Hidup Bersama Kamu

Hidup Bersama Kamu
BAB 25


__ADS_3

Mobil reno dan adinda sudah berada di depan rumah sakit, mereka mengantar farel memang masih sangat pagi, jadi suasana rumah sakit masih sangat sepi. Karena memang mereka sengaja agar farel memiliki waktu untuk istirahat sebentar sebelum menjalankan pengobatan rutinan dia.


“mama.... papa....  kalian temani farel sampai selesaikan....” ucap farel sambil memohon pada adinda dan juga reno


“iya sayang.... farel tenang aja yah... mama akan temani kamu sampai selesai pengobatan yah... dan nanti saat mata kamu terbuka mama akan berada di samping kamu, tapi kalau papa kan masih harus kerja,kalau papa tidak kerja, nanti siapa yang mengobati orang orang sakit di sini” jawab adinda


“ohhh iya yah... yah sudah deh... kalau begitu mama aja yang temani farel, papa kerja aja tidak apa apa” ucap farel dengan menggaruk kepalanya


“anak pintar..... yah sudah farel sama mama dulu di sini yahh, papa mau ke ruangan papa, nanti papa akan ke sini lagi untuk memeriksa farel” ucap reno


“siap papa....” jawab farel


“sayang aku ke ruangan dulu yah.... kalau ada apa apa langsung cari aku yah, atau kamu bisa langsung hubungi aku yah” ucap reno pada adinda dan adinda membalas dengan anggukan kepalanya saja.


Reno keluar dari kamar farel dan dia menuju ke ruangan dia sendiri, sebelum masuk ke


ruangannya, reno sengaja ingin mengambil air minum dulu untuk di bawa ke dalam


ruangannya.


*******


“reno.... kamu tumben pagi pagi begini sudah ada di kantor, aku kira bakalan sendirian... syukur deh kalau ada kamu” ucap dokter widya saat melihat reno

__ADS_1


“ehhh iya wid... aku lagi ingin berangkat pagi aja, soalnnya masih banyak data pasien yang harus di perbarui” jawab reno dengan santai


“ohh iya.... apa kamu perlu bantuan, aku siap kok membantu kamu setiap saat... he he he he” ucap dokter widya


“tidak usah... aku masih bisa mengerjakan semuanya sendirian, lagian masih ada dua anak magang yang bisa membantu aku di ruangan, jadi kamu tidak usah repot untuk menolong ku” jawab dokter reno


“ohh okelah kalau begitu, kamu sudah sarapan belum, kalau belum kita sarapan bareng aja yuk, tapi tunggu aku bentar yah... mau naruh tas ini di ruangan dulu” ucap dokter widya


“tidak usah wid, kebetulan aku sudah sarapan bersama keluarga tadi, jadi aku masih sangat kenyang, jadi maaf yahh aku tidak bisa ikut kamu sarapan sekarang, tapi lain waktu aku akan usahakan yah... yah sudah aku balik ke ruangan sekarang yah” jawab dokter reno, dan dia langsung meninggalkan widya sendiri


(untuk sekarang kamu bisa menolak aku, tapi lain waktu aku yakin... kamu yang akan memohon sama aku untuk bisa makan bersama, aku akan membuat kamu jatuh cinta sama aku ren... dan aku akan menyingkirkan semua penggalang di antara kita) suara hati dokter widya


*****


“mama.... mama nanti janji yahh jangan tinggalkan farel sendirian, farel ingin mama ada di samping farel sampai nanti farel bangun dari tidur” ucap farel sambil memegang tangan adinda yang ada di depan dia


“iya sayang.... kamu tenang aja, mama akan selalu di samping kamu, mama tidak akan tinggalkan kamu sendirian... kamu kan anak mama... jadi sudah tanggung jawab mama untuk selalu ada di samping kamu” jawab adinda dengan memberikan senyuman terbaik dia


Tanpa mereka sadari... sedari tadi ada dua pasang mata yang memperhatikan mereka berdua,dengan tatapan tidak suka dan binggung.


“farel..... apa apaan ini” ucap seseorang yang berada di belakang farel


Farel yang mengenali suara itu, dia langsung berbalik melihat ke arah suara itu berasal, dengan tatapan biasa saja farel melihat ke orang yang memanggil dia, adinda binggung dengan kondisi seperti itu, karena adinda sama sekali tidak mengenali orang orang itu.

__ADS_1


“farel... kenapa kamu memanggil perempuan ini dengan sebutan mama, mama kamu itu aku,


 perempuan ini” ucap perempuan itu yang ternyata mama kandung dari farel


“mama ngapain ada di sini, tumben sekali mama dan papa temui aku di sini, bukannya biasanya hanya di titipkan sama supir yah uangnya, trus mama dan papa tidak perna menengok aku di rumah sakit ini” jawab farel dengan wajah yang tidak senang dengan kehadiran orang tua kandungnya


“farel!!!! Kamu jangaan asal bicara yah... mama dan papa seperti itu karena mama dan papa ingin memenuhi kebutuhan kamu, kebutuhan kamu selama di rumah sakit, kamu tahu tidak... biaya pengobatan kamu itu sangat mahal, belum nanti harus membiayai operasi kamu saat sudah ada pendonor.” Ucap mama farel dengan nada marahnya


“ayo mama adinda kita ke ruangan farel aja yah... jangan di sini, farel tidak suka” ucap farel sambil meminta adinda untuk meninggalkan tempat itu


“ehhh nona... kamu apakan anak saya, sampai sampai dia berani bilang seperti itu, atau kamu dengan sengaja ingin mengambil anak saya, kalau kamu berani... kita bertemu di kantor polisi” ucap papa farel


“maaf yahh om dan tante... yang pertama perkenalkan dulu... nama saya adinda, saya hanyalah perempuan biasa, yang ingin dekat dengan putra anda yang tampan dan juga baik hati ini. Saya tidak memiliki apa apa seperti yang anda miliki, tapi nsaya memiliki cinta dan kasih sayang untuk putra anda, tapi menurut saya dengan


itu saja sudah cukup untuk bisa membuat putra anda menganggap saya mama dia”


jawab adinda dengan santai dan dengan senyum yang jahat.


“maksud kamu apa, saya minta kamu jauhin anak saya sekarang, dan jangan pernah mengganggu dia lagi. Kamu tidak saya butuhkan untuk di sini, jadi sebelum saya kasar sama kamu, lebih baik kamu dengan suka rela untuk pergi sekarang” ucap mama farel


“saya tidak akan pergi dari sini, saya juga tidak akan melepaskan farel begitu saja, kalau anda yang keberatan, lebih baik anda saja yang pergi, atau kita tanyakan sama farel saja langsung, dia ingin bersama siapa di sini, saya atau kalian berdua...” jawab adinda dengan santai


“mama sama papasaja yang pergi, farel ingin bersama mama adinda, farel sayang sama mama adinda, karena mama adinda yang selalu ada buat farel, yang selalu bisa membuat farel tersenyum, yang selalu bisa membuat farel semangat dalam menjalankan pengobatan, tidak seperti mama dan papa yang selalu sibuk mencari uang, tidak peduli dengan aku, dan tidak peduli kalau aku sedang sakit, yang kalian tahu hanya uang, uang dan uang” ucap farel sambil nangis dan sambil minta ke adinda untuk membawanya ke ruangan nya lagi

__ADS_1


Tak lama ada panggilan dengan nama farel untuk segera memasuki ruangan pengobatandia, saat mendengar itu, adinda dengan segera membawa farel ke ruangan pengobatan dan menidurkan farel di ranjangnya, dan setelah itu adinda di minta dokter untuk meninggalkan ruangan tersebut, karena dokter dan perawat akan segera melakukan pengobatan itu.


__ADS_2