
Adinda dan Reno mengikuti Vita dan Ramma untuk menuju ke ruang kerja Ramma karena memang mereka juga ingin menjelaskan pada mereka siapa Farel yang sebenarnya.
“oke sayang kamu jelaskan sama papi dan mami sekarang juga, kenapa kamu sangat dekat dengan anak itu dan kenapa dia memanggil kamu dengan sebutan mama?” tanya Ramma yang semakin penasaran
“iya sayang kamu jelaskan sekarang, apa dia benar benar cucu mami.... tapi kalau benar kenapa kamu baru kenalkan dia sekarang” ucap Vita yang juga tidak sabar
“sabar dong mi.... pi.... adinda dan kak reno akan jelaskan semuanya, dan kita juga tidak akan menyembunyikan apa apa dari mami dan papi...” jawab adinda
“jadi... adinda bertemu dengan farel itu di rumah sakit, waktu adinda menemani kak reno. Karena waktu itu kak reno masih sibuk dengan kerjaan dia dan adinda bosen untuk menungu dia di dalam ruangan, jadi adinda pergi jalan jalan sendiri untuk melihat situasi di rumah sakit itu seperti apa.”
“waktu adinda jalan jalan, adinda melihat ada anak kecil yang menangis karena dia di suruh minum obat sama dokter dan suster, bahkan anak kecil itu marah marah karena dia bosan untuk terus berobat. Seketika adinda teringat dengan masa kecil adinda dulu mi... pi... adinda seakan akan bisa merasakan apa yang anak kecil itu rasakan. Jadi adinda mencoba untuk menghibur dia dan adinda juga sedikit cerita tentang masalalu adinda sama dia, dan alhamdulillah nya dia juga tertarik dengan cerita adinda, anak itu adalah farel mi... pi....”
“hidup farel tidak seberuntung adinda... walaupun kita sama sama dari keluarga yang kaya raya tapi... orang tua farel tidak pernah peduli dengan farel, bahkan mereka tidak pernah datang untuk menjenguk farel di rumah sakit, bahkan kata susterdan dokter yang merawat farel, orang tuanya itu juga tidak mau datang ke rumah sakit saat farel anfal, mereka hanya mengirim uang saja untuk biaya pengobatan farel tanpa menanyakan bagaimana perkembangan kondisi anak nya.” Penjelasan Adinda sambil memasang muka sedihnya
“Ya Allah....padahal banyak di luar sana orang tua yang ingin sekali memiliki momongan tapi Allah belum ngasih ijin untuk itu, tapi mereka dengan santainya menyia nyiakan anak mereka begitu saja, hewan aja masih menyayangi dan melindungi anak mereka, ini malah ada manusia yang bersikap seperti itu” ucap vita yang geram sama orang tua kandung farel
“iya mi.... mangkanya adionda dengan senang hati mengangkat farel menjadi anak adinda dan kak reno, adinda sangat ingin menjadi seperti mami dan papi yang mampu menjadi orang tua yang sangat baik dan selalu menyempatkan waktu untuk adinda dan kak rendy” jawab adinda sambil memeluk vita
__ADS_1
“papi juga setuja sayang..... kalau kalian mau mengangkat farel menjadi anak kalian, karena papi yakin.... farel adalah anak yang baik, dan akan menjadi sangat baik lagi kalau di tangan kalian berdua” ucap ramma sambil memikirkan sesuatu
“tapi pi.... masalahnya sekarang adalah, farel masih memiliki keluarga yang lengkap, dan keluarga farel juga di bilang cukup mampu...., jadi apa mereka akan mengijinkan kami untuk mengaopsi farel, kalau mereka tersinggung bagaimana?” tanya reno pada ramma
“kalian tenang saja,... serahkan semuanya sama papi.... papi nakan membereskan masalah itu,yang cukup kalian lakukan adalah menjaga farel dengan baik, dan berkan dia kasih sayang yang seharusnya ddi dapatkan anak kecil seusia farel, dan untuk masalah pengobatan farel, papi juga bisa menanggung semuanya, kalau perlu kalian pindah ke luar negeri untuk kesembuhan farel” jawab ramma dengan sungguh sungguh
“terima kasih pi.... kalau tidak ada papi dan mami.... aku bakalan bingung dengan masalah ini, papi dan mami emang orang tua terbaik di dunia.... he he he he” ucap adinda sambil memeluk mami dan papinya
“yah sudah sana kalian istirahat dulu ke kamar.... mami mau nemui cucu mami di taman belakang, mami takut kalau kakak mu khilaf dan akhirnya dia membuat farel nangis” jawab vita sambil bercanda
“iya mi... adinda titip farel sama mami aja yah.... kalau sama kakak, adinda tidak terlalu percaya... adinda mau ke kamar dulu sama kak reno yah....” jawab adinda
“siap pi.... papi bisa percayakan hal ini sama reno, dan reno akan pastikan kalau papi akan mendapat 2 cucu dari adinda,... he he he he he” jawab reno sambil melirik nakal ke arah adinda
“apaan sih kak reno.... kenapa kakak melihat adinda seperti itu.... jangan apa apakan adinda kak.... adinda masih terlalu kecil untuk tau semua itu, mami...... tolongin adinda mi.....” ucap adinda sambil berlari dan mengikuti vita
“adinda.... jangan lari kamu din.... kakak akan mengejar kamu sampai dapat” ucap reno sambil ngejar adinda
__ADS_1
“he he he tidak kak..... ampun.... jangan kejar adinda lagi.... mami... tolongin adinda dong mi....” ucap adinda
“maaf adinda.... untuk saat ini... mami tidak bisa membantu kamu, mami lebih percaya kalaukamu sedang bersama reno.... jadi reno... mami percaya sama kamu... dan mami juga berharap besar dengan kamu, mami tinggal dulu yah...” ucap vita
Reno langsung menggendong tubuh adinda yang sudah pasrah dengan keadaan itu, reno mengajak adinda ke dalam kamar pribadi mereka, reno juga mengunci pintu yang menghubung ke kamar rendy, karena dia tidak mau kalau ada yang mengganggu dia saat bersama dengan adinda.
“kakak mau ngapain kak... kak di sini ramai sekali, lagi banyak oraang loh kak....” ucap adinda yang sudah dag dig dug
“orang orang kan lagi di luar, sedangkan kita lagi di dalam kamar, yang penting kamu kalau teriak jangan keras keras... mereka tidak akan curiga dengan kita yang di dalam kamar, apa kamu tidak ingin memberikan cucu pada mami dan papi....?” ucap reno sambil berbisik di telinga adinda
“adinda tentu mau kak... tapi bagaimana dengan kuliah adinda, pasti nanti teman teman adinda akan curiga kalau melihat perut adinda membesar, dan mereka akan menggosipkan tentang adinda” jawab adinda
“kamu tidak usah khawatir dengan mereka, karena tidak ada peraturan untuk mahasiswa yang hamil itu di larang untuk kuliah, malah nanti kamu akan di utamakan saat di dalam kampus, apa lagi kalau mereka tahu kamu adalah menantu dari pemilik kampus, dan istri dari pewaris satu satunya, tidak akan ada yang berani dengan kamu, dan semua orang akan hormat dengan kamu din” ucap reno
“baiklah kak... adinda percaya sama kakak.... adinda siap untuk mengandung anak kakak dan adinda juga ingin segera memberikan cucu pada mami dan papi” jawab adinda
Mereka berdua saling pandang, dan reno mulai mencium bibir adinda, bahkan reno tidak lupa mengabsen setiap inchi dari tubuh adinda, mereka kini sedang di mabukan oleh rasa cinta mereka.
__ADS_1
Suara desahan dari mulut keduanya mulai terdengar, karena mereka benar benar di penuhi dengan nafsu yang membara, mereka sejenak melupakan segala hal, yang mereka ingat hanyalah rasa cinta yang mereka ungkapkan lewat aksi panas di atas ranjang .