
dokter bimmo mrnutup pintu ruangan kerja dia dan langsung mrnyuruh putra nya reno untuk segera duduk di soffa yang ada di ruangan tersebut.
"ada apa sih pa.... kenapa kok kayaknya penting banget " ucap reno yang bingung
"iya ini sangat penting... kalau papa tidak ikut campur bisa berbahaya " jawab dokter bimmo
"hahh emang ada apa sih... apa ada masalah serius di rumah sakit ini. sampai papa bingung seperti ini" ucap reno
"gini ren... papa tidak suka kalau kamu masih berhubungan baik dengan dokter widya itu, emang kamu tidak melihat yah. ekspresi adinda saat kamu ngomong berdua sama dokter widya, adinda itu kelihatan banget kalau dia tidak suka kalau kamu dekat dekat sama dokter widya " ucap dokter bimmo
"hahh masa sih pa... papa salah lihat mungkin.... lagian reno juga tidak mungkin tiba tiba menjauhkan diri dari widya pa... karena kan kita dari jaman kuliah sudah menjadi rekan kerja. dan dari dulu reno juga bareng sama widya terus" jawab reno
"ren... widya itu tidak suka kalau ada adinda di samping kamu, bahkan tadi pagi. widya itu hampir ngajak berantem adinda, untung saja adinda bisa menjaga kesabaran nya. dan papa lihat widya itu menyuruh anak anak magang yang ada di ruangan kamu untuk mencari tahu tentang adinda" ucap dokter bimmo
"hahhh.... tapi... atas dasar apa widya berbuat seperti itu sama adinda pa, hubungan reno dan widya itu tidak lebih dari teman saja, hanya teman dari dulu hingga sekarang reno hanya anggap dia teman saja" jawab reno
"kamu berfikiran seperti itu ren, tapi tidak dengan widya.. widya berfikir kalau kamu itu milik dia, dan dia suka sama kamu, dia menginginkan kamu ren untuk menjadi lebih dari teman, widya memasang harapan yang begitu besar buat kamu ren, papa hanya ingin kamu waspada saja sama dia, jangan terlalu santai menghadapi widya" ucap dokter bimmo
(masa sih widya seperti itu, tapi dari dulu aku kenal widya dia tidak pernah bilang apa apa sama aku apa lagi ngomong masalah perasaan dia. tapi emang sih dari dulu widya tidak pernah mrmiliki pacar atau teman laki laki yang dia kenalkan ke aku, semoga kamu tidak seperti itu wid) suara hati dokter reno
*******
"assalamualaikum.... farel... " ucap adinda saat masuk ke ruangan farel
__ADS_1
"waalaikum salam.... mama" jawab farel
"mama kira farel lagi tidur, mangkanya tadi mama pelan pelan buat masuk ke sininya" ucap adinda
"farel dari tadi tungguin mama... farel takut kalau mama tidak jadi datang buat temani farel di sini" jawab farel
"yahh tidak mungkin dong kalau mama tidak jadi datang... Mama kan sudah janji sama farel... ohh iya farel ikut mama jalan jalan yah... " ucap adinda pada farel
"ikut jalan ke mana mam... farel sudah lama tidak jalan jalan keluar dari rumah sakit.... mama mau ajak farel keluar dari rumah sakit kan mam.... " ucap farel yang bersemangat
"iya sayang... kita jalan jalan ke luar rumah sakit.... farel mama ajak buat main ke rumah mama yah... nanti farel mama kenalkan sama keluarga mama" jawab adinda
"yey.... tapi apa kita hanya berdua saja mam....? " tanya farel
"yeyyy oke mam.... yeyy farel jalan jalan keluar dari rumah sakit...." ucap farel yang kesenengan
"tapi nanti farel harus balik ke sini lagi yah... setelah jalan jalan farel harus kembali ke rumah sakit untuk melanjutkan pengobatan " ucap adinda sambil ngelus kepala farel
"iya mam... tidak apa apa, yang penting farel tetap jalan jalan keluar dari sini, yah walaupun sebentar tapi farel tetap senang kok... apa lagi jalan jalan nya bersama mama nya farel dan dokter reno, farel makin bahagia sekali" jawab farel
"yah sudah kita tunggu dokter reno nya yah... nanti biar di bawakan sekalian kursi roda buat farel. dan nanti kita bisa langsung berangkat saja" ucap adinda
"emang dokter reno di mana mam... kenapa dokter reno lama banget datangnya.... farel kan sudah tidak sabar ingin sekali jalan jalan... " ucap farel yang srmakin tidak sabar
__ADS_1
"dokter di sini kok farel.... maaf yah... sudah menunggu lama yah tadi... " ucap reno yang baru saja sampai di kamar farel
"kak reno... " panggil adinda
"yeyyy dokter reno sudah sampai... horee... ayo dok... kita jalan jalan... farel sudah tidak sabar tahu.... ingin melihat jalan raya... " ucap farel yang semakin bersemangat
"iya.... kita berangkat sekarang yah... yah sudah ayo... biar kurdi rodanya di dorong sama mamanya farel... trus farel nya di gendong sama dokter reno yah... biar cepat kita jalan nya" jawab reno
"hahhh.... tidak usah dok... biar farel duduk di kursi roda aja... nanti dokter malah capek harus jalan sambil gendong farel, farel sekarang dudah berat loh dok... " ucap farel
"tidak apa apa sayang.... farel kan menganggap kak adinda sebagai mama nya farel... sekarang farel juga bisa anggap dokter reno sebagai papa nya farel, jadi farel punya mama dan papa yang lengkap" jawab reno sambil memegang kepala farel
"dokter reno beneran.... dokter reno tidak bohong kan.... farel srnang srkali punya mama dan papa kaya mama adinda dan papa kaya dokter reno"ucap farel yang tidak percaya
"beneran dong masa iya dokter bohong sama farel.... dokter reno juga sudah memesan kan ginjal yang cocok untuk farel. agar farrl bisa sehat dan tidak harus di rawat di rumah sakit ini, dan tadi... dokter reno dapat kabar kalau donor itu sudah ada dan cocok untuk farel, jadi minggu depan farek sudah bisa operasi untuk pemasangan ginjal baru buat farel" jawab dokter reno
"terima kasih papa..... terima kasih mama.... kalian adalah dua orang yang farel sayang.... farel ingin selalu bersama kalian. nanti kalau farel sudah sembuh farel ingin selalu tinggal bersama kalian, boleh kan mam... pa... " ucap farel sambil meneteskan air mata nya
"boleh sayang.... nanti kalau farel sudah sembuh ... mama akan minta ijin sama orang tua farel, biar farel bisa sering sering tinggal bareng mama dan papa di rumah kami" jawab adinda yang tidak kalah bahagianya
"yah sudah ayo kita berangkat sekarang. biar tidak makin sore.... sayang kamu bawa kursi roda nya yah... biar farel sama aku" ucap reno
"iya kak" jawab adinda
__ADS_1
mereka berjalan menuju mobil reno karena mereka akan menuju rumah ramma untuk kumpul bersama. dan mereka juga ingin ngenalin farel ke dalam keluarga besar mereka.