Hidup Bersama Kamu

Hidup Bersama Kamu
BAB 28


__ADS_3

Ramma sudah mendapatkan kabar kalau ginjal untuk farel sudah mendarat di indonesia, dan sudah siap untuk segera di bawa ke rumah sakit untuk disterilkan, dan setelah itu dokter bisa mengatur jadwal untuk operasi farel.


******


Adinda sedang menunggu farel sadar, setelah beberapa menit dia menunggu akhirnya farel membuka matanya, dan adinda langsung tersenyum melihat farel bangun, begitu juga farel, dia sangat bahagia karena bisa melihat adinda di sampingnya.


“sayang.... apa yang kamu rasakan sekarang... kamu baik baik aja kan” ucap adinda yang tidak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya melihat farel walaupun rasa bahagia kini lebih besar.


“tidak apa apa mama... farel tidak apa apa kok...farel hanya seneng aja, biasanya saat farel membuka mata, di samping farel itu tidak ada siapa siapa, tapi kini farel bisa melihat mama adinda yang selalu menjaga farel di sini” ucap farel yang terus tersenyum


“mulai sekarang mama adinda akan nterus menjadi mama farel, bahkan orang tua farel sendiri yang sudah bilang ke mama kalau mama boleh merawat dan menjaga farel sampai nanti farel dewasa, jadi farel akan tinggal di rumah mama adinda dan papa reno yah...” jawab adinda


“hahh beneran mam.... tapi nanti kalau mama dan  papa kandung farel menjemput farel lagi bagimana mam...farel tidak mau kembali pulang ke rumah mereka” ucap farel


“farel tenang aja, mereka tidak akan menjeemput farel kok... jadi farel akan terus menjadi anak mama dan akan selamanya tinggal di rumah mama” jawab adinda


“terima kasih yah mam... farel sayng sama mama... farel mau terus menjadi anak mama adinda saja yahh” ucap farel


“iya sayang.... farel akan terus menjadi anak mama, ohh iya tadi papa reno ngasih kabar kalau sudah ada ginjal untuk farel, jadi sebentar lagi farel akan sembuh, karena farel akan di operasi” ucap adnda dengan senyum baghagia


“mama beneran...? mama tidak lagi bohong sama farel kan mam.... “ tanya farel yang tidak percaya


“iya sayang.... mama tidak bohong, ginjal itu sudah di bawa ke indonesia, dan sebentar lagi akan sampai, lalu farel akan sembuh  sayang...” jawab adinda


“Alhamdulillah Ya Allah...  farel sudah bosen untuk terus tidur di kamar rumah sakit ini, jadi farel mau cepat sembuh agar bisa jalan jaln bersama mama dan papa...” ucap farel yang sangat bahagia


“yah sudah, farel istirahat yah... kamu tidur, dan mama mau pergi ke kampus yah... mama mau bertemu teman teman mama untuk ngasih tahu kalau mereka boleh datang di acara pernikahan om rendy, dan sekalian mama


juga mau masuk kelas sebentar yah” ucap adinda yang ingin minta ijin sama farel

__ADS_1


“iya mama.... farel mau tidur saja, mama boleh pergi, tapi nanti mama kesini lagi yah... farel tungguin mama” jawab farel


“iya sayang... nanti mama ke sini lagi, nanti papa reno akan temanikamu di sini yah” ucap adinda


“iya mama.... mama hati hati yah” jawab farel


Adinda langsung pergi ke kampusnya, sebelum pergi adinda pergi menemi reno dulu di ruangannya, karena dia mau minta ijin untuk pergi ke kampus, dan sekalian adinda meminta reno untuk selalu ngecek kondisi farel saat nanti agak lenggang.


“permisi sust... apa dokter reno ada di ruangan?” tanya adinda pada suster penjaga di depan ruangan reno


“iya nona... dokter reno masih istirahat di dalam, kalau mau periksa, mohon di tunggu sebentar yah..” jawab suster


Mendengar itu, adinda langsung menelfon suaminya, untuk ngasih kabar.


Tutttt.... Tutt.... Tut.... (suara panggilan telpon)


Adinda : Waalaikum salam


Reno : ada apa sayang.... bagaimana keadaan farel


Adinda : farel sudah sadar, dan dia lagi tidur di ruangannya, ohh iya kak, aku lagi ada di depan ruangan kakak, tapi kata suster kakak lagi istirahat, mangkannya aku tidak mau mengganggu kakak


Reno : kamu ngomong apa sih... kalau mau masuk yah masuk aja sayang, aku emang lagi istirahat


Adinda : tidak usah kak, aku Cuma mau bilang aja, aku mau pergi ke kampus yah... karena aku ada jam kuliah, dan sekalian aku mau bertemu sama anak anak, karena aku ingin mengundang mereka ke acara pernikahan kak rendy dan mbak indah.


Reno : iya... yah sudah kamu hati hati yah... maaf aku tidak bisa mengantar kamu yahh


Adinda : he he he he tenang aja kak.... pokoknya aku titip anak aku yah... kamu sering sering lihat dia yah... biar farel tidak merasa kesepihan

__ADS_1


Reno : iya sayang.... lagian farel bukan hanya anak kamu saja, tapi dia juga anak aku, jadi kamu tenang aja, tanpa kamu minta aku akan menjaga dan menemani farel.


Adinda : yah sudah... aku berangkat dulu yah...  I love you


Reno : I Love You More


Panggilan telpon berakhir


Saat adinda pergi keluar dari rumah sakit, sayangnya dia tidak papasan dengan papi nya ramma yang juga sedang berjalan menuju ruangan reno, karena dia ingin ngasih kabar kalau ginjal itu sudah tiba, dan siap untuk di masukan ke tubuh farel.


*******


Ramma langsung menghubungi reno, ramma menyuruh reno untuk datang ke ruangan dokter bimmo, karena ada sesuatu yang penting, setelah mendapat pesan dari papinya, reno rangsung pergi ke lantai atas untuk ke ruangan papanya.


 Saat reno mau pergi ke ruangan papanya, dia tidak sengaja aberpapasan dengan dokter widya, reno yang tahu sifat asli dari dokter widya yang tidak baik, dan dia memiliki rencana buruk terhadap farel dan adinda.


 “reno.... tunggu... aku mau ngomong sama kamu” ucap widya kepada reno


“maaf wid... saya memiliki hal yang lebih penting, jadi saya tidak ada waktu buat kamu” jawab reno dengan dingin


 “ ren... kenapa kamu berubah, dan apa tadi... saya...? tumben sekali kamu menggunakan kata kata itu, biasanya juga aku kamu, ren... tolong jangan merubah sikap kamu ke aku ren... aku mohon sama kamu” ucap widya dengan menggandeng tangan reno


 “tolong jaga sikap kamu, kita di sini hanya rekan, tidak lebih.. dan satu lagi, saya sudah memiliki istri dan saya juga sangat mencintai istri saya, jadi kalau kamu berharap lebih, maaf sya tidak bisa, dan tidak akan pernah bisa”  jawab reno dengan melepaskan tangannya yang di pegang widya


 “ren... aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu sejak kita kuliah, aku fikir kamu memiliki rasa yang sama, tapi kenapa kamu memilih menikah dengan perempuan kampungan itu, bukannya dulu kamu pernah bilang kalau kamu ingin menikah dengan sesama dokter, tapi kenapa kamu malah memilih dia ketimbang aku” ucap widya dengan tangis di matanya


 “hemm... adinda juga calon dokter, karena dia juga kuliah di kampus kedokteran milik keluarga ku, dan kamu jangan pernah menggina dia kalau kamu belum kenal siapa adinda” jawab reno dengan sangat tegas


 Reno langsung meninggalkan widya, yang sedang menangis, bahkan reno benar benar tidak peduli dengan keadaan widya saat ini. Reno ingin bersikap tegas dengan widya, karena dia tidak ingin melihat adinda sedih jika dia dekat dengan widya.

__ADS_1


__ADS_2