
setelah memeriksa pasien di rumah sikit, reno langsung pergi ke ruangan farel untuk ngecek keadaan farel.
"assalamualaikum" ucap reno saat masuk ke dalam ruangan farel
" waalaikum salam" jawab semua orang yang ada di dalam rungan itu
"kak reno.... kakak kemana aja dmsih, kok baru ke sini, ini farel tidak bangun bangun loh... farel tidak apa apakan" ucap adinda ke reno
sementara reno langsung ngecek keadaan farel, dan setelab itu dia ngasih tau ke adinda kalau farel tidak apa apa.
"sayang... kamu jangan tegang kaya begitu, yahh, tenang aja farel masih dalam pengaruh bius, jadi biarkan dia istirahat, nanti kalau biusnya sudah hilang pasti farel akan sadar kok. kamu kan calon dokter, kenapa tidak tau hal seperti ini, sampai kamu gelisah begitu, kamu tenang aja yahh" jawab reno
" ren... kamu ajak adinda jalan jalan aja yah... ke kantin sana, biar adinda bisa tenang" ucap vita
"tidak mi... adinda mau nemani farel sampai sadar, adinda mau di sini" jawab adinda
"farel biar mami yang ngurus, kamu jalan jalan sana biar kamu sendiri tidak tegang, dan gelisah seperti itu. nanti kalau farel sadar, mami akan kasih tau kamu" ucap vita
"iya sayang... ayo ikut aku yah... kita ke kantin aja kalau begitu" ucap reno sambil langsung menggandeng tangan adinda
adinda dengan terpaksa menuruti kemauan vita dan reno, karena memang adinda tidak bisa tenang kalau berada di ruangan farel, jadi dia ingin nenangin diri dulu sambil cari makan untuk semua orang yang ada di kamar farel.
__ADS_1
saat jalan jalan melewati lorong lorong rumah sakit, adinda dan reno melihat ada polisi di rumah sakit itu, dan mereka juga melihat kalau dokter bimmo sedang mengantar polisi itu keluar dari rumah sakit.
"papa...." panggil reno ke dokter bimmo saat polisi polisi itu pergi
"ehh iya, ren, din, kok kalian di sini. bagaimana farel apa dia sudah sadar" tanya dokter bimmo
" farel belum sadar pa... trus kita mau ke kantin dulu... saat jalan kita melihat papa nganterin polisi keluar dari rumah sakit, jadi kita melihat dan berfikir kenapa ada polisi di rumah sakit ini" jawab adinda ke dokter bimmo
"polisi itu mencari dokter widya, ternyata dia otak dari segala hal yang terjadi pagi tadi" ucap dokter bimmo
" hahhh jadi semuanya sudah terbongkar, adinda sydah tau itu dari tadi pagi pa, tapi adinda takut untuk bilang, jadi adinda lebih pilih diam dulu, trus kalau sudah pas waktunya kita para perempuan akan ngoming ke kalian para laki laki" jawab adinda
" hahh kamu tau dari mana din, kalau dokter widya itu otak dari kejadian tadi pagi" ucap reno yang terkejut, karena dia kenal widya yang tidak mungkin bisa melukai orang lain
tapi reno hanya diam sambil mencoba memahami keadaan dan situasi saat ini, karena reno berfikiran kalau dia sangat mengenal dokter widya, dan dokter widya sangat baik sama dia, apalagi dokter widya selalu bilang ke dia kalau dia takut untuk menyakiti mahluk hidup, walaupun itu hanya hewan kecil, tapi ini kok dia benar benar tega ingin mengambil ginhal untuk farel, yang berarti dia ingin membunuh farel.
"sudahlah reno, widya tidak sebaik apa yang kamu fikirkan, papa sendiri sering mergokin dia ngomobg sendiri kalau dia ingin menghancurkan hububgan kalian berdua terutama adinda, dia berkeinginan untuk menyingkirkan adinda, tapi dia tidak tau siapa yang dia hadapi saat ini, jadi kelakuan dia dengan mudah terbongkar" ucap dokter bimmo
"iya pah... aku hanya tidak menyangka dia bisa sejahat itu, padahal dulu dia sangat baik, tapi sekarang kenapa dia bisa berbuat seperti itu. aku hanya berharap widya bisa segera tertangkap, dan mempertanggung jawabkan semua yang dia lakukan " jawab reno
" reno... papa harap kamu lebih lagi untuk menjaga adinda dan farel, karena keselamatan mereka berdua adalah tanggung jawab kamu. widya belum tertangkap, dan dia bisa melakukan apa aja untuk kesenangan dia sendiri" ucap bimmo
__ADS_1
"iya pay, reno akan menjaga adinda dan farel, karena mereka adalah bagian dari diri reno pah, jadi reno akan memastikan keselamatan istri dan anak reno" jawab reno dengan tegas
"yah sudah, papa akan menemui papi nya adinda untuk ngomongin masalah ini, dan kalian langsung pergi aja ke kantin, beli makanan untuk yang lain juga yah" ucap dokter bimmo
"iya pa... terima kasih pa, sudah sayang sama adinda" ucap adinda sambil memeluk dokter bimmo
"kamu tidak perlu terima kasih, kan sudah wajar papa sayang sama kamu, karena kamu bukan lagi menantu bagi papa, tapi kamu sudah papa anggap sebagai anak papa sendiri, jadi kalau ada yang beebuat jahat, dan papa tau orang itu siapa, papa akan singkirkan orang jahat itu, agar anak anak papa selamat" jawab dokter bimmo sambil memberikan senyuman ke adinda
setelah ngobrol banyak sama doktet bimmo, adinda dan reno langsung menuju kantin untuk makam atau sekedar mencari minuman dingin, dan juga tak laupa mereka membelikan banyak minuman dan juga cemilan unyuk semua keluarga yang sedang kunpul di rumah sakit.
"kamu kenapa kak, kok bengong aja, kamu masih belum bisa terima kalau teman kamu yang kamu anggap baik itu jadi buronan polisi" ucap adinda yang merasa reno kini banyak melamun seperti sedang memikirkan sesuatu
" bukan begitu din, tapi aku masih merasa aneh aja, kenapa widya bisa berbuat sejahat itu, pastikan ada alasannya. seperti dia di ancam seseorang atau dia memiliki alasan lain" jawab reno yang masih menganggap widya adalah orang baik
" kak... kamu boleh baik sama orang, tapi kamu juga harus bisa pilih pilih, jangan semua orang kamu anggap baik juga. kamu tidak percaya kalau dokter widya itu sebenarnya orang jahat, trus bagaimana caranya aku membuktikan sama kakak kalau dokter widya itu tidak sebaik apa yang kakak fikirkan, atau tunggu aku di sakiti dulu sama dokter widya di depan kakak, baru kakak percaya" ucap adinda yang jadinya kesal sama sikap reno
"bukan begitu din... aku hanya tidak menyangka aja, kalau benar dia dalam ancaman orang lain, kan kita bisa menyelamatkan dia, tidak perlu ada polisi seperti itu" jawab reno
" ahhh sudahlah.... kakak memang gak pernah paham dengan sekitar kakak, atau jangan jangan kakak ada perasaan sama dokter itu, sampai sampai kakak membela dia seperti itu. gak habis fikir aku sama kakak, bukti sudah ada di depan mata, tapi kenapa kakak masih juga menganggap kalau doktwr widya gidak salah" ucap adinda yang sangat kesal dengan reno, dan dia lebih pilih jalan sendiri dan meninggalkan reno yang masih terpaku duduk di salah satu bangku kantin
"dinda..... adinda..... tunggu....." teriak reno namun sama adinda tidak di hiraukan
__ADS_1
adinda sangat kecewa dengan sikap suaminya itu yang tidak tegas, dan sangat percaya sama dokter widya yang sudah jelas jelas orang jahat. adinda memilih untuk pergi ke kamar farel dan dia ingin curhat sama papi dan mami nya mengenai dokter widya yang kini jadi buronan polisi.