
Adinda dan Reno sudah sampai di rumah mereka, Adinda turun dulu karena dia ingin menyimpan barang belanjaan mereka tadi ke dalam kamar, sementara Reno memarkirkan mobilnya di garasi.
"Hemmm makin tidak sabar untuk ketemu anak anak lagi... " ucap Adinda sambil menata bajunya di Almari
"Kalau kamu mau kembali ke kampus lagi juga tidak apa apa sayang... kuliah aja" ucap Reno yang masuk ke dalam kamar
"Tidak mau ah... kan jatah libur ku masih ada 2 har uhhh lagi, jadi aku akan memanfaatkan waktu itu dengan sebaik mungkin, trus senin depan baru aku kembali ke kampus" jawab Adinda sambil membersihkan make up di wajah dia
"Anak pintar.... kamu jangan buru buru masuk ke kampus, karena aku masih ingin terus bersama kamu, pagi... siang... sore.... malam.... kalau kamu kuliah, aku tidak akan bisa memeluk kamu saat di kampus " ucap Reno sambil membalikan tubuh Adinda agar menghadap dia
"Tapi kamu masih bisa kok kak peluk aku, saat kita ada ruangan kamu, di tempat yang sekiranya tidak ada orang yang melihat kita" jawab Adinda
"Kalau begitu .... aku akan sering sering panggil kamu untuk ke ruangan aku, jadi kamu siap siap aja " ucap Reno
"Iya sayang.... kalau kamu lagi ada masalah, atau lagi pusing dengan tugas kampus ataupun rumah sakit, kamu bisa panggil aku kok, kamu bisa minta bantuan aku, dan aku akan dengan senang hati buat membantu kamu" jawab Adinda
"Terima kasih yah sayang.... " ucap Reno
__ADS_1
"Yah sudah kamu tidur gih... besok kan kamu harus ke rumah sakit, dan aku juga harus menjenguk Farel, besok aku ingin masakin makanan untuk Farel sekalian yah" ucap Adinda
"Haduh... istri aku ini kenapa baik banget yah.... jadi makin cinta aku sama kamu.." ucap reno sambil mencubit pipi Adinda
"he he he he... jangan gitu... nanti kalau aku makin baper bagaimana, nanti aku makin tidak bisa lepas dari kamu, jadi kemana mana kamu harus bawa aku" jawab Adinda
"Ohhh siap sekali.... aku makin senang kalau ada kamu di samping aku" jawab Reno
"Kak.... sebenarnya Farel itu sakit apa sih... kenapa dia sampai terus berobat seperti itu, padahal dia kan masih kecil" tanya Adinda pada Reno
"Farel terkena gagal ginjal, jadi dia setiap minggu harus melakukan cuci darah dan setiap hari harus minum obat, namanya anak berusia 7 tahun, jadi akan ada masa dia bosen dengan obat obatan yang selalu dia minum dan di tambah keluarga nya jarang banget menjenguk dia, dia lebih sering main sendiri dan terkadang main dengan suster yang menjaga dia" jawab Reno
"Iya... tapi sayangnya tidak dengan Farel... Farel terlahir dari keluarga yang bisa di bilang sangat berkecukupan, tapi sayang nya orang tua Farel dua duanya berkerja, dia hanya di asuh dengan pembantu saja di rumah. Jadi apa yang dia makan itu sangat asal asalan dan tidak sehat, kebanyakan makanan cepat saji" jawab Reno sambil menjelaskan
"Ya Allah kasiahan sekali Farel.... berarti sakit dia itu bisa di bilang salah orang tuannya juga, mereka sibuk mencari uang jadi mereka lupa dan lalai dengan anak mereka. Kok bisa ada yah kak orang tua yang seperti itu, padahal Farel itu anak kandung mereka. Trus apa orang tua mereka sering datang ke rumah sakit untuk menjaga Farel" ucap Adinda
"Mereka datang satu minggu sekali, tapi terkadang mereka tidak datang sama sekali, kini Farel seperti sudah terbiasa tanpa hadirnya orang tua, dia tidak pernah mencari orang tuannya" jawab Reno
__ADS_1
"Ya Allah... aku benar benar tidak habis fikir dengan itu semua, banyak orang di luar sana yang menantikan kehadiran buah hati di dalam rumah tangga nya, tapi mereka yang sudah di karuniai anak setampan dan selucu Farel malah di sia siakan" ucap Adinda yang semakin tidak percaya dengan apa yang di alami Farel
"Mangkanya kamu harus banyak bersyukur sayang... kamu bisa berkumpul dengan orang tua kandung yang sangat sayang dan mencintai kamu, karena tidak banyak anak yang hidup seperti kamu, dan dengan kemewahan yang kamu miliki sejak lahir" ucap Reno sambil ngelus rambut Adinda yang sedang tidur di pangkuannya
"Iya kak... aku juga selama ini selalu bersyukur karena aku di kasih papi seperti papi Ramma, di beri mami seperti mami Vita dan di beri banyak saudara yang juga sayang sekali sama aku seperti kak Rendy, Arjuna dan Reno" jawab Adinda sambil menatap wajah Reno dari bawah
"Yah sudah ayo tidur... tapi kali ini kamu tidurnya di pelukan aku yah, aku ingin sekali tidur dengan kamu sebagai guling" ucap Reno
"Iya kak... pokoknya aku janji sama diri aku sendiri, aku akan temani Farel sampai Farel sembuh. dan aku akan jagain dia, aku akan selalu ada untuk farel" jawab adinda
"Iya Aamiin... semoga Allah mendengar doa kamu, dan Farel segera bisa mendapatkan donor ginjal agar dia bisa segera di operasi. Karena Farel hanya tinggal menunggu ada donor dan dia bisa sembuh, sebenarnya Farel bisa cepat sembuh kalau orang tua nya mau mendonorkan ginjalnya untuk Farel, tapi sayang nya mereka tidak mau" ucap Reno
"aku akan temani farel sampai dia sembuh dan aku juga akan terus menghibur dia agar dia tidak stres denga sakit yang dia alami saat ini. Kalau sampai aku bertemu sama orang tuannya Farel, aku akan bilang sama mereka, mereka masih sayang tidak dengan Farel kenapa mereka bisa sampai hati berbuat seperti itu dengan putra dia sendiri" ucap Adinda yang semakin geram dengan orang tua Farel
"Iya... aku akan menyetujui yang kamu lakukan asal kamu bahagia... kalau kamu bisa bahagia dengan hal itu aku akan dukung 100 persen, dan aku juga akan berusaha menghubungi rumah sakit besar di berbagai negara untuk menanyakan apa mereka memiliki donor ginjal yang bisa di kirim ke rumah sakit kita" ucap Reno
Sebum tidur Adinda dan Reno gosok gigi dan meminum air putih, agar tubuh mereka tidak kekurangan cairan, jadi mereka tidak gampang sakit
__ADS_1
Setelah dari kamar mandi Adinda dan dia kini langsung masuk ke dalam selimut dan tidur dengan memeluk erat tubuh Reno Reno juga sama dia juga tidur dengan memeluk istrinya Adinda.