Hidup Bersama Kamu

Hidup Bersama Kamu
BAB 30


__ADS_3

Ramma bersama dokter bimmo dan reno, sedang membicarakan tentang operasi farel, dan mereka sedang menunggu datang nya mobil yang membawa ginjal yang akan di donorkan buar farel.


Rencananya ramma menyuruh dokter bimmo dan dokter reno untuk mengecek kondisi ginjal masih dalam kondisi baik atau tidak, karena perjalanan yang cukup lama membuat ramma takut akan kualitas ginjal tersebut. Tak beberapa lama, ponsel ramma berdering karena ada telpon dari seseorang.


Ramma : iya hallo bagaimana?


Orang : iya pak, ini kami sudah ada di depan rumah sakit yang bapak maksudkan


Ramma : bagus, kalau begitu, kamu segera masuk dan langsung ke lantai 3 ruang dokter bimmo, saya tunggu kalian di sana


Orang : iya baik pak... kami ke atas segera


Panggilan telpon terputus, orang tersebut langsung menuju tempat ruangan dokter bimmo, dan dokter bimmo  segera bersiap siap untuk segera mengecek ke adaan ginjal tersebut masih layak di gunakan atau sudah


tidak layak.


******


Adinda dan teman temannya sedang makan bareng, dan bercanda bareng di kantin, sehingga bisa di bilang dari satu kantin mejah yang paling berisik adalah meja mereka berempat.


“din.... buruan cerita, kamu mau ngomong apa” ucap icha di tengah tengah obrolan mereka


“ohh iya sih... oke oke jadi gini...sabtu besok, kalian pergi ke rumah ku yah, soalnya kalian aku undang di pernikahan kakak ku” ucap adinda


“hahh yang nikah kakak kamu tapi kenapa yang ngundang kamu din, nanti kita di usir pas sampai sana” jawab jihan


“kalian tenang aja, nanti kalian datang di hari sabtu yah.... nikahnya hari minggu, jadi nanti kalian nginep di rumah ku dan nanti kalian aku kenalin sama keluarga besarku, jadi biar kalian akrab sama mereka”

__ADS_1


ucap adinda


“wahhh beneran... kamu mau kenalin kita sama keluarga besar kamu din....?” tanya kiki


“iya... mangkannya sabtu besok kalian datang ke rumah ku, nanti aku kasih alamatnya” jawab adinda


“oke siap.... nanti kita bertiga langsung datang ke diaman Dirgantara, wahh biasanya kita hanya bisa melihat rumah itu dari luarnya saja, dari pintu gerbang aja sudah gede banget, bagaimana kalau dalam nya yah... wah pasti mewah tingkat dewa” ucap jihan


“ahhh biasa aja kali, aku yang besar di rumah itu aja biasa, bahkan aku lebih suka tinggal di rumah yanng lebih kecil, karena gak capai tahu... kalau mau ke ke dapur yah tinggal melangkah aja, tapi kalau di rumah papi ku, kita mau ke dapur aja harus muter muter dulu” jawab adinda


“hemmm emang yah... kalau orang terlanjur kaya itu, kadang tingkahnya suka aneh, kita aja ngiler banget ingin tinggal di rumah gedog kaya gitu, lah ini sih anak malah ingin tinggal di rumah yang lebih kecil” ucap kiki


“hemmm bisa aja sih... kan emang orang itu berbeda beda, mungkin aku capek aja kali yah jadi orang kaya, he he he lagian yang kaya kan orang tua ku bukan aku nya, kalau aku Cuma numpang hidup aja sama mereka,


ohh iya, habis ini aku pergi duluan yah... atau kalian mau ikut aku juga tidak apa apa,” ucap adinda


“jalan jalan terus aja fikiran loe itu cha” saut jihan


“engak... Cuma aku mau ke rumah sakit aja, nemenin anak ku di sana, kalian mau ikut tidak, kalau iya ayo berangkat sekarang, kalau tidak yahh aku berangkat sendiri” jawab adinda


“ahhh apa anak loe.... sejak kapan kamu punya anak din.... kapan juga hamil nya.. kenapa bisa langsung punya anak” tanya teman teman adinda


“haduh... kalau tanya itu satu satu napa,... bingung kan jadinya mau jawab yang mana dulu...” jawab adinda sambil memegang kepalanya


“yahh terserah... pokoknya harus di jawab semuanya....” ucap kiki


“oke oke... itu anak angkat ku, panjang banget ceritanya, lebih baik kita berangkat dulu, dan nanti aku ceritakan di mobil aja bagaimana, kalau cerita di sini.... nanti kita kapan berangkatnya, kita pakai mobil kamu yah han... aku tadi kesini juga naik taxsi soalnya” jawqb adinda

__ADS_1


“iya deh oke ... kita berangkat sekarang, dan kamu harus cerita semuanya sama kita, tanpa ada yang di  sembunyikan” ucap jihan


“iya iya... cerewet amat sih loe semua... yah sudah kita berangkat sekarang” jawab adinda


Mereka ber 4 akhirnya berangkat bersama, dengan menggunakan mobil jihan ke rumah sakit tempat farel di rawat, karena adinda ingin memperkenalkan ke mereka semua tentang siapa farel kini, dan untuk menunjukan ke farel, kalau sebenarnya masih banyak orang orang yang sayang sama dia.


Beberapa menit kemudian, adinda dan teman temannya yang lain sudah berada di parkiran rumah sakit, mereka akan bersiap siap untuk masuk ke dalam untuk menemui farel.


“ini ruangannya di mana din” tanya icha pada adinda


“di lantai atas, kalian ikutin aku aja, biar kalian tidak nyasar” jawab adinda sambil menekan tombol lift untuk ke atas


“ini rumah sakit gede banget yah, biasanya hanya lewat depannya aja, kini kita masuk di dalamnya, inisih fixs orang kaya yang punya rumah sakit ini, nanti aku ingin deh magang di rumah sakit ini biar agak gaya gitu” ucap kiki sambil terus lihat kanan dan kirinya


“tapi.... dengar dengar di sini itu susah banget untuk menerima mahasiswa magang, aku dengar dari kakak tingkat itu katanya sudah banyak mahasiswa yang ingin magang di sini tapi mereka ke tolak semua karena rumah sakit ini memiliki kriteria yang sangat luar biasa dalam memandang mahasiswa magang” jawab jihan


“wahhh tipis dong yah ... harapan kita buat magang di rumah sakit besar ini” ucap kiki yang lesu


“kalian tenang aja, kalau emang jodoh, tidak akan kemana mana kok, yang penting usaha kita saja, mau di terima atau tidak itu urusan belakangan” jawab adinda sambil tersenyum tipis


Setelah keluar dari lift mereka langsung berjalan menuju ruangan farel, karena teman teman adinda juga sudah tidak sabar untuk bisa bertemu dengan anak angkat teman mereka.


******


Buat teman teman semua, saya mohon maaf yah, sepertinya untuk 7 bulan kedepan atau bahkan lebih, saya tidak akan  up, karena kondisi saya lagi hamil 4 bulan, dan mungkin bawaan dari dedek bayi nya yah... yang membuat saya selalu lemas, mual, muntah, pusing  dan akhirnya tidak bisa ngapa ngapa in, hanya bisa istirahat total. aku kira setelah lewat 3 bulan semua rasa itu akan hilang tapi ternyata tidak, dan kondisi ku benar benar tidak bisa ngapa ngapa in, ini aja aku kuat kuatin untuk ngasih info.


Minta doa nya yahh semoga debay nya selalu sehat dan saya nya bisa kembali normal lagi, dan buat teman teman atau moms di luar sana yang sedang berjuang mendapatkan  garis dua, saya doakan semoga segera mendapatkan kabar bahagia di tahun ini Aamiin.

__ADS_1


__ADS_2