Hidup Bersama Kamu

Hidup Bersama Kamu
BAB 35


__ADS_3

"bagaimana yah cara nya agar aku bisa masuk ke dalam ruangan itu, sementara banyak sekali CCTV yang terpasang di daerah situ, kalau aku terobos aja, pasti dengan mudah mereka bisa menangkap aku." ucap dokter widya pada dirinya sendiri


" kalau benar isi kotak itu adalah ginjal yang akan di donorkan ke farel besok, sungguh aku tidak akan terima kalau melihat mereka bahagia dengan sembuhnya farel, sementara aku masih belum bisa mendapatkan reno"


"pokoknya aku harus gagalkan untuk operasi besok, tidak akan aku biarkan farel sembuh dan membawa kebahagiaan di hidupnya perempuan itu"


widya memikirkan bagaimana dia menggagalkan operasi farel besok, jadi dia menyiapkan berbagai cara agar operasi itu gagal, dan dia tidak peduli kalau reputasi dia sebagai dokter akan hancur jika dia ketahuan, yang penting dia bisa membuat adinda sedih dan dia bisa merebut reno dari adinda.


*****


matahari pagi sudah mulai menyapapara makhluk bumi pada hari ini, dan suasana rumah sakit sudah sangat ramai dengan orang berlalu lalang.


adinda, reno, dan farel juga sudah bersiap siap di hari itu, karena 2 jam lagi farel akan di bawa ke ruang operasi. adinda terus menguatkan farel, jika operasi itu akan berjalan dengan lancar dan farel akan sadar dengan ginjal baru di tubuhnya.


mulai dari semalam farel di suruh reno berpuasa karena dia akan melakukan operasi, bahkan minum sedikit saja dia tidak di perbolehkan, adinda sangat tidak tega melihat bibir farel yang kering dan dia selalu melihat ke arah botol air putih, namun farel tidak mau merengek minta air minum, dan adinda sendiri juga tidak tega sehingga dia lebih pilih mengalihkan fokus farel ke arah hal lain.


setelah 30 menit berlalu, semua keluarga adinda telah sampai di rumah sakit, termasuk rendy dan indah sih pengantin baru, mereka juga tidak ingin ketinggalan untuk memberikan bantuan dukungan untuk farel, yang memang sudah mereka anggap seperti saudara sendiri.


dan tak lama dati itu dokter bimmo juga terlihat turun dari mobilnya dengan membawa rekan rekan nya yang akan ikut dalam operasi farel, jadi hanya mereka dan dokter reno saja yang bisa masuk ke dalam ruang operasi itu, dan yang lainnya harus tunggu di luar.


*****

__ADS_1


" dokter bimmo" sapa ramma pada dokter bimmo


" tuan ramma, woww keluarga besar datang semua ternyata ini, dan ini pengantin baru juga datang, wah wah wah apa tidak mengganggu waktu kalian nie" jawab doktwr bimmo dan semua nya langsung tertawa karena faham dengan arah pembicaraan dokter bimmo


" apaan sih dok.... kita di sini untuk farel, jadi kita akan selalu ada saat farel kenapa napa, dan bukannya kalau semakin banyak yang datang untuk menemani, farel akan tambah bahagia dan itu memberikan aura positif" jawab rendy


" iya kamu benar ren, saya salut sama kamu, ayo silahkan kita masuk ke ruangan farel, dan untuk tian ramma kita nanti langsung ke ruangan saya, reno juga sudah saya hubungi tadi, karena ada hal penting yang akan saya omongkan sama kalian bertiga" ucap dokter bimmo


" tapi semuanya baik baik aja kan dok" tanya vita dengan penuh kehawatiran


" kita berdoa saja agar, semua nya baik baik saja dan operasi bisa berjalan dengan lancar" jawab dokter bimmo


"AAMIIN......" semua keluarga menjawab


indah langsung berlari ke arah toilet yang ada di lorong lantai 2, dan dia langsung duduk di atas kloset untuk pipis.


"untung aja masih pagi, jadi masih sepi toilet nya, kalau tidak aku bisa ngompol di celana saat ini juga" ucap indah pada dirinya sendiri


"Aauuuuwwww" teriak indah saat pipis,karena dia merasakan nyeri di daerah sensitif nya


" haduhhh twrnyata masih sakit banget, sampai pipis aja aku masih ke sakitan, dasar emang yah sih rendy itu" ucap indah dengan sedikit kesel tapi sebenarnya dia bahagia walaupun sakit di awal awal, tapi kata orang makin lama makin tidak sakit

__ADS_1


setelah pipis indah pergi ke wastafel untuk mencuci tangan nya, sambil merapihkan dandanannya, namun dia tidak sengaja mendengar ada orang telponan dengan orang lain dengan nada kasar dan keras.


"haloo... kamu harus segera lakukannya sekarang juga, kalau kamu gagal dengan rencana kali ini, maka kalian akan saya pecat atau saya akan kasih hukuman yang tidak kalian duga sama sekali" ucap seorang perempuan dari dalam bilik toilet


" saya tunggu kalian di rumah sakit ini, kita ketemuan di belakang rumah sakit kalau kalian sudah berhasil masuk dan mengambil ginjal yang tersimpan di ruangan dokter bimmo" ucap orang itu lagi


*hahh dokter bimmo, kenapa dia mau menyuruh orang untuk mengambil ginjal di ruangan doktwr bimmo, bukannya dokter bimmo itu papanya reno, suami adinda, lebih baik aku rekam semua percakapan dia, siapa tahu di butuhkan sewajty waktu* suara hati indah, dan dia mulai menyalakan hpnya untuk merekam semuanya


indah sengaja tidak keluar dari toilet itu, karena dia juga ingin sekali melihat orang yang ada di balik bilik itu, agar dia bisa melaporkan ke rendy tentang hal ini semua.


tak berapa lama, akhirnya orang itu selesai juga telponan dengan orang suruhannya, dan setelah itu perempuan itu keluar juga dari bilik toilet, sehingga indah bisa melihat dengan jelas wajah dari perempuan itu.


" mbak nya sedari kapan ada di sini, dan ngapain berada di toilet" ucap perempuan itu kepada indah


" yah saya di sini habis buang air, kan ini toilet, kenapa emangnya, apa ada masalah?" tanya indah


*dokter widya, ternyata dia salah seorang dokter di rumah sakit ini, trus kenapa dia mempunyai niatan jahat untuk mencuri ginjal di ruangan papa nya reno* suara hati indah, dan dia mengamati dengan jelas name tag yang ada di saku juba dokter nya


" tidak... tidak ada masalah apa apa, yah sudah silahkan kalau mau buang air, saya masih ada jadwal untuk memeriksa pasien" ucap dokter widya yang tegang, karena dia takut semua omongan dia tadi di dengar oleh indah


"oh iya dok, saya permisi masuk ke toilet kalau begitu" jawab indah dan dia berpura pura untuk masuk ke dalam toilet lagi, agar tidak di curigai

__ADS_1


setelah menunggu beberapa saar, indah keluar dari bilik toilet dan melihat sekitar sudah tidak ada siapa pun, hanya ada OB yang sedang membersihkan kamar mandi. melihat situasi aman, indah langsung menuju kamar farel untum beekumpul kembali dengan keluarganya, dan juga tak lupa menceritakan semua kejadian tadi pada adinda dan reno.


__ADS_2