Hidup Bersama Kamu

Hidup Bersama Kamu
BAB 26


__ADS_3

Rendy dan indah pergi untuk melihat persiapan peernikahan mereka, dan mereka juga harus mengambil beberapa gaun yang sudah mereka pesan untuk kelangsungan acara besar mereka. Karena waktu juga sudah sangat mepet, sehingga mereka memerintahkan banyak anak buah mereka untuk ikut turun tangan dalam acara


persiapan tersebut.


Ramma dan vita juga sudah mengundang rekan bisnis mereka untuk datang ke acara penting itu, karena memang waktu terus berjalan, jadi mereka tidak bisa santai lagi, ramma dan vita juga ikut pusing, untuk mempersiapkan acara itu.


Apa lagi fikiran ramma juga terbagi dengan adinda, ramma sudah memiliki rencana untuk menyelidiki tentang siapa farel yang sebenarnya, dan kenapa ada orang tua yang bisa begitu kejam terhadap putra mereka sendiri.


Ramma juga, membantu reno untuk mencarikan donor ginjal yang cocok dengan ginjal farel, agar ferel bisa lekas sembuh dan bisa kembali seperti anak normal pada umumnya. Karena memang ramma memiliki banyak rekan, sehingga dia dengan mudah untuk menemukan donor ginjal tersebut, tapi sayangnya ginjal itu masih dalam perjalanan untuk menuju indonesia, dan ramma sendiri belum bilang sama adinda, namun ramma akan menghubungi reno agar dia tahu dan menyiapkan operasi untuk farel.


*******


*Di Rumah Sakit*


Adinda sedang menunggu farel, di ruang tunggu bersama mama dan papa farel, adinda tidak menghiraukan keberadaan mereka, yang adinda tahu hanyalah kesembuhan farel, dan farel bisa menemukan masa kanak kanak nya dia, tanpa obat dan rumah sakit.


“nona... lebih baik kamu cepat pergi darisini, karena saya sudah memilih seorang dokter untuk bisa menggantikan kamu menjaga farel, dan satu lagi... kami akan lebih percaya dengan dokter tersebut, soalnya dia akan lebih faham dengan keadaan farel putra kami. Beda dengan kamu... kamu hanya wanita biasa yang tidak memiliki apa apa, bahkan mungkin kamu masih minta orang tua untuk membiayai pendidikan kaqmu, kalau tidak kamu mau memanfaatkan farel untuk mengambil harta kami yah... sudah dehh kamu ngaku saja...”  ucap mama farel pada adinda


“anda bicara sama saya?” jawab adinda sambil melirik mama farel dan menunjuk dirinya sendiri


“ya iyalah.... emang di sini ada siapa lagi, kecuali kamu, saya dan suami saya” jawab mama farel

__ADS_1


“anda tahu di sini tidak ada orang, dan suasana sangat sepi, tapi kenapa anda meninggalkan anak anda di sini sendirian, tanpa pengawasan dari keluarga, apa pantas orang tua bisa berbuat seperti itu, jika farel di kasih pilihan, meninggal di pelukan orang tua dia, atau menjalankan pengobatan tapi sendirian tanpa dukungan dan dampingan dari orangtua. Mungkin farel akan lebih pilih meninggal di pangkuan kalian orang tuanya, di bandingkan dia harus tinggal di sini sendirian” jawab adinda dengan sedikit berteriak


“kamu tidak tahu apa apa, jadi jangan ikut campur” ucap mama farel sambil menunjuk adinda


“cukup.... ini rumah sakit, kalian jangan berantem di sini...” ucap salah seorang dokter yang datang untuk menengahkan mereka


“dokter widya.....” ucap adinda, mama, dan papa farel


“Bu kunty, pak didin.... kalian sudah ada di sini, kenapa tidak bilang sama saya sih pak... bu... kalian mau menjenguk farel kan?” ucap dokter widya yang ternyata sudah kenal dengan orang tua farel


“iya dok... ohh iya, bagaimana dengan penawaran dokter kemarin, kalau doker mau merawat farel, apa dokter bersungguh sungguh?” tanya mama farel


“iya Bu kunty, saya bersungguh sungguh... saya kan sangat sayang sama farel, dan begitu sebaliknya, jadi bagaimana kalau saya minta ijin sama ibu dan bapak untuk merawat farel” jawab dokter widya


“maaf yah adinda.... saya juga sayang sama farel, kamu fikir hanya kamu dan dokter reno saja yang bisa sayang sama farel, saya itu sangat mencintai anak kecil, dan saya yakin kalau saya dan dokter reno mampu menjaga farel dengan sepenuh hati, dan bisamembuat farel sembuh, secara kita berdua itu dokter terbaik di rumah sakit ini, jadi mulai besok kamu tidak perlu datang datang lagi ke rumah sakit” jawab dokter widya


“ohhh saya tahu, dokter widya mau melakukan ini hanya dokter ingin dekat sama dokter reno kan, dan dokter ingin terus berduaan sama dokter reno, karena dokter widya sukanya itu sama dokter reno bukan sama farel nya, farel hanya di buat batu lompatan saja kan untuk dokter widya mendapatkan dokter reno...” ucap adinda yang bisa dengan mudah membaca semua rencana dokter widya


(brengsek.... kenapa dia bisa dengan mudah membaca jalan fikiran gue sih... tapi walaupun dia tahu kenyataannya tapi hanya dia yang tahu, yang lain akan tetap menganggap gue adalah dokkter yang baik dan bisa menyayangi anak kecil dengan tulus ) suara hati dokter widya


“kamu ngomong apa sih adinda, kamu itu belum mengenal saya... jadi apa pantas kamu berbicara begitu dengan saya, saya itu tulus ingin merawat farel... saya ingin melihat farel bisa sembuh dan bisa bermain lagi” ucap dokter widya yang ingin mengeelak

__ADS_1


“oke kalau begitu.... dokter tidak usah larang saya untuk bertemu dengan farel... bagaimana kalau kita berdua menjaga farel bersama, saya juga sangat menyayangi farel, dan saya tidak ingin dokter widya melakukan kesalahan terhadap farel yang sudah saya anggap sebagai anak saya sendiri” jawab adinda dengan menahan emosinya


“adindaa.... widyaa... kalian kenapa? Kalian berantem lagi?... kenapa sih... adinda... jawab kak reno... kamu kenapa teriak teriak seperti itu,?” tanya reno pada adinda


(ini semua karena kamu kak... coba aja dokter widya tidak suka sama kamu, dan dia bisa menganggap kamu Cuma temannya... ini semua tidak akan terjadi) suara hati adinda


“tidak ada apa apa ok ren... kamu tenang aja, kita tadi hanya bicara santai aja, sambil menunggu farel selesai di cuci darahnya, dan kita juga melakukan pengecekan pada ginjal farel”


“enggak kak... kita disini emang ada apa apa, kalau aku tidak bilang sama dia, dia akan terus suka dengan kakak...  sampai kaka mau jadi pacar dokter widya, iya kan dok” ucap adinda sambil mengkode ke dokter widya


“dokter widya... apa anda ingin tahu semuanya, ada hubungan apa aku dengan dokter reno... dan kenapa dokter reno selalu menolak anda.... yahh itu semua adalah permintaan ku, aku yang minta sama kak reno untuk menjauhi anda, karena aku tidak suka kalau anda dekat dekat dengan suami saya” ucap adinda dengan nada mempringatkan dan sedikit melotot


reno dan widya sangat terkejut dengan ucapan adinda tersebut, reno benar benar tidak mengira kalau adinda akan berani membongkar di depan semua orang, sedangkan widya sangat tidak percaya dengan apa yang di ucapkan adinda tersebut, widya langsung menoleh ke arah reno, dengan meminta penjelasan, tentang apa yang dia dengar barusan.


“reno.... tolong bilang kalau semuanya itu hanya omong kosong, kamu belum menikah kan ren....” tanya widya dengan wajah tegang nya


“iya wid, semuanya itu benar, adinda adalah istri ku, aku memang menikah sudah cukup lama, dan aku sengaja tidak mengundang siap siap, karena aku tidak ingin di ketahui sama banyak orang.” Jawab reno


“kenapa ren... kenapa kamu lakukan itu sama aku, kenapa kamu tidak ngasih tahu sebelumnya, kita sudah berteman sangat lama, dan kenapa kamu lebih pilih perempuan itu, padahal masih banyak perempuan lain yang lebih cantik dan kaya, kamu lihat saja dia ren... dia hanya gadis biasa, dia tidak level dengan kita ren” ucap dokter widya yang menahan amarahnya


“cukup wid... kamu tidak tahu apa apa, jadi tolong jangan bicara yang tidak tidak, adinda sekarang adalah istri yang harus aku cintai dan aku lindungi, jadi kalau kamu cari masalah dengan dia, itu berarti kamu juga cari masalah deengan aku” jawab dokter reno

__ADS_1


Adinda di bawa pergi sama reno, agar widya tidak melakukan hal yang tidak tidak pada adinda, dan nanti kalau farel sudah selesai, reno akan mengantar adinda untuk menemui farel lagi ke ruangannya.


__ADS_2