Hidup Bersama Kamu

Hidup Bersama Kamu
BAB 37


__ADS_3

setelah menunggu dengan sangat gelisah, kini lampu di ruangan operasi itu dari merah sudah berubah jadi kunung, yang menandakan bahwa operasi telah selesai, dan semua keluarga menjadi tenang dan saling berpelukan .


adinda dudah berdiri di depan pintu ruangan operasi dan tinggal tunggu dokter reno dan dooter bimmo keluar dengan membawakan kabar yang bagus.


CEKLEKKKK (pintu ruangan operasi di buka sama reno)


" bagaimana kak operasinya.... berhasilkan" ucap adinda dengan penuh harapan ke reno


" iya sayang.... Alhamdulillah operasinya berjalan dengan baik, dan sebentar lagi kita bawa farel ke ruangan rawatnya, biarkan dia istirahat dulu" jawab reno dan adinda langsung memeluk reno karena dia sangat bahagia sekali.


"farel....." ucap adinda saat suster membawa farel keluar dari ruangan operasi menuju kamar rawat


semua keluarga mengikuti farel dari belakang, dengan perasaan yang bahagia, karena operasinya berjalan dengan lancarr dan tidak ada kendala apa apa.


...****************...


dokter widya yang melihat itu menjadi sangat marah dan dia juga terkejut, kalau perempuan yang dia temui di toilet tadi adalah salah satu dari keluarga adinda dan reno, kini perasaan widya sangat campur aduk, karena dia juga takut kalau perempuan itu mendengar rencananya.


apalagi sekarang semua anak buahnya sudah tertangkap polisi, jadi bisa saja dia di bawa bawa pada masalah ini.


" tidak.... tidak... aku tidak mau di penjara, awas aja kamu adinda... aku akan buat pelajaran untuk kamu" gumam dokter widya


tiba tiba dokter widya melihat polisi yang sedang bertanya di resepsionis rumah sakit, dan yang dia dengar adalah polisi itu sedang menanyakan ruangan dokter widya ada dimana.


mendengar otu dokter widya langsung lari dari rumah sakit, dia memilih keluar lewat pintu belakang rumah sakit, agar tidak papasan dengan polisi itu. dokter widya sendiri juga takut kalau dirinya di penjara, nanti reno menjadi ilfil sama dia dan reno tidak mau menjadi pacarnya.

__ADS_1


sebelum pergi, dokter widya memandang gedung rumah sakit itu dengan tatapan penuh dendam, dan segera ingin membalaskan dendam dia pada orang yang ada di rumah sakit itu.


" awas aja kalian semua, khususnya kamu adinda, aku akan kembali lagi untuk membalaskan dendam ku ke kamu. dan aku tidak akan biarkan kalian hidup bahagia" ucap dokter widya, setelah itu dia pergi dari rumah sakit itu


...****************...


polisi yang datang ke ruangan dokter widya sangat terkejut, karena dokter widya itu sudah tidak ada di ruangannya, bahkan di jalan lorong rumah sakit tadi, mereka juga tidak papasan dengan dokter perempuan itu.


"jangan jangan dia kabur komandan, karena dia melihat kita datang ke rumah sakit ini" ucap salah seorang anak buah


"kalau begitu kita berpencar sekarang, cati di setiap sudut rumah sakit ini, dan kamu ikut saya ngecek parkiran, siapa tahu dia belum jaih perginya" jawab komandan polisi itu


mereka semua berpencar mencari tahu keberadaan dokter widya, keadaan rumah sakit sedikit kacau karena polisi polisi itu masuk ke setiap ruangan pasien, agar tidak terlewatkan sedikitpun, sehingga memperkecil ruang gerak dokter widya.


"selamat siang pak, kalau boleh tahu anda dengan anak buah anda ini sedang mencari siapa di rumah sakit saya ini, bukannya orang nya sudah tertangkap tadi pagi" ucap dokter bimmo


" iya dok... sebelumnya sajmya minta maaf kepada dokter karena sudah membuat kegaduan di dalam rumah sakit dokter ini, tapi kami sedang mencari otak dari preman preman tersebut, karena mereka sepakat kalau mereka di suruh sama seorang dokter perempuan yang bekerja di rumah sakit ini" jawab polisi itu


" apa.... salah seorang dokter sini.... kalau boleh tahu siapa itu pak,biar saya bantu carikan, karena saya tidak ingin ada narapina yang berkeliaran di dalam rumah sakit saya ini" ucap dokter bimmo


" ini foto orang nya dok... kata preman itu namanya dokter widya, dia yang sudah merenvanakan semua kejadian tafi pagi dok" jawab polisi itu dengan memberikan foto dokter widya


*brengsek.... ternyata gadis ini belum menyerah juga, dan kini kelakuan dia benar benar di luar nalar, sudah sepantasnya kamu mendekam di balik jeruji besi, lihat saja kamu widya, kamu tidak akan pernah lolos dari kejaran ku, dan ramma* suara hati bimmo yang sudah kesal dengan kelakuan fokter widya


"bapak bapak ikut saya ke ruangan CCTV rumah sakit saya ini, agar bapak bisa lebih mudah untuk menangkap orang itu" ucap bimmo

__ADS_1


dan kini mereka semua mengikuti bimmo menuju ruangan CCTV yang selalu merekam 24 jam tanpa henti.


"pak tolong cari keberadaan terakhir dokter widya sekarang juga" ucap dokter bimmo untuk menjaga reputasi rumah sakitnya di depan polisi dan tamu tamu yang ada di rumah sakitnya


petugas CCTV itu langsung mencari keberadaan dokter widya terakhir di ruangan mana, dan nampak terlihat kalau dokter widya berada di loby rumah sakit saat para polisi itu datang, dan setelah itu dia lanhsung pergi melarikan diri lewat pintu belakang rumah sakit dan setelah itu menuju ke mobilnya untuk meninggalkan rumah sakit ini.


" baik dokter bimmo, saya sudah mencatat plat nomor mobil itu, jafi saya akan mengerahkan tim saya untuk mencari keberadaan dokter itu, dan saya mohon bantuannya dari dokter dan para petugas rumah sakit ini kalau sewaktu waktu dokter widamya itu kembali ke rumah sakit ini, harap segera melaporkan kepada kami" ucap polisi tersebut


" iya pak, saya juga akan membuat keputusan untuk memecat dia dari rumah sakit ini, bahkan saya juga akan melaporkan hal ini ke perhimpunan doktwr indonesia, agar surat ijin dia sebagai dokter di cabut, karena sudah melanggar sumpah dokter" jawab dokter bimmo


" baik kalau begitu saya dan tim saya akan meneruskan pencarian saudara widya di luar rumah sakit ini" ucap polisi tersebut dan mereka langsung meninggalkan rumah sakit ini dengan di antar sama doktwr bimmo


...****************...


adinda sangat cemas melihat farel yang belum juga sadar, padahal seharusnya dia sudah sadar, karena ini sudah lama sekali setelah farel keluar dari rumah sakit.


"mami.... kenapa farel belum sadar juga yah...." ucap adinda pada vita


" sabar nak... kita tunggu saja, farel tidak apa apa kok, ini cuma gara gara obat biusnya belum hilang, jadi farel belum bisa sadar" jawab vita yang mencoba menenangkan adinda


"haduh.... mana sih ini kaka reno, seharunya dia selalu cek keadaan farel, ini malah di tinggal kaya gini" ucap adinda yang mulai mencari cari kesalahan orang lain


"dinda sayang.... suami mu itukan dokter... hafi dia pasti lagi ngontrol keadaan pasien yang lain, jadi kamu jangan marah marah gitu dong, nenek tahu, kamu sedang cemas, jadi kamu duduk aja dulu jangan mondar mandir kaya begitu" ucap ratih yang mencoba membuat adinda lebih tenang lagi


mereka semua menunggu kesadaran dari farel, dan adinda juga sudah mulai agak tenang, dan yang dia fikirkan sekarang adalah kesembuhan farel, jadi dia tidak boleh marah marah.

__ADS_1


__ADS_2