Hidup Bersama Kamu

Hidup Bersama Kamu
BAB 22


__ADS_3

semua orang sudah berada di rumah ramma. indah juga memasak makanan bersama vita, maira dan alin. sementara ratih sedang menikmati hari tua nya dengan bersantai di kursi rodanya sambil melihat keluarga nya hidup dengan akur dan sangat bahagia semua.


mobil reno juga sudah memasuki pekarangan rumah ramma. farel menatap aneh rumah tersebut, karena dia tidak pernah masuk ke dalam rumah sebesar itu sebelumnya. bahkan rumah farel sendiri sudah sangat besar tapi ternyata masih ada rumah yang lebih besar dari rumahnya itu.


"mam... ini rumah siapa? kenapa besar sekali... dan banyak orang di sini" ucap farel yang masih memandang kagum dengan rumah ramma


"ini rumah milik orang tua mama sayang... mama lahir dan besar di sini, dan orang orang ini, mereka yang bekerja di rumah ini, bisa di bilang kalau rumah ini itu memiliki banyak satpam penjaga. agar tidak ada maling yang masuk ke dalam" jawab adinda dengan bada bercanda nya


"wahh ternyata mama orang kaya yah... apa orang tua mama juga sibuk kerja? seperti mama dan papa kandung farel, mereka juga orang kaya, tapi mereka sibuk kerja tidak pernah pulang ke rumah" ucap farel pada adinda


"sayang... semua orang pasti memiliki kesibukan sendiri di kerjaan mereka. cuma tinggal dari diri kita sendiri saja yang mau atau tidak untuk menyiapkan sedikit waktu buat orang yang kita cintai, jadi... tidak semua orang kaya seperti itu, nanti farel mama kenalkan yah... sama orang tua mama " jawab adinda sambil mengelus kepala farel


adinda dan reno menyiapkan kursi roda farel, lalu mendorong farel untuk masuk ke dalan rumahnya itu.


******


"assalamualaikum... " ucap adinda dan reno bersamaan


"waalaikum salam.... " ucap beberapa orang yang sudah berkumpul di rumah


"mami..... adinda kangen sama mami... " ucap adinda sambil memeluk vita dengan sangat erat


"iya sayang... mami juga kangen sama putri mami ini... kenapa lama sekali tidak main ke rumah sih... " jawab vita tanpa melepaskan pelukannya dari adinda

__ADS_1


"ohh gitu hanya mami nya saja yang di peluk.... emangyah... adinda itu tidak pernah kangen sama papi nya" ucap ramma sambil membuang muka dari adinda


adinda yang mendengar itu langsung melepaskan pelukan dari vita, dan dia langsung melihat ke arah papi ramma nya.


"papi.... adinda juga kangen kok sama papi.... adinda kan putri papi satu satunya.... masa iya... adinda tidak kangen sama papi.... " ucap adinda sambil memeluk papinya dengan sangat erat


"papi juga kangen sama adinda.... hemm rasanya papi masih tidak menyangka kalau putri papi ini sudah menikah, dan sudah menjadi tanggung jawab dari laki laki lain.... " ucap ramma sambil memeluk erat adinda


"tapi adinda tetap putri kecil papi kan... papi jangan lupakan itu... adinda akan tetap menjadi putri papi satu satunya, tidak ada yang lain.... " tanya adinda sanbil menatap wajah papinya


"itu tidak usah kamu tanyakan sayang... hanya adinda putri papi... tidak ada yang lain.... papi tidak akan pernah menganggap kalau adinda dudah besar, karena selamanya adinda akan menjadi putri kecil papi" jawab ramma sambil mencubit pipi adinda


"adinda... reno... itu siapa? kenapa kalian membawa orang lain, tapi tidak di kenalkan sama kita" ucap maira yang menyadari keberadaan farel


"hahh mami masih tidak faham sayang.... bisa kamu jelaskan sama mami dan papi dulu, tentang anak manis ini. papi dan mami tunggu kamu dan reno di ruang kerja papi yah... " ucap vita pada adinda


"iya mi..." jawab adinda dan reno bersamaan


" farel sayang.... kenalkan ini kakak nya mama... kamu boleh panggil dia dengan sebutan om rendy, dan ini tante indah calon istri dari om rendy, kamu main sama mereka dulu yah... kamu tenang aja. mereka tidak akan menggigit kamu, karena dokter reno sudah ngasih mereka suntikan agar mereka tidak suka menggigit, jadi kamu main dulu yah " ucap adinda sambil meledek rendy kakaknya


"iya mam.... farel mau kok main sama om rendy dan tante indah... nanti kalau mereka gigit farel... farel boleh teriak kan mam he he he he" ucap farel


"boleh dong sayang... nanti mama akan langsung menyelamatkan farel di sini he he he " jawab adinda

__ADS_1


"pegangin aku.... pegangin aku ndah.... ingin hati ku mencabik cabik perempuan itu.... tolong kamu pegangin aku ndah" gerutu rendy yang tidak terima dengan ucapan adinda


"susttt sudah tenang aja... jangan begitu.... walaupun begitu... tetap adinda itu adik kamu, adik yang kamu sayang dari dulu he he he he" bisik indah dengan pelan


"aku lupa kalau dia adik ku.... aku lupa kalau aku pernah sayang sama dia. dan aku juga lupa kalau pernah kenal dengan perempuan itu" jawab rendy dengan nada gemas


"he he he he sudah... sabar.... sabar... " ucap indah sambil ngelus ngelus lengan rendy


"kak rend... mbak indah... tolong jaga farel dulu yah.... ingat jangan di apa apa kan dia, kalau sampai farel teriak.... aku akan cari kalian berdua, dan aku akan pastikan kalau tidak ada malam pertama di hari pernikahan kalian" ucap adinda sambil sedikit mengancam kakak nya itu


"aku tidak ikut ikut yah brow.... dan aku juga tidak bisa menghalangi adinda, " ucap reno sambil sedikit menahan senyumnya


adinda dan reno langsung menuju ke ruang kerja papi ramma untuk menjelaskan tentang siapa farel dan dari mana asal usul farel.


"sabar.... sabar..... sabar.... jangan kepancing omongan adinda.... " ucap indah yang mencoba menenangkan rendy yang wajahnya sudah memerah


"hai.... farel.... kita main di taman belakang yuk... di sana ada taman yang sangat indah loh.... " ucap indah sambil jongkok menghadap farel


"benar tante.... ayo kita ke sana.... farek ingin melihat taman itu" jawab farel sambil bersemangat


"yah sudah... kita ke sana yah.... sayang... ayo kita ke taman belakang, kita ajak farel main di sana saja... " ucap indah sambil menarik tangan rendy


"iya iya... farel.... om rendy dorong kursi roda kamu yah... " jawab rendy sambil mencoba tersenyum di depan farel

__ADS_1


mereka bertiga menuju ke taman belakang rumah. karena di sana ada taman bunga yang berwarna warni yang di buatkan rendy di hari ulang tahun maminya.


__ADS_2