
karena tidak kunjung mendapat maaf dari suaminya, adinda jadi memutar otaknya agar bisa mendapatkan perhatian dari reno dan yang terpenting adalah maaf dari reno.
"kakak.... jangan gitu dong... adinda tadi itu benar benar lupa... karena adinda sudah telat masuk kelasnya" ucap adimda sambil memeluk lengan reno
"ihhhh kakak.... jangan marah.... adinda janji... tidak akan mengulang kesalahan seperti tadi.... kakak jangan diamkan adinda yah... " ucap adinda sambil memelas di hadapan reno
tapi reno tetap tidak memberikan respon apa apa, jadi adinda diam diam memberikan pesan pada temannya untuk cepat cepat menelpon ponselnya, dengan alasan penting.
setelah teman adinda menerima pesan itu, mereka langsung menghubungi nomer adinda, dan adinda juga langsung berpura pura kembali di depan reno.
"haduh... siapa sih.... telpon... " ucap adinda sambil melihat ponsel nya
"hahhh dokter pras... ngapain yah dokter pras hubungi aku, (sambil melirik ke arah reno) kak reno.... aku angkat telpon dulu yah... siapa tahu ada yang penting" ucap adinda
sepertinya rencana adinda kini sedikit berhasil, karena diam diam reno memperhatikan adinda yang dia kira srdang berbicara dengan dokter pras.
jihan : halo din kamu kenapa
Adinda : iya dok... kenapa dokter menghubungi saya.... bukannya kita tadi sudah bertemu di kelas yah....
jihan : hahh... din... ini aku jihan... kenapa kamu malah nyebut dokter pras
adinda : hemmm bagaimana yah dok... sebenarnya siang ini saya tidak sibuk asih dok... emangnya kenapa yah...
jihan : woyyy dinda... kamu sehat kak din, sadar dong... jangan halu kaya gini.... sadar din... sadar
adinda : ohhh jadi dokter ngajakin saya makan siang... hemm bagaimana yah dok, saya belum makan siang sih emang... ohhh begitu.... jadi ada yang ingin dokter ingin omongkan berdua dengan saya... kalau boleh tahu tentang apa yah dok...
jihan : dinda... serahlah... kamu mau ngomong apa, kamu lagi di mana sih... kenapa jadi agak gesrek gini sih... pake ngaku ngaku di telpon dokter pras lagi... jangan menggila yah din....
__ADS_1
adinda : iya dok saya berangkat sekarang, dokter tunggu saya di parkiran aja yah... saya segera temui dokter... yahhh sudah. sampai ketemu dok...
jihan : ihhhh sumpah yah.... aku ngomong apa jawabnya apa... kesambet di mana sih kamu din.... auah.... bay
panggil telpon berakhir
"kak reno... aku pamit mau keluar sebentar yah kak sama dokter pras, katanya tadi ada yang ingin di omongin sama aku, dan sekalian makan siang " ucap adinda pada reno
"kalau kakak diam saja.... aku anggap kakak ngeiyain omongan aku ini... yah sudah aku pamit dulu yah kak.... Assalamualaikum " ucap adinda sambil mengambil tasnya yang ada di sofa dan langsung berbalik ingin keluar dari ruangan reno
reno yang tidak ingin istri nya jalan sama laki laki lain... dia langsung mengejar adinda sebelum benar benar keluar dari dalam kantornya.
reno menarik tangan adinda dan mendorong adinda terpojok di tembok, lalu dengan segera reno mencium bibir adinda hingga menjadi ciuman yang sangat panas.
adinda benar benar terkejut dengan respon yang di berikan reno, karena adinda sudah mulai kehabisan nafasnya dia mendorong tubuh reno, agar reno melepadkan ciumannya itu.
"kak... reno... aku tidak bisa nafas" ucap adinda sambil mencoba mengatur nafas nya kembali
"kakak... kalau di lihat orang bagaimana. bisa berbahaya.... bagaimana kalau saat pulang nanti... " ucap adinda sambil berjalan mundur sedikit demi sedikit
"tidak... kalau kakak tidak membuat kamu lelah dan tidur di sini... kamu akan pergi bersama dokter pras itu kan, jangan harap bisa kabur dengan mudah dari sini" jawab reno yang maju mendekat ke arah adinda
"oke oke.... itu tadi bukan dokter pras yang telpon kak... itu tadi jihan.... aku sengaja mau menggoda kakak, biar kakak mau ngomong sama aku.... aku menyesal kak... maaf.... aku tadi berbohong sama kakak... ahhhh" ucap adinda yang tiba tiba jatuh ke arah sofa dan dia sudah tidak bisa pergi kemana mana lagi
"apa kamu mau menolak keinginan suami kamu dinda.... setehu kakak tidak baik seorang istri menolak ke inginan suaminya " ucap reno sambil mendekatkan wajahnya ke wajah adinda
"yah sudah.... aku tidak akan menolak... kakak bebas mau melakukan apa aja, aku pasrah dan tidak akan menolak lagi... aku akan nurut sama kakak" jawab adinda sambil memejamkan matanya
"jangan bergerak" bisik reno pada adinda
__ADS_1
adinda langsung diam sambil memejamkan matanya, sementara reno hanya diam memandang wajah adinda yang sangat tegang.
reno langsung menggunakan kembali jas nya, dan dia mengambil tas adinda, lalu reno langsung menggendong tubuh adinda. adinda yang terkejut langsung membuka matanya dengan sangat lebar.
"kak... ini kita mau kemana? kenapa kakak gendong adinda.... " ucap adinda pada reno
"jangan berisik... tadi kamu sendiri yang bilang kalau mau nurut, yah sudah diam saja.... " jawab reno
"iya... " jawab adinda sambil mengalunglan tangannya di leher adinda
(haduhhhh ini banyak orang yang melihat, bagaimana nanti nasib ku yah.... aku tidak akan selamat besok waktu kuliah... tidak apa apa deh.... yang pebting kak reno tidak marah lagi pada aku... kalau dia masih marah itu yang akan lebih berbahaya. aku lebih siap menghadapi omongan pedas dari banyak orang besok, tapi kalau aku di suruh untuk menghadapi kemarahan kak reno... itu yang mrmbuat aku tidak kuat, dan tidak sanggup) suara hati adinda
reno membawa adinda masuk ke dalam mobilnya, dan reno juga memasangkan sabuk pengaman milik adinda.
"terima kasih.... uuummmaacc" ucap adinda sambil mencium pipi reno dengan sekilas
reno yang sebenarnya tidak marah pada adinda namun dia hanya berpura pura saja, untuk memberikan sedikit pelajaran agar adinda tidak lagi melupakan kesepakatan yang sudah di buat dari awal.
reno sangat senang dengan hal hal spontan yang di berikan adinda, seperti tiba tiba menciumnya dan tiba tiba memeluknya di depan umum. karena menurut adinda itu bukan hal yang memalukan karena yang dia peluk dan cium adalah duami sah nya.
"kakak mau menculik aku ke mana.... " tanya adinda pada reno
"kamu mau nya di bawa kemana " jawab reno
"hemmm bagaiamana kalau kita ke hotel aja.... kita lanjutkan yang tadi.... bagaimana.... apa kakak tertarik" ucap adinda sambil tangannya sedikit nakal merabah dada reno
"eehhhmmm.... stop.... kamu sudah berani menggoda kakak yah.... ternyata kelebihan kamu ada di sini" jawab reno sambil mengamankan tangan adinda
"kakak akan lebih bisa melihat kelebihan ku lagi.... jadi... bagaimana apa kita mau ke hotel saja" ucap adinda sambil tangannya bermain main lagi
__ADS_1
"eehhhmmm.... kenapa panas sekali sih... haduhhhh" ucap reno sambil membuka kaca mobilnya dengan lebar
di dalam hati adinda sangat bahagia karrna yang dia tahu... reno sudah tidak marah sama dia lagi, dan reno sudah mulai bersikap biasa saja.