu sama lain setelah melihat ekspresi muram dari ketua kelasnya ini.


"Dari pada gabut tungguin mereka datang, gimana kalau kita menata stan dulu? Entah menyusul meja atau kursi buat pelanggan kek atau pasang banner mungkin? Kan kalau benar sama beberapa logo kelas kita aja udah dibawa sama Kirana tuh, nah gimana kalau kita siap-siap sama yang ada dulu aja?' saran Farel, membuat beberapa orang temannya mengangguk setuju.


"Iya, Len. Benar kata Farel. Sebaiknya kita menata yang ada dulu dek. Biar nanti anak-anak yang lain bisa langsung susun sisanya." Kirana mengambil barang-barang dari dalam tasnya dan kembali berjalan mendekati kerumunan teman-temannya. "Ayokk ... dari pada nanti kita telat gara-gara tunggu yang lain!! Buruan ...."


Kirana menyeret Ellen keluar dari kelas dan anak-anaknya lainnya mengikuti mereka berdua seperti gerbong kereta.


Kirana yang tadinya memimpin jalannya anak-anak kelas mereka, langsung berhenti di tempat dan membuat Ellen harta yang lain berhenti secara mendadak.


"Duh ... lo kenapa sih, Ran? Kalau mau berhenti kasih aba-aba dulu dong. Kan hidung gue jadi ke pentok ke dindingnya Angga!" amuk  Lora, sambil memegangi hidungnya yang sakit.


Tapi bukannya menjawab, Kirana malah berpindah ke barisan paling belakang dan bersembunyi di balik punggung Alvaro.


Ellen yang kini berada di barisan terdepan, langsung menyadari atmosfer yang sempat dirasakan oleh Kirana sampai dia lari ketakutan.


"Apa? Mau gue colok mata kalian?!" ketus Ellen, ****** membuat Lian terkejut mendengar perkataan yang baru saja terlontar dari mulut ketua kelasnya.

__ADS_1


"Gila, gue baru tahu kalau ketua kelas kita itu adalah Emak kelas kita. Gila banget, baru kali ini gue lihat ketua kelas yang enggak punya teladan sama sekali di depan murid lain. Hahaha ... gokil banget!" celetuk Lian, mengundang tawa Kirana dan Angga yang ada di dekatnya.


"Udah, sampai kapan kalian mau di sana?!" pekik Lora, setengah berteriak.


Angga, Kirana dan Lian yang sudah tertinggal oleh teman-temannya teman jarak yang cukup jauh, segera berlari mendekat ke arah mereka.


***


Lena dan Retta mulai ikut menata stan mereka. Mereka berdua adalah anak yang datang paling terlambat dan sudah mendapatkan omelan dari Ellen selama satu jam setengah.


Bukan karena Ellen memang cerewet. Tapi karena mereka berdua adalah orang yang diberikan tanggung jawab untuk membawa benda terpenting dalam bazar kelas mereka hari ini. Tapi bisa-bisanya, kedua orang itu malah datang paling terlambat dan terlihat sangat santai saat masuk ke wilayah sekolah.


Melihat itu, Ellen segera buru-buru mendatangi mereka dan mulai mengomel. Membuat kedua teman perempuannya bergerak cepat untuk menyelesaikan bagian mereka.


Sampai akhirnya 09.00 sudah tiba. Bel sudah berbunyi, membuat beberapa orang yang menunggu di luar gerbang, di perbolehkan masuk karena besar telah di mulai.


Tampaknya semua orang terlihat sangat senang. Banyak hal-hal menarik saat bazar diselenggarakan.


Bukan hanya beraneka ragam makanan saja. Tapi banyak Cafe, rumah hantu bahkan restoran daging dengan tempat yang unik, di buka oleh anak-anak sekolah mereka.


Semuanya terlihat sangat senang termasuk kelas Ellen. Karena mereka tidak bisa berhenti untuk bergantian jaga stan mereka yang memiliki pengunjung paling ramai di antara stan-stan yang lainnya.


Mungkin karena mereka membuka menu makanan yang cukup unik. Dan belum banyak di pasarkan. Makanya banyak pengunjung yang berdatangan ke tempat mereka.


"Aihh ... gue cari ke mana-mana tapi kok enggak ketemu ya? Lo lihat Elma enggak? Padahal tadi dia barengan sama gue ke toilet. Tapi pas gue keluar, tiba-tiba dia udah enggak ada. Gue kira gue di tinggal. Tapi gue udah cari mutar-mutar, dia tetap enggak ada. Dia di mana ya?" tanya seorang anak dari kelas sebelah, dengan ekspresi panik, pada kelas X-IPA I. Yang seharusnya tahu di mana keberadaan teman mereka.

__ADS_1


Sontak pertanyaan itu membuat semua anak X-IPA I yang sedang disibukkan dengan kegiatan mereka, langsung berhenti secara serempak dan melihat wanita itu dengan tatapan horor.


"Jadi Elma hilang?"


__ADS_2