Hidup Bersama Kamu

Hidup Bersama Kamu
BAB 10


__ADS_3

Setelah kepergian Indah dan Rendy dari desa itu, kini banyak warga yang mengetahui kalau tetangga mereka ada yang pencuri dan tidak memiliki hati.


"Heran yah kok ada orang kaya mereka, sudah miskin belagu lagi... seharusnya mereka itu ngaca, bukannya malah berbuat seperti itu" ucap salah seorang warga yang sedang menggunjing keluarga dari paman dan bibinya Indah


"Iya yah bu... kalau begitu kita hati hati saja, jangan biarkan mereka itu dekat Dekat sama rumah kita, bisa bisa mereka mengambil harta kita lagi" ucap salah seorang warga


"Iya ya bu... dan jangan jangan kehilangan di kampung kita ini. Ada sangkut pautnya sama keluarga itu, bahaya kalau begitu bu" jawab salah seorang warga


"Heiii ibu ibu... jangan sembarangan yah kalau ngomong. kita bisa tuntut kalian karena mencemarkan nama baik keluarga saya" ucap bibik Indah


"Heii bu... tuntut aja... emang kalian punya uang berapa hah... untuk menuntut kita, lagian kita satu kampung juga sudah tahu, aib kalian... " jawab ibu ibu desa


"Kalian itu yah.... kurang ajar banget kalau ngomong, lihat aja kalian. Lagian saya punya cukup uang buat nuntut kalian, jadi tunggu saja" ucap bibik Indah


"Ohhh lagi punya uang yah bu... kalau begitu bayar utang kamu ke saya sekarang, jangan pakai nunda nunda lagi. Bayar sekarang" ucap salah seorang warga


"Iya... bayar juga uang kontrakan kamu yang sudah 5 bulan tidak di bayar... pokoknya kalau sampai besok tidak kamu bayar... siap siap saja yah... kamu angkat kaki dari rumah ini, jadi lebih baik sekarang kamu beres bereskan baju kamu, sebelum besok kalian satu keluarga saya tendang dari rumah tanpa membawa apa apa" ucap salah seorang warga


Paman dan bibik Indah yang mendengar itu menjadi tidak bisa berkata apa apa lagi dan masuk ke dalam rumah, kini mereka bingung dengan ancaman pemilik rumah, karena memang benar mereka belum membayar uang sewa rumah selama 5 bulan dan besok kalau mereka tidak bisa membayar maka mereka akan di usir dari rumah dan akan menjadi gelandangan.

__ADS_1


"Pak... bagaimana ini... mikir dong kamu, kalau kita benaran di usir bagaiamana" ucap bibik Indah


"Bapak juga bingung buk.... bapak lagi tidak ada uang sama sekali, bagaimana kalau ibu jual kalung dan juga gelang emas ibuk itu, buat membayar hutang" jawab paman Indah


"Enak aja main jual jual.... tidak tidak... kalau ini bapak jual, emang bapak bisa gantikan hah.... ibu yakin bapak tidak akan bisa, trus kalau ibu tidak pakai kalung dan juga gelang ini, ibu tidak akan bisa pamer sama tetangga, dan pasti ibu akan di ejek sama mereka" ucap bibik Indah


"Trus bagaimana ini buk... kalau kita tidak bayar. Besok kita akan jadi gembel" ucap paman indah


"Apa buk... pak... kita akan jadi gembel... tidak tidak... Dewi tidak mau jadi gembel, trus nanti apa kata teman teman Dewi pak... buk... " ucap Dewi anak paman dan juga bibi Indah


"Iya Wi... ibu juga tidak mau jadi gembel, pokoknya bapak harus cari cara untuk kita bisa dapat uang, tapi jangan jual gelang dan juga kalung ibu" ucap ibu Dewi


"Iya pak... jangan juga jual ponsel dan laptop Dewi, karena bisa bisa Dewi di ketawain sama teman teman Dewi kalau tiba tiba Dewi tidak punya ponsel . ini aja Dewi malu karena harus tinggal di rumah kontrakan yang jelek kaya gini, " ucap Dewi


"Pak.... jangan gitu dong... kamu itu kepala rumah tangga di sini, ini itu sudah jadi kewajiban bapak untuk mencari uang dan kerja, bukannya hanya santai santai sambil nyeruput kopi di rumah. Bapak itu kapan sih bisa membahagiakan anak dan istri, kalau perlu bapak ngambil barang barang orang kaya dan setelah itu kasihkan sama kita " jawab ibu Dewi


"Iya pak... lakukan saja rencana bapak yang dulu, bapak dekati perempuan lain dan setelah itu kuras habis hartanya, kasihkan ke kita" ucap Dewi


Bapak Dewi hanya bisa diam tanpa mengeluarkan suaranya, dan memikirkan semua saran dari kedua nya itu.

__ADS_1


"Kamu benar Wi... tapi... kalau aku dapat perempuan yang kaya dan juga lebih cantik dari ibu mu ini, bapak akan tinggalkan kalian, karena bapak tidak akan berbuat sebodoh itu, kalau ada perempuan baru yang masih seger, ngapain kembali pada yang lama dan sudah kendor semua" ucap bapak Dewi


Setelah itu bapak Dewi pergi dari rumah, dan kini Dewi dan ibunya terkejut dengan omongan bapaknya itu, karena bapak Dewi itu juga termasuk laki laki bajingan yang suka mengambil harta dari orang orang kaya yang cantik.


******


Indah masih diam saja di dalam mobil, Indah tidak mengeluarkan omongan sama sekali, karena dia masih tidak menyangka kalau paman dan bibik nya bersikap seperti itu sama dia.


"Sayang.... kamu kenapa kok diam saja? " tanya Rendy pada Indah


"Tidak... aku tidak apa apa kok, cuma masih tidak menyangka saja dengan perlakuan mereka pada kita tadi" jawab Indah


"Tidak usah di fikirkan... yang penting tadi kita sudah berusaha untuk ngomong baik baik sama mereka, tapi kalau respon mereka seperti itu yah biarkan, jangan terlalu di pedulikan " ucap Rendy yang ingin menenangkan Indah


"Terima kasih yah Rend.... kamu memang yang terbaik... kalau tidak ada kamu, aku tidak tahu harus bagaimana. " jawab Indah


"Yah sudah.... lebih baik kamu memikirkan masalah pernikahan kita, kamu mau undang siapa saja, teman teman kamu, atau siapa pun itu. jadi usahakan yang ada di fikiran kamu itu tentang kebahagiaan saja, jangan yang macam macam" ucap Rendy


"Iya.... sayang... kamu cerewet banget sih..... pantesan Adinda selalu bilang ke aku untuk hati hati sama kamu karena kamu itu super cerewet, he he he he" jawab Indah

__ADS_1


"Aku cerewet juga demi kebaikan kalian semua, karena kalian adalah perempuan perempuan yang wajib aku lindungi dan aku sangat sayang sama kalian, jadi aku akan cerewet kalau kalian sedang sedih atau sedang ada masalah dengan orang lain" ucap Rendy


Mereka memutuskan untuk kembali ke jakarta, karena mereka tidak ada kepentingan apa apa lagi di sana. tapi mereka ingin membelikan sedikit oleh oleh untuk keluarga di rumah, terutama Ariel dan Arjuna yang sudah berkerja keras menggantikan mereka di kantor, dan juga untuk Adinda yang selalu minta untuk di bawakan oleh oleh dari kampung halaman Indah.


__ADS_2