
tanpa di rasa kini acara pernikahan rendy berjalan dengan baik, dan kini sudah memasuki acara terakhir yaitu mengucapkan terima kasih ke semua tamu undangan dengan cara ikut bergabung dengan meeeka semua.
setelah banyak tamu yang pergi meninggalkan kediaman dirgantara, kini indah di ajak vita untuk masuk duluan di dalam kamar, karena vita ingin membantu indah melepas attibut dan gaun yang di kenakan indah pada saat itu.
" sini sayang duduk, mami bantu kamu melepas semuanya" ucap vita yang berdiri di samping meja rias yang ada di kamar rendy
" iya mi" ucap indah yang malu malu
" bagaimana malam ini, capek tidak kamu" tanya vita untuk menyairkan suasana
" iya mi... indah capek banget, dan kaki indah ini rasanya kaku banget, seharian duduk berdiri, duduk lagi, berdiri lagi, dan harus pakai sendal yang tinggi banget kaya begini." jawab indah dengan senyum tipis di bibirnya
" yah sudah mami punya banyak koyo, nanti kamu tempelin koyo di setiap sisi yang pegel yah, biar agak redah pegelnya. trus nanti kalau ada rendy kamu bilang aja kamu masih pegel jadi jangan malam ini" ucap vita sambil senyum senyum di bibirnya
" iya mi... adinda di mana mi, kok dari tadi indah tidak melihat dia" tanya indah, karena saat dia turun dari pelaminan dia tidak melihat adinda, reno dan farel
" adinda, reno, dan farel pergi ke rumah sakit, karenakan besok farel mau melakukan operasi, jadi dia membawa farel ke rumah sakit dulu, agar farel bisa lebih tenang dan tidak tegang saat operasi besok" jawab vita
" berarti semua keluarga besok pergi ke rumah sakit, untuk menjenguk farel" ucap indah
" iya sayang, rencananya besok pagi akan datang ke sana, dan kami akan memberikan dukungan untuk farel. kalau kamu masih capek, besok tidak ikut gak papa kok, kalian berdua istirahat aja dulu" jawab vita
" iya mi... nanti indah ngomong sama rendy nya yah..." ucap indah
" yah sudah kamu mandi dulu sana, mami ambilkan koyo buat kamu, nanti mami ke sini lagi" ucap vita pada indah
" iya mi... makasih yah sudah membantu indah" ucap indah sambil senyum manis di bibirnya
" apasih kamu, klo ada apa apa jangan sungkan minta tolong sama mami, papi atau semua keluarga di sini, kamu itu bukan orang luar, kamu itu anak mami jadi jangan sungkan sungkan untuk ngomong sama mami, yah sudah mandi dulu sana" jawab vita, dan indah pun berjalan ke kamar mandi untuk berendam air hangat agar badannya tidak terlalu capek
__ADS_1
*****
" mami.... istriku dimana yah" tanya rendy saat papasan dengan vita
" hemmm sekarang nyarinya istriku yah.... bukan mami lagi.... mami sedih loh rend..." ledek vita pada rendy
" ihhh mami apaan sih mi... bukan gitu maksud rendy mi... " ucap rendy yang tidak enak sama maminya
" iya iya mami tahu... tuh di kamar kamu sih indah, mami suruh dia amandi dulu, kasian pasti capek banget dia, biar badannya sedikit agak fress" jawab vita
" yah sudah mi... rendy ke kamar dulu yah" ucap rendy
" ehhh tunggu dulu, ikut mami ke kamar sebentar, mami titip sesuatu buat indah, ayo ikut ke kamar mami" ucap vita sambil narik tangan rendy
*sampai di kamar vita*
" ini ada koyo, kamu kasih ke indah, dia bilang badannya capek dan sakit semua. kamu tolongin dia untuk nempelin koyo ini di kaki dan punggungnya, biar hangat" ucap vita sambil ngasih beberapa kantong koyo
" sudah tidak apa apa, lagian cuma koyo aja, kamu juga tempelin tuh badan kamu pas habis mandi, biar tidak capek" jawab vita sambil memaksa rendy
" iya deh mi... rendy bawa ke kamar dulu yah... mami jangan gedor gedor kamar rendy yah... untuk malam ini di larang mendekati kamar rendy" ucap rendy yang terpaksa, karena dia juga tidak mau kalau indah sampai sakit
*****
" mama..... " ucap farel saat mau tidur
" ada apa sayang" jawab adinda
" besok farel mau di operasikan yah..." ucap farel yang sedang tegang
__ADS_1
" iya sayang.... besok pagi adalah operasi farel, kenapa memang, farel takut yah?" tanyya adinda karena dia melihat kegelisahan di mata farel
" iya mama.... farel takut, farel takut klo besok adalah hari terakhir farel bisa lihat mama dan papa" ucap farel sambil menahan tangis di matanya
" farel kok ngomong gitu.... farel besok itu di operasi agar farel bisa sembuh, dan farel bisa beeaktifitas kembali seperti biasanya, bisa sekolah, bisa main main lagi tanpa harus minum obat terus" jawab vita sambil melihat wajah varel
" tapi ma... farel masih takut... kalau setelah dokter menyuntikan obat bius ke tubuh farel, farel tidak akan bisa membuka mata lagi, dan farel tidak bisa melihat dan bertemu kalian lagi" ucap farel sambil meneteskan air matanya
" farel....." ucap reno sambil mendekat ke tubuh farel dan spontan farel langsung melihat ke arah reno
" farel percayakan sama papa?" tanya reno sama farel namun farel tidak menjawab apa apa, dia hanya menangis saja
" papa janji ke farel, papa akan membuat farel sembuh, dan papa janji juga kalau operasi besok, farel tidak akan merasakan sakit sedikitpun. dan setelah farel bangun setelah operasi, farel sudah memiliki ginjal baru dan sudah dalam masa pemulihan. farel mau kan cepet sembuh?" tanya dokter reno kembali
" iya pa... farel mau cepet sembuh" jawab farel
" yah sudah kalau farel mau cepet sembuh, berarti farel harus percaya sama papa dan juga kakek dokter, karena besok papa yang akan temani farel saat di ruang operasi" ucap reno sambil memegang ke dua tangan farel
" iyya pah... farel percaya sama papa, makasih yah pa... ma... sudah selalu ada buat farel" jawab farel yang sudah tersenyum setelah mendengar omongan reno
" iya sayang.... kamu sekarrang tidur dulu yah.... besok semua keluarga akan datang ke sini, untuk nemenin farel, jadi farel harus berjuang agar farel juga bisa cepat sembuh yah..." jawab adinda sambil menidurkan farel kembali
*****
dokter widya sekarang bertugas jaga malam, dan dia sesang ngontrol keadaan pasien saat malam hari, jadi kini dia sedang berjalan dari lorong satu ke lorong lain untuk nmsekedar melihat dan ngecek apa semuanya baik baik saja.
saat berada di depan ruangan dokter bimmo, widya melihat ada sinar merah yang menyala dari dalam ruangan, dan karena dia penasaran, akhirnya dia ngintip lewat jendela untuk melihat sinar apa itu.
" hahhhh itu sinar laser... untuk apa dojter bimmo menyalakan sinar laser di ruangannya, apa dia sedang menyimpan sesuatu yang tidak boleh di ketahui sama banyak orang" ucap widya sendiri
__ADS_1
" sinar itu dari sudut dinding mengarah ke box besi iti, kira kira dia menyimpan apa yah... kok jadi penasaran aku. atau mungkin itu ginjal yang buat sih farel itu, desas desusnya kan sih farel sudah menemukan donor ginjal yang tepat, dan besok akan melakukan operasi"
widya melihat ke sekitar ruangan memang sangat sepi dan cuman ada dia saja yang berada di lorong itu, dia ingin sekali masuk ke dalam ruangan itu untuk melihat apa benar itu ginjal yang akan di berikan untuk farel. namun saat dia melihat ke atas tembok, dia melihat kalau ada beberapa cctv yang mengarah ke ruangan tersebut, jadi dia ingin mencari tahu dulu bagaimana cara dia untuk masuk ke dalam ruangan tersebut.