
Tanpa Adinda sadari... Reno mendengar omongan nya pada Farel. Reno terlihat sangat bangga dengan apa yang di lakukan Adinda pada anak kecil itu.
"Kamu tidak adil" ucap Reno yang berdiri di belakang Adinda
Adinda yang mendengar suara Reno itu langsung berbalik ke belakang untuk melihat Reno.
"Kak Reno.... kak Widya... "ucap Adinda saat tahu ada Reno dan Widya di belakang dia
"Terima kasih yah, kamu sudah mau membantu membujuk Farel, soalnya Farel itu terkenal sekali kalau dia nakal sering tidak mau di ajak berobat, bahkan dokter yang menanganinya sangat susah untuk membujuk Farel" ucap Reno
"Iya sama sama... kamu sudah selesai atau belum, aku mau pulang, lagian Aldi dan Lala juga sudah pulang dari tadi" ucap Adinda
"Iya... sudah kok... ayo ke ruangan aku dulu, tas ku ada di sana" jawab Reno
"Yah sudah ayo" jawab Adinda
"Wid... aku balik sekarang yah... kamu langsung balik ke ruangan kamu sendiri yah" ucap Reno pada dokter Widya
"Ohh iya Ren... kamu hati hati yah" jawab dokter Widya sambil menepuk pundak Reno
(Sabar Dinda... kamu jangan cemburu, dia tidak ada apa apa nya di banding kamu, aku yakin kak Reno tidak akan pernah suka sama dia, maaf yah dokter Widya... kamu tidak akan aku biarkan bisa dekat dekat sama kak Reno) suara hati Adinda
Adinda dan Reno berjalan menuju ruangan Reno, banyak sekali pasien, suster dan juga dokter yang memandang aneh ke arah mereka, karena biasanya orang yang di samping dokter Reno itu adalah dokter Widya, mangkanya banyak yang bertanya tanya, tentang siapa perempuan yang menempati posisi dokter Widya.
"Kakak sama Dokter Widya itu selalu tugas bareng yah.... soalnya kalian kenapa selalu dekat sih. dimana ada kakak pasti ada dokter Widya" tanya Adinda yang penasaran
__ADS_1
"Yah tidak bareng.... tapi kita berada di rana yang sama, kita dulu kuliah bareng dan sama sama mengambil jurusan dokter bedah, jadi kita dulu saling bantu." jawab Reno
"Ohhh pantesan.... kalian dekat banget, " ucap Adinda.
"Kamu cemburu sayang... ?" tanya Reno sambil menatap wajah Adinda.
"Tidak cemburu, cuma tidak suka aja, soalnya pandangan dia ke kakak itu aneh banget, bahkan aku merasa kalau dokter Widya itu suka sama kakak" jawab Adinda
"Mau suka atau tidak kan itu hak dia sayang, yang terpenting aku tidak pernah suka sama dia, aku hanya anggap dia teman saja, tidak lebih. satu satunya perempuan yang aku suka itu kamu... istri ku yang tercantik di bumi ini he he he" ucap Reno
"Ihhh lebay.... yah sudah ambil tas nya, aku bawa tas rantang ini aja" jawab Adinda
Reno langsung mengambil tas nya dan dia juga langsung merangkul pundak Adinda, Adinda juga tidak menolak karena hal tersebut masih wajar di lakukan sama teman ke temannya, walaupun banyak yang melihat tapi Adinda dan Reno tidak peduli dengan mereka semua.
Widya yang melihat itu, semakin tidak suka dengan Adinda. Dia juga semakin penasaran tentang siapa Adinda dan kenapa Adinda bisa begitu dekat dengan Reno, padahal dia sudah kenal Reno dari lama tapi dia tidak pernah di rangkul seperti itu dan Reno juga tidak pernah bersikap manis pada dia.
Adinda dan Reno masuk ke dalm mobil yang sama, mereka akan pulang ke rumah. di jalan Reno ingin bertanya pada adinda masalah cerita Adinda pada Farel tadi.
"Sayang.... kenapa kamu tidak pernah cerita masalah sakit kamu ke aku" tanya Reno pada Adinda
"Ohh iya... aku fikir kakak sudah tahu dari kak Rendy, karena sangat tidak mungkin kalau kak Rendy belum cerita sama kakak, aku tahu mulut kak Rendy itu kadang bisa bocor juga" jawab Adinda
"Hahhh.... ohh iya sihh, Rendy pernah cerita, tapi aku kan ingin dengar dari kamu juga, agar aku bisa pastikan apa yang Rendy ucapkan itu benar dan tidak salah" ucap Reno
"Iya... apa yang kamu dengar tadi tidak salah, aku dulu pernah sakit parah tapi Alhamdulillah masih di berikan ke sehatan dan tidak terjadi apa apa lagi sama aku, dan aku berharap kalau sakit itu tidak datang lagi" jawab Adinda
__ADS_1
"Aku yakin... kamu akan sembuh sayang, sakit itu tidak akan pernah datang lagi, karena aku yang akan menjaga kamu dan aku akan pastikan kalau kamu selalu sehat" ucap reno sambil memegang tangan Adinda lalu di ciumnya tangan itu
"Iya makasih kak.... ohh iya... aku boleh tidak sering ikut kamu kerja kalau di rumah sakit" ucap Adinda
"Hemmm boleh... aku makin seneng kalau ada kamu di rumah sakit, kamu mau jagain aku kan... biar Widya tidak dekat dekat sama aku " jawab Reno
"Enggak enak aja, aku ingin menjenguk Farel, dan aku sudah janji sama dia kalau aku akan sering datang untuk menjenguk dia di rumah sakit" jawab Adinda
(Tapi yah... benar juga sih... aku ingin awasin kamu biar kamu tidak dekat dekat dengan dokter Widya itu. aku ingin kasih peringatan sama dia kalau kini dokter Reno sudah bukan milik semua orang. dia kini hanya milik ku saja) suara hati Adinda
"Ohhhh iya... kamu tadi kenapa tidak kasih kabar ke aku kalau kamu jalan jalan sendiri" tanya Reno pada Adinda
"Hahh.... sudah kok... aku sudah kirim pesan ke kamu, aku kirim chat di ponsel kamu tadi sebelum aku berangkat" jawab Adinda
"Hahh kirim chat... kapan kok aku tidak tahu" ucap Reno
"Sudah sayang.... aku kirim pesan ke ponsel kamu, tapi kamu tidak balas pesan ku, jadi aku fikir kalau kamu sedang sibuk jadi tidak sempat buka ponsel" jawab Adinda
"Iya sih aku tadi lagi sibuk, jadi aku tidak bisa lihat ponsel sama sekali. maaf yah aku cuekin kamu tadi, kamu pasti bosan yah... apa lagi Aldi dan Lala pulang" ucap Reno
"Ihhh tidak apa apa, aku tahu kalau kamu sibuk. Jadi aku tidak ingin ganggu kamu dengan telpon, tapi aku kirim pesan ke ponsel kamu untuk minta ijin buat jalan jalan keliling rumah sakit. Ini... buktinya... masih ada di ponsel ku... " ucap Adinda sambil ngasih tunjuk bukti kalau dia benar benar kirim pesan pada Reno
"Iya sayang.... aku hanya minta maaf saja... karena tinggalin kamu sendiri kaya tadi" ucap Reno
"Iya tidak apa apa" jawab Adinda sambil memeluk tangan Reno
__ADS_1
(Aneh sekali.... kenapa aku tidak menerima pesan dari Adinda yah.... padahal di ponsel Adinda sudah jelas dia kirim pesan tadi, kenapa waktu aku cek ponsel tidak ada pesan dari Adinda... ada yang tidak beres ini) suara hati Reno