Hidup Bersama Kamu

Hidup Bersama Kamu
BAB 31


__ADS_3

setelah berjalan melewati rumah sakit kini mereka ber empat sudah masuk ke dalam ruangan farel, berhubung masih ada dokter yang memeriksa keadaan farel, jadi mereka menunggu sebentar di balik gorden tempat tidur farel.


"bagaimana keadaan farel dok?" tanya adinda saat dokter dan perawat itu selesai memeriksa farel


"keadaannya sekarang sudah sangat bagus, kita tinggal tunggu ginjalnya saja, setelah itu kita bisa melakukan operasi" jawab dokter tersebut sambil tersenyum


"alhamdulillah, terima kasih dok yah... saya mau menemui farel dulu dok" ucap adinda


"ohh iya silahkan, saya juga mau memeriksa pasien yang lainnya" jawab dokter itu, lalu mereka keluar dari ruangan farel


"MAMA....." teriak farel pada adinda


"iya sayang.... kenapa... jangan teriak teriak gitu dong, nanti di dengar orang kan tidak baik" ucap adinda sambil duduk di kasur milik farel


"habisnya kenapa mama lama banget datangnya, farel dati tadi ttungguin mama, tapi mama tidak datang datang juga" jawab farel sambil melipat tangannya kedepan sambil memasang wajah marahnya


"iya iya sayang... mama minta maaf yah... tadi mama kan kuliah, jadi yah agak lama. maaf yahhh" ucap adinda


teman teman adinda hanya mematung tanpa bergerak sedikitpun karena mereka terlalu fokus melihat kedekatan adinda dengan anak kecil yang katanya sudah menjadi anak angkat adinda.


" farel sayang... sudah yahh jangan marah marah lagi, ohh iya farel coba kenalin ini teman teman mama, ini namanya tante jihan, ini tante kiki dan ini tante icha, mereka semua teman baik mama, dan kamu bisa memanggil mereka dengan sebutan tante atau kakak"ucap adinda sambil memperkenalkan teman temannya


namun farel hanya melihat mereka bertiga tanpa mengeluarkan sepatah katah pun, karena farel masih merasa asing dengan orang baru, tapi setelah jihan menyapa farel duluan, jadi farel mau untuk menjawab sapaan dari mereka.


"hai... farel.... salam kenal yah.... kamu boleh panggil kita dengan sebutan kakak aja yah... biar kita bisa jadi akrab, kamu jangan takut sama kitta, kita itu orang baik kok" ucap jihan sambil mengulurkan tangan nya ke farel


" iya kak jihan, salam kenal, aku farel" jawab farel dengan menyambut tangan jihan


lalu farel berkenalan dengan mereka bertiga, kini yang awalnya farel masih takut tapi sekarang mereka sudah akrab. memang farel anaknya mudah bergaul tapi hanya dengan orang yang dia anggap baik saja, jika dengan orang yang tidak dia kenal, farel akan menghindar dan tidak mau berkomunikasi dengan mereka

__ADS_1


" farel... tadi papa rwno berapa kali datang kesini sayang?" tanya adinda ke farel


" papa reno datang 3 kali ma... datang untuk memeriksa aku, menyuapin aku makan dan mengajak aku bermain, trus tadi papa pergi memeriksa pasien yang lain ma" jawab farel


" yah sudah farel kamu tunggu sini sebentar yah bersama kakak kakak ini, mama mau pergi mencari papa reno, untuk menanyakan ginjal yang akan di donorkan buat kamu" ucap adinda pada farel


" iya ma... mama hati hati yah kalau mama bertemu dengan dokter jahat" jawab reno


" he he he iya sayang.... lagian di dini itu tidak ada dokter jahat, semua dokter di sini itu baik baik semua, yang sudah mama peegi dulu yah... kalian beetiga, jagain anak gue yah..." ucap adinda pada farel dan juga teman teman nya


******


dokter reno hampir selesai memeriksa pasien yang menjadi tugasnya hari ini, dan rencananya reno ingin balik ke ruangan papanya untuk mengatur tanggal operasi untuk reno.


berhubung adinda tidak juga bertemu dengan reno, maka adinda memutuskan untuk pergi ke ruangan dokter bimmo untuk bertanya langsung.


"masuk" ucap dari dalam ruangan


" assalamualaukum pa...." ucap adinda


" waalaikum salam" jawab dokter bimmo dan juga ramma


"lohhh papa kok di sini, apa kalian membahas tentang ginjal buat farel yahh" ucap adinda


" dinda.... kamu itu bagaimana sih... duduk duuluu sini... jangan main nyerocos aja..." jawab ramma sambil menepuk sofa yang ada di sampingnya


adinda sambil tersenyum malu, karena memang dia sangat bersemangat sekali kalau beehubungan dengan kesehatan farel.


tak lama setelah adinda datang, kini reno juga mengetuk pintu ruangan papanya itu, setelah di perrsilahkan untuk duduk, reno langsung mengambil tempat di samping istrinya.

__ADS_1


" yah sudah mumpung kita berkumpul disini, kita putuskan aja bareng bareng, tencananya kapan farel mau di operasi, saran saya sih lebih cepat maka leebih baik" ucap dokter bimmo


" iya adinda, reno, karena farel anak kalian, jadi kalian lah yang lebih berhak. ginjal nya sudah siap, dan dari hasilnya hinjal itu 100% sehat, jadi lebih baik segera untuk di lakukan operasi itu" ucap ramma


" begini pa... farel kan ingin datang ke acara pernikahan kak rendy, jadi bagaimana kalau operasinya setelah kak rendy menukah saja, kak eendy juga menikahnya 2 hari lagi, jadi 3 hari lagi kita bisa melakukan opeeasi itu" jawab adinda


" iya pa... aku setuju dengan adinda, biar kita tidak menumpuk pikirannya, kalau di operasi besok, penyembuhan farel akan cukup lama, dan akuy sama adinda harus terus ada di samping farel, jadi biar kita bisa dapat dua dua nya, pernikahan reendy dan juuga operasu farel" ucap reno


" yah sudah papa setuju dengan itu, untuk menunggu hanya 3 hari papa rasa itu tidak apa apa, yang penting kita menyimpannya dengan tepat, dan tidak ada tangan jail yang penasaran dengan ginjal itu" jawab dokter bimmo


"yah sudah untuk pengamanannya kalian serahkan sama papa, papa akan mengatur rencana untuk mengamankan ruangan ini selama kita sibuk dengan persiapan pernikahan rendy dan indah" ucap ramma


jika ramma sudah memiliki rencana, maka rencana itu tidak boleh gagal, jadi ramma akan bersungguh sungguh untuk membuat rencananya itu berhasil, dan dia tidak segan segan untuk menyingkirkan lawannya yang dengan sengaja menggagalkan rencana yang sudah dia buat.


*******


ramma menyuruh anak buahnya untuk memasang CCTV yang sangat banyak dan berbagai bentuk, sampai tidak mudah untuk lawannya mengetahui jika itu adalah CCTV. dan ramma juga memasang sinar laser yang dapat membakar kulit orang jika terkena, bukan hanya satu atau dua sinar laser, tapi ramma memasang puluhan laser untuk menjaga tempat itu agar aman.


******


kini mereka semua sudah pulang ke rumah ramma untuk melihat pendekoran rumah yang akan di selenggarakan pernikahan rendy, dan mereka juga melakukan latihan untuk acara adat yang akan di gunakan dalam prosesi pernikahan.


mereka semua berkumpul dengan raut muka yang sangat bahagia karena jarang sekali mereka bisa berkumpul dengan tim yang lengkap, karena memang menjelang acara ini mereka wajib mengambil cuti dari beberapa kesibukan mereka masing masing, kecuali ada hal yang sangat penting dan tidak bisa di gantikan dengan orang lain.


******


Bismillah, Insya Allah saya akan melanjutkan Cerita ini sampai tamat, jika ada perbedaan alur atau agak melenceng sedikit dari cerita yang dulu, saya mohon maaf, karena ini saya mencoba kembali dari NOL.


Jadi minta dukungannya yah semua....

__ADS_1


__ADS_2