
Indah dan Rendy sudah berada di kampung tempat indah besar, mereka menempati rumah milik nenek Indah. Untuk sementara waktu mereka tinggal bersama di rumah itu. Untuk menghindari dari omongan tetangga, Indah mengajak anak dari tetangganya untuk ikut tidur bersama di dalam rumah tersebut.
Rumah paman dan tante Indah memang agak lumayan jauh dari sana, tapi mereka memutuskan untuk istirahat dan ziarah ke makam mama dan juga nenek indah sebelum mereka meneruskan perjalanan.
Indah membawakan bunga dan juga air mawar untuk di tabur dan di siramkan ke makan mama dan juga nenek nya, ini kali pertama Indah ziarah ke makam mereka setelah indah pergi merantau ke Jakarta.
"Assalamualaikum... mam... nek... bagaimana kabar mama dan nenek sekarang, maafkan Indah yah... karena Indah baru bisa datang ke makam mama dan nenek, tapi Indah selalu mendoakan mama dan benek saat indah sholat" ucap Indah sambil menaburkan bunga ke makam mama dan neneknya
"Assalamualaikum tante... nenek... ini Rendy, tante masih ingat tidak dengan Rendy tan, Rendy teman sekolah indah dulu" ucap Rendy
"Mam... Indah dan Rendy akan menikah... seandainya saja mama dan nenek bisa hadir di pernikahan Indah. Indah pasti akan senang banget, karena hanya kalian saudara yang Indah miliki. " ucap Indah
"Iya tan... nek... kalian sudah tidak usah memikirkan keadaan Indah, karena Rendy yang akan menggantikan posisi kalian untuk menjaga dan menyayangi Indah. " ucap Rendy
Mereka mengirimkan doa untuk mama dan nenek indah, karena makamnya bersebelahan jadi mereka bisa langsung ziarah ke 2 makam sekaligus.
Setelah selesai dari Makam, mereka akan meneruskan perjalanan ke rumah saudara Indah yang dari papanya, yah walaupum Indah tidak begitu dekat dengan daudara nya itu. Tapi mau tidak mau indah harus memberikan kabar tentang pernikahan nya itu, entah bagaimana respon nya itu urusan nanti, kalaupun mereka mau jadi wali Indah itu syukur tapi kalau tidak yah tidak apa apa. Nanti akan di wakilkan dengan orang yang dekat dengan Indah.
Setelah kurang lebih 1 jam di perjalanan, akhirnya mereka sampai di rumah yang tidak terlalu besar, dan terkesan sederhana, Indah masih ragu untuk menemui saudaranya itu, karena dia takut kalau saudaranya itu akan lupa atau tidak menganggap Indah debagai saudara mereka. Karena papa dan mama Indah juga sudah bercerai sangat lama.
"Kamu kenapa Ndah?" tanya Rendy
"Aku takut Rend... kalau mereka tidak menerima kita bagaimana?" ucap Indah
__ADS_1
"Kamu tenang aja Ndah... semua akan baik baik saja, kalau mereka tidak menerima yah itu terserah mereka, karena kita kesini hanya untuk ngasih kabar ke mereka kalau kita akan menikah" jawab Rendy
"Iya deh... kita masuk aja sekarang " jawab Indah
Mereka keluar dari mobil, karena tempat saudara Indah itu berada di perkampungan yang lumayan jauh dari kota, dan tidak pernah ada mobil mewah yang masuk ke dalam kampung mereka, sehingga banyak sekali warga yang datang untuk melihat siapa pemilik mobil itu, dan mau menemui siapa di kampung mereka.
"Wahhh ganteng banget laki laki itu" ucap salah seorang warga
"Iya perempuan nya juga cantik" jawab salah seorang warga
"Mereka mau ke mana yah... penampilan mereka kaya anak kota, beda banget sama kita" ucap salah seorang warga
Indah dan Rendy tidak menghiraukan omongan banyak orang di sekitar dia, kini mereka menuju rumah saudara Indah dari papanya.
"Assalamualaikum " ucap Indah sambil mengetuk pintu
Tak lama setelah Indah mengetuk pintu itu, ada seorang perempuan paruh baya yang membukakan pintu rumah itu, dan dia memandang aneh ke arah Indah dan Rendy.
"Maaf kalian siapa yah... kenapa datang ke rumah saya" ucap perempuan itu
"Bibik.... ini Indah bi... anaknya papa Jamal" ucap Indah dengan ragu
"Hah.... masih hidup kalian... mas.... ini..ponakan kamu.... cepat keluar" jawab perempuan itu
__ADS_1
Indah dan Rendy hanya memilih diam Karena mereka juga tidak mau mencari masalah dengan orang orang kampung sini, dan mereka juga ingin segera pergi saja.
Tak lama suami perempuan itu datang, dan bertanya kenapa istrinya teriak teriak sekeras itu.
"Nie... ponakan kamu datang, sih Indah" ucap perempuan itu yang ternyata bibi dari indah
"Paman ini Indah paman... " ucap Indah sambil ingin mencium tangan pamannya tapi pamannya malah menolak
"Ngapain kamu ke sini, kalian ingin menertawakan keadaan kita yah... kamu sudah memilih untuk hidup bersama ibu kamu yang cacat itu, jadi ngapain kamu datang menemui kami lagi" ucap laki laki paman dari Indah
"Tidak paman... bukan begitu, indah hanya ingin mengundang paman dan keluarga untuk datang di acara pernikahan Indah paman, karena sebentar lagi Indah akan menikah dengan dia paman, dan kenalkan ini namanya Rendy dia calon suami Indah paman" ucap Indah
"Iya kalian orang kaya... mau mengundang kita yang miskin ini buat apa, kalian ingin menertawakan kita gitu, kalian ingin mengolok ngolok kita karena drajat kita di bawah kalian. Ibu sama anak sama aja, tidak punya hati nurani, ibu kamu dulu tega menceraikan mas ku gara gara mas ku tidak mau berkerja, dan kamu lebih memilih untuk tinggal di keluarga ibu mu yang kaya itu" ucap paman Indah
"Paman.... paman jangan jelek jelek kan mama dong, dulu mama menceraikan papa itu karena papa suka main perempuan, papa suka memukul aku dan mama, dan hanya mama yang kerja sedangkan papa asik bermain dengan pacar pacarnya."
"bahkan... papa dulu mengambil semua aset mama, rumah, mobil, deposit, sudah kalian ambil semua, jadi aku sama mama harus pergi ke rumah nenek untuk mencari perlindungan. Kalau kita orang jahat, kita sudah tuntut kalian ke pengadilan dan mengambil kembali aset aset itu, tapi nyatanya apa, kita tidak melakukan itu kan, karena mama hanya milih mengala saja, mama tidak ingin mencari ribut. Paman boleh hina aku tapi jangan hina mama aku, karena aku saebagai putrinya tidak akan terima kalau mama kandungku di hina sama orang lain" ucap Indah sambil menangis
"Hehhh perempuan.... ngapain kamu nangis di rumah ku.... pergi sana, jangan pernah datang lagi ke sini" ucap bibik Indah yang tidak ingin aib keluarga nya di ketahui sama banyak orang
"Maaf yah pak bu... saya lancang, saya tahu ini urusan keluarga kalian, tapi saya sebagai calon suami dari Indah, saya tidak terima kalau kalian buat Indah menangis. Kami akan pergi dari sini, karena kami ke sini juga hanya ingin mengundang kalian saja, tapi kalau kalian tidak ingin datang yah itu hak kalian. Seharusnya dengan keadaan kalian yang seperti ini, kalian itu bisa meminta maaf sama Indah dan mamanya karena kelakuan keluarga kalian ke Mama nya Indah, bukan malah sombong dan angkuh seperti ini" ucap Rendy yang ingin membela Indah
"Memang yah... harta hasil curian itu tidak akan berkah, Seharusnya dengan kalian mengambil harta milik mama nya Indah. Kalian bisa menjadi orang kaya atau minimal rumah kalian tidak kumuh seperti ini. Bahkan hidup kalian kini jauh berbeda dengan Indah yang saat ini, saya akan pastikan kalau kalian tidak akan memiliki akses untuk bertemu Indah dan meminta yang aneh aneh pada Indah saat kalian tahu kalau wajah Indah banyak muncul di televisi " tambahan dari Rendy
__ADS_1
Indah dan Rendy langsung memutuskan untuk pergi ke mobil mereka lagi. Dan meninggalkan rumah itu setelah berpamitan.