Hidup Bersama Kamu

Hidup Bersama Kamu
BAB 11


__ADS_3

adinda dan reno bersiap siap untuk datang ke rumah sakit, karena selama kuliah adinda dalam masa cuti. jadi dia ingin pergi ke rumah sakit setiap hari untuk menemani Farel dan juga mengawasi calon pelakor yang saat ini sedang mencoba mendekati suaminya.


"sayang... kamu nanti bareng aku aja yah... biar lebih cepat datang ke rumah sakitnya" ucap rendy


"jangan deh... aku berangkat sendiri saja, nanti pulangnya bareng kamu tidak apa apa. kalau sekarang pasti banyak orang yang akan lihat kita jadi itu bahaya sekali, bisa bisa hubungan kita di ketahui sama banyak orang" jawab adinda


"tapi... kalau bareng sama aku kan kamu jadi lebih cepat untuk datang ke kamar Farel, dan kamu juga bisa lebih cepat memberikan makanan ini untuk farel" ucap reno


"hemmm benar juga yah.... yah sudah deh, aku bareng kamu, tapi nanti aku keluar di depan rumah sakit aja yah. aku masuk jalan kaki aja, biar tidak ada yang curiga" jawab adinda


"iya.... tidak apa apa, yang penting aku sudah bisa pastikan kalau istri aku ini selamat sampai tujuan" ucap reno sambil mencubit pipi adinda dengan gemas


"ihhh kakak... sakit tahu... lepasin... kalau tidak aku gigit tangan kamu yahh" ucap adinda sambil meringis kesakitan


"hemmm coba aja kalau bisa.... nihh gigit tangan aku... " jawab reno sambil ngeledek adinda


adinda yang merasa dirinya di ledek, jadi dengan segera adinda menarik tangan reno dengan paksa. dan dia langsung menggigit tangan reno dengan keras.


"Awwwuu sayang.... sayang.... lepasin... iya iya aku minta maaf.... sayang... sakit.... tolong lepaskan" ucap reno yang meronta kesakitan.


"uhhh sukurin... mangkanya jangan nantangin aku... welkkk" jawab adinda dan dia langsung berlari ke lantai atas meninggalkan reno yang sedang memegang tangannya yang terdapat bekas gigitan dari adinda


"weeyyy dinda... jangan lari kamu... kakak akan balas yah... " ucap reni yang mengejar adinda ke lantai atas.


"ahhh kakak.... jangan kejar aku... kakak ampun... jangan kak... ha ha ha ha" ucap adinda sambil berlari ke kamar namun reno terus ngejar dia


dan kini mereka seperti anak kecil yang berebutan mainan, mereka kejar kejaran dengan naik ke atas ranjang lalu turun lagi, reno tidak berhenti sebelum dia bisa menangkap adinda.

__ADS_1


"ahhhh ketangkap kamu... tidak akan bisa lari lagi kamu sayang... " ucap reno sambil memeluk tubuh adinda dari belakang dengan sedikit mengangkat tubuhnya


"kakak.... iya ampun... maaf... aku akan obati tangan kakak... tapi tolong jangan apa apa kan aku" ucap adinda dengan memohon ampun


tapi reno tidak terlalu mudah melepaskan adinda, dia menjatuhkan tubuh adinda di atad tempat tidur dan kini dia juga menindih tubuh adinda. wajah adinda sangat merah karena ulah reno, adinda juga tidak bisa berkata apa apa lagi , selanjutnya reno langsung mencium kening adinda lalu turun ke bibir adinda hingga semakin turun lagi kebawah.


"kakak.... tolong sadar kak... kakak akan pergi ke rumah sakit... banyak pasien yang menunggu kakak di sana, bagaimana nasib mereka kalau dokter kesayangan mereka masih bersenang senang di rumah seperti ini" ucap adinda dengan pelan dan nafas yang tersengal sengal


"hufftt... oke.... aku.... akan tahan sampai nanti malam, jadi kamu tidak akan bisa lari dari aku lagi nanti malam," jawab reno dan dia langsung duduk di samping tubuh adinda yang masih tergeletak di atas kasur


(huffft selamat selamat... kalau ini tadi sampai terjadi.... bisa bisa kak reno tidak berangkat ke rumah sakit,) Suara hati adinda


adinda langsung bangun dari kasurnya itu, dan dia langsung mengatur nafadnya kembali. adinda melihat tangan reno merah karena ulah dia tadi, jadi adinda ingin mengobati tangan reno itu.


adinda mencari kotak obat untuk mengobati tangan reno agar tidak infeksi, karena terlihat sekali di tangan reno membekas gigitan gigi adinda.


"tidak usah... tidak apa apa kok, lagian tidak berdara juga" ucap reno


"tidak... itu tetap aja, kalau ada kulit kakak yang terkelupas bagaimana. sini aku obati, minimal di bersihkan dengan alkohol ini aja" ucap adinda sambil mengangkat tangan reno dan di oleainya dengan alkohol dan juga di kasihnya minyak untuk luka


reno membiarkan adinda mengobati tangannya sebentar, karena dia juga masih ingin mengatur dirinya lagi setelah dia hampir kehilangan kendali seperti tadi.


"maaf yah kak.... gara gara adinda tangan kakak jadi seperti ini," ucap adinda sambil ngobati tangan reno


"tidak apa apa sayang... kata rendy dulu kamu suka banget menggigit tangan orang kalau kamu lagi sebel sama orang itu. jadinaku ingin tahu bagaimana kamu menggigit orang itu, dan ternyata menakutkan juga yah.... he he he " jawab reno sambil tertawa


"iya.... habisnya kakak nantangin aku, jadi aku gigit aja sekalian , aku buktikan kalau aku bisa gigit tangan kakak.... " jawab adinda

__ADS_1


"kakak tidak pernah keberatan kalau kamu mau menggigit tangan kakak... tapi jangan keras keras kaya tadi yah... karena itu sakit banget tauu" jawab reno


"he he he he iya iya... lagian aku tidak akan gigit tangan kakak lagi kok... kakak tenang aja. yah sudah ayo kita berangkat ke rumah sakit, nanti kakak telat lagi" ucap adinda


"yah sudah ayo kita berangkat... kamu siapkan dulu makanan yang ingin kamu bawa. kakak mau ke ruang kerja dulu untuk mengambil beberapa berkas pasien" ucap reno


"iya oke... aku tirun ke bawa yah... aku juga akan bawakan makan siang untuk kakak juga, nanti siang kita makan di ruangan kakak saja yah" jawab adinda


adinda pergi ke ruang makan untuk membungkus semua masakan yang dia masak tadi. karena nanti jam kerja reno hanya sampai siang saja jadi dia ingin mengajak reno untuk makan bersama Farel, agar farel bisa merasakan kehangatan dari keluarga itu seperti apa.


"sayang... apa sudah selesai? " tanya reno yang berjalan dari atas


"iya.... sebentar lagi, tunggu yah... " ucap adinda dari dalam dapur sambil bergegas untuk membawa rantang yang ber isi makanan


"aku tunggu di dalam mobil yah" ucap reno


"iya sayang.... nanti aku susul ke mobil" jawab adinda


setelah selesai adinda langsung berjalan ke luar rumah dan masuk ke dama mobil reno, lalu mereka berangkat bersama ke rumah sakit.


"sayang... nanti kita makan di luar lagi atau bagaimana? " tanya reno sambil nyetir


"aku masak aja yah... nanti kita pulang siang... jadi aku masak buat makan malam, trus makan siang kita di ruangannya farel yah .... kita makan bersama di sana" jawab adinda


"ohhh oke... ide yang bagus" jawab reno


mereka ingin sekali melihat farel bisa sembuh dari sakitnya, mangkanya adinda ingin sekali membuat farel selalu tersenyum agar dia masih memiliki semangat untuk bisa sembuh.

__ADS_1


__ADS_2