Hidup Bersama Kamu

Hidup Bersama Kamu
BAB 15


__ADS_3

matahari pagi sudah bersinar, semua orang sudah pada sibuk dengan aktivitas mereka masing masing. adinda juga dalam perjalanan untuk ke rumah sakit buat melihat keadaan farel.


drett... drett... drett... ponsel adinda berbunyi


adinda : iya sayang kenapa?


reno : tidak apa apa, kamu sudah sampai atau belum


adinda : sudah... ini aku sedang di parkiran dan mau keluar mobil


reno : oke... hati hati yah... nanti kalau sudah sampai kampus kamu hubungi aku yah.... ingat langsung hubungi aku jangan telat


adinda : iya sayang.... nanti aku langsung hubungi kamu... yah sudah aku matikan dulu yah... love you


reno : love you too


panggilan berakdir, dan adinda langsung menuju lantai di mana farel di rawat. tanpa adinda sadari sedari tadi ada yang menguping pembicaraan adinda di telponnya.


"hayy nona... " panggil seseorang dari belakang. dan adinda langsung menoleh ke orang tersebut


"kamu... " ucap adinda


"iya... masih kenal kan sama aku, aku dokter widya, rekan kerja dokter reno" jawab dokter widya


"iya saya tahu... ada apa yah... anda memanggil saya" ucap adinda


"tidak... saya hanya penasaran saja sama anda... kenapa anda bisa sedekat itu dengan dokter reno. apa anda ingin mendekati dia? " tanya doktewr widya

__ADS_1


(mendekati.... hello... ya iyalah... kak reno bisa dekat dengan aku. secara aku itu istri dia yang paling dia sayang dan gang paling dia cintai, jadi kamu tidak ada hak apa apa buat melarang aku bisa dekat dengan suamiku sendiri) suara hati adinda sambil menatap tajam ke arah dokter widya


"maaf yah... dok... saya rasa, dokter tidak pewrlu tahu masalah prevesi saya dengan dokter reno, lagian... buat apa doktewr ngurusi semua itu, lebih baik dokter mikirin pasien dokter yang masih belum sembuh, jadi jangan pernah ikut campur dengan urusan saya dengan dokter reno" jawab adinda


"yah tentu saya berhak untuk ikut campur, secara saya itu rekan dia. dan saya dengar tadi kamu mengucapkan love you di orang yang kamu telpon, itu berarti kamu sudah punya pacar.... jadi kenapa kamu masih mau mendekati dokter reno, saya sebagai rekannya tidak terima kalau kamu mempermainkan teman saya" ucap dokter widya


"ha ha ha ha bilang aja kalau dokter srdang cemburu kan... karena saya bisa dekat dengan dokter reno, sementara dokter hanya bisa berkerja di samping nya tanpa di anggap penting dan spesial di hati dokter reno... saya jadi iba dan kasian melihat dokter widya yang seperti ini" jawab adinda dengan senyum devilnya


"kita taruhan saja... siapa yang berhasil mendapatkan hati dokter reni terlebih dahulu, kalau kamu kalah... kamu harus menghilang dari kehidupan dokter reno dan jangan pernah menunjukan batang hidung kamu lagi. tapi kalau saya yang kalah, saya akan melakukan hal yang sama. bagaiman.... kamu setuju" ucap dokter widya dengan PD dan congkak


"ha ha ha ha lebih bail dokter tarik kata kata dokter itu, karena dokter tidak akan menang untuk bersaing dengan saya.... lagian kalau dokter masih ingin kerja di sini, jadi saya harap dokter tidak memilih jalan yang salah, hanya karrna dokter ingin dekat dengan dokter reno" jawab adinda dengan membisikan pada telinga dokter widya


karena adinda tidak mau mencari masalah dengan orang, jadi adinda langsung meninggalkan dokter widya yang masih terpaku berdiri di depan loby rumah sakit.


adinda pergi ke ruangan farel, karena pagi ini farel harus minum obat, dan harus makan, jadi adinda ingin menepati janjinya kalau dia yang akan membantu farel makan dan minum obat.


"assalamualaikum.... farel... " ucap adinda saat masuk ke ruangan farel


adinda langsung membuka tirai agar ruangan farel hangat terkena matahari pagi, dan agar farel bisa bangun karena wajahnya terkena matahari.


"hahhhh.... jangan di buka... jendelanya... aku mau tidur lagi" ucap farel saat matanya silau terkena sinar matahari


"ayo... bangun... waktunya makan... jangan tidur terus... katanya mau sembuh... jadi harus banyak makan, minum obat, dan bangun pagi" jawab adinda


"mama..... " ucap farel yang sadar itu suara adinda


"iya.... ini mama sayang" jawab adinda sambil duduk di atas ranjang farel

__ADS_1


"mama kok pagi pagi datang ke sini? kenapa mam.... " tabya farel


"emangnya tidak boleh yah mama datang melihat anak mama ini di pagi hari... yah sudah deh mama pergi lagi aja" ucap adinda sambil menggoda farel kalau dia mau pergi.


saat adinda berdiri dari duduknya, tiba tiba farel memegang dan menarik tangan adinda yang membuat adinda duduk di tempat dia tadi


"mama jangan pergi.... farel cuma kaget saja, karena biasanya saat farel membuka mata itu tidak ada siapa siapa di sini hanya farel sendiri " jawab farel sambil menatap wajah adinda


"farel tenang aja yah... kan ada mama di sini... mama akan berusaha untuk bisa ada di sini saat farel membuka mata... agar farel tidak sendiri " jawab adinda sambil memeluk farel dengan erat


*****


"selamat pagi.... loh... nona kok sudah ada di sini pagi pagi" ucap suster yang mrngantarkan makanan buat farel


"iya sus... saya membawakan makanan untuk farel. " jawab adinda


"ohh yah... wah bagus dong... siapa tahu farel jadi banyak makannya" ucap suster itu


"iya dong sus.... selama ada mama farel di sini... farel akan banyak makannya, dan farek akan rajin minum obatnya" jawab farel sambil senyum ke adinda


"mama.....? " tanya suster itu yang bingung karrna farel memanggil mama pada adinda


"iya sus... mulai kemarin farel memanggil saya mama, karena dia bilang dia ingin salekali memiliki mama yang bisa sayang sama dia." jawab adinda


"ohhh begitu.... bagus kalau nona mau seperti iti, karena memang sudah lama sekali keluarga farel tidak menjenguk farel di rumah sakit, bahkan saat farel anfal... tidak ada satu anggota keluarga yang datang untuk menemui fia, padahal pihak rumah sakit sudah menghubungi merrka berkali kali" ucap suster itu


adinda menjadi sedih saat mendengar itu, karena ini baru pertama kalinya adinda tahu kalau ada orang tua yang tidak sayang dengan anaknya sendiri.

__ADS_1


(brnar brnar jahat mereka, mami papi dulu juga sangat sibuk... tapi mereka masih mau mementingkan keperluan ku sebagai putrinya, bahkan kasih sayang mami dan papi dulu sangat besar buat aku. tapi keadaan farel kini sangat terbalik dari aku dulu... di umur dia yang sekecil ini dia harus kehilangan kasih sayang yang seharus nya madih dia dapatkan, bukan malah di sia sia kan ) suara hati adinda


adinda langsung memeluk farel dan dia membisikan ke telinga farel. kalau dia sangat sayang sama farel dan dia akan menjaga farel sampai farel srmbuh dari sakit nya


__ADS_2