
setelah beberapa menit, adinda sampai di kampus nya, karena sudah telat, jadi dia langsung masuk ke dalam kelas, dan adinda lupa untuk ngasih kabar ke suaminya.
"haduhhh semoga tidak telat.... " ucap adinda sambil berlari ke kelas
Brakkk.... pintu kelas di buka dengan kencang sama adinda
semua mata menjadi tertuju dengan adinda yang terengah engah, karena dia berlari dari parkiran menuju ruang kelas.
"ini jam berapa adinda.... kenapa kamu terlambat " tanya dokter pras pada adinda
"hemmm maaf dok... tapi saya hanya telat 2 menit saja, di perjanjian kan kita telat 5 menit baru tidak boleh absen, " jawab adinda sambil mencoba mengatur kembali nafasnya
"yah sudah kamu absen sekarang... dan setelah itu duduk" ucap dokter pras
"iya dok... terima kasih " jawab adinda
adinda langsung absen dengan menggunakan sidik jarinya. dan setelah itu dia duduk di samping teman teman nya.
"kamu itu yah din... mentang mentang pengantin baru, datang ke kampus aja pakai telat" bidik jihan teman adinda
"iya tadi aku ada urusan sebentar" jawab adinda
"urusan apa emang? kasih tahu kita dong din... " tanya icha pada adinda
"iya nanti aku bakalan cerita sama kalian, tapi sekarang kita ikutin dulu kelas ini, nanti kalian aku ajak" jawab adinda
"beneran yah... awas kalau kamu bohong" ucap kiki sambil bisik bisik
"kalian ber 4 kalau masih ingin berbicara silahkan kalian keluar dari kelas, jangan membuat kelas gaduh" ucap dokter pras sambil melihat ke arah adinda
adinda dan teman temannya langsung mengerti kalau sedang di sindir dan mereka langsung menunduk karena malu.
"iya dok maaf... kami tidak akan berbicara lagi" jawab adinda
"oke.... saya akan melanjutkan kelas ini, saya harap kalian semua bisa memperhatikan dengan sesama, " ucap dokter pras
__ADS_1
"iya dok.... " jawab semua mahasiswa
mereka semua mengikuti kelas dengan tenang selama kurang lebih 2 jam, setelah itu mereka ber 4 pergi ke kantin untuk makan siang bersama.
"din... bagaimana kehidupan kamu setelah menikah dengan dokter tampan kaya dokter reno" ucap jihan yang asal ceplos
"hussttt jangan keras keras... nanti kalau ketahuan bagaimana ... bisa kecau semua. " ucap adinda
"he he he he iya iya maaf... habisnya aku benar benar ingin dengan cerita kamu, tentang kebiasaan kalian berdua" ucap jihan sambil tertawa
"kebiasaan... kebiasaan apa yah... yang baru.... " jawab adinda dengan mencoba berfikir
"ayo... coba kamu ingat ingat kembali... masa tidak ada yang baru di antara kalian... seperti selalu kasih kabar sehari sekali atau apa gitu.... " ucap icha yang juga ikut penasaran
"ooohhhh astaga... aku lupa..... aku duluan yahhhh" ucap adinda yang sangat terkejut dan dia langsung berlari ke ruangan reno
"ehhh dinda... kamu kenapa.... " teriak kiki sambil melihat adinda lari dengan tergesa gesa
adinda tidak menghiraukan panggilan teman temannya itu, dia terus berlari menuju ruangan reno yang ada di dalam fakultas kedokteran.
"ohhh adinda adinda... kamu tenang dulu, kamu jangan berfikiran yang aneh aneh dulu... lebih baik kamu temui dia langdung, dan minta maaf lalu kamu jelaskan kenapa kamu sampai lupa" ucap adinda pada dirinya sendiri
"pak... apa dokter reno ada di ruangannya? " tanya adinda pada bagian akademik
"dokter reno ada di gedung tower A, baru saja dokter reno pergi... kalau ada yang ingin di sampaikan... langsung temui saja di sana, atau mau lewat saya juga boleh" jawab dosen penjaga akademik
"ohhh baiklah pak... saya mau langdung ketemu dokter reno nya aja, karena ini sangat penting, dan harus saya sampaikan sendiri sama orangnya... kalau begitu saya permisi" ucap adinda dan langsung pergi dari fakultas menuju gedung tower untuk menemui reno
"haduhhh bagaimana ini... atau aku telpon dia aja yah... biar dia tahu kalau aku sedang mencari dia" ucap adinda
"iya iya benar... aku telpon aja kalau begitu... siapa tahu dia tidak terlalu marah karena keteledoran ku ini" ucap adinda
adinda langsung mencoba menghubungi reno namun sama reno tidak di angkat dan adinda semakin puding akan nadib dia saat masuk ke dalam ruangan reno.
"ihhh kak reno... kenapa tidak di angkat sih... yah sudahlah aku pasrah aja... lagian yang salah juga aku jadi aku yang harus bertanggung jawab" ucap adinda
__ADS_1
adinda langsung masuk ke dalam gedung, dia tidak minta ijin dulu ke resepsionis karena hal itu akan semakin lama, jadi adinda menyelundup masuk bersama rombongan dosen yang ada di gedung itu.
tokkk.... tokk.... tok... pentu ruangan reno di ketuk adinda
"masuk" jawab reno dari dalam
"Assalamualaikum.... " ucap adinda saat masuk ke dalam ruangan reno
"Waalaikum salam " jawab reno dengan ketus
"kakak kok tidak kasih tahu aku kalau kakak ada di gedung ini... aku tadi nyariin kakak di fakultas loh... " ucap adinda yang mencoba berbasa basi dengan reno
namun reni hanya diam, dia tidak menghiraukan omongan adinda bahkan reno tidak melirik adinda, dia hanya fokus dengan berkas dan juga laptop yang ada di depan dia.
(fixx ini mah dia marah sama aku... ayo adinda cobalah untuk minta maaf dan cobalah untuk mencari perhatian dia) suara hati adinda
"kak reno.... adinda minta maaf yah... adinda benar benar lupa tadi... " ucal adinda sambil mendekatkan wajahnya ke wajah reno
namun reno hanya diam dan tetap fokus pada dirinya sendiri dan kerjaan dia yang ada di depan, reno tidak memperdulikan adinda yang sedang minta maaf.
"iya.... iya... adinda salah sama kakak.... tapi tolong maafkan adinda dong... kak reno.... kakak... " ucap adinda lagi dengan memeluk reni dari belakang
(hemmm apa aku pura pura sakit aja yah, kalau aku sakit pasti kak reno akan lebih peduli dengan aku... iya benar... coba aja dulu... ) suara hati adinda
"ahhhhh.... aduh... aduh.. du... duh.. perut ku.... aduh... perut ku sakit banget.... " ucap adinda yang berpura pura sakit perut demi mencari perhatian reno
rencana adinda tidak sepenuhnya gagal, dia akhirnya berhasil mencari perhatian reno, karena kini reno melihat ke arah adinda dan dia berdiri dari tempat duduknya dan langsung menghampiri adinda.
"aduhhh kak... perut dinda... sakit..." ucap adinda sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang milik reno
tanpa mengeluarkan suara reno langsung menggendong adinda dan dia langsung menidurkan adinda di soffa yang ada di ruangan dia.
"ehhh kakak... tunggu... " ucap adinda sambil memegang tangan reno saat reno ingin kembali duduk di kursi nya
reno hanya memandang adinda saja, tanpa mengeluarkan suara untuk menjawab semua omongan adinda, hal itu membuat adinda semakin tidak enak hati dan semakin merasa bersalah.
__ADS_1