
setelah beberapa menit di perjalanan, kini mobil reno sudah sampai di parkiran rumah sakit milik dia, adinda semakin bingung kenapa dia di ajak ke rumah sakit ini lagi.
"lohh kak... ini kenapa kita ke rumah sakit? " tanya adinda yang bingung
"kita mau makan siang sayang... "jawab reno
"hahh makan siang, di sini...? kita makan di kantin rumah sakit? krnapa tadi tidak di kantin kampus aja biar lebih dekat, kan sama sama di kantin" ucap adinda
"tidak... ngapain kita makan di kantin, kita ke sini... mau menjemput farel dulu, kita ajak dia makan di rumah mami... kita kenalkan farel sama mami, papi dan yang lainnya... pasti farel makin bahagia" jaqab reno
"hahhh iya iya... ide kakak emang sangat bagus, yah sudah kita masuk sekarang, tapi.... apa nanti farel tidak berbahaya kak kalau dia jauh dari rumah sakit, kalau dia colaps bagaimana?" tanya adinda
"tidak... kakak yakin, farel tidak akan kenapa napa. kita bawa farel bersama kursi roda dia, trus nanti kita ijin juga sama dokter yang merawat farel" jawab reno
"iya deh kak.... kita jemput farel sekarang juga yah... kita langsung masuk ke dalam aja... aku takut nanti farel malah kelamaan menunggu kita, tadi aku juga sudah janji kalau akan ke sini setelah selesai kuliah" ucap adinda sambil berjalan menuju ruangan rawat farel
mereka berjalan menyusuri rumah sakit bersama, karena adimda juga sudah tidak sabar untuk memperkenalkan farel pada keluarga nya, di rumah.
"reno" panggil seorang perempuan dari belakang
reno dan adinda langsung menoleh ke arah belakang, untuk melihat siapa yang memanggilnya tadi.
"widya... kenapa? " ucap reno saat tahu ternyata yang memanggilnya adalah dokter widya
(kenapa dokter genit ini lagi sih... bikin emosi jiwa aja. lagian kak reno ngapain pakai bertanya sih.... kan jadi ngobrol gini mereka berdua . lama lama aku laporin juga nie sih dokter widya ke papa bimmo. biar dia di tugasin tidak di rumah sakit ini lagi dan biar dia bisa jauh jauh dari kak reno) suara hati adinda
__ADS_1
"adinda... reno... " panggil dokter bimmo saat melihat mereka ngobrol bersama dokter widya
"papa bimmo" teriak adinda dan langsung memeluk dokter bimmo
widya yang melihat itu semakin binggung, karena ternyata adinda bisa sangat dekat dengan dokter bimmo. padahal dari dulu dia ingin dekat dengan dokter bimmo tapi tidak bisa, karena dokter bimmo sangat menutup akses untuk para perempuan yang ingin dekat dengan dia di karenakan ingin mencari restunya buat berhubungan dengan reno putra nya.
"papa kangen banget sama kamu.... jahat banget, datang ke sini tapi tidak menemui papa...." ucap dokter bimmo sambil memeluk adinda
"iya pa... maafkan putrimu ini, aku janji nanti aku akan pulang bareng kak reno, dan akan menginap di rumah papa, atau papa yang mau menginap di rumah kita, biar papa tidak sendirian di rumah" jawab adinda
"papa akan menunggu kalian buat menginap di rumah papa... biar papa bisa awasin kalian " ucap dokter bimmo
"papa ihhh kaya aku sama adinda anak kecil aja pakai di awasin segala... kita itu selalu santai tidak pernah ngapa ngapain kok, reno tidak pernah ajak adinda untuk berbuat nakal jadi papa tenang aja" ucap reno pada papanya
"iya iya.... awas aja yah kalau sampai kamu ngajarin yang tidak tidak ke adinda, dan dinda... kalau kamu di apa apa in sama reno bilang aja ke papa, apa lagi kalau reno ngajak kamu berantem.... kamu langsung telpon papa, biar papa yang akan balas semuanya ke reno" jawab dokter bimmo
dokter widya yang semakin merasa tidak di anggap keberadaannya di tengah tengah mereka, memutuskan untuk pergi saja, karena dia sendiri juga tidak berani bertanya apa apa saat ada dokter bimmo.
bahkan saat dokter widya berpamitan untuk pergi. tidak ada yang menganggapi nya, dokter bimmo dan adinda memang sengaja tidak merespon dokter widya, tapi kalau reno memang tidak mendengar saat dokter widya berpamitan.
"kalian berdua ngapain ke rumah sakit, bukannya hari ini reno tidak tugas yah.. " tanya dokter bimmo
"iya pa... kita mau menemui farel, untuk ngajak makan siang bersama " jawab reno
"hahh farel...? farel siapa emang... apa dia teman kalian? " tanya dokter bimmo
__ADS_1
"bukan pa... dia itu anak kecil yang sakit ginjal itu loh pa.... adinda sangat sayang sama dia, karena dengan melihat farel, adinda jadi ingat masa kecil adinda dulu yang sakit... tapi adinda masih jauh lebih beruntung ketimbang farel" jawab adinda
"iya pa.... masa papa tidak kenal sama farel.... " ucap reno
"ohhh iya... farel.... iya iya papa tahu... yah maklum aja... masa papa harus ingat semua pasien yang ada di Rumah sakit sini sih... " jawab dokter bimmo
"yah sudah.... pa... adinda pamit mau ke ruangan farel dulu yah... kasian farel pasti sudah menunggu adinda dari tadi. " ucap adinda pada dokter bimmo
"iya sayang.... kamu ke atas aja dulu, papa madih ada yang ingin di omongkan sama suamimu ini, jadi papa pinjam reno sebentar yah" jawab dokter bimmo
"iya pa... pinjam aja tidak apa apa, tapi ada biaya sewa nya yah.... karena semuanya tidak ada yang gratisan he he he" ucap adinda
"ohhh oke.... kamu mau papa bayar dengan apa untuk membayar sewa nya" jawab dokter bimmo
"hemm.... khusus papa... cukup dengan satu bungkus nasi pecel aja itu sudah cukup pa... he he he he" ucap adinda
"oke.... papa kasih kamu nasi pecel nya" jawab dokter bimmo
"enak aja.... emang aku laki laki apaan... pakai di sewa in segala. apa lagi murah banget lagi hanya dengan nasi pecel sudah di kasihkan" ucap reno yang protes
"he he he he yah terserah aku dong kak... kan aku yang mau nasi pecel nya... yah sudah deh kelamaan aku ke atas dulu aja. papa.... jangan lupa nasi nya yah.... oke" ucap adinda sambil lari
"uhhh untung aku sayang sama dia pa.... tingkahnya yang seperti itu yang selalu bisa membuat reno selalu bahagia setiap harinya" ucap reno sambil melihat adinda yang makin lama makin menjauh
"he he he he yah sudah kamu ikut papa ke ruangan sekarang. karena ada yang ingin papa omongin ke kamu... ini penting banget.... " ucap dokter bimmo
__ADS_1
adinda langsung menuju ruangan rawat farel, sedangkan reno menuju ruangan kerja dokter bimmo karena dokter bimmo ingin membicarakan hal penting secara 4 mata bersamanya.