
Semuanya sudah bersiap siap dari pagi hari, dan mereka sudah mengenakan baju terbaik mereka masing masing. Bahkan indah dan rendy juga sudah siap, dan kini mereka tengah menata perasaan masing masing yang sedari kemarin tidak karuan.
*****
" mama.... farel ganteng tidak memakai baju ini" ucap farel yang sedang memandangi dirinya di depan kaca
"Mana sini mama lihat anak mama ini" jawab adinda sambil berjalan menuju ke arah farel
Adinda merapaikan baju yang di kenakan farel, dan sedikit marapikan rambutnya juga.
" kalau begini anak mama ini kelihatan ganteng banget, bahkan om rendy kalah ganteng sama farel" ucap adinda
" beberan mam... mama tidak bohong kan" jawab farel
" ngapain mama bohong sih... emang bener kok, coba aja kamu tanya sama yang lainnya" ucap adinda
"Yah sudah , ma... farel mau ketemu papa, papa ada di mana yah sekarang" tanya farel yang sedari tadi tidak melihat keberadaan reno
" papa ada di kamar om rendy sayang, papa sedang menemani om rendy yang katanya gerogi dan dag dig dug sedari kemaren" jawab adinda
"Oh yah... ayo ma.. kita temui papa dan om rendy" ucap farel
"Iya ayo" jawab adinda
Mereka berdua keluar kamar untuk menuju ke lantai bawah, dan bertemu dengan semua keluarga, dan adinda sendiri juga sudah tidak sabar untuk mengganggu kakak nya itu, yang sebentar lagi sudah milik wanita lain
*****
__ADS_1
Sebelum menikah, rendy memiliki keinginan untuk menemui mami dan papi nya dulu, karena rendy ingin sekali mengucapkan terima kasih sama mereka berdua.
Rendy berjalan untuk mencari orang tuanya yang berada di halaman tempat acara akad akan di laksanakan. Mami dan papi rendy sedang menyapa para tamu yang sudah hadir, memang untuk acara akad ini hanya di hadiri teman teman dan saudara terdekat saja, jadi tidak banyak tamu yang datang.
" mami... papi... boleh ikut rendy masuk sebentar" ucap rendy
"Ada apa rend?" Tanya ramma
"Ada yang ingin rendy omongin ke mami dan papi, dan ini sangat penting" jawab rendy sambil sedikit memaksa
Ramma dan vita langsung mengikuti rendy dari belakang, mereka sedikit bingung dan juga agak khawatir, kenapa rendy tiba tiba ingin ngomong hal yang sangat penting di hari pernikahannya.
Reno, adinda, farel, nenek ratih, arjuna, ariel, dan semua keluarga melihat ramma dan vita dengan muka yang tegang sedang mengikuti rendy, jadi mereka semua juga kepo untuk mencari tahu, dan mereka juga ikut kemana rendy mengajak orang tuanya itu.
setelah sampai ke taman, akhirnya rendy memeluk mami dan papi nya dengan sangat erat sambil terisak dan air matanya jatuh.
"rendy sayang.... kamu kenapa sih nak... kok nangis begini.... ini kan hari spesial kamu, jadi kamu jangan sedih begitu" ucap vita sambil menyeka air mata rendy
vita yang mendengar itu langsung tersentuh, dan mengingat masa masa kecil rendy, mulai dari pertama kali mereka bertemu dan saat mereka bermain bersama sama, hingga susah senang mereka selalu saling menguatkan.
"rendy.... mami yang harusnya bilang terima kasih sama kamu nak, kalau bukan tanpa kamu, mungkin mami tidak akan pernah bertemu dengan papi. dan satu lagi selama ini mami tidak pernah anggap kami sebagai anak sambung mami, mami selalu anggap kamu sebagai anak kandung mami sendiri sama seperti adinda, kasih sayang mami ke kalian itu sama tidak pernah mami membeda bedakan, karena kalian sama sama anak mami" jawab vita sambil berlinang air mata
"iya mi... rendy tahu dan sadar akan hal itu, tapi rendy merasa selama ini belum bisa menjadi anak yang baik sama mami, dan rendy juga belum bisa membahagiakan mami sama papi, jadi rendy benar benar mau minta maaf sama kalian berdua" ucap rendy yang kini sedang memegang tangan mami dan papinya
" rendy.... kamu itu sudah sangat membuat mami dan papi bangga sama kamu, kamu dan adinda itu adalah anak anak terbaik papi dan mami, jadi kalian tidak perlu berfikiran seperti itu, apa lagi kamu rendy, dengan semua prestasi yang berhasil kamu dapat, dan dengan kamu tumbuh menjadi laki laki yang baik dan bertanggung jawab, itu sudah lebih dari cukup untuk menjadikan kita berdua bahagia, iyakan mi..." jawab ramma sambil melirik ke arah vita
" iya sayang.... kamu jangan pernah berfikiran seperti itu lagi... kamu itu adalah anak laki laki tersempurna yang mami pernah miliki" jawab vita
__ADS_1
kini mereka bertiga sedang berpelukan kembali, sambil mengusap air mata mereka masing masing. adinda yang melihat momen haru itu menjadi sedikit geram karena dia tidak di ajak, dan hanya di sebut saja namanya.
" kakak.... kakak punya banyak salah sama adinda, kenapa kakak tidak minta maaf sama adinda juga hahh? " ucap adinda sambil berjalan mendekat ke arah rendy dan sambil bercak pinggang
semua irang yang melihat tingkah adinda itu hanya bisa menahan tawanya, karena menang adinda dan rendy jika di satukan kadang kala mereka berubah menjadi tikus dan kucing yang selalu saja berantem, dan kadang kala mereka menjadi dua ekor angsa yang sangat indah dan selalu bersama.
" minta maaf... bukan nya kamu yang selalu ngajakin kakak berantem din, kamu yang selalu cari gara gara sama kakak" jawab rendy sambil mendekatkan wajahnya ke wajah adinda yang sedang manyun
" kapan adinda cari gara gara sama kakak, adinda itu adik yang baik tau, adinda tidak pernah cari gara gara sama kakak, adinda selalu saja ngalah sama kakak" ucap adinda sambil menyipitkan matanya
ramma dan vita memberikan kode ke rendy untuk tidak melanjutkan perdebatannya dengan adinda, karena jika di teruskan maka acara ini bisa bisa di undur beberapa hari, sambil nungguin mereka selesai berantem.
" iya deh iya... kakak yang salah, kakak minta maaf sama adik kakak yang cantik ini yah... mungkin kakak punya banyak salah" ucap rendy sambil mencubit pipi adinda
setelah mendengar ucapan reno itu tiba tiba adinda nangis dengan sangat kencang seperti anak kecil, bahkan mungkin dia lupa kalau di situ ada farel anak angkatnya.
" huahhhhh.... kakak..... nanti kalau kakak sudah menikah, jangan pernah berubah sama adinda yah kak.... jangan pernah berubah sedikitpun sama adinda, adinda takut nanti kakak berubah sama adinda dan kakak melupakan semuanya tentanga adinda" ucap adinda sambil nangis sesenggukan
" adinda.... adinda.... kakak tidak akan pernah berubah sama kamu, kakak akan tetap jadi kakak adinda yabg selalu siap dan sigap menjaga kamu, walaupun kamu sudah punya suami, tapi kamu twtao menjadi adik kecil kakak, dan walaupun kakak menikah... semuanya tidak akan pernah berubah, kamu tetap menjadi adik kecil kakak yang sangat kakak sayang" jawab rendy sambil memeluk erat tibuh adinda
" jadi... nanti... kalau adinda mau minta uang sama kakak, kakak akan tetap kasih yah... kan adinda adik kakak" ucap adinda sambil sesenggukan
" kamu ini... kenapa yang di tanya uang sih... kan kamu sudah punya suami yang juga kaya raya, kenapa kamu tidak minta sama suami kamu aja sih.... kenapa harus kakak" jawab rendy
" huahhhh.... huahhhh.... jadi kakak tidak mau kasih aku uang lagi, huahhhh huahhh" ucap adinda sambil nangis dengan sangat kencang
" eh ehe he iya iya... kakak akan tetap kasih kamu uang kalau kamu minta sama kakak, sudah jangan nangis, tuh lihat... farel aja sampai bengong lihat kelakuan mamanya yang kaya adiknya farel" jawab rendy sambil menghadapkan wajah adinda untuk melihat ekspresi farel
__ADS_1
melihat itu adinda hanya bengong, karena dia benar benar lupa kalau di situ juga ada farel yang sudah dari tadi melihat keboborokan mamanya, tapi adinda ingin cuek aja, dan nanti dia tinggal jelaskan ke farel dan selesai.
rendy kini saling berpelukan dengan semua keluarga, dan meminta doa restu agar acaranya hari ini bisa berjalan dengan lancar tanpa halangan sedikitpun.