
Rendy dan indah sedang bermain bersama farel di taman bunga belakang rumah, farel sangat bahagia sekali saat bersama mereka, karena dia tidak pernah merasakan hangatnya keluarga itu seperti apa, senyum dan tawa kini tidak pernah lepas dari bibir mungil milik dia.
“farel.... kamu sebenarnya sakit apa sih.... cerita dong sama om rendy dan tante indah” tanya rendy yang ingin tahu
“farel sakit ginjal om.... kata om dokter, farel harus mendapatkan donor ginjal baru agar farel bisa sembuh, kalau farel tidak dapat donor ginjal itu maka farel tidak akan sembu dan setiap minggu farel harus cuci darah 2 kali, kalau tidak begitu farel tidak akan bisa hidup lama om” jawab farel dengan santai karena hal seperti ini sudah menjadi hal yang biasa buat dia
“tapi kenapa farel tidak sedih sih sayang.... tante indah aja mendengar itu jadi sedih...” tanya indah pada farel
“farel sudah capek tante sedih terus.... kata mama adinda kalau farel sedih nanti sakit farel akan makin parah, dan nanti akan susah sembuhnya. Tapi kalau farel selalu tersenyum, tertawa dan selalu bahagia nanti sakit farel itu akan sembuh sendiri, karena dia nanti akan kalah sama farel, dan farel akan menjadi pemenang di hari esok” ucap farel sambil terus tersenyum
“nenek bangga sama kamu sayang.... yang di bilang mama kamu itu benar sekali, farel harus bisa pertahankan senyum ini yah sayang.... jangan mau kalah sama sakit, apa lagi kalau farel menyerah, farel harus bisa tunjukan sama semua orang kalau farel anak yang kuat dan bisa menghadapi ini semua, karena semua keluarga farel ada di sini untuk mendukung farel” ucap ratih yang dari tadi mendengar obrolan mereka di taman belakang
“nenek.....? apa boleh farel memanggil nyonya dengan sebutan nenek?” tanya farel yang terkejut
“tentu sayang.... farel adalah anak dari mama adinda, mama adinda adalah anak nenek, jadi farel itu cucu nenek, jadi farel harus dan wajib memanggil nenek dengan sebutan nenek” jawab vita sambil membelai wajah farel
“terima kasih nenek.... farel bahagia sekali... kini keluarga farel sudah lengkap.... farel punya mama dan papa, dan kini farel punya nenek dan kakek yang bisa sayang sama farel...” ucap farel dengan sangat bahagia dan dia langsung memeluk vita dengan sangat erat
“yah sudah ayo farel istirahat yah... pasti kamu lelah kan, nenek antar kamu ke kamar yah... dan kamu tidur nanti nenek akan bangunkan kamu, rendy dan indah kalian juga istirahat... ingat jaga kesehatan yah... jangan sampai kalian sakit di hari penting kalian sendiri” ucap vita pada anak dan cucunya
“iya mi... rendy akan ke kamar bersama indah..” jawab rendy
__ADS_1
“ehhhttt enak aja... indah tetap tidur di kamar tamu... belum saat nya indah tidur di kamar kamu, nanti kalau indah kamu apa apa in kan bahaya sekali...” ucap vita sambil menjewer rendy
Indah dan farel sama sama tertawa melihat rendy di jewer sama vita, tawa mereka kini lepas bersama, dan setelah itu rendy dan indah kembali ke kamar mereka masing masing, sementara farel di antar untuk menuju kamarnya oleh vita, dan mereka semua langsung tidur, karena acara makan makan itu masih nanti malam, dan kini yang memasak sudah di gantikan sama para pembantu yang ada di rumah ramma.
******
“sebenarnya siapa sih adinda itu, kenapa dokter bimmo sampai membela dia seperti itu, bahkan dokter bimmo menegur gue hanya karena gadis ingusan itu, lagian reno juga kenapa sih pakai dekat dekat dengan gadis itu, atau jangan jangan dokter bimmo ingin menjodohkan reno dengan gadis itu... tidak tidak... itu tidak boleh.... reno hanya milik gue... tidak ada yang bisa merebut reno dari gue...” ucap dokter widya pada dirinya sendiri
Tok... Tok.... Tokk.... (pintu ruangan dokter widya di ketuk)
“permisi dok.... ini jadwalnya dokter untuk ngecek keadaan pasien,dan dokter juga sudah di tunggu dari tadi” ucap suster
“iya dok... saya akan menunggu dokter di luar” jawab suster tersebut
Suster tersebut langsung keluar dari ruangan dokter widya sambil membawaberkas untuk memeriksa pasien.
“dokter kok aneh banget, nyuruh orang tanpa minta tolong, sudah salah tidak minta maaf. Emang dia fikir rumah sakit ini milik dia apa, sehingga dia bisa berbuat seenaknya begitu. Untung dokter yang kaya gitu Cuma dia aja” gerutu suster yang kebagian bersama dokter widya
“ayo jalan”ucap dokter widya yang langsung berjalan di depan suster tersebut
“ehhh iya dok...” jawab suster
__ADS_1
(dasar dokter tidak memiliki atitut seorang dokter, kalau dokternya aja culas seperti ini, pasti nanti pasiennya akan ketakutan, dan bukan makin sembuh nanti pasti akan tambah meninggal) suara hati suster yang sudah mulai tidak suka dengan sifat dokter widya
“kamu ngapain aja sih lama sekali... jalan bisa cepetan dikit tidak... kata kamu sudah di tunggu, tapi kamu sendiri lemot kaya gitu... buruan jalannya...” ucap dokter widya yang marah marah tidak jelas
“ iya dok... maaf... saya salah...” jawab suster sambil tergesa gesa
(sabar... sabar... sabar....) suara hati suster
Dokter widya memeriksa beberapa pasien yang sudah menjadi jadwal dia di hari ini, walaupun susana hatinya lagi tidak karuan karena memikirkan hubungan reno dan adinda, tapi dokter widya berusaha untuk menyelesaikan tugas dia di hari ini sebagai dokter, karena widya sendiri tidak ingin kalau dia di marahin sama dokter bimmo.
*****
Persiapan makan malam sudah selesai, kini semua keluarga berkumpul di halaman belakang untuk menyantap hidangan yang sudah di sediakan. Sebelum acara makan makan di mulai, rendy dan indah naik ke atas panggung kecil untuk memberikan pengumuman tentang acara pernikahan dan juga tentang pembagian tugas buat semua keluarga, karena memang acara ini akan di adakan secara besar besaran dan mengundang semua kolega rendy dan juga ramma.
bahkan mereka semua di ijinkan untuk mengundang sahabat atau kerabat mereka, karena acara ini akan di adakan di outdoor sehangga mampu menampung banyaknya tamu undangan yang hadir, semua orang berbahagia sekarang karena mereka juga bisa mengundang sahabat sahabat mereka, sehingga mereka tidak terlalu bosan saat acara berlangsung.
Rendy dan indah juga tidak membatasi tamu undangan mereka yang hadir, mereka juga menyiapkan begitu banyak souvenir, sehingga mereka tidak takut akan kekurangan di acara pernikahan mereka nanti.
Setelah acara makan malam tersebut mereka semua kembali ke kamar mereka masing masing, karena mereka harus kembali ke aktifitas mereka masing masing, untuk mengundang sahabat sahabat mereka buat hadir di acara pernikahan tersebut.
Reno dan adinda juga besok harus mengembalikan farel ke rumah sakit, untuk menjalankan cuci darah dia, agar farel bisa ikut di acara tersebut, karena memang farel memiliki keinginan buat hadir di acara pernikahan om dan tante dia.
__ADS_1