
setelah adinda nyuapin farel makan dan minum obat, adinda ingin berpamitan untuk kembali ke kampus. karena dia ada jam kuliah di pagi ini.
"farel.... kalau mama tinggal, tidak apa apa kan?... mama masih ada kuliah sayang.... tapi nanti setelah kuliah mama srlesai, mama janji akan langsung datang ke sini lagi" ucap adinda sambil mengelus kepala farel
"iya mama... tidak apa apa. mama pergi saja... lagian nanti juga ada suster yang datang ke sini buat menjaga farel, jadi mama kuliah saja... tapi nanti janji yah... mama akan datang ke sini lagi" jawab farel
"iya sayang... mama janji... mama akan datang ke sini lagi... nanti mama akan kenalkan farel dengan teman teman mama yah... biar farel punya banyak teman lagi" ucap adinda
"iya mam... nanti farel tunggu yah... apa nanti dokter reno juga akan datang ke sini mam... " tanya farel
"hemm kayaknya tidak bisa sayang... soalnya hari ini dokter reno banyak tugas di kampus dan baru bisa pulang saat malam hari" jawab adinda
"ohhh begitu... yah sudah deh tidak apa apa, mama aja sudah cukup... " ucap farel
"yah sudah... mama berangkat kuliah dulu yah... nanti siang mama akan datang ke sini lagi. dan nanti mama akan ajak farel jalan jalan di taman rumah sakit yah... biar farel tidak bosen di kamar terus " jawab adinda
"iya mam... mama cerewet sekali.... " ucap farel
"ehhh kalau untuk farel... mama akan selalu cerewet ... mangkanya farel tidak boleh bandel, kalau waktunya minum obat yah minum obat, kalau farel waktunya makan yah makan... kalau tidak... mama akan selalu cerewet " jawab adinda sambil mencubit pipi farel
"he he he he kalau begitu farel lebih suka bandel... aja... biar mama selalu cerewet sama farel he he he he" jawab farel
"he he he kamu bisa saja... yah sudah mama berangkat yah... Assalamualaikum" ucap adinda
" waalaikum salam" jawab farel
adinda langsung pergi keluar dari kamar farel, dan sebelum mrninggalkan rumah sakit adinda meminta suster yang berjaga untuk bisa memperhatikan farel, karena adimda tidak ingin terjadi apa apa sama farel.
"sus... kalau ada apa apa, tolong langsung hubungi saya yah... tapi nanti siang saya akan datang ke sini lagi" ucap adinda pada suster yang menjaga
__ADS_1
"iya nona... nanti saya akan hubungi anda, kalau ada apa apa sama farel" jawab suster
"yah sudah... terima kasih... saya tinggal dulu " jawab adinda dan dia langsung pergi
adinda langsung turun dengan menggunakan lift, dan dia agak tergesa gesa karena sudah mau telat untuk pergi ke kampusnya.
"adinda.... " panggil seseorang dari belakang, adinda langsung menoleh ke arah suara itu.
"aldi... lala... lohh kalian ngapain di sini, bukannya dokter reno gak lagi tugas yah" tanya adinda pada 2 anak magang yang ada di ruangan reno
"iya... walaupun dokter reno tidak ada, tapi masih ada beberapa tugas yang harus kami selesaikan, karena magang kami juga tidak bisa libur, bisa bisa kami tidak akan lulus" jawab aldi
"kamu ngapain din di sini... emang ada keluarga kamu yang sakit yah...? dan kamu sendirian saja?" tanya lala pada adinda
"iya... aku sendirian.... aku tadi ke dini ingin menjenguk pasien yang du rawat di lantai atas" jawab adinda
"ohhh begitu... trusa kamu nau pulang sekarang, bukannya ini masih pagi banget yah... emang kamu datang jam berapa? " tanya lala
"lohhh jadi kamu masih kuliah din... kalau boleh tahu kamu masuk jurusan apa? " tanya aldi
"aku masuk kedokteran, di kampus milik kak reno, jadi kak reno itu juga sebagai dosen ku" jawab adinda
"ohhh gitu... yah sudah deh... kamu berangkat aja, biar tidak telat... hati hati yah... " ucap lala
"iya terima kasih yah.... aku duluan" jawab adinda dan dia langsung berlari ke parkiran untuk mengambil mobil nya.
*******
lala dan aldi melihat sampai adinda sampai keluar dari rumah sakit.
__ADS_1
"bagaimana.... apa yang kalian ketahui tentang perempuan itu" tanya seseorang di belakang mereka
aldi dan lala langsung menoleh ke arah suara itu dan melihat siapa yang ngajak mereja ngomong.
"dokter widya.... kenapa mengejutkan kami sih... " ucap lala pada dokter widya
"iya maaf kalau saya mengejutkan kalian, trus bagaimana. kalian tahu apa tentang perempuan itu, dan apa hubungannya dia dengan dokter reno" tanya widya pada aldi dan lala
"dia tadi bilang... kalau dia itu mahasiswa kedokteran yang ada di perusahaan dokter reno. dan dia juga salah datu mahasiswa dokter reno, jadi mungkin kedekatan mereka itu dari hubungan mahasiswa dan dosennya" jawab lala
"apa hanya itu saja.... saya rasa masih ada lebih dari itu, karena tidak mungkin hubungan dosen dan juga mahasiswa bisa sedekat itu, saya minta kalian terus cari tahu tentang perempuan yang bernama adinda itu. biar saya bisa dengan mudah untuk menjauhkan dia dari dokter reno" jawab dokter widya
"hahhh emang kenapa dokter widya ingin menjauhkan adinda dari dokter reno, bukannya itu hak dari dokter reno yah mau dekat dengan siapapun itu" ucap aldi yang semakin merasa heran dengan sikap dari dokter widya
"iya.... atau jangan jangan dokter widya takut yah kalau dokter reno pacaran sama adinda, atau itu karena dokter widya cemburu melihat kedekatan mereka" ucap lala yang menebak
"itu bukan urusan kalian... jangan banyak ikut campur, kerjakan saja tugas kalian, atau saya bisa pastikan nilai kalian magang tidak akan lulus " ucap dokter widya
"hahhhh kenapa begitu... bukannya yang berhak memberikan kami nilai itu dokter reno yah... bukan dokter widya, jadi kami di sini hanya ingin membantu dokter widya saja, dan kalau kami sudah tidak mau membantu lagi yah itu urusan kami, kenapa dokter widya malah mengancam begitu" jawab aldi
"kalian ngapain berkumpul di sini.... dokter widya.... banyak pasien yang sedang menunggu anda... apa masih ada hal yang penting ketimbang keselamatan pasien di sini " ucap dokter bimmo yang sedari tadi mendengakan omongan mereka
"dokter bimmo.... maaf dok... kami mau pergi ke ruangan dokter reno dulu, " ucap lala sambil menarik tangan aldi
"kalau begitu... saya juga pergi untuk ngecek keadaan pasien dulu dok... " ucap dokter widya
"tunggu... " ucap dokter bimmo dan dokter widya langsung berhenti setelah mendengar omongan dari dokter bimmo
"saya hanya ingin bilang sama kamu... jangan pernah ikut campur dengan urusan putra saya dengan adinda.... " ucap dokter bimmo sambil menepuk lengan dokter widya
__ADS_1
setelah ngomong seperti itu, dokter bimmo langsung pergi dan meninggalkan dokter widya yang sedang mematung.