
setelah indah menemukan ruangan farel, indah masuk dengan tergesa gesa, karena dia ingin ngasih tau tentang rencana jahat doktwr widya kepada semua keluarga.
" dinda.... kamu kenal dengan salah seorang dokter perempuan di rumah sakit ini, namanya dokter widya?" tanya indah kepada adinda
"iya mbak dinda kenal dengan dokter itu, emangbya kenapa mbak, kok mbak indah sampai ngos ngosan seperti itu" jawab indah yang dia sendiri bingung
" gini din, aku tadi tidak sengaja mendengar rencana jahat dia, dia menyuruh orang untuk ngambil ginjal yang ada di ruangan dokter bimmo, doktwr bimmo itu papa nya reno kan" ucap indah untuk memastikan
semua keluarga yang mendengar itu langsung kaget, karena ginjal yang ada di ruangan dokter bimmo itu adalah ginjal yang akan di donorkan ke farel.
" apa.... mbak indah tidak salah dengarkan," ucap adinda
" tidak din... ini kamu dengarkan rekaman ini, tadi aku sengaja merekam semua omongan dokter widya dengan prang suruhannya" ucap indah sambil menubjukan rekaman yang dia rekam tadi
semua anggota keluarga semakin terkejut dan tidak menyangka, kalau dokter itu bisa berbuat se nekat itu, dan dia rela mengingkari sumpah dia sebagai dokter, hanya demi cinta nya pada reno.
" mami.... adinda titip farel yah.... adinda mau menemui papa bimmo di rungannya, adinda takut kalau mereka bakalan kenapa napa" ucap adinda kepada semua orang
" kakak temanin kamu yah dek..." ucap rendy sambil memegang tangan adinda
" jangan kak, tidak usah... kakak jaga mereka di sini saja, karena di sini tidak ada laki laki yang menjaga, adinda takut kalau orang suruhan dokter widya itu juga mau mencelakai farel" jawab adinda dan dia langsung berlari menuju ruangan bimmo
dan rendy pun setuju, karena memang jika dia ikut pergi maka tidak akan ada yang menjaga, indah, mami vita, nenek ratih, dan farel di ruangan ini.
*****
__ADS_1
dokter bimmo dan dokter reno mengecek sekali lagi keadaan ginjal itu, dan ramma juga sudah mematikan sinar laser itu, karena jika belum di di matikan, sinar itu dapat menjadikan semua kulit orang menjadi terbakar, kalau pas terkena ke kulit mereka.
" bagaimana ginjal nya" tanya ramma pada semua dokter yang memeriksa
"keadaan ginjal masih sama seperti kemarin, karena cara menyimpan kita itu dengan hal hal yang tidak murahan, karena untuk menyewa alat ini saja kita sudah keluar uang puluhan juta" ucap dokter bimmo
" yah baguslah... berarti kita tidak sia sia untuk menabung selama ini" jawab ramma
*****
BRUAKKKKKK *suara pintu yang di diborak dari luar, oleh beberapa orang.
semua orang menjadi terkejut karena tidak pernah ada orang yang memaksa dan masuk sembarangan seperti mereka
"serahkan kotak ginjal itu sekarang juga sama saya" ucap anak buah dokter widya sambil mengacungkan senjata ke arah semua orang yang ada di ruangan itu
" jangan banyak tanya kalian semua, lebih baik serahlan saja kotak itu, ketimbang nyawa kalian yang yang terancan di sini" jawab preman itu
" kalian jangan main main sama kami yah, kalau kalian tidak mau hidup kalian dan kwluarga kalian hancur berantakan" ucap ramma yang mencoba mengancam preman preman itu
" kalian masih mau melawan sama kami, lebih baik kalian serahkan sekarang juga, ketimbang peluru ini menembus ke kepala kalian semua" ucap preman itu
adinda melihat kejadian itu dari kaca ruangan dokter bimmo, dan dia berfikir bagaimana menyelamatkan orang orang yang dia sayang i.
adinda melihat sekitar, dia melihat banyak sekali CCTV yang di pasang papinya untuk keamanan ginjal farel, dan dia tahu banget pasti salah satu dari CCTV itu terhubung dengan kantor polisi, jadi sebentar lagi pasti para polisi itu datang ke rumah sakit ini.
__ADS_1
adinda juga melihat ada beberapa laser yang terpasang di dinding ruangan itu, dan dia nemiliki akses untuk menghidupkan dan juga mematikan sinar itu, karena papi nya pernah memberikan akses itu jika sewaktu waktu dia dalam bahaya saat berada di rumah.
adinda memberikan kode ke papinya untuk mengajak semua orang untuk segera tiarap saat hitungan ke tiga, karena saat itulah dia ingin menghidupkan sinar sinar laser itu, agar bisa mengurung penjahat itu, dan kalau dia nekat untum mencoba kabur, maka anggota tubuh mereka bakalan terbakar karena efek sinar laser itu.
"1.... 2..... 3....(saat bilang angka tiga adinda langsung teriak sekeras mungkin)"
papi, suami, mertua dan juga dokter yang akan membantu operazi itu langsung tiarap, dan dengan cepat adinda langsung menekan beberapa tombol laser di hp nya, agar menjadi penjara sementara waktu buat preman preman itu.
bahkan ramma dan semuanya juga tidak bisa keluar dari kantor itu, karena sinar laser itu menyentuh setiap sudut dari ruangan milik bimmo.
dan benar saja tidak lama dari itu, polisi banyak sekali datang untuk menangkap preman preman suruhan widya, dan adinda mematikan kembali sinar laser itu, agar mereka bisa tertangkap.
...****************...
kini semua orang suruhan widya sudah di borgol dan di giring menuju lantai bawah, karena mau di bawa ke kantor polisi. sedangkan widya tidak sengaja papasan dengan mereka, kini wajah widya sangat ketakutan karena melihat anak buahnya tertabgkap semua.
adinda sebenarnya ingin sekali melaporkan widya juga sebagai otak dari rencana tersebut, tapi adinda masih punya hati, karena dia tidak mau mempermalukan orang lain yang sedang bekarja. apalagi pekerjaan dia sangat mulia, yaitu membantu orang sakit, adinda takut kalau dia menangkap dokter widya juga, dia takut masih banyak pasien yang harus di rawat doktwr widya.
keluarga dirgantara hanya mengantarkan polisi itu sampai loby rumahsakit aja, karena setelah itu mereka mau menemani farel operasi.
kini farel sudah di bawa masuk ke dalam ruangan operasi, dan semua keluarga menunggu di depan ruangan itu, adinda menitipkan farel kepada reno suaminya, agar setelah keluar dari ruangan ini farel bisa sembuh.
semuanya berharap harap cemas menunggu hasil operasi farel, karena ini termasuk operasi besar, maka membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menunggu operasi itu selesai.
1 jam, 2 jam, 3 jam belum ada tanda tanda operasi telah selesai di lakukan, sedangkan wajah adinda sudah sangat pucat karena dia takut kalau sampai terjadi yang enggak enggak pada farel anaknya.
__ADS_1
semua keluarga memberi dukungan kepada adinda, agar dia bisa kuat dan tabah menerima semuanya, baik itu kabar baik maupun kabar buruk. namun adinda masih ingin mencoba bwrfikiran positif dulu, kalau farel baik baik saja, namun raut wajah adinda tidak bisa menyembunyikan kegelisaan dan juga ketakutan.